
Mereka bertiga berjalan keluar dari Istana kerajaan menuju kereta kuda milik keluarga Yarnell yang telah menunggu mereka di depan gerbang. Terdapat dua kereta yang menunggu mereka sekarang yang sebelumnya kereta tersebut digunakan oleh Duke Leonard sementara kereta yang satunya di gunakan oleh Leathina dan Anne.
Saat sampai di depan kereta Duke Leonard Yarnell terburu – buru berjalan mendahului Leathina dan berdiri di depan pintu kereta.
“Biarkan aku membantumu?”
Duke Leonard menjulurkan tangannya agar Leathina bisa menggunakan tangannya sebagai pegangan saat naik ke atas kereta.
“Maafkan aku, tapi aku bisa naik sendiri.” Leathina yang mendapat perhatian secara tiba – tiba dari ayahnya yang sebelumnya tidak pernah melakukan hal – hal seperti itu merasa sedikit aneh dan memilih untuk naik sendiri tanpa di bantu oleh siapa – siapa.
“Loh Anne kenapa tidak ikut masuk ke dalam kereta bersamaku?” Setelah duduk Leathina melihat Anne yang masih berdiri di luar dan tidak ikut masuk bersamanya.
“Maafkan saya nona, ini kereta khusus milik kepala keluarga Yarnell saya tidak mungkin melupakan posisi saya dan menaiki kereta ini, saya akan menaiki kereta yang di belakang Nona.” Anne menjelaskan dengan sopan kepada Leathina agar nonanya itu tidak tersinggung.
“Oh seperti itu maafkan aku ayah aku pasti salah menaiki kereta.” Leathina yang mendengar penjelasan dari Anne segera turun kembali dari kereta tersebut dan sedikit membungkuk untuk meminta maaf pada Duke Yarnell karena telah salah menaiki kereta khusus milik Duke Leonard.
“Tidak Leathina kamu bisa menggu ... “ Duke Leonard berbicara untuk memberi penjelasan pada Leathina tapi sayangnya belum sempat Duke Leonard menyelesaikan ucapannya Leathina telah berjalan pergi meninggalkannya menuju kereta yang tadi dimaksud oleh Anne.
“Ayo Anne kita naik ke kereta yang di belakang.” Leathina segera berjalan pergi meninggalkan Duke Leonard sambil menarik Anne menuju kereta yang ada di belakang kereta milik Duke Leonard.
“Kamu juga bisa menggunakan kereta ini sesukamu, karena kamu putri tertua keluarga Yarnell, Leathina.” Duke Leonard bergumam pelan menyelesaikan ucapannya setelah melihat Leathina pergi meninggalkannya menuju kereta yang satunya.
“Tuan, sudah waktunya kita kembali silahkan masuk ke dalam kereta.”
“Baiklah.”
Melihat tuannya yanga berdiri dan mematung di depan kereta kuda, kusir yang menjalankan kereta kuda milik Duke Leonard segera menghampiri Duke Leonard dan memberitahunya bahwa mereka harus segera kembali, Duke Leonard kemudian sadar dari lamunannya dan segera masuk ke dalam kereta kuda tersebut.
“Wah benar – benar berbeda dengan kereta kuda yang tadi, kereta kuda milik Duke Yarnell sangat besar dan tempat duduknya lebih nyaman.” Leathina berdiri di depan kereta kuda yang akan dinaikinya mengamati kereta kuda itu sebentar setelah itu barulah Leathina masuk ke dalam di ikuti oleh pelayan pribadinya Anne.
“Nona?”
“Iya Anne, ada apa?”
“Kenapa Nona turun dari kereta kuda tadi, padahal Nona juga bisa menggunakan kereta kuda itu karena Nona adalah putri tertua keluarga Yarnell.”
“Umm itu karena kamu sediri yang bilang bahwa itu kereta khusus untuk kepala keluarga Yarnell, Anne. Aku tidak mungkin ikut naik ke atas sana tadi.”
“Tapi tadi Duke Leonard bahkan mempersilahkan Nona naik.”
“Itu tidak mungkin, lagi pula katamu kamu selama ini memperhatikan aku bukan? Berarti kamu sudah tau bagaimana Duke Yarnell memperlakukanku kan Anne. Dia tidak benar – benar mengakuiku sebagai putrinya.”
