
Sekarang aku sudah merasa sedikit lebih nyaman dengan pakaian ini, gaun ini tidak terlalu berat dan aku bisa bergerak dengan leluasa tapi aku masih harus mengenakan korset di dalamnya aku jadi agak kesulitan untuk bernafas, tapi terimakasih untuk Anne karena telah membantuku berpakaian.
Nah sekarang kemana aku harus berjalan mansion ini sangat luas, aku tidak ingat di mana letak ruangan Duke Leonard. Apa aku harus berjalan lurus saja, aku lupa menanyakan letaknya pada Anne. Aku jalan saja dulu nanti kalau ketemu seseorang baru aku tanyakan.
“Salam Nona Leathina.”
“Uh?” siapa dia, dia membuatku terkejut.
Siapa laki-laki ini, aku tidak bisa melihat wajahnya karena ia mengenakan baju Zirah tapi lihatlah postur tubuh pria ini bisa dipastikan dia adalah kesatria ataupun seorang prajurit, suaranya terdengar sangat aneh apa karena dia berada di dalam baju zirah jadi suaranya agak sedikit aneh.
“Ah maaf perkenalkan aku Winter la Pedro, aku wakil ketua Prajurit dari keluarga Yarnell. Kita memang belum pernah bertemu sebelumnya karena saya selalu ditempatkan berjaga di perbatasan kerajaan jadi tidak heran jika nona tidak mengenaliku.”
Keluarga Pedro? Aku sepertinya pernah mendengar namanya, tapi aku lupa membacanya di bagian yang mana. Ah iya aku ingat sekarang, dia adalah anak dari Baron Adrian la Pedro, dia adalah sekertaris sekaligus sahabat Duke Leonard. Dia sekarang memang hanya wakil ketua Prajurit dari keluarga Duke Leonard tapi nanti dia akan diberi gelar baru menjadi seorang Kesatria karena pencapaiannya yang luar biasa yaitu telah berhasil membunuh seekor naga yang mengamuk di kerajaan dan menyelamatkan banyak nyawa.
Wah lihatlah dia, sudah terbayang di kepalaku wajah tampannya itu, aku belum pernah melihatnya secara langsung tapi setidaknya dalam novel ia mengatakan bahwa ia juga sangat tampan seperti empat karakter laki-laki utama lainnya dia sekarang belum termaksud ke dalam kumpulan grup pengagum Yasmine tapi menurut spoiler cerita season selanjutnya yang belum dirilis setelah Yasmin berhasil di selamatkan dan Leathina telah dieksekusi Winter akan sering bertemu dengan Yasmine disaat itu Winter akan mulai menaruh hati pada kebaikan dan kelembutan Yasmine dan disitulah konflik baru terjadi dimana ke-lima pria tersebut akan saling membunuh karena memperebutkan cinta dari Yasmine. Uh jika aku pikir-pikir ini bukan cerita romansa lagi tapi beralih ke cerita tragis dan pembunuhan.
“Senang melihatmu tuan Pedro. Saya Leathina Yarnell putri tertua dari keluarga Yarnell.”
“Tida usah sungkan panggil saja aku Winter, bolehkah saya mencium tangan anda.”
“Oh tentu.” (sambil mengulurkan tangan)
Di dunia ini kamu hanya boleh memanggil nama depan seseorang jika sudah berteman akrab dan jika baru bertemu untuk saling menghormati sesama bangsawan kamu seharusnya memanggilnya dengan nama keluarganya seperti Nona Yarnell ataupun Tuan Pedro tapi kenapa dia memanggilku dengan nama depanku padahal barusan dia sendiri yang mengatakan bahwa aku baru pertama kali bertemu dengannya. Di dunia ini juga sudah menjadi bagian dari tradisi bahwa seorang pria akan mencium tangan wanita untuk menunjukkan rasa hormatnya.
“Kau tidak seperti yang digosipkan orang-orang.”
“Maksudmu aku adalah wanita jahat dan tidak berperasaan.”
“Oh bukan begitu maksudku nona, aku tidak bermaksud menyindirmu tapi begitulah yang aku dengar.”
“Tidak apa-apa Tuan Pedro, lagian aku sudah terbiasa dan memang aku bukan wanita baik.”
“Ah iya aku jadi agak sedikit canggung, Nona mau kemana biar aku kawal jika diperbolehkan.”
Wah tawaran yang bagus kebetulan aku sedang mencari jalan menuju tempat kerja Duke Leonard, aku juga tidak mungkin mengatakan bahwa aku tidak tahu jalan menuju ke sana. Maksudku tuan rumah macam apa yang tidak tahu isi rumahnya sendiri.
“Oh tentu , aku ingin ke ruangan Duke Leonard.”
“Baiklah nona kalau begitu mari saya antar.”
“Terima kasih Tuan Pedro.”
