
Pangeran Edward berbicara sambil memperlihatkan beberapa luka goresan yang didapatnya saat menolong Leathina tadi, tangannya tergores saat mencoba menahan kepala Leathina agar tidak terbentur ke tembok.
“Ba.. baiklah, baiklah aku berhutang, jadi bagaimana agar aku bisa membayar hutang – hutangku itu?”
Dengan terpaksa Leathina mengakui hutangnya karena tidak ingin berdebat lebih lama lagi dengan Pangeran Edward, ia tahu bahwa Pangeran Edward sedang mempermainkannya jadi sekeras apapun Leathina membela diri dia tidak akan bisa lolos dari pangeran Edward.
“Benarkah kalau begitu kamu bisa membayarnya dengan dua hal.”
Senyum di wajah Pangeran Edward kembali mengembang kemudian dengan semangat dia berjalan mendekati Leathina dan mengulurkan tangannya.
“Anda sedang apa Pangeran Edward?”
“Aku memintamu menjadi pasangan menari ku malam ini.”
“Jadi ini caraku agar hutangku lunas? Dan satunya lagi apa?”
Leathina mundur selangkah sengaja menjauh dari pangeran Edward untuk menjaga jaraknya.
“Iya pertama kamu harus menjadi pasangan menari ku dan yang kedua saat kompetisi berburu dimulai nanti beri aku sesuatu sebagai benda pengikat.
“Anda serius? Denganku? Maksudku anda pasti dengar rumor tentangku bukan? Lagipula aku tidak mungkin melalukan itu terlebih dengan anda pangeran Edward.”
“Iya aku bersungguh – sungguh ingin meminta dua hal itu darimu Nona Leathina, aku juga tidak peduli dengan rumor yang orang – orang katakan dan kenapa kamu tidak bisa melakukannya denganku aku dengar pertunangan kalian telah dibatalkan jadi kamu tidak terikat dengan kakakku lagi bukan? Atau sekarang kamu mempunyai seseorang yang kamu sukai?”
“Bukan , bukan seperti itu Pangeran ...”
“Panggil aku Edward.”
“Maaf?”
“Aku bilang panggil aku Edward, rasanya agak canggung dipanggil pangeran dan bicaralah seperti berbicara dengan seorang teman.”
“Ah, iya baiklah akan aku lakukan, dengarkan aku Edward sekarang orang – orang sedang mengidolakan mu dan jika mereka tahu kamu meminta sesuatu seperti itu denganku yang akan menjadi sasaran kebencian pasti adalah aku.”
Leathina berusaha menjelaskan pada Pangeran Edward alasan kenapa dia tidak ingin menjadi pasangan menari Pangeran Edward.
“Tapi aku sangat butuh bantuanmu Leathina, sebenarnya sekarang aku membutuhkan bantuanmu jadi aku mohon bantu aku.”
”Aku?”
“Jadi sebenarnya semenjak ayahku memperkenalkanku pada publik semua orang mulai menempel padaku mereka mengikuti kemanapun aku pergi, baik dari para bangsawan yang ingin bekerja sama denganku ataupun para gadis – gadis itu membuatku risih dan tidak mungkin juga aku mengusir mereka."
“Ah, kenapa harus aku?”
Raut wajah Leathina berubah ia terlihat sangat kebingungan dan tidak paham kenapa Pangeran Edward sampai meminta bantuan seperti itu padanya.
“Itu karena orang – orang takut padamu jika aku bersamamu tidak akan ada orang yang berani mendekat kecuali jika dia itu..”
“Dia apa? Memangnya aku memakan orang sampai bisa jadi semenakutkan itu.”
Belum sempat pangeran Edward menyelesaikan ucapannya Leathina sudah memotongnya lebih dulu, Leathina merasa tersinggung akibat omongan Pangeran Edward yang seakan – akan dirinya adalah orang yang sangat menakutkan.
“Aku hanya bercanda Leathina, pokonya bantulah aku kita bisa menjadi teman baik bukan?”
“Aku tidak mau membantumu dan aku juga tidak mau menjadi teman dari orang sepertimu.”
“Jahat sekali, memangnya aku kenapa bukankah aku tampan, punya banyak uang dan relasi bahkan orang – orang sangat ingin berteman denganku.”
