I'M A Villains In My Second Life

I'M A Villains In My Second Life
Chapter 134



“Aku juga telah melakukan penyelidikan untuk mencari orang yang telah meracuniku beberapa waktu yang lalu, kalian pasti akan terkejut jika mengetahui siapa orang yang melakukan hal sekeji itu.” Ucap Leathina membuat semua orang kembali terfokus padanya setelah tindakan Yasmine yang begitu mengejutkan semua orang.


Karena penasaran siapa orang yang meracuni Leathina, dan siapa orang yang melakukannya. Aula utama kembali bergemuruh karena suara bisikan orang-orang yang mulai saling bertanya satu sama lain mengenai siapa yang melakukan nya dan mulai menebak-nebak siapa orang yang Leathina maksud.


“Agak sedikit menyedihkan memang," Ucap Leathina kemudian, "Karena aku lah yang mencari pelaku pembunuhan ku sendiri.” Sambung Leathina lagi dan tersenyum kemudian melirik ke arah Yasmine dan dilihatnya tatapan Yasmine yang seperti sudah akan langsung menerjangnya dan mencabik-cabik tubuhnya yang telah membongkar semua kebohongannya.


“Aku tidak akan menyalahkan siap-siap karena tidak melakukan penyelidikan dengan baik dan belum menemukan pelakunya sampai sekarang karena kalian semua pasti tidak akan menyangka siapa dalang dari percobaan pembunuhan ku, aku sediri pun juga terkejut pada awalnya ketika mengetahui siapa yang melakukannya.” Sambung Leathina lagi kemudian kembali mengingat bagaimana dulu ia memandang Yasmine saat baru sadar dari koma nya, dulu ia mengira bahwa Yasmine memang benar-benar baik seperti yang diceritakan.


Duke terdiam, tidak berani membuka mulut karena memang dirinya sampai sekarang belum bisa menemukan pelakunya karena terus menemukan jalan buntu ketika mencoba menemukan pelakunya.


Kasus Leathina sebenarnya masih dilanjutkan oleh Duke untuk mencari pelakunya tapi kemudian tertunda beberapa waktu lalu karena pencariannya harus fokus untuk menemukan Leathina saat putrinya itu menghilang makanya sampai sekarang ia masih belum menemukan pelakunya.


Perkataan Leathina membuat Duke Leonard sedikit malu dan sedih karena belum bisa melakukannya apa-apa untuk Leathina.


“Leathina?” Panggil Edward pada Leathina saat dilihatnya Leathina kini telah melepaskan jubah yang telah ia berikan padanya untuk menutupi tubuhnya karena pakaiannya yang telah rusak.


Leathina membuka jubah Edward yang tadi diberikan untuknya tidak peduli dengan Edward yang mencoba menghentikan nya dan segera memakaikan jubah itu pada Liza untuk menutupi tubuh nya, jika dibandingkan dengan dirinya tubuh Liza lebih banyak terbuka karena tadi ia robek untuk menunjukkan tanda cap budaknya pada semua orang sementara Leathina sendiri seluruhnya masih tertutupi karena sengaja memakai gaun berlapis hanya bagian bahunya yang terbuka karena pakaian luarnya tadi telah dirobek oleh Thomas.


“Sebaiknya kau katakan yang sebenarnya hari ini jika kau dan adikmu ingin bebas!” bisik Leathina saat memberikan liza jubah untuk menutupi tubuhnya kemudian Leathina segera menjauhi Liza kembali.


Liza terkejut saat Leathina melepaskan jubah kerajaan yang diberikan oleh pangeran Edward padanya dan malah memberikan jubah itu untuknya. Tapi, yang lebih membuat Liza terkejut adalah karena ternyata Leathina mengenal adiknya, satu-satunya kelemahan liza adalah adiknya itulah kenapa sampai sekarang ia masih setia bersama Yasmine karena Yasmine terus mengancamnya dengan menggunakan adiknya.


“Yasmine kau tidak ingin mengatakan sesuatu, aku memberimu kesempatan untuk mengakui beberapa kejahata mu sendiri.” Ucap Leathina sengaja membuat Yasmine ingin berbicara untuk mengakui perbuatannya sendiri keluar dari mulutnya.