“Aku benar-benar tidak menyangka akan bertemu langsung dengan Nona Leathina, ini sebuah kehormatan bagi saya, dan anda juga sama seperti yang dikatakan orang-orang.”
“Oh maksudmu julukan wanita jahat itu, iya memang itu benar.”
“Oh bukan.. kali ini bukan itu, ternyata anda sendiri tidak tahu bagaimana orang-orang bercerita tentang nona Leathina.”
“Jadi ada gosip yang lainnya juga tetang diriku, aku tidak tahu kalau aku begitu terkenal, jadi cerita yang mana? aku jadi penasaran.”
“Benarkah aku jadi sedikit merasa aneh, karena ini pertama kalinya aku mendengar yang seperti itu mengenai diriku, aku akan menganggapnya sebagai pujian darimu tuan Pedro.”
Kenapa dengan laki-laki ini, apa dia menaruh perhatian padaku. Aku sudah tahu bawa Leathina memang sangatlah cantik tapi itu semua tertutupi oleh tingkah lakunya ynag dibenci oleh orang-orang. selain memberikan julukan "Si Wanita Jahat" mereka bahkan juga mengatakan julukan lain seperti “Evil from the Duke”. Aku tidak menyangka akan mendengarnya dari calon penggemar Yasmine.
“Winter. Panggil aku Winter nona Leathina.”
“Huh. Aku tidak biasa tidak menghormati anda tuan Pedro, maafkan aku kita juga tidak cukup akrab untuk saling memanggil nama depan masing-masing.”
“Baiklah. Tapi aku sedikit kecewa mendengarnya nona Leathina, sepertiya kita sudah sampai.”
“Terima kasih Tuan Pedro telah mengantarku.”
“Oh itu bukan apa-apa, saya harap di pertemuan berikutnya Nona Leathina akan memanggil Namaku, kalau begitu saya permisi nona Leathina."
“Saya harap juga begit tuan Pedro.”
Saya harap kita tidak akan bertemu lagi tuan Winter la Pedro. Aku harus menjaga jarak dengan seluruh laki-laki milik Yasmine, aku tidak tahu sampai kapan dia akan bersikap baik seperti itu tapi pada akhirnya dia akan menjadi musuhku dan menginginkan kematianku. Lebih baik aku tidak menyalakan api di atas minyak.
Baiklah sekarang aku sudah berada di depan ruangan kerja Duke Leonard. Aku harus mengumpulkan keberanianku dulu. Rasanya menatap mata Duke Leonard saja sudah mengurangi setengah umurku. Baiklah sekarang aku harus mengumumkan keberadaanku.
“Pengawal tolong sampaikan pada Duke bahwa aku ingin bertemu.”
“Baik Nona Leathina.”
Leathina berbicara pada pengwal yang sedang berjaga di depan ruangan Tuan Doke Leonard. Setelah mendengar tujuan Leathian pengawal tersebut segera memasuki ruangan dan tidak lama setelah itu pengawal yang tadi masuk keluar kembali dan berbicara dengan Leathina.
“Anda dipersilahkan masuk Nona Leathina.”
“Ah iya baik terima kasih.”
...
...
“Hey bung! kau dengar itu dia baru saja berterima kasih padaku.”
“Mungkin kau salah dengar.”
“Benarkah tapi aku mendengarnya tadi. Tapi kau lihat tadi dia bahkan lebih cantik dari bunga.”
“Huss. Jangan sembarangan bicara kamu, kalau dia dengar bisa-bisa lidahmu yang cerewet itu dipotong nanti, sudah lanjutkan pekerjaanmu.”
Prajurit yang mempersilahkan leathina masuk sangat terkejut dan segera memberitahu temannya yang juga ikut berjaga di dekatnya, setelah saling berbincang-binjang dengan temannya keadaan menjadi hening, mereka kembali fokus pada pekerjaannya masing-masing.
Uh aku bisa mendengar kalian berdua tau, aku belum terlalu jauh dari kedua prajurit tadi tapi aku sudah mendengar gosip tentang diriku. Kalau begini aku harus terus menjaga sikapku. Kenapa juga tadi aku berterimakasih, ini karena kebiasaanku di kehidupan yang dulu dimana sejak kecil ibuku sudah mengajarkanku mengucapkan tiga kata "Terima kasih, Tolong dan Maaf” memang tiga kata tersebut sangat sederhana tapi jika diucapkan maknanya akan lebih dalam. Tapi aku sudah terbiasa mengucapkannya dan itu sudah jadi bagian dari kebiasaanku, ah tidak apa-apalah aku ucapkan disini yang penting aku tidak merendahkan harga diriku. walaupaun sebenarnya ada aturan bagsawan yang secara tidak tertulis telah mendarah daging dengan kehidupan mereka disini bahwa para bangsawan tidak harus meminta maaf dan menundukkan kepala pada orang-orang yang derajatnya lebih rendah dari tingkat kebangswanannya.
......***......