“Baiklah aku akan jujur dengar pikiranmu tidak bisa aku tebak, matamu tidak ada yang bisa menunjukkan kepribadianmu yang sebenarnya dan orang – orang sepertimu itu licik, kamu pandai mempermainkan perasaan orang – orang, aku jelas akan mencari aman dan menjauhi orang seperti mu.”
“Oh, kamu benar – benar pandai menilai orang Leathina aku pikir kamu adalah wanita bodoh yang hanya mengandalkan wajah dan kemampuan.”
“Iya benar aku bodoh dan aku kasih tahu satu rahasiaku aku ini tidak memiliki kemampuan apa – apa jadi aku tidak berguna untuk mu. Menjauh lah dariku karena aku tidak mau menjadi bidak mu.”
Saat sikap Pangeran Edward berubah nada bicara Leathina juga berubah dia tidak lagi menjaga sikapnya di depan Pangeran Edward.
“Tidak kamu salah, kamu bisa sangat berguna untukku jika aku bersamamu setidaknya para gadis – gadis tidak akan berani mendekatiku, kamu tahu menghadapi mereka itu lebih menakutkan dibanding menghadapi musuh jadi aku mohon bantulah aku.” Cara berbicara pangeran Edward kembali berubah seperti semula ia menjadi ramah dan bersahabat.
“Dasar licik, Memangnya kalau aku membantumu apa yang bisa aku dapatkan paling aku hanya menjadi sasaran gosip para gadis – gadis.”
“Aku akan melindungimu, menjadi temanmu dan selalu membantumu yang aku butuhkan adalah bersikaplah seolah – olah kita teman akrab.”
“Melindungi aku?”
“Iya aku tahu kamu banyak dibenci oleh orang – orang tapi aku suka sikap dan gayamu yang selalu apa adanya tidak pernah melebih – lebihkan sesuatu dan selalu mengatakan apa adanya walau terdengar sedikit menyakitkan sih, tapi aku suka berteman dengan orang sepertimu bagaimana?”
Leathina terdiam dan tampak berpikir dengan serius berusaha mencerna perkataan Pangeran Edward baik – baik.
“Apa lagi yang harus dipikirkan Leathina , ini bukan penawaran yang buruk bukan, lagipula kamu harus membangun sekutu dengan orang lain karena kamu tidak akan bisa berdiri sendiri.”
“Baiklah aku setuju tapi kamu harus menepati janjimu untuk selalu mendukungku apapun situasinya."
“Akan aku tepati, laki – laki sejati akan selalu memegang perkataanya.”
“Angkat tanganmu seperti ini Edward.”
“Apa yang sedang kamu lakukan Leathina?”
Pangeran Edward bingung karena Leathina tiba – tiba mengangkat tangannya dan mengaitkan jari kelingkingnya dengan jarinya.
“Ikuti saja, ini adalah perjanjian resmi tidak tertulis sekarang angkat jempolmu perjanjian ini tidak akan resmi jika tidak distempel dengan jari jempol.”
“Sudah selesai?” Pangeran Edward bertanya pada Leathina yang terlihat senang setelah melakukan perjanjian dengan jari – jarinya.
“Ah, belum sekarang ulurkan tanganmu, Edward.”
“Seperti ini?” Pangeran Edward berbicara sambil mengulurkan kedua tangannya ke arah Leathina
“Iya seperti ini, tahan sebentar.”
Leathina kemudian mengamati luka goresan yang tadi di tunjukkan Pangeran Edward padanya dan meletakkan telapak tangannya di atas lukanya dan perlahan – lahan keluar aura hijau menyelimuti Luka Pangeran Edward.
“Kau bisa menggunakan sihir penyembuh? Bukannya seharusnya kamu tidak bisa menggunakan sihir?” Pangeran Edward terkejut melihat Leathina mampu menyembuhkan lukanya.
“Huss diam, jangan beritahu siapapun ini rahasia. aku terpaksa memperlihatkannya untuk menyembuhkan lukamu jadi kamu tidak bisa mengancam ku lagi seperti tadi.”
“Baiklah, akan aku rahasiakan. Nah apa kita boleh keluar sekarang?”
“Untuk apa aku keluar?”
“Kau harus menari denganku, agar orang – orang melihatnya?”
“Oh iya aku lupa, kalau beg..”
“Trek”
Tiba – tiba saja pintu yang menuju ke balkon tempat Leathina dan pangeran Edward berada dibuka oleh seseorang membuat Leathina terkejut dan tidak lagi melanjutkan ucapannya.
......***......