I'M A Villains In My Second Life

I'M A Villains In My Second Life
Chapter 17



“Kakak Leathina, hari ini aku datang lagi, aku selalu tidak sabar untuk melihatmu.”


“Oh Nora, kau datang lagi hari ini.”


Kenapa perkiraanku selalu saja salah aku pikir Nora akan bosan terus megunjungiku setiap hari, tapi anak ini malah selalu datang setiap hari ke kamarku. Apa dia tidak bosan terus melihat wajahku. Sudah berhari-hari dia datang ke tempatku dia datang hanya untuk sekedar duduk di dekatku sepanjang hari dan kadang dia hanya fokus membaca bukunya saja tanpa berbicara, walaupun dia imut dan sebenarnya keberadaanya tidak terlalu menggangguku tapi tetap saja aku jadi agak sedikit risih karena aku tidak bisa menikmati waktuku sendiri dan lagi orang lain mungkin akan salah paham kalau anak ini masih terus datang seperti ini untuk menemui ku.


“Nora, apa kamu tidak bosan mengunjungi ku terus-menerus seperti ini, kau harusnya pergi bermain dengan anak-anak seusia mu, bukankah biasanya kalian sering mengadakan pesta teh untuk anak-anak bagaimana kalau kamu sesekali ikut acara itu, pasti sangat menyenangkan di sana, siapa tahu kamu akan bertemu teman yang cocok untukmu atau bahkan membuat relasi baru dengan anak-anak yang lainnya.”


“Aku lebih suka di sini. Aku tidak terlalu suka dengan mereka. Bersama denganmu di sini bahkan lebih menyenangkan bagiku.”


Apa anak ini tidak normal, bukannya harusnya dia bermain dengan anak-anak yang usianya sama dengannya. Dulu di kehidupanku yang sebelumnya saat aku kecil aku malah harus memohon-mohon terlebih dahulu agar aku diizinkan bisa bermain di luar bersama teman-teman sebayaku.


“Apa kamu tidak merasa bosan denganku, kamu pasti bosankan karena aku jarang berbicara padamu.”


“Tidak. Aku tidak bosan sama sekali.”


“Benarkah? Terus bagaimana dengan pelajaran mu, kamu tentu tidak akan melewatkannya bukan.”


“Tentu saja tidak. Lihat aku membawa buku yang di tugaskan guru untuk membacanya, hari ini aku akan membacanya di sini bersamamu. Kakak Lea tidak perlu terlalu mencemaskan ku aku baik-baik saja.”


“Ah, jadi seperti itu yah. Syukurlah kalau begitu aku jadi senang mendengarnya.”


Bukan, bukan, bukan begitu Nora. Aku tidak mencemaskan mu sama sekali dari tadi aku bahkan tidak memikirkan apakah kau suka berada di sini atau tidak, aku malah hanya memikirkan diriku sendiri aku hanya butuh sendiri aku ingin waktuku, aku ingin menikmati waktuku sendiri. Kenapa anak ini selalu saja punya jawaban yang logis setiap aku bertanya padanya. Sekarang kamarku sudah seperti miliknya juga.


“Brakkk!!”


“Kakak Nicholas!”


“Ikut aku Nora!”


“Aku tidak mau, tolong lepaskan tanganku.”


“Keluar dari sini sekarang!”


“Tidak, aku tidak mau.”


“Sudah berapa kali aku ingatkan jangan sering datang ke sini.”


“Memang kenapa kalau aku datang ke sini.”


Tiba-tiba saja Nicholas, adik tiri Leathina membuka pintu dengan sangat keras, membuat Leathina dan Nora terkejut.


Nicholas langsung menerobos masuk dan berjalan mendekati Nora kemudian menariknya secara paksa keluar dari kamar Leathina, Nora yang terkejut karena tiba-tiba saja ditarik paksa keluar oleh Nocholas memberontak dengan cara menggigit tangan Nicholas dan melepaskan genggaman Nicholas kemudian berlari ke arah belakang Leathina untuk bersembunyi agar tidak dibawa pergi oleh Nicholas.


“Ada apa ini! kenapa kau masuk ke dalam kamar orang lain dengan cara seperti itu Nicholas?”


“Kamu! Kamu pasti yang memaksa Nora untuk datang ke sini setiap hari Leathina.”


