
“Akhirnya kita disini.” Nicholas kini tengah berdiri di depan sebuah mansion tua bersama puluhan prajurit yang ia bawa untuk melakukan pengepungan sesuai yang ia rencanakan bersama dengan Winter sebelumnya.
“Brak!” salah satu prajurit membuka pintu utama secara paksa dan setelah itu prajurit lainnya menyerbu mamasuki Mansion.
Mendengar suara pintu dibuka secara paksa membuat mata semua orang beralih ke sumber suara, dilihatnya Nicholas berdiri di ambang pintu dan mulai berjalan memasuki mansion.
“Sebuah bar? Aku pikir ini adalah rumah penyekapan.” Gumam Nicholas setelah masuk ke dalam mansion.
“Kami datang untuk melakukan pemeriksaan!” Ucap Nicholas berdiri di depan prajurit sebagai pemimpin.
“Ini hanya sebuah bar biasa, tuan.” Seru salah seorang yang merasa terganggu atas kedatangan Nicholas dan para prajurit yang lainnya.
“Iya betul.”
“Ini hanya tempat persinggahan bagi para petualang, tuan.”
Seru yang lainnya lagi saling bersautan, memprotes pemeriksaan secara mendadak itu.
“Maafkan kami tuan-tuan, tapi ini perintah dari pemimpin militer kerajaan untuk melakukan pemeriksaan.” Nicholas kembali berbicara sambil memberikan kode pada para prajurit untuk memulai pemeriksaan.
Para prajurit segera menyebar ke seluruh penjuru ruangan untuk memeriksa, separuhnya lagi menuju lantai dua yang digunakan sebagai penginapan dan memeriksa kamar satu-persatu.
“Nicholas tetaplah disini dan awasi gerak gerik mereka, perhatikan juga jika ada yang keluar ataupun memasuki tempat ini.” Bisik Winter pada Nicholas yang kini menyamar sebagai prajurit biasa dan segera meninggalkan Nicholas untuk melakukan pemeriksaan.
Winter menaiki anak tangga menuju lantai dua, dilihatnya bagian gedung itu di gunakan sebagai kamar-kamar penginapan. Mata Winter kemudian tertuju pada sebuah kamar yang berada pada paling ujung para prajurit terlihat hanya membukanya sekilas dan segera meninggalkannya tanpa masuk ke dalam tapi saat ia melihat para penghuni kamar yang keluar karena merasa terganggu Winter melihat mata mereka merasa was-was dan terus melihat ke kamar kosong tersebut.
Karena penasaran melihat apa yang membuat mereka merasa was-was Winter akhirnya berjalan ke kamar itu hendak memeriksanya secara langsung.
“Tuan itu hanya sebuah kamar kosong, tidak ada yang menempati kamar itu.” Cegat seorang wanita yang juga mengambil kamar tepat di depan kamar yang akan di periksa oleh Winter.
“Benar tuan, pemiliknya baru saja meninggalkan kamar itu.”
“Anda tidak usah repot-repot untuk masuk dan memeriksanya.” Orang-orang yang keluar karena kamarnya sedang di periksa dan melihat Winter hendak memasuki kamar itu juga berusaha menghentikannya untuk masuk ke dalam kamar kosong itu.
“Maafkan aku tuan, aku hanya ingin melihat sebentar.” Winter tersenyum ramah seolah-olah dirinya hanya penasaran ingin melihat isi kamar itu kemudian segera mempercepat langkahnya memasuki kamar kosong tersebut.
Saat memasuki kamar yang membuatnya penasaran, dilihatnya kamar itu sama seperti kamar-kamar yang lainnya tidak ada yang spesial kecuali sprei kasurnya yang terlihat berantakan seperti baru saja di gunakan dan belum di rapikan.
“Tidak ada yang aneh.” Gumam Winter pelan dan hendak keluar.
Pada saat Winter baru saja ingin keluar dilihatnya sebuah lemari kayu yang berada di pojok ruangan sedikit terbuka dan secara samar memperlihatkan ujung gaun yang sudah sobek.
“Sepertinya penyewa kamar yang sebelumnya lupa mengemasi barang-barangnya, mungkin dia sedang terburu-buru.” Gumam Winter lagi sambil berjalan menuju lemari hendak menutupnya.
“Gaun ini? Sepertinya aku pernah melihat seseorang mengenakannya.” Winter yang tadinya berniat menutup kini malah membukanya dan melihat isi lemari itu.
