
“Aku tidak akan bisa bergerak jika dua anak ini terus datang mencari ku.” Batin Leathina.
Leathina menghela nafas panjang merasa berat untuk mengusir kedua adiknya pergi, namun disisi lain Leathina merasa terganggu karena tidak bisa bergerak secara Leluasa karena Nicholas dan Nora terus menempel padanya setiap hari kapan pun jika mereka berdua tidak memiliki kesibukan.
“Kalian sebaiknya tidak usah sering-sering datang mengunjungi ku lagi mulai sekarang. Aku sudah sangat sehat sekarang, untuk itu kalian berdua harus fokus dalam belajar dan praktik pedang kalian agar bisa masuk qulifikasi penerus selanjutnya.” Leathina mulai mencari-cari alasan agar bisa membuat jarak di antara dirinya dan kedua adiknya.
“Ah, aku tidak terlalu memikirkan hal itu. Aku hanya ingin berada di sekat kakak Leathina saja. Aku berfikir saat masuk ke akademi nanti aku akan memilih depertemen sihir agar bisa langsung menemukan kakak Leathina dengan cepat jika tiba-tiba menghentikan, seperti yang dilakukan tuan Zeyden itu sangat keren.” Ucap Nora dengan polosnya dan kemudian mengambil tempat duduk di dekat Leathina yang kini duduk di kursi tamu yang disediakan di dalam ruangan Leathina.
“Aku juga tidak terlalu mempermasalahkan siapa penerus selanjutnya, siapapun pasti akan baik-baik saja selama itu masih saudaraku.” Ucap Nicholas acuh tak acuh pada pendapat Leathina mengenai penerus keluarganya kelak.
“Tapi Nicholas, bukankah dulu kau sangat ingin menjadi penerus keluarga lebih dari siapapun, kau dulu bahwa sangat tidak menyukai jika aku mengungkit masalah tentang siapa yang akan menjadi pengganti ayah selanjutnya.” Ucap Leathina yang sedikit terkejut dengan perkataan Nicholas yang tidak tertarik lagi dengan siapa yang akan menjadi penerus keluarga selanjutnya.
“Ah, itu dulu. sekarang tidak lagi, kau tahu ternyata menjadi kepala keluarga tidak segampang yang aku pikirkan. Tidak ada waktu untuk britirahat seluruh waktu hanya dihabiskan dengan urusan negara dan politik serta masalah internal dan eksternal keluarga atau kerajaan.” Nicholas kembali mengingat betapa sibuknya ia saat menggantikannya posisi ayahnya untuk sementara saat pergi ke hutan timur, walau di bantu oleh Winter dan Tuan Adrian yang merupakan ayah Winter sekaligus sekertaris ayahnya, Nicholas tetap kesulitan.
“Tidak bisa begitu!” teriak Leathina dan karena ia meninggikan suaranya secara tiba-tiba membuat Nicholas dan Nora terkejut karena rekasi Leathina yang berlebihan.
“Oh, astaga aku kelepasan.” Batin Leathina menyesal karena telah berteriak kemudian segera menutup mulutnya cepat.
"Aku hanya tidak ingin menjadi penerus, akan lebih baik jika kalian berdua saja yang mengisi tempat tersebut nantinya." Batin Leathina, yang tidak ingin ikut dalam persiapan menjadi penerus selanjutnya dalam keluarga Yarnell.
Kini Nicholas dan Nora menatpa Leathina dengan ekspresi kebingungan, kerena terkejut Leathina tiba-tiba berteriak dengan alasan yang tidak diketahui.
“Ada apa?” tanya Nicholas pada Leathina, sementara Nora hanya menatap Leathina untuk menunggu jawaban.
“Ah, maksudku kalian berdua seharusnya tidak seperti itu. Kalian harus punya jiwa kompetitif, jadi jangan menyerah lakukan hal terbaik yang bisa kalian lakukan agar bisa terpilih jadi penerus selanjutnya.” Ucap Leathina yang kemudian membuat susana mejadi canggung karena topik pembahasan mereka.
“Duh, kenapa aku harus mengungkit-ungkit masalah sensitif seperti ini sih.” Batin Leathina menyesal.
“Aku tidak masalah jika itu kakak Leathina.” Ucap Nora yang tidak ambil pusing. “Karena walau bagaimana pun kemampuanku akan selalu kalah dengan kalian berdua, jadi lakukan yang terbaik kemudian lindungi aku apapun yang terjadi.” Ucap Nora memberitahu keduanya dengan tersenyum.
“Anak ini terlalu lapang dada, aku jadi tidak tega dengannya ini tidak bisa dibiarkan jika Nora tumbuh menjadi anka baik dia mungkin akan dikucilkan dengan oleh anak-anak dari keluarga bangsawan lain nya, dia terlalu lembut.” Batin Leathina, yang gemas dengan Nora.
“Aku juga tidak masalah dengan siapa yang akan menjadi penerus ayah kelak di masa depan, aku sebenarnya tidak yakin dengan kemampuanku. Aku tidak pernah bisa mengalahkan mu.” Nicholas pun memiliki pemikiran yang sama dengan Nora.