Ada apa lagi dengan anak yang satu ini, dia tiba-tiba saja datang ke wilayah orang lain dan langsung mengumumkan peperangan secara langsung, jika kau di medan perang sungguhan dengan sifat pemarah seperti itu aku yakin kau pasti orang yang pertama mati di medan perang nanti. Aku sudah kewalahan menghadapi Nora, dan sekarang aku juga harus menghadapi kakaknya, si anak pemarah ini juga.


“Aku tidak menyuruhnya datang ke sini, dia datang atas kemauannya sendiri Nicholas.”


Aku sudah menduga hal seperti ini akan terjadi. Karena sikapku yang tiba-tiba berubah dan tidak bersikap seperti yang Leathina lakukan selama ini justru akan membuat orang lain malah tambah waspada denganku. Karena orang-orang membenci Leathina maka mereka semua pasti mencurigai bahwa aku memiliki maksud dan tujuan tertentu.


“Jangan membohongiku, kamu pasti mempunyai maksud tersembunyi dengan mendekati Nora. Asal kau tau saja Nora sudah beberapa kali membolos di beberapa pelajarannya hanya untuk datang menemuimu, oh aku tahu kau sengaja memaksanya untuk terus datang agar dia melewatkan pelajarannya dan tidak mengetahui apa-apa, kau ingin membuatnya bodoh bukan! Katakan saja yang sebenarnya kau selalu seperti itu.”


“Aku tidak memiliki maksud apa-pun dan aku tidak pernah memaksa, Nora datang atas kemaunnya sendiri kalau kau tidak percaya tanya saja pada orangnya secara langsung.”


“Iya Kakak Lea tidak pernah memintaku untuk datang menemuinya, aku datang dengan kemauanku sendiri jadi jangan salah paham kakak Nicholas.” Nora yang sedari tadi masih bersembunyi di belakang Leathina kemudian memperlihatkan sebagian wajahnya dari belakang Leathina dan menjawab perkataan Leathina.


“Nah, Nicholas kau dengar sendirikan apa yang dikatakan Nora.”


“Aku masih tidak percaya!”


“Hey. Aku masih putri tertua di dalam keluarga Yarnell jadi jaga sikapmu di depanku Nico.”


“Memangnya kenapa kalau kamu adalah anak tertua dan jangan panggil aku Nico, kamu tidak cukup akrab denganku hingga bisa memanggilku dengan nama Nico.”


Emosi Nicholas tiba-tiba saja melunjak saat Leathina menyebutkan dirinya sebagai anak tertua karena itu berarti Leathina memiliki kekuasaan lebih tinggi darinya, Nicholas juga tidak suka mendengar Leathina memanggilnya dengan sebutan Nico.


“Nicholas Yarnell! Keluar dari sini sekarang atau aku akan mengusirmu secara paksa.”


Uh aku bodoh sekali, kenapa aku malah memanggilnya dengan Nico. Dari awal Nicholas memang tidak menyukaiku, aku malah membuatnya bertambah marah karena memanggilnya dengan sebutan Nico. Ini semua karena ingatan Leathina yang tiba-tiba muncul saat melihat Nicholas masuk dan aku refleks menyebutkan nama Nico karena ingatan Leathina.


Nama Nico adalah panggilan untuk orang-orang yang sangat Nicholas sukai atau akrab dengannya, hanya beberapa orang yang di izinkan Nicholas untuk memanggilnya dengan nama Nico, yang sekarang boleh memanggilnya Nico adalah ayah dan ibunya, kemudian Nora dan terakhir adalah wanita yang dia sukai Yasmine. Sekarang Nicholas sudah mulai menyukai Yasmine, walau Yasmine berumur dua tahun lebih tua darinya Nicholas tetap menyukainnya. Nicholas menyukai Yamine karena sikap Yasmine terhadapnya sangat berbeda dengan sikap Leathina padanya sehingga Nicholas jadi sering membanding-bandingkan mereka berdua dan malah mulai jatuh hati pada Yasmine. Mereka berdua sering bertemu pada acara-acara tertentu dan membuat mereka saling mengenal dan akrab. Padahal Leathina lah yang memanggilnya dengan nama Nico terlebih dahulu jadi bisa dikatakan bahwa Leathina yang membuat nama Nico untuknya.


......***......