“Aku tidak melakukan kesalahan apapun!” teriak Yasmine membela diri dan masih bersikeras menjadi yang tertuduh dan berpura-pura tidak bersalah di depan semua orang


Leathina menghembuskan nafas kasar karena merasa jengkel dengan sifat Yasmine yang tidak ada habisnya untuk terus menggunakan topengnya untuk membohongi orang-orang.


"Keras kepala sekali, seandainya kau mau mengakuinya sekarang Yasmine tentu tuntutan mu hanya sampai disini tapi kamu sendiri yang menginginkan nya jadi jangan salahkan aku jika situasi mu akan semakin terpuruk karena tentu saja aku tidak ingin kalah." batin Leathina prihatin melihat Yasmine yang masih belum mau menyerahkan dirinya.


“Baik, katakan.” Leathina akhirnya memberi perintah pada Liza untuk mengungkapkan kejahatan Yasmine.


Liza yang ketakutan dengan takut-takut melirik ke arah Yasmine, dilihatnya Yasmine dengan mata penuh ancaman menatapnya membuat nyalinya menciut dan hanya jatuh terduduk.


“A-aku, aku ti-tidak tahu apa-apa, nona. Maafkan saya.” Ucapnya dengan suara bergetar karena ketakutan mengingat ancaman Yasmine sebelumnya, jika ia menghianatinya maka bayarannya adalah nyawa adiknya.


Yasmine tersenyum sumringah ketika melihat Liza masih takut akan ancamannya.


“Baik, kau lah yang telah membuka lubang mu sendiri.” Ucap Leathina tenang tidak ambil pusing karena Liza tidak mau bersaksi untuknya.


Leathina kemudian melihat ke arah Zeyden dan mengangguk kecil memberikan kode.


Leathina sebelumnya telah mengirimkan Zeyden sebuah surat untuk meminta bantuan padanya, sebenarnya Leathina sangat tidak suka dalam meminta bantuan untuk menyelesaikan masalahnya tapi tidak ada yang bisa ia perbuat selain harus terpaksa meminta bantuan dari Zeyden, karena zeyden lah satu-satunya penyihir yang dapat menggunakan sihir teleportasi.


Leathina meminta Anne untuk mengirimkan suratnya yang berisi penjelasan untuk membantunya dengan sihir teleportasinya dan Zeyden menyetujui permintaan Leathina.


setelah melihat Leathina mengangguk Zeyden langsung paham dengan kode yang diberikan oleh Leathina, dengan kemampuan yang ia miliki Zeyden dalam sekejap Zeyden langsung menghilang dengan sihir teleportasinya.


“Nona Leathina, bukankah ini terlalu berlebihan. Aku tahu kau membenciku tapi menuduhku sebanyak ini bukankah sudah cukup. Kenapa kau terus menggangguku. Aku tidak melakukan apa-apa padamu.” Seru Yasmine dengan nada prihatin, membuat dirinya sendiri terlihat menyedihkan untuk mendapat pembelaan dari orang-orang.


Citra yang Yasmine bagun selama ini tentu saja bukan tidak berguna sama-sekali, citranya yang terkenal baik dan lembut membuat orang mulai kembali mencurigai Leathina bahwa ini semua hanyalah akal-akal Leathina saja untuk menjebak Yasmine.


“Menuduh mu sebanyak ini?” ucap Leathina mengulangi perkataan Yasmine. “Ini bahkan hanya sebagian kecil dari kejahatan mu Yasmine, Kalian jangan mau dibodohi oleh perempuan licik ini!” Ucap Leathina yang tetap tenang tidak ambil pusing dengan orang-orang yang mulai kembali berpihak pada Yasmine.


“Nona Yasmine benar, bukankah anda terlalu berlebihan Nona Leathina,” Melissa mulai mengangkat suara kembali sengaja untuk membuat orang berpihak padanya, bukan hal sulit untuknya untuk menggaet orang dalam waktu singkat karena memang melissa adalah orang yang pintar. “Aku akan membantu Yasmine membuat anda membayar penghinaan ini, Nona Yasmine.” Sambung melissa untuk mengancam Leathina.


“Silahkan, jika kau punya kesempatan!” Ucap Leathina kemudian tersenyum dan mengejek mereka berdua yang kini saling berdiri berdekatan, entah sejak kapan Yasmine kini dikerumuni orang-orang lagi.


