
“Nona hari sudah sore sekarang Nona harus kembali ke kamar untuk beristirahat.” Anne melihat keadaan di sekitarnya dan menyadari bahwa sekarang hari sudah sore menjelang malam, Anne kemudian memberitahu Leathina agar segera kembali masuk ke dalam untuk segera beristirahat karena keadaanya.
“Iya Anne tapi bisa bantu aku untuk berdiri.” Leathina yang masih merasa lemah pada kedua kakinya meminta Anne untuk membantunya berdiri karena memang sedari tadi Leathina sangat ingin kembali hanya saja dia masih belum sanggup untuk berjalan sendiri.
“Baik Nona.” Anne segera menjawab perkataan Leathina dan membantu Leathina untuk berdiri dan kembali ke kamarnya.
Anne dengan sigap menjadikan dirinya jadi tumpuan Leathina untuk berdiri setelah itu memapah tubuh Leathina dan dengan hati – hati Anne juga menuntun Leathina kembali ke kamarnya.
Sementara saat itu Duke Yarnell dan Winter juga telah kembali ke Kediaman keluarga Yarnell mereka berdua berpapasan saat turun dari kereta yang ditumpanginya masing – masing kemudian keduanya berbarengan masuk ke dalam mansion sambil mendiskusikan mengenai pekerjaan mereka masing – masing.
“Salam paman Duke Yarnell.” Winter yang terlebih dahulu turun dari kereta segera menyambut Duke Yarnell yang baru saja turun dari kereta dan memberinya salam sementara orang yang disambut itu hanya mengangguk tanda bahwa salam Winter telah diterima kemudian mereka berdua sama – sama berjalan memasuki mansion.
“Kamu belum kembali ke rumahmu Winter, apa masih ada pekerjaan yang belum kamu selesaikan?”
“Ah iya paman ada sesuatu yang ketinggalan di tempat pelatihan.” Winter telah terbiasa memanggil Duke Yarnell dengan sebutan paman karena Duke Yarnell dan ayah Winter telah lama bekerja sama dan sekarang Winter juga bekerja untuk keluarga Yarnell sehingga Winter jadi akrab dengan orang – orang yang tinggal di mansion tersebut. Tapi Winter hanya menyebutkan paman jika berada di sekitar mansion dan kembali memanggil dengan sebutan Tuan Duke saat ada di luar mansion untuk menghormatinya sebagai atasan dan kepala keluarga dari Duke Yarnell.
“Jadi begitu. Apa kamu telah menyampaikan laporanmu pada Putra Mahkota Yardley mengenai persiapan kegiatan?”
“Iya aku telah melaporkannya pada putra mahkota di perjamuan yang diadakan siang tadi.”
“Baik. Kerja bagus Winter.”
“Terimakasih Paman Duke.”
Setelah percakapan singkat yang mereka lakukan keduanya kembali diam dan tanpa ada percakapan lagi mereka hanya fokus menyusuri koridor mansion.
“Leathina?”
“Ada apa Paman?”
Duke Yarnell bergumam setelah melihat Leathina yang berjalan dengan dipapah oleh pelayan pribadinya Anne mereka berdua baru saja keluar dari taman. Gumaman Duke Yarnell ternyata di dengar oleh Winter dan ia juga segera melihat ke arah yang sedang dilihat oleh Duke Yarnell, dari kejauhan Winter melihat punggung gadis berambut merah sedang berjalan dengan bantuan seorang pelayan dan tanpa ada percakapan lagi keduanya segera mempercepat langkah kaki masing – masing menuju gadis tersebut.
“Ada apa ini Anne?” Saat telah dekat dengan Leathina Duke Yarnell memperhatikan wajah anaknya yang sangat pucat dan lemah dan segera mengintrogasi Anne.
“Tuan Duke. Hamba memberi salam.”
Duke Yarnell segera menanayai Anne mengenai keadan Leathina yang terlihat sangat lemah sementara Anne yang sangat terkejut karena tiba – tiba saja Duke Yarnell muncul di depannya panik dan segera memberi salam.
“Ada apa denganmu Leathina?” Winter dengan hati – hati mendekati Leathina yang masih di papah oleh Anne kemudian menanyai keadaanya.”
