
Lama mereka terdiam tidak ada yang memulai pembicaraan, Duke Leonard bahkan menghela nafas berkali-kali lelah melihat mereka semua yang sampai sekarang tidak ingin membuka mulut.
‘Putriku Leathina bahkan belum sehari kembali tapi orang-orang sudah ribut saja tentangnya padahal dia tidak melakukan apa-apa yang menganggu orang lain, ada-ada saja mereka ini.’ Batin Duke Leonard sedikit kesal karena paginya terganggu dengan kedatangan mereka, ia juga khawatir putrinya akan terganggu karena tamu yang tidak diundang.
“Jadi apa yang membuat kalian datangan ke kediaman kami terutama anda pangeran Edward dan tuan Zeyden, ah bahkan Aelfric juga datang rupanya.”
Mereka malah saling pandang masih enggan berbicara.
“Jika memang benar hal ini menyangkut tentang putriku maka katakanlah, aku tau kalian semua sangat peduli dengan putriku Leathina.” Sambungnya lagi meyakinkan.
Winter menatap Duke Leonard ragu-ragu, tapi tidak ada tanda larangan dari beliau untuk bercerita tentang laporannya di depan orang-orang luar yang ada di ruangan tempat mereka berada.
“Saya izin melaporkan tuan duke Leonard.” Winter memulai pembicaraan.
“Katakanlah.” Jawab Duke Leonard.
“Nona Leathina ada di kerajaan Duke, tim pencari kami menemukannya aku bahkan melihatnya tapi nona Leathina dibawa pergi oleh orang-orang yang tidak dikenali, Zeyden dan Aelfric juga melihatnya namun tidak bisa kami lacak jejak mereka.”
Zeyden dan Aelfric mengangguk setuju.
“Saya akan membantu tim pencari jika bantuan saya diperlukan Duke, tapi sepertinya bantuan saya memang sangat diperlukan sebab yang membawa Leathina adalah kelompok penjahat berbahaya mereka adalah tentara bayangan.” Ucap Zeyden menawarkan bantuan.
“Terimakasih tuan Zeyden.” Jawab Duke Leonard berterimakasih.
“Ah! Anda baik sekali tuan Zeyden, saya jadi penasaran sejak kapan anda sangat peduli dengan nona Leathina tapi sayangnya bantuan anda mungkin tidak diperlukan lagi.” Ucap pangeran Edward dengan senyuman ramahnya tapi senyumannya itu malah membuat Zeyden tidak suka dan membuat Aelfric merinding.
“Apa maksudmu?” Tanya Zeyden sedikit terpancing emosinya merasa diremehkan oleh pangeran Edward.
“Silahkan dibaca Duke Leonard, surat ini dikirim semalam padaku.” Edward menyerahkan secarik kertas dengan memo kecil pada duke Leonard.
Disana tertulis bahwa Leathina telah ditemukan dan akan segera dikirimkan kembali dengan tanda rahasia di bawah pesan tersebut.
“Apa maksudnya Duke Leonard?” tanya Zeyden heran, ia mengenali bahwa tanda tersebut merupakan milik tentara bayangan.
“Prasangka anda benar tuan Zeyden, ini pesan dari ketua guild tentara bayangan saya menyewa jasanya untuk mencari dan meminta membawa pulang putri saya Leathina.” Ucap duke leonard berterus terang.
“Tidak ada yang salah bukan?” tanya Edward pada Zeyden. “Yang salah itu jika tuan duke leonard menyewa jasa mereka untuk membunuh atau menculik, duke hanya meminta mereka untuk mencari orang dan itu putrinya yang hilang, tampaknya guild penjahat yang anda maksud lebih berbakat dari ratusan prajurit yang dikerahkan untuk mencari seorang gadis.” Ucap Edward dengan penuh penekanan.
“Benarkah syukurlah kalau begitu, yang penting keselamatan nona Leathina diutamakan.” Ucap Winter yang bahkan tidak terkejut seperti Zeyden dan malah bersyukur karena leathina malah sudah ditemukan.
“Jadi kapan Nona Leathina akan di antar kembali paman?” tanya Winter senang.
“Itu….
AAAaaaa………!
Baru saja akan menjawab pertanyaan Winter tiba-tiba terdengar suara teriakan dari arah kamar Leathina, duke leonard yang kaget langsung meninggalkan tamunya dan setengah berlari menuju ruangan Leathina diikuti oleh Edward yang juga terlihat sangat panik sementara Winter, Zeyden dan Aelfric mengekor di belakang mereka.