"Hebat sekali mereka, dari mana mereka memperoleh kemampuannya membodohi orang-orang." Batin Leathina ketika orang-orang mulai mempercayai Yasmine kembali.


“Tak”


Aura besar tiba-tiba muncul dan berpusat di satu titik, aura sihir yang tiba-tiba muncul itu kemudian perlahan-lahan menghilang dan di baliknya terdapat Zeyden yang membawa beberapa orang dengannya. Leathina memintanya untuk menjemput orang yang akan membantu nya untuk mengungkapkan kejahatan Yasmine.


“Diane!” Liza terkejut tidak percaya melihat teman lamanya lagi setelah dimasukkan ke dalam penjara bawa tanah karena kejahatan meracuni Leathina berada di depannya.


“Salam Nona Leathina,” Diane dengan sopan memberi hormat pada Leathina, walaupun sekarang penampilannya sangat berantakan dan kotor akibat di tahan Diane tetap tidak melupakan tatakramanya pada majikannya.


“Saya bersedia memberikan kesaksian, sebelumnya saya ingin mengucapkan terimakasih pada nona Leathina yang telah berbaik hati menyelamatkan saya dan adik saya.” Ucapnya sambil membungkuk.


“Beberapa hari sebelum kejadian itu terjadi saya di datangi oleh teman lama saya Liza, kami berbicara panjang lebar mengenai pekerjaan kami masing-masing dan tentu saja saya iri mendengar liza yang mengatakan selalu diperlakukan dengan baik oleh majikanya dan dia mulai menghasut saya untuk mengambil tindakan dan tidak beberapa lama setelahnya Liza mengirimkan saya sebuah racun meminta saya untuk melakukannya untuk membalas dendam, dan karena benar-benar termakan oleh kebohongannya saya menjadi gelap mata dan benar-benar melakukannya.” Ucap Diane sambil menatap Liza dengan geram sementara yang ditatap hanya menunduk tidak berani melihat teman lamanya itu.


“Tapi melihat bagaimana keadaanya yang sekarang saya menyadari bahwa ternyata keadaanku jauh lebih baik dibandingkan dirinya, saat saya melayani Nona Leathina dulu ia tidak pernah menghukum saya tanpa alasan. Sekali lagi mohon maafkan saya nona Leathina.” Ucapnya kemudian bersujud dan setelah itu berlutut.


“Aku tidak bisa memafkanmu Diane tapi aku akan tetap berterimakasih karena kejujuran mu.” Leathina tentu saja bukan pemaaf tapi dia tidak akan bertindak terlalu jauh hanya untuk membalas dendam ia akan membiarkan hukum yang memprosesnya.


“Bukankah ini tindakan terlarang Nona Leathina, membawa seorang tahanan tanpa izin.” Melissa tetap bersikeras untuk menjatuhkan Leathina hanya untuk menolong Yasmine.


“Oh, tenang saja saya telah mendapat izin dari duke untuk membawanya sebagai saksi dan lagi ini tidak akan menimbulkan masalah karena Diane bekerja untuk keluarga Yarnell jadi sepenuhnya kapanpun dia bisa aku panggil kembali untuk menjadi saksi.”


“Nah, karena itulah, karena dia bekerja untukmu bukan tidak mungkin kalian bekerja sama bukan.” Teriak Yasmine membela dirinya sendiri.


“Keluarlah sekarang giliranmu!” Ucap Zeyden memberi tahu emely yang ternyata sedari tadi terus bersembunyi di belakangnya karena takut kakaknya melihatnya.


“Emely!” Teriak Liza histeris. “Apa yang kau lakukan disini!” bentaknya emosi karena emely ternyata tidak mendengarkannya.


“Perkenalkan saya Emely adik Liza yang merupakan pelayan pribadi Nona Yasmine, saya juga bekerja di kediaman nona Yasmine sebagai pelayan dapur di sana.” Emely memperkenalkan dirinya sopan.


“Benar bahwa kami semua pelayan yang bekerja di sana mendapatkan cap dari besi yang telah dipanasi agar kami tidak bisa lari kemanapun,” Ucap emely yang tidak segan-segan mengangkat gaunnya dan menunjukkan tanda silang yang ada di bagian perutnya dia bahkan sengaja mengangkatnya untuk memperlihatkan pada semua orang luka cambuk dan lebam yang ada di tubuhnya.


