I'M A Villains In My Second Life

I'M A Villains In My Second Life
Chapter 11



Wah aku senang sekali, apa aku harus memberi tau Ibu tentang ini, bahwa kakak Leathina sekarang sangat baik padaku dan bahkan memperbolehkan aku memanggilnya dengan sebutan kakak.


“Kamu dari mana saja Nora? Sudah dua hari kamu bolos dalam pelajaranmu.”


“Huh Kak Nicholas? Apa yang membawamu ke sini?”


“Aku bertanya dari mana saja kamu selama dua hari ini?”


“Aku bermain bersama kakak Leathina.”


“Leathina? dan barusan kamu menyebutnya kakak?”


“Iya. Dia bahkan memperbolehkan ku memanggilnya dengan sebutan kakak, ini luar biasa bukan.”


“Jangan terlalu akrab dengannya Nora, kau tau sendirikan dia sering menyiksamu.”


“Iya memang benar tapi itu dulu, dia sudah berubah sekarang.”


“Itu karena ingatannya terganggu,dan kamu tahu kalau sifatnya suka berubah-ubah.”


“Biarpun seperti itu aku tetap menyukainya, kamu juga dulu sangat menyukainya kak? dia bahkan sering membantumu dulu.”


“Terserah apa katamu, yang penting aku sudah memperingatkanmu Nora.”


“Baiklah, kalau tidak ada lagi yang mau kakak bicarakan aku mau kembali ke kamarku dulu.”


.........


Baiklah aku sudah menyusun rencanaku dengan matang, sekarang aku akan menjalankan misi pertama yaitu membatalkan pertunanganku terlebih dahulu dengan pangeran Yardley.


“Teng.. teng.. teng.”


“Apa nona membutuhkan sesuatu?”


“Bantu aku bersiap Anne, aku akan bertemu dengan Duke Leonard.”


“Baiklah nona, kalau begitu permisi nona saya akan memilihkan pakaian untuk anda, anda harus terlihat cantik saat keluar hari ini.”


“Kenapa aku harus terlihat cantik?”


“Itu karena nona pertama kalinya keluar semenjak terbangun dari koma, orang-orang harus melihat betapa cantiknya Nona Leathina.”


“Itu tidak perlu, bawakan pakaian yang sederhana saja, oh dan ingat aku tidak mau mengenakan pakaian yang memiliki banyak kembang dan pita di gaunku.”


“Tapi nona, seluruh pakaian yang nona miliki memiliki itu semua.”


“Benarkah?”


“Iya Nona.”


“Kalau begitu biar aku yang memilihnya sendiri.”


Ugh lihatlah seluruh pakaian ini semuanya memiliki pita dan ukiran bunga yang menempel pada seluruh permukaanya ada juga yang sepenuhnya dipenuhi oleh manik-manik, ah melihat ini semua aku jadi merasa iri dengan wanita yang hidup di zaman moderen. Mereka tidak harus menggunakan korset di perut mereka dan bisa mengenakan apapun yang mereka mau. Semenjak tinggal di dunia ini aku jadi harus belajar terbiasa dengan beberapa hal pertama aku harus terbiasa memakai gaun yang lebih berat dari tubuhku sekaligus menggunakan korset yang membuat pinggangku hampir terputus, dan masih banyak lagi yang harus aku pelajari untung saja aku memiliki separuh ingatan Leathina dan tubuhnya bisa bereaksi karena telah terbiasa melakukan hal-hal merepotkan seperti itu.


“Nah sekarang mari kita lihat pakaian apa yang akan aku kenakan.”


“Bagaimana dengan ini Nona Lea, ini adalah salah satu pakaian paling bagus dan mahal di antara koleksi pakaian milik nona Lea.”


“Uh jika aku memakai itu aku akan seperti badut nantinya, bantu aku carikan pakaian yang lebih sederhana Anne.”


“Baik nona, Bagaimana dengan yang ini, lihat warna merah nya terlihat cantik sekali apa lagi dibaluti dengan manik-manik emas.”


Astaga aku sudah tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan dengan selera berpakaian Anne, jika aku menggambarkan pakaian itu ke zaman moderen mungkin aku akan terlihat seperti ibu-ibu sosialita yang memamerkan seluruh aksesorisnya sekaligus, dan itu selalu sukses membuatku merasa jengkel walau hanya melihatnya saja.


“Tidak - tidak. aku tidak mau memakai yang itu Anne, bantu aku memakai yang ini saja.”


“Aku tidak akan mengenakan itu Anne, keputusanku sudah bulat.”


“Tapi Nona pertimbangkan lagi, lihatlah manik-manik yang ada di seluruh permukaan gaunnya. Itu bukan manik-manik biasa, ini mungkin berlian atau semacamnya dan tentu saja semua yang terbaik cocok jika nona Lea yang mengenakannya.”


“Ugh! Sejak kapan kamu menjadi secerewet ini Anne?”


“Maafkan saya nona, saya hanya terlalu bersemangat melihat gaun mahal saja.”


Ups apa aku menggerutu terlalu keras? Apa aku melukai perasaan Anne. Aku tau apa yang dia rasakan mungkin karena ini pertama kalinya dia melihat gaun yang mahal dengan manik-manik yang tertempel di permukaan gaun. Apa aku harus meminta maaf atas perlakuanku tadi tapi seorang bangsawan tidak boleh meminta maaf pada orang yang lebih rendah dari pangkatnya dan jika aku melakukan itu pelayan-pelayan yang lainnya juga akan beranggapan bahwa aku sudah tidak setegas dulu dan tidak mau mematuhi perintahku lagi.