“Oh, astaga ini....” ucapan Winter terputus saat melihat sebuah gelang yang terbuat dari anyaman benang.
“Ini seperti gelang yang Leathina berikan padaku saat lomba berburu.”
“Bagaimana?” Tanya Nicholas saat melihat winter turun dan berjalan ke arahnya.
“Semuanya normal tuan, ini hanya sebuah rumah usaha dimana lantai bawah digunakan sebagai bar dan lantai atas sebagai tempat penginapan.” Ucap salah seorang prajurit menjawab pertanyaan Nicholas tadi, sementara Winter hanya diam saja dan berdiri tidak jauh dari Nicholas menunggu perintah selanjutnya.
“Baiklah kalau begitu kita akan segera pergi.” Nicholas dan para prajurit kemudian meninggalkan tempat itu karena tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan.
Mereka pulang ke penginapan mereka dengan tangan kosong, membuat Nicholas sedikit merasa kesal karena ia sudah sangat berharap dapat menemukan sesuatu baik itu petunjuk tentang Leathina maupun organisasi tentara bayangan.
“Sial!” Umpat Nicholas sambil menjatuhkan dirinya ke kursi.
“Jadi kita harus kembali tanpa mendapatkan apa-apa yang berarti?” tanya Nicholas pada Winter yang sedari tadi hanya diam termenung.
“Nicholas, aku menemukan sesuatu.” Jawab Winter kemudian dan membuat Nicholas kembali duduk dengan tegap.
“Benarkah?”
“Aku menemukan beberapa barang milik Leathina disana.”
“Jadi kamu menemukan petunjuk, apa mereka menyembunyikan kakak Perempuanku di sana? Sudah aku duga ada yang tidak beres saat mereka mencoba menghalangi kita melakukan pemeriksaan, apakah kita harus mengancam mereka terlebih dahulu?”
“Tidak ini hanya firasat, aku belum tahu pasti apakah ini benar-benar milik Leathina atau bukan.” Winter meletakkan sebuah gelang di atas meja dan memperlihatkannya pada Nicholas.
“Ini, ini, gelang yang sama dengan yang selalu dikenakan oleh Nora katanya Leathina yang memberikan gelang itu padanya.” Nicholas berbicara sambil memperhatikan gelang yang di perlihatkan Winter padanya.
“Nona Leathina juga memberikannya padaku.” Ucap Winter sambil menarik lengan bajunya dan menunjukkan pergelangan tangannya pada Nicholas.
“Jadi, aku satu-satunya yang tidak punya.” Gumam Nicholas pelan dan terlihat kesal karena sebuah gelang.
“Jadi apa rencanamu?” Tanya Nicholas pada Winter dan segera menepis rasa kesalnya.
“Kau dan orang-orangmu kembalilah ke kerajaan besok, aku dan orang-orangku akan tinggal di sini lebih lama untuk melakukan penyelidikan.”
“Aku tidak mau, aku juga ingin tinggal melakukan penyelidikan dan pencarian.” Nicholas menolak perintah Winter dan bersikeras untuk tetap tinggal.
“Kau harus kembali Nicholas, selama prajurit kerajaan masih ada di sini mereka akan terus waspada dan menyembunyikan Nona Leathina, jadi kita harus membuat mereka berfikir bawa kita sudah kembali kemudian bergerak secara diam-diam, jadi Nicholas kembalilah ke kerajaan.”
“Baiklah.” Mau tidak mau akhirnya Nicholas mengikuti perkataan Winter dan ke esokan harinya Nicholas dan orang-orangnya benar-benar kembali ke kerajaan.
Sementara Winter dan pengikutnya tetap tinggal di kota perbatasan dan memulai penyelidikan secara diam-diam.
Winter terus mendatangi tempat-tempat yang menurutnya bisa menjadi tepat mengumpulkan informasi untuknya, setiap sore Winter juga mendatangi daerah kumuh dan berdiam diri di sana beberapa jam berharap dapat mendengar beberapa informasi dari tentara bayangan ataupun orang yang sedang ia cari sekarang.
Beberapa kali Winter juga mendatangi mansion tua yang letaknya cukup terpisah dari desa maupun kota, kadang-kadang Winter juga diam-diam mengintai mansion itu dari luar bersama dengan rekan-rekannya.
...***...