
Monster buas yang kini menghancurkan kerajaan tidak bergeming sedikitpun kulitnya yang tebal tidak bisa ditembus bahkan jika ditusuk oleh tombak ataupun ditebas dengan pedang. Membuat semua prajurit bahkan kesatria kesulitan untuk menghadapi mahkluk lengend tersebut.
“Bukankah belum waktunya kau muncul, kenapa harus ada yang namanya naga sih.” Batin Leathina khawatirr, diliriknya Winter yang terlihat kewalahan menghadapi naga yang mengamuk itu.
"Didalam sinopsis buku keduanya Winter lah yang berhasil mengalahkan mahkluk lengend ini dan menjadi kesatria penyelamat kerajaan tapi melihat Winter sekarang itu mustahil terjadi." Gumam Leathina mengamati Winter yang sibuk bertarung.
“Winter bahkan kewalahan, bagaimana bisa mengalahkannya. Bahkan alur ceritanya pun mungkin belum ditulis.” batin Leathina kemudian menghela nafas panjang.
“Ah! Awas!” Teriak Leathina.
Naga tersebut kembali menyerang Raja dan Ratu, refleks Leathina langsung menyambar tombak dan menusuk sekuat tenaga tepat di matanya.
Benar saja naga tersebut kesakitan karena salah satu titik vitalnya diserang.
“Kenapa tidak kepikiran dari tadi.” Gumam Leathina kembali harapan bisa mengalahkan sang naga, “Semuanya serang matanya!” teriak Leathina memberi perintah.
“LEATHINA AWAS!”
Teriak Pangeran Edward bersama yang lainnya saat tiba-tiba naga tersebut kini menargetkan Leathina.
Leathina berhasil menghindar sayangnya kakinya malah terluka dan sepertinya remuk karena tertimpa balok kayu dampak dari serangan naga tadi.
“Akh! Kakiku.” Pekik Leathina.
‘Aku tidak bisa lagi menggunakan kemammpuanku untuk menyembuhkan lukaku, jika aku gunakannya maka aku tidak akan bisa bergerak lagi.’ Batinnya, kemudian berusaha berdiri untuk kembali menghindar.
“Leathina, kau terluka.” Cepat-cepat pangeran Edward berlari ke arah Leathina membantunya berdiri, tapi tiba-tiba naga yang mengamuk itu kembali menyerang.
Leathina refleks mendorong tubuh pangeran Edward menjahui dirinya agar tidak terkena serangan.
“Aaaaaakh!” Teriak Leathina kesakitan saat sang naga menjeratnya kemudian mengekangnya hingga tidak dapat bergerak lagi.
“Leathina!” jerita Pangeran Edward, Winter, Duke Leonard dan yang ainnya.
Secara bersamaan Pangeran Edward, Winter, dan Duke Leonad melompat menyerang secara bersamaan berusaha untuk menyelamatkan Leathina, sayangnya kekuatan mereka tidak cukup bisa membuat naga tadi kesakitan ia sudah cukup berhati-hati untuk melindungi titik vitalnya hingga mudah baginya untuk menyerang kembali.
“Aaaaaakh!” Leathina semakin kesakitan saat sang naga semakin mengekangnya.
“Lepaskan anakku dasar monster sialan!” Teriak Duke Leonard emosi dan menyerang secara membabi buta.
“Hei! Manusia berhenti menyerangku, kalian seperti menggelitikku.”
“Hah! Kau bisa bicara?!” ucap Leathina tanpa sadar saking terkejutya, ia mengira bahwa monster yang sekarang menngekannya itu hanyalah makhluk berbadan besar tanpa otak.
Sama seperti Leathina, yang lainnya pun ikut terkejut ketika mendengar suara Naga yang menggema bahkan sebagian dari mereka menutup telinganya karena tidak tahan mendengar suara keras.
“Tentu saja aku bisa, kami mahkluk legendaris bahkan beberapa dari kalian para manusia menyembah kami.”
“Kenapa kau menyerang kerajaan kami?!” tanya Raja Daylend mencoba untuk mengajaknya bernegosiasi.
“Aku bosan diam selama beribu-ribu tahun dan aku melihat disini ada keramaian jadi aku singgah untuk bermain.” Ucap sang naga sekenannya.
“Naga yang agung mohon lepaskan anak itu, kami mohon.” Pinta Duke Leonard.
“Ah, anak ini ya?!”
“kami mohon lepaskan anak itu dan aku mohon jangan merusak kerajaan kami.” Ucap Raja Daylend
“Kenapa kau kahwatir jika aku bermain disini? Ah kau pemimpinnya yah, pantas saja kau kahwatir tapi sayangnya aku malah ingin menghancurkannya.
