I'M A Villains In My Second Life

I'M A Villains In My Second Life
Chapter 188



“Nicholas, ayo! Ayah sudah menunggu kita sekarang.” Bisik Leathina pada Nicholas.


“Tidak, aku masih belum selesai dengan babi ini.” Ucap Nicholas memberontak.


“Kau akan melibatkan ku dalam masalah jika berkelahi di perayaan ulang tahun ratu Nicholas, apa kau mau aku di permalukan lebih dari yang babi itu lakukan padaku, kau tahu sendiri kan banyak orang yang tidak menyukaiku kau bisa mengurusnya jika tidak ada oang yang melihat.” Bisik Leathina dan akhirnya berhasil menenangkan kembali Nicholas.


Nicholas pun menurut dan melakukan apa yang di minta Leathina karena tidak ingin Leathina di permalukan.


“Cih! Dasar darah campuran.”gumam laki-laki yang tadi menabrak Leathina kemudian langsung pergi.


“HEI!”


“AKH!”


“AYAH!” Jerit Nicholas dan Leathina saat tiba-tiba Duke Leonard telah berada di belakang laki-laki yang menabrak Leathina dan langsung mencekik leher gemuknya hingga membuatnya kesulitan bernafas.


Wajahnya semakin memerah saat ia memberontak karena semakin ia bergerak berusaha untuk melepaskan diri semakin duke Leonard menguatkan cengkeramannya.


“Le- lepaskan.. ak- u... moh... on, aku, aku, t-i-tidak bisa bernafas.”


“Akh!”


“Akh!!”


“AKH!!


“Anakku! Lepaskan aku mohon duke, lepaskan anakku! Kau bisa membunuhnya! maafkan kesalahan anakku, aku mohon Duke!” tiba-tiba seorang pria paruh baya datang dan memohon pada Duke Leonard agar duke mau melepaskan cengkeramannya.


“Ayah, banyak orang disini, Ini tidak baik jika membuat keributan di hari perayaan ulang tahun ratu.” Bisik Leathina pada ayahnya.


Duke Leonard mendengus kesal ditatapnya Leathina sebentar kemudian kembali melihat laki-laki yang kini berusaha bernafas karena tangannya masih mencekiknya.


“Anakmu pantas mendapatkannya, jika saja aku membawa pedangku kepalanya pasti sudah aku potong Brian!” Ucap Duke yang kemudian mendorong Orang yang dicekiknya ke arah Tn. Brian hingga keduanya terpental.


“Kau tidak apa-apa Jov?” tanya Tn. Brian yang khawatir dengan keadaan anaknya.


“Hei..! Tunggu! Mau kau bawa kemana anakku?!” Teriak Tn. Brian saat beberapa orang tiba-tiba menyeret anaknya Jov pergi.


“Anakmu belum meminta maaf pada putri ku!”


“Kenapa aku harus minta maaf pada orang sepertinya, statusnya bahkan tidak kalah rendah dariku karena darahnya yang bercampur dengan darah rakyat biasa.” Jov semakin menjadi-jadi ia masih memandang rerendah Leathina, ia pun meludah katika ia disuruh oleh Duke meminta maaf pada Leathina.


Leathina mengepalkan tangannya kuat, tingkah Jov terhadapnya sudah tidak bisa ia tolerir lagi. Ia pun ingin memberinya pelajaran, tapi saat Leathina baru akan melakukannya tiba-tiba Pangeran Edward dan Winter telah datang kembali dan lebih dulu menghantam Jov.


“Akh!” pekik Jov kesakitan.


“Leathina?” panggil Pangeran Edward dan Winter yang hampir bersamaan saat tiba-tiba Leathina menarik lengan keduanya dan menghentikannya memukul Jov.


Leathina menarik keduanya menjauh dari jangkauan Jov yang sudah terkulai lemas tidak lagi bisa menggerakkan tubuhnya karena pukulan yang ia terima.


“Hah! Lihatlah bagaimana para pria itu membelamu, aku jadi penasaran bagaimana kau menggoda mereka semua hingga berpihak padamu beberapa waktu yang lalu mereka masih membencimu.” Ucap Jov tapi ucapannya lebih seperti bisikan karena tenaganya tidak lagi banyak.


“Kau!” Ucap Duke Leonard dan yang lainnya kembali emosi tapi Leathina kembali menahannya.


