
Leathina berjalan sendiri dan sepertinya sedang mencari seseorang. Sementara Yasmine juga berjalan sambil menyapa orang-orang hingga semakin lama Yasmine berjalan, semakin kecil jarak diantara keduanya.
“Aww” Pekik Yasmine kesakitan saat tiba-tiba menabrak tubuh Leathina.
Yasmine terjatuh ke lantai dan teriakannya menarik semua perhatian ke arah mereka berdua.
“Yasmine?” Ucap Leathina ketika melihat orang yang menabraknya.
“Ma-maafkan aku Nona Leathina a-ku, aku benar-benar tidak sengaja menabrak mu.”
Suasana tiba-tiba menjadi hening saat Leathina mulai berbicara, suara datar dan dinginnya ditambah dengan ekspresi wajah Leathina yang tiba-tiba berubah muram membuat orang-orang menggigil karena ketakutan.
Mereka berdua bagaikan minyak dan air, sama-sama cair tapi memiliki susunan molekul yang berbeda. Sama-sama wanita namun memiliki karisma dan perangai yang sangat berbanding terbalik diantara keduanya.
“Ayo Leathina keluarkan reaksi mu seperti yang selalu kau lakukan sebelumnya saat melihat ku. Menamparku atau menyiramku dengan air apa yang akan kau pilih sekarang biarkan orang-orang semakin membencimu lebih dari sebelumnya, Leathina”
“Apa kau akan terus duduk di sana Nona Yasmine kenapa tidak sekalian kau pel saja lantai nya dengan gaun aneh mu itu.” Ucap Leathina dengan tenang tidak seperti yang diharapkan Yasmine.
“Apa-apaan ini, kenapa reaksinya tenang seperi itu. Tidak, seharusnya tidak seperti ini, Ayo tampar aku atau siram aku dengan air sekarang agar orang-orang prihatin denganku.”
“Menjijikan.” Gumam Leathina dan pergi begitu saja meninggalkan Yasmine yang masih terduduk di lantai.
Yasmine terdiam seakan jantungnya telah ditusuk pedang ketika mendengar kata penghinaan yang dilontarkan Leathina untuknya. Wajahnya memerah karena malu dan setelah Leathina meninggalkannya orang-orang pun akhirnya mulai mengerumuninya.
“Anda tidak apa-apa Nona Yasmine?”
“Apa ada yang terluka?”
Tanya orang-orang yang kini mengerumuni Yasmine, tidak ada yang menolong karena takut dibenci oleh Leathina tapi juga tidak bisa membiarkan Yasmine seperti itu mereka merasa tidak enak karena selama ini selalu bergaul dengan Yasmine dan juga tidak berani mengambil resiko karena Yasmine adalah salah satu kandidat putri mahkota di masa depan yang disukai oleh Pangeran Yardley, mereka semua menganggap hubungan sama dengan sebuah bisnis harus menguntungkan.
Pangeran Yardley kembali dengan membawa segelas air untuk Yasmine tapi ia tidak menemukan Yasmine di tempat yang ia katakan pada Yasmine untuk menunggunya, Pangeran Yardley kemudian mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Yasmine untuk mengetahui dimana ia berada sekarang.
Kemudian terdengar suara teriakan Yasmine membuatnya segera mengetahui dimana sosok perempuan itu berada, segera ia meletakkan kembali gelas berisi air yang telah dia ambil untuk Yasmine dan berjalan ke arah Yasmine untuk menghampirinya tapi saat ia sampai dilihatnya Leathina telah berjalan pergi meninggalkan Yasmine yang masih duduk di lantai.
“Yasmine, kau tidak apa-apa?” tanya Pangeran Yardley kemudian membantu Yasmine segera berdiri.
“Astaga kau sepertinya benar-benar sakit Yasmine, sampai berani menabrak Leathina.” Ucap pangeran Yardley membuat Yasmine mengepalkan tangannya karena tidak suka Pangeran Yardley membela Leathina dan bukan dirinya.
“Sini aku antar ke ruangan tamu untuk beristirahat.” Ucap Pangeran Yardley sambil membantu Yasmine berjalan.
“Tidak usah, aku bisa pergi sendiri.” Yasmine kemudian menepis tangan pangeran Yardley karena merasa sangat kesal dan segera pergi meninggalkan Pangeran Yardley.
“Huh, ada apa dengannya?” tanya pangeran Yardley pada dirinya sendiri karena dibuat bingung dengan sikap Yasmine tapi kemudian seseorang tiba-tiba menghampirinya untuk membahasa masalah kerajaan bersama dan tidak ambil pusing dengan apa yang barusan terjadi pada Yasmine.