“Kalian harus tahu bahwa Nona Yasmine memiliki temperamen yang buruk dan dia akan menyiksa pelayannya sebagai pelampiasan amarahnya dan yang paling banyak mendapat siksaannya adalah kakakku, bukan hanya itu Nona Yasmine menggunakan kakakku untuk melakukan semua kejahatan untuknya termaksud rencanannya untuk membunuh Nona Leathina, malam itu aku tidak sengaja mendeng ...”


“Cukup! Hentikan!” teriak Yasmine marah.


“Aku mendengarkan bahwa Nona Yas ...”


“Brak!”


“Srek”


“Arghh!”


Yasmine tiba-tiba memecahkan sebuah gelas kaca dan berlari ke arah Emely dan menusuk tepat di perutnya hingga membuat Emely mengerang kesakitan.


“Aaaa!”


“Astaga!”


“Dia terluka!”


Teriak orang-orang ketakutan karena melihat darah yang banyak mengalir dari perut emely dan mulai menggenangi lantai.


“EMELY!!” Teriak Liza saat melihat adiknya telah tersungkur dengan banyak darah mengalir dari tubuhnya.


Serentak para penjaga dengan cepat segera menangkap Yasmine dan mengunci pergerakannya.


“Lepaskan!” Teriak Yasmine memberontak.


“Nona Yasmine!” Teriak Liza, “Kau berjanji untuk tidak menyentuh adikku jika aku terus berada di sisimu, tapi kenapa ...” ucapannya terputus kemudian dengan gemetar tangannya menyentuh tubuh adiknya yang kini meringkuk menahan perih diperutnya.


“Ka-katakan ya-yang sejujurnya kak.” Ucap Emely terbata-bata karena menahan sakit.


Liza mengangguk cepat mengiyakan permintaan adiknya kemudian menghapus air matanya dan segera berdiri.


“Memang benar Nona Yasmine yang memintaku membeli racun di pasar gelap, memintaku untuk menghasut salah satu pelayan di kediaman Yarnell untuk meracuni Nona Leathina, bukan hanya itu saja percobaan pembunuhan di festival perayaan ulang tahun raja dialah yang mengirimkan pembunuh untuk menyingkirkan Nona Leathina, dia juga yang meminta para pembunuh untuk melukai Pangeran Yardley dan meninggalkan jejak bahwa Nona Leathina lah yang membunuhnya agar orang-orang membenci Nona Leathina.” Liza akhirnya memberi tahu semua kejahatan yang pernah dilakukan Yasmine pada Leathina membuat orang sangat terkejut termaksud pangeran Yardley sendiri.


“Yasmine, kau tahu hari itu aku benar-benar hampir terbunuh dan beruntungnya Leathina menemukanku dan menjagaku dia bahkan mengorbankan dirinya sendiri sebagai umpan para penjahat.” Ucap Pangeran Yardley tidak percaya dengan apa yang telah Yasmine lakukan padanya. “Aku tidak menyangka ternyata kau sejahat itu, aku pikir kau gadis baik.” sambungnya lagi karena saking terkejutnya mendengar pernyataan yang tidak terduga.


“Tidak, tidak, pangeran. Itu semua bohong.” Yasmine mencoba menyakinkan pangeran Yardley tapi yang ia dapatkan hanyalah tatapan dingin tidak ada lagi harapan untuknya untuk menggaet pangeran Yardley kembali seperti sebelumnya.


“Jadi bagaimana madam melissa?” Tanya Leathina pada melissa kemudian mengangkat sedikit bahunya untuk merendahkan.


Melissa berdecak kesal tidak terima dengan kekalahannya, kemudian memalingkan wajahnya ke arah lain dan melihat Yasmine kini telah dibekuk oleh prajurit.


“Dasar gadis bodoh, seandainya kau tidak menusuk pelayan sialan itu mungkin aku masih bisa menolong mu dengan membalikkan semua tuduhan untukmu berbalik menyerang Nona Leathina lagi dan aku pun tidak peru menanggung malu seperti ini karena membela kriminal sepertimu, Citramu yang susah payah kau bangun hancur begitu saja kerena pikiranmu yang pendek itulah kenapa aku malas berurusan dengan orang bodoh seandainya Ratu tidak memintaku tentu aku tidak akan datang hanya untuk menanggung malu seperti ini.” batin melissa kesal sekaligus merasa jengkel dengan Yasmine karena harus menanggung malu di depan semua orang.