“Apa yang kami lakukan hingga anda melakukan ini semua? Bukannya selama ini anda berdiam diri di dalam hutan hitam?!”
“Kesalahan?” ulang sang naga kembali.
“Iya bisarkan kami menebusnya.”
“Salah satu manusia membangunkanku, kenapa kalian manusia tidak bisa membiarkanku tenang. Karena aku sudah bangun tentu saja aku bosan berdiam diri di sana.”
“Kami tidak pernah berani memasuki wilayah kekuasaan anda, apa anda tidak salah?”
“Tentu saja aku tidak salah, seorang manusia masuk ke dalam hutan hitam mengadakan ritual yang berisik dan membangunkanku saat aku tanya kenapa dia mengangguku dia bilang dia akan mengorbankan nyawanya untukku jika aku mengabulkan permintaanya, aku pikir ini menarik makannya aku mengabulkannya dia memberikanku hiburan dan aku melakukan apa yang dia minta."
“Apa yang dia minta?”
“Ah, kalau tidak salah manusia berambut pirang itu memintaku untuk menhancurkan kerajaan ini.”
“Yasmine?!” seru Leathina saat sang naga menyebutkan sesuatu yang mirip dengan Yasmine.
“Oh! Kau mengenalnya?” tanya sang naga.
“Dia memang salah satu rakyatku, tapi dia sudah menjadi buronan karena melakukan kejahatan. Mohon ampuni kami dan jangan hancurkan kerajaan kami.” Seru Raja Daylend memohon kemudian berlutut diikuti oleh semua orang yang ada di tempat itu.
“Aku cukup tersentuh dengan tidakanmu, kau tidak arogan dan mau merendahkan dirimu di hadapan yang kuat baiklah akan aku pikirkan jika kau menukarnya dengan sesuatu yang lebih berharga dari kerajaanmu dan anak ini.”
“Legenda mengatakan bahwa sang naga menyukai emas dan benda berharga lainnya, saya berjanji akan mengumpulkan semua benda berharga dari kerjaan ini untuk kami persembahkan pada sang naga, kami mohon ampuni nyawa kami.”
“Cepat bawa semua harta kerajaan kesini.” Ucap Raja Daylend memberi perinta.
Dalam waktu singkat seluruh benda berhara milik kerajaan telah berkumpul di dalam aula banquet, ada lebih dari ratusan peti berisi emas dan perhisaan untuk di berikan pada sang naga.
“Hummm.” Sang naga bergumam mengamati semua benda-benda berharga yang di kumpulkan di hadapannya kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Leathina yang masih disanderanya. “Anak ini cukup unik, aku belum pernah melihat yang seperti ini apa kau benar-benar dari dimensi ini?” gumam sang naga sambil membolak-balikkan Leathina untuk memeriksanya.
“Emas dan perhisana sudah banyak di goa ku Bahkan lebih banyak dari semua yang kau kumpulkan. Aku ambil yang ini saja.” Ucapnya sambil mencengkram Leathina dengan cakarnya.
“Tidak lepaskan anakku.” Teriak Duke Leonard kemudian kembali melawan.
“Kalain harus berterimakasih karena aku menganggapnya menarik jika tidak kerajaan kalian pasti sudah hancur.” Ucap Sang naga kemudian mengepakkan sayapnya bersiap-siap untuk pergi.
“Kakak Leathina!” jerit Niicholas dan Nora.
Karena kepakan sayap sang naga membuat angin kencang hingga orang-orang kesulitan untuk berdiri dengan benar sehingga harus berpegangan yang erat jika tidak ingin terseret.
“Leathina!” Teriak Pangeran Edward, Yardley dan Winter hampir bersamaan dan sama-sama mencoba untuk menghentikan naga itu yang membawa pergi Leathina sayangnya angin kencang yang ditimbulkan karena kepakan sayap sang naga membuat mereka semua kesulitan untuk mendekat sampai akhirnya Leathina benar-benar hilang dari pandangan mereka bersama sang naga yang terbang ke langit.
“LEATHINA!” Teriak Duke Leoanrd berlari keluar mencoba mengejar begitu pula dengan yang lainnya, sayangnya Leathina benar-benar telah menghilang di bawa pergi oleh sang naga.
Duke Leonard yang masih belum putus asa mengejar putrinya yang dibawa pergi segera berlari mengambil kuda kemudian mengejar ke arah naga tadi membawa Leathina.
“Bentuk tim pencari darurat dan ikuti duke Leonard.” Seru Winter kemudian ikut mengejar Duke Leonard.
“Kesatria kerajaan juga harus mengejar, cepat ikuti Duke.” Teriak Pangeran Edward kemudian juga segera mengikuti Duke Leonard dan Winter bersama kesatria kerajaan.
“Aku juga akan ikut!” Cepat-cepat Nicholas berlari mengambil kuda.