“Itu hanya tanggapanmu saja karena kamu bekerja untuknya Anne, aku tahu setia pada majikan adalah keutamaan tapi kamu juga harus ingat bahwa walaupun kamu bekerja untuknya kamu juga melayaniku Anne, lagipula itu tidak mungkin terjadi aku anak dengan darah campuran.”
“Maafkan aku Nona Leathina.” Anne merasa bersalah setelah Leathina mengatakan bahwa dirinya adalah darah campuran yang bermakna bahwa dia bukanlah darah bangsawan murni yang sewaktu – waktu dia bisa dikeluarkan dari keluarga Yarnell.
“Tidak apa - apa, ini akan segera berakhir jika semuanya lancar maka mereka tidak perlu melihat aku lagi dan kamu tidak perlu melayani bangsawan dengan darah campuran sepertiku lagi.” Leathina memalingkan wajahnya ke arah jendela kemudian bergumam dengan suara kecil sehingga suaranya hampir tidak bisa didengar lagi oleh Anne.
“Apa yang Nona Leathina gumamkan? aku tidak mendengarnya dengan baik karena suara Nona sangat kecil ditambah suara ribut dari luar.” Anne berbicara berusaha mencari tahu apa yang barusan Leathina ucapkan karena dia hanya mendengar kata bahwa akan segera berakhir membuat Anne menjadi sangat penasaran dengan lanjutan dari perkataan Leathina tadi.
“Tidak apa – apa Anne, jangan terlalu kamu pikirkan lakukan saja tugasmu seperti biasanya.” Leathina berbicara sambil menyandarkan kepalanya ke samping dan perlahan – lahan menutup matanya mencoba untuk beristirahat dan agar Anne berhenti menanyainya.
“Baik Nona Leathina, maafkan aku.” Anne yang melihat Nonanya itu terlihat sangat kelelahan segera diam dan berhenti menanyainya untuk membiarkan Leathina beristirahat sebentar.
Aku masih kepikiran mengenai Zeyden, apa yang membuat Leathina yang dulu bertengkar dengan Zeyden sehingga membuat keduanya bermusuhan seperti sekarang. Ah kepalaku sakit dan telingaku berdenging,... ini ingatan Leathina?”
...
Bella yang sekarang menempati tubuh Leathina melihat kumpulan remaja tengah berkumpul bersama – sama di sebuah taman. Sementara Leathina duduk di bawah sebuah pohon rindang yang juga berada di dekat anak remaja laki – laki yang sedang bercerita itu.
“Kalian tahu salah satu anak perempuan tercantik dari departemen kesatria?” salah satu dari mereka memulai pembicaraan dengan sangat antusias dan teman – temannya yang lain juga sama antusiasnya setelah mendengar kata perempuan cantik dari temannya tadi.
“Ternyata dia putri tertua keluarga Duke Leonard Yarnell.” Anak yang memulai cerita tadi melanjutkan ceritanya kembali.
“Benarkah? Pantas saja dia sangat mahir menggunakan pedang dia bahkan bisa mengalahkan senior laki – laki yang umurnya dua tahun lebih tua darinya, ayahnya Duke Leonard bahkan merupakan panglima perang.”
“Wah berarti dia memang terlahir di atas rata – rata dengan kata lain dia jenius.”
“Zeyden, bukannya kamu menyukainya?”
“Jaga ucapanmu, jangan sembarangan kalian.” Zeyden segera membantah ucapan teman – temannya yang menudingnya menyukai Leathina.
“Oh tidak? Aku kira kamu menyukainya ternyata tidak ya? Padahal jika dipikir – pikir kalian berdua sangat cocok bayangkan saja anak jenius dari departemen Kesatria berpasangan dengan anak jenius dari departemen sihir, bukankah itu terdengar menakjubkan?”
“Jangan sembarangan kamu, siapa juga yang menyukai wanita arogan sepertinya.”
“Iya benar juga kata Zeyden dia itu arogan sekali, pernah aku tidak sengaja berpapasan dengannya dan menyapanya tapi dia bahkan tidak menoleh sedikitpun.” Anak – anak yang lainnya juga ikut menimpali ucapan Zeyden mengenai Leathina.
......***......