“Dengan kejahatan penyelundupan ras asing masuk ke dalam kerajaan,” Ucap Leathina sambil berjalan ke arah Emely yang mulai hilang kesadaran karena kehilangan banyak darah akibat luka tusukan yang diberikan Yasmine pada emely. “Memberikan penghinaan pada keluarga kebesaran Yarnell dengan menodai salah satu penerusnya, rencana pembunuhan pada putra mahkota dan mencoba memfitnah banyak orang untuk menutupi kesalahannya serta sebagai pelaku percobaan pembunuhan atas putri pertama keluarga Yarnell yang lahir dari bangsawan yang memiliki status tinggi.” sambungnya lagi kemudian berjongkok di depan emely.


“Apa hukuman yang pantas untuknya madam Melissa? Sebagai orang yang terlahir dengan pendidikan tinggi anda tentu saja tahu bukan?” Tanya Leathina menoleh ke arah melissa.


“Kejahatannya sungguh tidak dapat dimaafkan bahkan melibatkan putra mahkota Yardley yang merupakan calon penerus raja berikutnya, maka satu-satunya hukum yang paling pantas untuknya adalah hukuman mati, Nona Leathina.” Jawab melissa dengan terpaksa.


“Keputusan yang tepat, madam melissa anda benar-benar orang yang terpelajar.” Ucap Leathina kemudian tersenyum penuh arti melihat ke arah melissa yang telah menjawab pertanyaannya yang memang sengaja ia ajukan agar orang-orang bisa mendengarnya dengan jelas.


Setelah itu Leathina kembali fokus pada emely dan dilihatnya Liza dengan tangan gemetar terus memegangi tangan adiknya yang memegangi perutnya untuk menahan pendarahannya agar tidak terus mengalir, tapi tindakan mereka sia-sia darah tidak kunjung berhenti keluar dari luka tusukan yang ada di perut emely.


“No-nona ...” Panggil Emely terbata-bata karena menahan sakit ketika samar-sama ia melihat Leathina datang menghampirinya dan berada di sampingnya.


Leathina tersenyum lembut menanggapi panggilan lirih emely untuknya, “Kerja bagus emely,” gumam Leathina pelan tapi masih dapat didengarkan oleh emely walaupun tidak jelas karena telinganya mulai berdenging karena kehilangan banyak darah. “Sekarang beristirahatlah.” Ucap Leathina sambil menyentuh punggung tangan Emely yang menutupi luka diperutnya.


Perasan hangat emely rasakan ketika Leathina menyentuhnya seakan sakitnya sudah tidak ia rasakan lagi dan perlahan-lahan kesadarannya pun menghilang sepenuhnya.


Leathina menyembuhkan Emely diam-diam, secara samar-samar ia mengeluarkan aura penyembuh miliknya yang pelan-pelan menyelimuti tubuh emely dan luka di perutnya perlahan-lahan menutup kembali.


Liza membulatkan matanya karena tiba-tiba merasakan hangat karena ia juga menyentuh adiknya liza, walaupun tidak melihat apa-apa ia tetap bisa tahu bahwa Leathina telah menyembuhkan adiknya yang sekarang telah tertidur.


“No ...”


“Hustt”


Liza mencoba berbicara tapi dengan cepat Leathina menghentikannya meminta nya agar terus berpura-pura bahwa emely masih terluka parah, darah yang memenuhi tangannya dan pakaian emely membuat orang masih belum menyadari bahwa emely masih dalam keadaan sekarat.


Sebelumnya Leathina telah berlatih cukup keras untuk menggunakan kemampuannya agar tidak di lihat oleh orang-orang, ia menemukan cara menggunakan sihirnya tanpa diketahui oleh orang-orang. Ia menggunakannya dengan cara melepaskan sihirnya sedikit demi sedikit hingga warna auranya tidak terlihat tapi akibatnya efek pengobatannya tidak terlalu kuat ketika Leathina melepaskan seluruh energi sihirnya semakin pekat warna hijaunya maka semakin kuat efeknya.


Trik itu tentu saja dapat mengelabui pengelihatan orang-orang biasa, tapi tidak bagi orang seperti Zeyden yang peka terhadap sihir.


...***...