“Dasar Babi sialan! Gendut! Tong sampah berjalan! Kakakku tidak pernah menggoda siapapun mereka yang datang dan mengikuti kakakku karena kakakku cantik, bukankah kau babi sialan yang di tolak mentah-mentah oleh kakakku beberapa tahun yang lalu, dasar sampah!”


Tiba-tiba saja Nora yang malah mengumpat dan memaki Jov sampai ia bahkan hampir kehabisan napasnya, Leathina yang baru pertama kali mendengar Nora mengumpat dan memaki menjadi sangat terkejut ia bahkan tidak berkedip melihat Nora yang marah.


“Nora??” Ucap Leathina gugup.


“Ma-maafkan aku kak, aku tidak suka kakak dihina lagi!” Nora yang mendengar suara Leathina memanggilnya kembali tersadar kemudian merasa bersalah karena telah menunjukkan sikap yang tidak baik di depan semua orang terlebih di depan Leathina yang sikapnya selalu ia jaga.


Melihat kejadian itu Duchess Nice langsung menarik Nora kemudian mengenggam erat tangannya sementara Leathina tidak menanggapi ucapan Nora dan malah menunduk melihat Jov yang juga tercegang karena dipermaulukan oleh seorang anak-anak di depan semua orang.


“Hei kau!” penggil Leathina pada Jov hingga Jov mendongak dan dilihatnya Leathina kini sedang menyeringai sambil menatapnya, melihat itu  Jov cepat-cepat menunduk karena ketakutan dan mengingat kembali romur tentang Leathina.


“Kau tong sampah berjalan rupanya! ternyata kau sakit hati karena pernah ditolak ya. setidaknya kau harus tahu diri terlebih dahulu, ah! Inilah pentingnya punya cermin di rumah, carilah orang yang setatusnya sama rendah denganmu!” Leathina menunduk dan tepat di sampin telinga Jov ia berbisik.


“Raja dan Ratu serta putra mahkota akan segera memasuki ruangan!” teriak seorang pelayan yang datang menyampaikan pesan membuat keadaan berubah kembali karena harus menyapa raja dan ratu.


“Akh!” pekik Jov saat Leathina berjalan pergi dan menginjak jari-jarinya dengan sengaja.


“Ayo!” ucap Leathina mengajak seluruh keluarganya untuk bersiap ke tempat mereka menyapa raja dan ratu nantinya, disaat yang bersamaan seorang pelayan yang terburu-buru datang menghampiri pangeran Edward dan memintanya ikut bergabung dengan keluarga kerajaan yang akan memasuki area banquet bersama.


Tn. Brian pun dengan terburu-buru langsung memapah anaknya dan pergi setelah Leathina dan yang lainnya meninggalkan Jov sendiri.


“Leathina aku pergi, mereka memanggilku.” Pangeran Edward memberitahu Leathina sebelum pergi dan Leathina hanya mengangguk kemudian menyusul keluarganya yang lain.


“Nora, aku tidak tahu kau pandai mengumpat.” Bisik Leathina saat mereka semua telah berada di tempat yang disediakan untuk menyambut keluarga kerajaaan.


“Eh! Itu... itu... aku tidak bermaksud sepert itu, aku bukan anak nakal aku hanya...” Nora yang gugup tidak mampu menyelesaikan jawabannya dan hanya menunduk karena takut Leathina kembali tidak menyukainya karena telah bersikap kurang ajar.


“Hahaha kenapa kau segugup itu Nora, bukankah itu bagus. Kau pandai mengumpat sekarang.” Leathina hanya tertawa mengacak lembut rambut Nora yang sekarang masih menunduk.


“Kau jangan menganggunya lagi, dia bisa mati karena malu di hadapanmu.” Bisik Nicholas yang pada Leathina.


“Ah, kau juga. Sebaiknya jaga temperamenmu Nicholas.”


“Kenapa aku, aku hanya melakukan apa...”


“Hemm...” tiba-tiba Duke Leonard berdehem menghentikan pertengkaran mereka bertiga yang sedang berdebat karena sebentar lagi keluarga kerajaan akan memasuki ruangan.


Mendadak Leathina, Nicholas dan Nora yang tadinya berdebat dengan cara berbisik-bisik langsung terdiam dan tidak lagi bergerak menimbulkan suara takut duke Leonard kembali menegur mereka bertiga dan berakhir diberikan hukuman, Duchess Nice yang  melihat mereka langsung terdiam setelah duke menegur pun hanya tersenyum karena senang melihat ketiganya akur.


...***...