Yasmine berjalan menyusuri koridor sendiri kemudian masuk pada salah satu ruangan dari beberapa ruangan yang memang disediakan tuan rumah sebagai tempat istirahat para tamunya jika kelelahan.
setelah masuk ke dalam ruangan tempat beristirahat Yasmine menghempaskan dirinya begitu saja ke atas kursi panjang yang dilapisi bantal kemudian menghirup nafas panjang dan menghembuskannya kembali melalui mulutnya mencoba menenangkan pikirannya yang kalut karena rencananya tidak berhasil dan malah berakhir dipermalukan di depan semua orang oleh Leathina.
“SIALAN!” Teriak Yasmine tiba-tiba melepaskan seluruh kemarahan dan kekesalannya ketika berada di dalam ruangan sendiri.
“Trek”
“Aku melihatmu meninggalkan ruangan setelah pertunjukan kecil yang kau lakukan di aula utama makanya aku mengikutimu Nona Yasmine apa kau ingin aku hibur, aku tahu kau pasti sangat kesal sekarang.”
“Grand duke Alcott, kenapa kau mengikutiku?” tanya Yasmine kemudian menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya dan menatap laki-laki paruh baya yang kini berdiri di depannya.
"Bukankah sudah aku katakan, tentu saja untuk menghiburmu."
"Jangan menggangguku aku sedang tidak dalam keadaan baik sekarang."
“Bukankah kita memiliki bisnis yang harus diselesaikan.” Ucapnya sambil menggosokkan kedua telapak tangannya dan kemudian tersenyum.
“Oh, astaga aku hampir melupakannya.” Balas Yasmine menyeringai.
“Baiklah, mana putramu?” Tanya Yasmine kemudian.
“Masuk!” Teriak grand duke Alcott dan beberapa saat kemudian masuklah seorang laki-laki yang wajahnya mirip dengan grand duke alcott yang berbeda hanya pada bentuk fisik mereka berdua. Tubuh grand duke sedikit tambun sedangkan putranya cukup tinggi dan memiliki tubuh yang terbilang baik dipandang.
“Lumayan.” Gumam Yasmine sambil memegangi dagunya dan memperhatikan anak grand duke Alcott dari kaki sampai ujung rambutnya.
“Jadi ini putramu, apa kabar Thomas.” Sapa Yasmine pada putra grand duke.
“Saya baik Nona Yasmine.” Balas Thomas tersenyum memamerkan gigi-giginya yang terlihat cukup rapi.
“Kau tahu apa yang akan kau lakukan?” Tanya Yasmine lagi pada Thomas.
“Tentu saja Nona.” Jawabnya Thomas yakin.
“Baik, laukanlah. Pastikan kau merenggut kesuciannya agar dia tidak bisa menjadi kandidat putri mahkota kerajaan lagi kalau bisa buat tubuhnya dilihat oleh semua orang agar dia menanggung malu seumur hidupnya” Ucap Yasmine menyeringai.
“Aku setuju melakukan permintaanmu yang pertama Nona tapi aku tentu tidak akan membuat tubuh calon istriku dilihat semua orang dia sangat cantik dan menawan membuatku serakah hingga tidak ingin membaginya degan yang lain.” Ucap Thomas kemudian tersenyum penuh arti saat Yasmine menatapnya.
“Dia ternyata tidak bodoh seperti ayahnya, aku pasti akan sulit menggunakannya di banding ayahnya yang bodoh.”
“Baiklah lakukan sesukamu dia akan menjadi milikmu setelah kau melakukannya.” Yasmine tidak ingin ambil pusing mengenai keinginan Thomas dia hanya membutuhkannya untuk merenggut mahkota Leathina untuk kepentingannya.
Setelah perbincangan mereka selesai Thomas segera keluar meninggalkan Yasmine dan kembali ke aula utama dimana pesta diadakan.
Thomas mengedarkan pandangan dan tidak membutuhkan waktu lama ia langsung bisa menemukan dimana keberadaan Leathina karena warna rambutnya yang cukup mencolok. Dilihatnya kini Leathina sedang berbicara dengan beberapa orang yang sepertinya bukan dari golongan bangsawan yang terlihat dari sikapnya dan bagaimana mereka berbicara.
Diam-diam Thomas terus memperhatikan setiap gerak-gerik Leathina menunggu kesempatan untuk melahapnya. Kemudian pada saat Leathina selesai berbicara dilihatnya Leathina berjalan sendiri membuat Thomas tersenyum manis dan segera mengikuti kemana perginya Leathina tapi tiba-tiba terhenti saat tiba-tiba adiknya Nora menghadangnya.
“Nah, akhirnya datang juga kesempatanku.” Gumam Thomas ketika akhirnya Leathina terlepas dari adiknya Nora dan berjalan sendiri di koridor yang mengarah ke taman yang cukup sepi karena sekarang semua orang hanya menempati aula utama.
Dengan membawa dua gelas alkohol Thomas segera menghampiri Leathina saat Leathina singgah dan sepertinya sedang mencari udara segar.
“Permisi Nona Leathina.” Sapa Thomas pada Leathina kemudian tersenyum ramah saat Leathina akhirnya berbalik dan melihatnya.
...***...