
“Winter.” Gumam Leathina pelan sambil berfikir menebak-nebak siapa kira-kira yang akan datang mencarinya.
“Apa kau tahu siapa yang akan datang Lea?” Tanya Nina pada Leathina yang mendengar gumaman Leathina tadi.
“Winter, pasti Winter yang datang! dari awal mereka tidak pernah kembali ke kerajaan. Tapi masih tetap di kota perbatasan.”
“Apa maksudmu Lea?” tanya Adam dan Troy pada Leathina hampir bersamaan.
“Ini gawat, mereka membagi dua regu. Regu pertama di bawa pimpinan Nicholas dan regu kedua di bawa pimpinan Winter.” Jelas Leathina dengan panik, dan berjalan ke arah jendela dilihatnya sebuah rombongan prajurit kini tengah memasuki pekarangan mansion tua tempat mereka bersembunyi.
“Kau dalam bahaya Lea.” Pekik yang lainnya saat melihat ke luar jendela dan melihat para prajurit kini tengah mengepung mereka.
“Lea ayo!” Adam segera membawa Leathina pergi melalui pintu samping.
“Sialan!” Umpat Adam saat melihat beberapa prajurit menutupi pintu keluar yang akan ia lewati.
Adam segera mundur dan kembali ke dalam mansion masih menggenggam erat tangan Leathina.
“Lea! Lea!” Adam mengguncang bahu Leathina berusaha menyadarkannya kembali, Mata Leathina kosong karena berfikir terlalu keras berusaha mencari jalan keluar yang kini mendesak mereka.
“Adam!” ucap Leathina kemudian menghentikan Adam mengguncangnya.
“Lea cepat kita harus keluar dan kabur dari sini.” Adam kembali menyeret Leathina hendek membawanya ke pintu keluar yang lainnya tapi dihentikan oleh Leathina karena seluruh pintu keluar kini telah di jaga oleh prajurit tidak ada siapapun yang bisa masuk atau keluar dari mansion itu sekarang.
“Astaga bagaimana ini, mereka akan membawamu. Seharusnya aku tidak membawamu kembali dan tetap tinggal di kota dalam beberapa hari.” Adam semakin panik dan mulai menyalahkan dirinya sendiri.
“Ayo Lea, kau harus bersembunyi sampai mereka selesai melakukan pemeriksan.” Adam kembali menarik Leathina hendak membawanya ke suatu tempat untuk bersembunyi.
“Adam.” Leathina kembali menghentikan Adam saat ia masih berusaha membawanya untuk bersembunyi.
“Adam mereka telah melihatku.” Ucap Leathina pasrah dan jatuh terduduk.
“Ada apa Lea?”
“Menurutmu kenapa mereka bisa datang tiba-tiba seperti ini sesaat setelah aku kembali? Itu karena mereka telah melihatku, mereka mengetahui bahwa aku akan kembali hari ini. Itu berarti selama beberapa hari ini mereka diam-diam telah mencari informasi dan mengawasi mansion ini.”
“Mungkin saja, tapi kamu tidak perlu khawatir bersembunyi lah.” Adam berbicara sambil membantu Leathina kembali berdiri dan mencoba untuk membawa Leathina bersembunyi di suatu tempat.
“Adam, bagaiman jika karena aku kalian semua di tangkap.” Ucap Leathina panik dan menutup mukanya dengan kedua tangannya.
“Lea tenang saja tidak ada yang akan berfikir seperti itu.” Adam mencoba menenagkan Leathina yang kini ketakutan.
“Betul kami tidak berfikir begitu.”
“Betul Nona, kami sudah sering berada di situasi seperti ini.”
Yang lainnya juga ikut menenangkan Leathina, mencoba membantunya keluar dari situasi terpuruknya.
“Apa yang kau lakukan Adam! Cepat bawa Lea pergi sebelum para prajurit sialan itu masuk dan membawanya.” Teriak Nina pada Adam karena mereka berdua masih berada di aula utama yang digunakan sebagai bar di mansion itu.
“Cepat bawa Lea, kami akan menghalangi mereka.” Teriak Troy lagi memberi perintah pada Adam karena masih melihat Adam dan Leathina dan belum pergi dari tempat itu.
Aku, aku membawa malapetaka bagi orang-orang ini. Sepertinya aku memang harus benar-benar mengikuti takdir. Astaga apa yang aku lakukan karena keegosianku ingin hidup aku membuat orang-orang ini akan mati karenaku.
“Lea, cepat ikuti aku.” Adam segera membawa Leathina lagi untuk keluar dari markas yang kini telah sepenuhnya di kepung oleh para prajurit.