“Kau berjaga di kerajaan, lindungi yang lainnya kau harus menggantikan ayahmu Nicholas.” Ucap Raja Daylend menghentikan Nicholas, karena takut Nicholas malah berada dalam bahaya jika mengikuti ayahnya dan yang lainnya.
Nicholas tidak menghiraukan perkataan Raja Daylend dan malah melompat naik ke atas kudanya.
“Ini perintah kerajaan, jika kau melanggar maka seluruh keluargamu akan dipenggal karena melawan titah.” Teriak Raja Daylen menghentikan Nicholas.
Mendengar perkataan Raja Daylend dan takut keluarganya dalam bahaya karena dirinya Nicholas pun menghentikan kudanya dan kembali dengan pasrah Nicholas menahan dirinya agar tetap tinggal dikerajaan.
Berminggu-minggu telah berlalu bahkan samapi berbulan-bulan tim pencari yang dipimpin langsung oleh Duke Leonard masih belum menemukan Leathina.
Mereka bahkan telah mencari di seluruh pelosok negeri sampai mengirimkan permintaan bantuan dari kerajaan lain berharap jika Leathina terdampar di suatu tempat dan meminta kerajaan lain untuk membantunya mencari Leathina.
“Bagaiamana?” tanya Duke pada Winter berharap Winter mendapat kemajuan dalam pencariannya.
“Masih belum ada petunjuk paman.” Jawab Winter jujur.
“Bagaimana dengan anda pangeran Edward, apa ada kabar dari kerajaan lain?” tanya Duke Lagi berharap mendengar sesuatu tentang Leathina.
“Maafkan saya Duke, tapi semua kerajaan yang kami hubungi juga tidak dapat menemukan apa-apa tentang Nona Leoathina.”
“Bagaimana dengan hutan hitam? Apa kaian tidak menemukan sesuatu atau petunjuk disana?” tanya Duke Leonard lagi penuh harap.
“Paman, kami telah melakukan pencarian di seluruh penjuru hutan hitam dan hutan-hutan lainnya tapi kami tetap tidak menemukan apa-apa, Leathina tidak ada dimana-mana.”
“Paman, maafkan aku tapi ada kemungkinan bahwa Nona Leathina mungkin telah meninggal suat...”
“Tutup mulutmu!” bentak Pangeran Edward tidak ingin mendengar kalimat selanjutnya yang akan dikatakan Winter.
“Brak!”
“Kakakku tentu saja belum mati.” Tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan masuklah Nicholas dan Nora, tidak terima dengan argumen Winter.
“Maafkan aku paman, tapi ini adalah kemungkinan yang bisa kita simpulkan.”
“Aku tahu kamu mencoba untuk berfikir rasional Winter, tapi aku masih berharap putriku Leathina masih hidup selama jazadnya masih belum aku lihat aku tidak akan percaya bahwa Leathina sudah mati.”
“Maafkan aku paman, aku hanya puryus asa aku benar-benar ingin menemukannya juga paman.”
“Baiklah, aku paham tetap lakukan pencarian sampai kalian menemukan sesuatu tentang Leathina.”
“Baik Duke Leonard.” Ucap Winter dan Pangeran Edward bersamaan.
“Kalian kembalilah.” Ucap Duke Leonard mengakhiri pertemuan.
Setelah percakapan mereka selesai Pangeran Edward dan Winter pun keluar meninggalkan Duke Leonard di dalam ruangannya.
“Kenapa kalain berdua masih disini?” tanya Duke Leonard pada kedua putranya yang masih belum pergi dari ruangannya.
“A-ayah apa kakak Leathina akan baik-baik saja?” tanya Nora ragu-ragu tapi tetap memberanikan dirinya untuk bertanya karena sangat ingin mendengar jawaban dari ayahnya secara langsung.
“Ayah juga berharap seperti itu.” Jawab Duke Leonard pelan, “Kalian berdua kembalilah, dan jangan menimbulkan masalah sampai kakakmu belum ditemukan.”
“Baik ayah, terimakasih.” Jawab Nora dan Nicholas hampir bersamaan kemudian segera pergi dan menutup pintu ruangan kerja ayahnya dari luar.
“Kemana monster itu membawa anakku pergi, aku telah mencarinya keseluruh pelosok negeri tapi aku tidak bisa menemukan petunjuk apapun.” Gumam Duke Leonard sambil menghela nafas panjang.
“Aku harap kau baik-baik saja Leathina.” Batinnya pasrah dengan keadaanya.
Setelah Nicholas dan Nora keluar dari ruangannya Duke Leonard langsung menjatuhkan punggungnya ke sandaran kursi menghela nafas panjang kemudian mengusap kasar wajahnya.
...***...