“Kau bisa memiliki gaun itu jika kau mau Anne.”


“Benarkah Nona Leathina, uh.. maafkan aku tadi aku terlalu senang mendengarnya. Aku tidak bisa mengambilnya, itu tidak pantas untukku yang hanya seorang pelayan saja.”


“Ok baiklah kalau kamu tidak mau mengambilnya maka buang saja. Lagipula aku tidak menyukainya.”


“Baiklah nona dari pada nona buang akan aku simpan baik-baik gaun ini dan akan aku gunakan sebagai benda pusaka di keluargaku nanti.”


“Uh hahahaha, kau imut sekali Anne dan memang berapa harga gaun itu sampai-sampai kamu akan menjadikannya sebagai benda pusaka.”


“Uh nona Lea ini perama kalinya aku melihatmu tertawa dan kamu cantik sekali aku jadi menyukaimu. Oh dan harga gaun ini kira-kira sama dengan 300 koin emas.”


“UGH SEMAHAL ITU!!”


“I..iya nona Lea, apa nona akan mengambilnya kembali? Baiklah nona lea bisa mengambilnya kembali aku tidak akan kecewa, tidak apa-apa jika aku tidak memilikinya sebagai benda pusaka di keluargaku nanti.”


Perkataanmu itu menunjukkan bahwa kamu sangat menginginkan gaun itu Anne. Dan apa-apaan harga gaun ini satu koin emas saja bisa menunjang hidup selama tujuh hari dan Leathina menggunakan sebanyak 300 koin emas untuk membeli gaun jelek ini. jika aku menjual semua gaun-gaun ini dan menukarnya menjadi gaun sederhana aku bisa menyimpan sisanya untuk hidupku setelah pelarian setidaknya itu akan menunjang segala kebutuhanku tanpa harus bekerja.


“Tidak perlu kamu bisa memiliki gaun itu Anne anggap saja itu hadiah dariku karena sudah bersedia menjadi pelayan pribadiku.”


Anne adalah satu-satunya pelayan yang mau menawarkan diri sebagai pelayan pribadiku, karena seluruh pelayan yang lain takut menjadi pelayan pribadiku. Mereka takut bukan karena tanpa alasan melainkan karena mereka takut hidupnya akan berakhir tragis seperti pelayan-pelayan sebelumnya yang bekerja untuk Leathina. Tapi meskipun Anne menawarkan diri bekerja untukku tentu pasti karena sebuah alasan, baik itu untuk memata - mataiku ataupun menunggu aku lengah dan menjalankan rencananya yang lainnya, tapi itu bukan masalah untukku sampai sejauh ini Anne belum menunjukkan gerak-gerik yang mencurigakan.


“Benarkah aku bisa memilikinya. Terimakasih nona Leathina, ini akan aku jadikan benda pusaka di dalam keluargaku dan aku sangat senang menjadi pelayan pribadimu itu sebuah kehormatan bagiku.”


Lihatlah tingkah Anne melihatnya seperti itu aku jadi ingin mengganggunya, apa aku coba mengujinya saja itu pasti akan sangat seru.


“Tapi Anne apa maksudmu bahwa aku tambah cantik jika tertawa bukannya aku memang selalu cantik. Anne itu sedikit melukai perasaanku, berarti selama ini aku jelek, apa menurutmu aku jelek?"


“Bukan. bukan seperti itu Nona Leathina, aku tidak bermaksud melukai perasaan nona, nona memang selalu cantik kapanpun dan dimanapun.”


“Kalau begitu berarti jika aku mengenakan gaun coklat polos ini aku akan tetap cantik bukan?”


“Tentu saja nona Lea akan tetap cantik apapun yang nona kenakan.”


“Kalau begitu tunggu apa lagi bantu aku berpakaian sekarang. Anne”


“Uh Nona Lea sengaja membuatku merasa bersalah dengan menganggapku mengatakan bahwa nona jelek hanya untuk mengenakan gaun polos itu kan.”


“hahaha kau ternyata tidak sepolos yang aku bayangkan Anne, aku tidak menyukai baju yang terlalu banyak manik-maniknya biarkan aku memakai gaun ini atau aku keluar dengan pakaian tidur ini saja.”


“Tidak Boleh! nona akan membuat seluruh isi mansion ini menjadi heboh jika keluar dengan pakaian tidur seperti itu, bisa-bisa nona akan dianggap gila oleh para pelayan nantinya! Atau julukan nona lea akan berubah dari Wanita jahat menjadi Wanita Gila!”


“Jadi aku memang orang jahat yah sampai di beri julukan seperti itu?”


“Upss MAAFKAN SAYA NONA SAYA TIDAK BERMAKSUD MENGATAI ANDA, SAYA PANTAS DI HUKUM.”


“Tidak apa-apa, lagian saya sudah terbiasa. Sekarang bantu aku berpakaian.”


“Baiklah nona, aku akan membantumu berpakaian, akan aku pastikan nona akan tetap cantik walau mengenakan pakaian sederhana seperti itu.”


“Baiklah aku percaya padamu Anne.”


......***......