“Tidak, tidak, Adam.” Leathina kembali menolak saat Adam mencoba membawanya pergi.
“Lea?”
“Mereka semua akan mati karena mencoba membelaku, dan aku tidak bisa membiarkan mereka mengorbankan nyawa hanya untukku. Maka dari itu serahkan saja aku pada mereka.”
“Tidak bisa!” bentak Adam tiba-tiba hingga membuat Leathina terkejut dan mundur beberapa langkah.
“Aku tidak bisa memberikanmu pada mereka, Kau berharga Lea.” Ucap Adam kemudian dan membuat Leathina kembali terkejut mendengar ucapannya.
“Adam?”
“Aku tidak bisa memberikanmu begitu saja Lea, Ini perintah bos Ed’ agar tidak membiarkanmu tertangkap.”
“Tapi Adam aku harus! Aku tidak ingin mereka mati sia-sia karena membelaku.”
“Lea, jika mereka tahu bahwa kau tidak diculik tapi bersembunyi di markas para tentara bayangan yang bekerja sebagai pembunuh bayangan seperti kami mereka akan menuduhmu sebagai kriminal. Mereka akan memberimu hukuman yang lebih berat karena bekerja sama dengan para kriminal seperti kami.”
“Aku tidak masalah degan itu, lagi pula aku memang seorang kriminal.” Ucap Leathina tidak masalah dengan konsekuensi yang akan ia dapatkan.
“Mereka datang untuk membawamu kembali, mereka mencarimu bukan karena kamu seorang buronan.” Akhirnya Adam memberitahukan Leathina yang sebenranya karena tidak tahan mendengar Leathina menyebutkan dirinya sendiri sebagai seorang buronan.
“Apa maksudmu Adam?”
“Adik mu yang kau selamatkan malam itu membelamu, dan menjelaskan semuanya tapi malam berikutnya saat kamu tiba-tiba pinsang kamu menghilang, mereka mengira bahwa seseorang menculikmu maka dari itu itulah kenapa aku yang tidak setuju memberikanmu pada mereka disini, kau sudah di pandang rendah oleh semua orang jika mereka menagkapmu di sini maka kau juga akan menjadi kriminal karena bersama dengan kami. Kau akan dikucilkan seumur hidupmu.”
“Kalau kau tidak ingin aku seperti itu maka gunakan aku sebagai tameng.”
“Apa maksudmu?” Adam tidak paham dengan ucapan Leathina.
“Gunakan aku sebagai tameng, buat seolah-olah kalian benar-benar menculikku dan minta bayaran yang sangat tinggi sebagai tebusan atas diriku setelah itu ancam mereka katakan jika mereka menangkap kalian maka kalian akan membunuhku. Jika mereka benar-benar menginginkanku maka mereka pasti akan membayarnya dan jika berhasil maka tidak akan ada pertarungan dan pertumpahan darah yang terjadi.”
“Tapi itu..”
“Tidak ada waktu lagi Adam, yang lainnya aku mohon bekerja samalah!”
“Beberapa dari kalian bertindaklah sebagai komplotan Adam dan selebihnya berpura-puralah jadi orang biasa atau petualang agar mereka tidak mencurigai bahwa ini adalah markas kalian dan tidak memburu kalian semua. Cepat tutup wajah kalian, mereka datang!” Teriak Leathina memberitahu semua orang yang berperan sebagai penculik.
Leathina segera mendekati Adam setelah melihatnya menutupi wajahnya dengan kain, setelah itu ia kemudian menarik pedang yang sedang adam genggam dan meletakkannya tepat di lehernya membuatnya seolah-olah Adam akan membunuhnya.
“Serahkan perempuan itu!” teriak salah satu dari prajurit ketika masuk ke dalam mansion dan melihat Adam hendak melukai Leathina.
“Winter!” Pekik Leathina ketakutan, Leathina takut jika Winter menyadari bahwa mereka sedang bekerja sama.
“Leathina!” Winter hampir berlarih ke arah Leathina saat akhirnya ia berhasil menemukannya selama berbulan-bulan pencariannya. Menyadari situasi Leathina yang sangat berbahaya Winter mengurungkan niatnya dan perlahan mundur beberapa langkah untuk menjaga jarak karena orang yang menyandera Leathina semakin mengekang Leathina dengan pedangnya.
“Jangan mendekat jika kau tidak ingin nyawa perempuan ini melayang.” Ancam Adam yang kini sedang berpura-pura sebagai penculik.
“Jauhkan pedangmu darinya, katakan apa yang ingin kau minta aku akan memberikannya sebagai gantinya kau harus melepaskan perempuan itu.” Winter berusaha membuat penawaran dan melakukan negosiasi untuk menyelamatkan Leathina.