…
Anne bingung melihat Nicholas dan Nora panik bersamaan, entah apa yang membuat kedua tuan muda itu begitu panik dan takut.
“Apa yang hilang tuan muda?” tanya Anne sembari membantu mencari di lantai.
Anne yang mendengarnya langsung tertegun berpikir apakah otak tuan mudanya masih waras atau tidak, ia juga bingung bagaimana menjawab pertanyaan Nicholas barusan.
“Kau tidak lihat kakakku Leathina?” tanya Nora lagi, sementara Anne semakin dibuat bingung.
“Ma-maaf tuan, tapi Nona Leathina masih belum kembali.” Jawab Anne ragu-ragu sekaligus sedih melihat Nicholas dan Nora sanga ingin Leathina kembali sampai mereka berdua mengigau bersamaan.
“Duh kamu ini, kakakku Leathina itu…”
“Ugh….”
Baru saja Nora akan memberitahu Anne tiba-tiba terdengar suara dari arah sofa, dari bawah kain selimut terlihat seseorang menggeliat disana.
“Ini masih pagi-pagi loh, kenapa teriak-teriak sih.” Gumam Leathina kemudian duduk dengan malas sembari berusaha mengumpulkan kesadarannya karena masih mengantuk.
“Ah! Kakak.” Ucap Nora merasa lega ketika melihat perempuan berambut merah itu.
“Kau disana rupanya.” Celetuk Nicholas yang juga merasa sangat lega karena kejadian semalam bukanlah mimpinya.
Anne tertegun beberapa kali mengerjapkan matanya bahkan sampai mencubit pipinya sendiri.
“Benar dia kakak Leathina.” Ucap Nicholas memperjelas untuk Anne yang masih bingung.
Anne tidak mampu berkata-kata, tubuhnya gemetaran bahkan menjatuhkan selimut yang sedari tadi ia bawa-bawa, bibirnya terkatup rapat-rapat serta menahan air matanya yang sepertinya sudah sulit ia bendung.
Anne berusaha memahami situasi sampai otaknya penuh dan kesadarannya kembali kemudian secara refleks ia berteriak kegirangan
“AAAaaaa…….!” Teriak Anne kaget kemudian menyerbu Leathina yang masih setengah sadar.
Anne dengan semangat memeluk Leathina erat-erat sampai air matanya tidak bisa lagi ia tahan, dengan sesenggukan Anne menyerang Leathina dengan berbagai pertanyaan membuat Leathina yang baru bangun kewalahan dan pusing.
“Ini benar-benar nona Leathina? Ini nonaku? Leathina Yarnell? Kapan nona kembali? Bagaimana bisa anda pergi begitu lama?” oh tidak! Apa nona terluka? Apa nona baik-baik saja? Apa nona makan dengan baik?” pertanyaan-pertanyaan beruntun terus saja keluar dari mulut Anne membuat Leathina kewalahan menjawabnya sebab Anne tidak memberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan yang ia ajukan untuknya.
BRAKKK!!!
Tiba-tiba saja pintu terdorong dengan kerasnya disusul dengan kemunculan duke leonard dangan pedangnya yang sudah siap membantai membuat semua orang kaget terutama Leathina.
“Ada apa? Apa kau baik-baik saja Leathina?” tanyanya panik.
“Apa yang terjadi?” tanya Edward yang baru sampai namun matanya tertegun ketika melihat Leathina masih dengan pakaian tidurnya.
“Apa yang terjadi?” susul Winter dan yang lainnya.
Pangeran Edward tidak menjawab dengan langkah panjang ia menghampiri Leathina dan langsung menutupi Leathina dengan selimut sekarang Leathina bahkan kesulitan bernafas karena ulah Edward.
“N-nona Leathina?!” Winter tergagap saat melihat wanita yang sangat dicari-carinya itu berada tepat di depannya.
Sama dengan reaksi Winter, Zeyden juga sedikit terguncang ketika melihat Leathina telah kembali dengan selamat ia bahkan tidak tahu kalau orang-orang yang ia kejar semalaman ternyata malah kabur ke rumah duke Leonard.
“Leathina!” seru Aelfric kegirangan berniat berlari memeluk Leathina namun terjatuh karena tersandung kaki Nicholas yang dengan sengaja Nicholas panjang kan agar Aelfric tersandung karena tidak rela kakaknya dipeluk orang.
...***...