“Ah salam Ayah, salam Tuan Winter. saya hanya kekurangan darah saja jadi agak sedikit pusing tapi selebihnya saya baik – baik saja aku hanya butuh istirahat saja.” Leathina memberi salam pada dua pria yang menghampirinya itu kemudian menjelaskan tentang keadaanya.
“Mari aku bantu.”
“Tidak usah Tuan Witer aku masih bisa berjalan sendiri.”
Saat Winter akan membantu Leathina berjalan Leathina menolak bantuannya karena merasa tidak enak untuk di gendong yang ke dua kalinya oleh Winter.
“Tapi keadaanmu sekarang tidak baik – baik saja Nona Leathina.”
Mendengar perkataan Leathina yang menolak bantuannya Winter tanpa bertanya lagi segera menggendong Leathina dan mengangkatnya menuju kamarnya sementara Leathina yang terkejut karena di angkat tiba – tiba berusaha untuk menolak tapi karena tubuhnya lemah dan sepertinya Winter tidak mau menurunkannya Leathina hanya bisa pasrah dan diam saja di gendong oleh Winter menuju kamarnya. Sementara Duke Yarnell dan Anne hanya mengikuti mereka berdua dari belakang.
Saat sampai di depan pintu kamar milik Leathina Anne berlari kecil melewati Winter dan segera membukakan pintu setelah itu barulah Winter masuk ke dalam kamar dan meletakan Leathina di atas tempat tidurnya.
“Terimakasih Tuan Winter.” Leathian berterimakasih pada Winter yang sekarang berdiri di depannya.
“Sama – sama Nona Leathina, kalau begitu silahkan beritirahat aku akan kembali terlebih dahulu.” Winter kemudian pamit pada Leathina dan Duke Yarnell setelah itu Winter keluar meninggalkan kamar Leathina.
Keadaan di dalam kamar Leathna sedikit tegang karena sedari tadi Duke Yarnell hanya diam saja dan terus memperhatikan Leathina tanpa mengucapkan sepata – kata. Leathina dan Anne tidak tahu apa yang ada di dalam pikiran Duke Yarnell sekarang.
“Anne setelah membantu Leathina datang keruangaku.”
“Baik Tuan Duke.”
Setelah lama berdiam akhirnya Duke Yarnell bersuara dan memerintahkan Anne untuk menemuinya di ruanganya kemudian Duke Yarnell juga keluar dari kamar Leathina dan pergi meninggalkan Anne dan Leathina yang masih ada di ruangan itu.
Duke Yarnell kini telah keluar dan Anne segera membantu Leathina untuk mengganti pakaiannya dengan pakaiannya yang lebih nyaman untuk digunakan setelah itu Anne membantu Leathina berbaring di kasurnya.
“Anne.”
“Iya Nona Leathina?”
“Kamu akan melapor lagi pada Duke?”
“Iya Nona, sepertinya saya akan melaporkan kegiatan Nona Leathina untuk hari ini.”
“Anne saat bertemu dengan Duke Yarnell jangan pernah katakan apapun tentang kolam renang dan katakan keadaanku begini karena kelelahan dan karena kekurangan darah, dan juga jangan katakan apapun tentang iblis penyembuh yang kamu ceritakan padaku tadi.” Leathina memperingati Anne sebelum bertemu dengan Tuan Duke, mengigantkan Anne agar tidak memberitahunya agar tidak melaporkan beberapa kegiatan yang telah ia lakukan tadi.
“Baik Nona Leathina akan saya ingat baik – baik pesan nona Leathina.”
“Baik Keluarlah Anne.”
“Apa nona tidak membutuhkan apa – apa lagi?”
“Sudah tidak apa – apa Anne, aku sudah tidak membutuhkan apa – apa lagi.”
“baiklah Nona kalau begitu saya keluar dulu.”
Leathina membalas perkataan Anne dengan lambaian tangan.
Sebelum keluar Anne bertaya terlebih dahulu menanyai Leathina apakah membutuhkan sesuatu atau tidak setelah memastikannya barulah Anne pamit pada Leathina dan keluar meninggalkan Leathina sendiri yang sedang berbaring beristirahat di dalam kamar miliknya.
Anne keluar meninggalkan Leathina kemudian berjalan menyusuri koridor Anne berjalan menuju ruangan kerja milik Tuan Duke Yarnell.
......***......