“Baiklah, Aku punya tiga syarat yang harus kau penuhi jika ingin perempua ini selamat.”
“Katakan.” Winter langsung menanggapi dan ingin mendengar syarat seperti apa yang akan diajukan oleh para penjahat yang kini menyandera Leathina.
“Pertama kau harus menebus perempuan ini.”
“Berapa yang kau inginkan?” Tanya Winter pada Adam.
“Bawakan lima ratus kantung uang emas padaku hari ini.”
“Baik aku setuju, akan aku bawakan hari ini juga. Sebutkan syaratmu yang kedua.”
“Kedua, Kirim kembali para prajurit yang mengepung tempat ini dan hanya kau yang boleh berada di sini untuk melakukan pertukaran.” Adam mengajukan syarat yang kedua.
“Tidak bisa seperti itu!”
“Kami tidak terima!”
“Siapa yang akan tahu apa yang akan kalian lakukan pada pimpinan kami jika kami meninggalkannya sendiri.”
“Seperti yang dikatakan para praajuritku tuan, aku tidak setuju jika mereka aku kirim kembali. Bukankah tidak adil jika kau bersama komplotanmu dan aku sendiri itu sama saja aku menyerahkan diriku padamu.”
Para bawahan Winter tidak setuju dengan syarat kedua yang Adam ajukan pada Winter, itu karena mereka menganggap bahwa akan terlalu berisiko jika hanya Winter yang berada di sana sementara para penjahat lainnya sedang mengawasi.
“Baiklah kalau kalian tidak setuju, maka perempuan yang kau inginkan ini akan mati di sini.”
“Arghh!” Pekik lathina kesakitan saat Adam menarik rambutnya dan menodongkan pedang ke lehernya hingga menggores sedikit kulitnya dan mengeluarkan darah segar dari leher Leathina.
Mendengar Leathina kesakitan juga membuat Adam terkejut hampir saja ia melemparkan pedangnya tapi di tahan oleh Leathina yang sekarang seakan-akan berusaha melepaskan cengkraman Adam tapi sebaliknya Leathina sebenarnya sedang menahan Adam agar tidak melepaskannya, Adam harus terus berperan sebagai seorang penjahat sampai akhir.
“Leathina!” Winter yang melihat itu menjadi sangat khawatir ketika melihat pedang orang yang mengekang Leathina kini perlahan-lahan melukai Leathina.
“Baiklah Tuan, aku akan mengirim para prajuritku kembali, tapi aku mohon jangan sakiti perempuan itu!” Winter tidak tega melihat Leathina terluka dan pada akhirnya bersedia menerima syarat adam yang pertama.
“Kalian semua, kembalilah lebih dulu dan tunggu aku kembali kecuali Lard kau kembalilah dan bawa uang seperti yang mereka minta.” Winter memberikan perintah pada para bawahannya agar segera kembali.
“Tapi tuan Winter?”
“Kami tidak bisa membiarkanmu sendiri di tempat seperti ini.”
Para bawahan Winter kembali tidak terima dengan keputusan yang Winter pilih, tapi saat melihat Winter menatap mereka semua dengan tatapan tajam mereka semua terdiam dan akhirnya memilih mengikuti perintah Winter untuk kembali.
Para prajurit akhirnya mundur dan kembali ke kota meninggalkan Winter di mansion tua bersama para penjahat yang kini menyandera Leathina.
“Sekarang, sebutkan syarat yang terakhir.” Setelah semua prajurit kembali dan hanya menyisahkan Winter seorang diri akhirnya Winter tinggal memenuhi syarat terakhir yang akan diajukan oleh orang-orang yang menculik Leathina.
“Aku akan mengatakannya ketika uang-uangku sudah datang.” Jawab Adam menanggapi perkataan Winter sambil menarik kembali pedangnya dari Leher Leathina.
“Srek”
Adam segera menarik pedangnya kembali dan mendudukkan Leathina di kursi kemudian merobek ujung gaun milik Leathina hingga betisnya terlihat.
“APA YANG KAU LAKUKAN!” Teriak Winter tidak terima melihat perlakuan tidak pantas Adam terhadap Leathina.
“Oh astaga apa yang membuatmu begitu marah tuan? Aku hanya merobek sedikit gaunnya. Memangnya apa yang sedang kau pikirkan.” Adam berbicara sambil memengang wajah Leathina sengaja memperlihatkannya pada Winter.
“SINGKIRKAN TANGAN KOTORMU DARINYA!” Winter kembali berteriak dan secara tidak sadar telah menarik pedangnya dari sarungnya ingin memotong tangan Adam yang sekarang memengang wajah Leathina.
“Tuan, jika kau tidak ingin perempuan ini dan kau mati disini aku sarankan simpan kembali pendangmu.”
Pada saat Winter akan mendekati mereka para bawahan Adam juga menarik pedangnya, karena situasi untuk Winter tidak baik akhirnya Winter pasrah dan kembali menyimpan pedangnya.
“Tenang saja Tuan, aku tidak akan melakukan apa-apa pada perempuan ini jika uangku belum kau berikan.”
Potongan kain yang Adam ambil dari gaun Leathina ia gunakan untuk membalut luka yang ada di leher Leathina untuk menghentikan pendarahannya. Dengan alasan untuk mengobati Leathina, Adam dengan sengaja mendekatkan wajahnya ke leher Leathina untuk melihat seberapa dalam lukanya dan berbisik pada Leathina.
“Maafkaan aku karena melukaimu, Lea.” Bisik Adam pada Leathina.
Leathina tidak membalas bisikan Adam karena takut jika Winter melihat gerakan mulutnya dan mengetahui bahwa ia mengenal Adam dari awal, Leathina hanya diam dan menatap Adam, dalam tatapannya ia ingin mengatakan bahwa dirinya tidak apa-apa.
Setelah beberapa jam menunggu akhirnya terdengar suara derapan kaki kuda kemudian berhenti tepat di depan mansion setelah itu masuklah seorang prajurit yang tadi diminta oleh Winter membawakan kantung-kantung yang berisi uang sebagai tebusan untuk Leathina.
“Tuan Winter, ini uang yang mereka minta.” Lard berbicara sambil meletakan kantung-kantung uang yang ia bawa di depan para penjahat yang masih menyandera Leathina.
“Terimakasi Lard.”
“Dari mana kau mengambil uang-uang sebanyak ini dalam waktu singkat di kota perbatasan yang terkenal miskin ini?” Tanya Winter penasaran dengan berbisik pada Lard yang berhasil membawa uang hanya dalam beberapa jam.
“Kami mengambilnya dari Baron Thoper dia merupakan salah satu bangsawan yang menguasai di wilyah ini, kami mendengar laporan dari masyarakat yang mengatakan bahwa Baron Thoper sering meminta pajak tinggi pada rakyat yang tinggal disini. Kami menyamar sebagai orang biasa dan mengancamnya dengan memberitahukan semua kejahatannya akan kami laporkan pada raja pada akhinya Baron Thoper memberikan kami uang sebagai penutup mulut.” Lard menjelaskan pada Winter dengan suara pelan agar tidak ada yang mendengar percakapan mereka.
“Tuan-tuan apa kalian tidak berniat menyerahkan uang ku itu?” Adam berbicara sambil menunjuk ke arah kantung-kantung uang yang dibawa oleh Lard.
“Aku akan kemberikannya ketika kau menyerahkan perempuan yang kau sandra itu padaku.” Ucap Winter tegas memberitahu Adam.
“Tapi aku baru akan menyerahkannya jika kau memenuhi syaratku yang ketiga.”
“Baiklah katakan apa syarat terakhirmu.”
“Jangan kembali untuk menangkap kami.”
“Aku tidak bisa menjamin hal itu Tuan, karena setelah aku pergi dari sini pasti akan ada perintah baru untuk datang menangkap kalian.”
“Tidak apa-apa kalau begitu kau hanya perlu memenuhi dua syarat saja. Sekarang serahkan uang-uang itu padaku, nah Nona kau berjalanlah ke arah sana.” Sebenarnya dari awal Adam tidak terlalu memperdulikan syarat-syaratnya terpenuhi atau tidak, baginya selama Leathina selamat dan nama baik Leathina tidak tercemar karena bersama para pembunuh bayaran itu sudah cukup untuknya.
Leathina berjalan meninggalkan Adam menuju ke tempat Winter berada, sementara Winter dengan cemas menunggunya dan seger menarik Leathina saat Leathina sudah sangat dekat dengannya.
“Terimakasih tuan, uang-uang ini menjadi milikku sekarang.” Adam berbicara seolah-olah puas dengan apa yang telah ia dapatkan ia meminta beberapa temannya mengabil uang-uang yang diberikan Winter untuknya.
“Kalau begitu aku akan pergi sekarang.”
Winter segera membawa Leathina pegi dari tempat itu, ia mengangkat Leathina naik ke atas kuda miliknya dan memacu kudanya meninggalkan mansion tua tempat para pembunuh bayaran berada.
...***...