“Bahkan Nicholas pun berpikir seperti itu sekarang, ini membuatku stress aku tidak ingin menjadi kepala keluarga selanjutnya.”
“Nicholas!” Leathina menepuk bahu Nicholas kemudian menatapnya dengan serius, Lethina bahkan mencengkram erat kedua bahu Nicholas.
“Le- leathina?!” Ucap Nicholas gugup karena Leathina begitu serius melihatnya.
“Kau sudah seperti ingin menelanku hidup-hidup.” Ucap Nicholas gugup karena biasanya Leathina menjadi sangat serius ketika ia mengajaknya bertarung.
“Kau tidak boleh jadi seperti ini!” Ucap Leathina bersungguh-sungguh.
“Apa maksudmu?” tanya Nicholas kebingungan.
“Maksudku, kau tidak boleh menyerah untuk menjadi penerus keluarga ini. Pokoknya kau harus bersaing dengan siapapun bahkan dengan diriku dan Nora, jika kau lemah seperti ini kau akan mudah dinjak-injak oleh anggota keluarga lainnya kau tahu kan jika tdak ada dari kita yang masuk dalam daftar penerus maka keluarga yang lain akan dengan senang hati menduduki kekuasaan ini, jadi mulai sekarang kau harus serius dalam segala hal. Kau bisa kan?!”
“Te- tentu saja aku bisa. Aku tidak mungkin kalah dari mereka, tapi Leathina kenapa kau tiba-tiba seperti ini?” tanya Nicholas yang merasa heran dengan Leathina.
“Nora kau juga!” Leathina tidak terlalu mempedulikan pertanyaan Nicholas, ia kini melepaskan tangannya dari bahu Nicholas dan melakukan hal yang sama dengan Nora.
“Kau paham?” tanya Leathina pada Nora karena Nora tidak kunjung berbicara.
“Jika itu yang kakak inginkan maka akan aku lakukan yang terbaik.” Ucap Nora.
“Bagus! Kalian berdua harus menjadi kuat, bahkan lebih kuat dari Leathina. Kalian adiknya tentu saja kalian pasti bisa menjadi jauh lebih baik darinya.” Leathina merasa lega setelah mendapat janji dari Nicholas dan Nora.
“Bagus kalian berdua memang adik-adik Leathina! Jadi sekarang kembalilah dan belajar dengan giat!” seru Leathina bersemangat serta langsung berdiri dan menarik keduanya keluar.
“Leathina kenapa kau tiba-tiba menjadi aneh seperti ini?” tanya Nicholas lagi kebingungan.
"Iya, kakak Leathina kenapa jadi membahas hal aneh seperti ini.”
“Itu karena aku khawatir kalian akan dikucilkan jika menjadi lemah hati seperti ini. Jadilah kejam dan lindas semuanya agar kalian tidak mudah dikucilkan dan dipermalukan, sekarang kembalilah belajar!”
“Kau berbicara seolah-olah kau tidak berniat menjadi salah satu dari calon penerus dan memaksa kami untuk menggantikan posisi itu!” Nicholas tidak setuju dengan apa yang dibicarakan oleh Leathina.
“Kakak Leathina seperti akan pergi ke suatu tempat yang jauh dan sekarang sedang mengatur hal-hal yang akan dia tinggalkan sebelum pergi.” Ucap Nora yang masih bertahan di ambang pintu bersama dengan Nicholas.
“Apa maksudmu, tidak ada yang seperti itu. Untuk sekarang aku tidak akan pergi kemana-mana jadi jangan khawatir.” Leathina mencoba menenagkan Nicholas dan Nora.
“Aku masih ingin tinggal!” Nora memberontak kemudian saat memiliki kesempatan Nora kembali masuk dan duduk di tempat duduknya yang semula.
“Aku juga, aku tidak peduli dengan masalah siapa yang memimpin aku hanya ingin disini saja. Aku juga kahwatir jika tuan penyihir itu datang secara diam-diam lagi.” Ucap Nicholas kemudian menyusul Nora masuk.
“Haiss, anak-anak ini aku juga butuh waktu sendiri.” Batin Leathina yang mulai kehilangan kesabaran.
“Jika kalian tidak mendengarkan aku maka aku juga tidak ingin melihat kalian lagi!” Leathina mengancam keduanya karena mereka benar-benar tidak ingin meninggalkan Leathina sendiri.
“Kakak Leathian!”
“Leathina!”
Seru Nora dan Nicholas hampir bersamaan kemudian langsung beranjak dari tempat duduknya masing-masing.
“Mulai sekarang kalian dilarang datang mengunjungiki!” Leathina melipat tangannya di depan dadanya kemudian membuang pandangannya ke arah lain bersikap seolah-olah sedang marah dengan Nicholas dan Nora.
“Tapi kami kan hanya ingin menghabiskan waktu lebih banyak bersamamu Leathina.” Ucap Nicholas mencoba menenagkan Leathina.
“Betul apa yang dikatakan kakak Nicholas, kakak Leathina tahu kan selama ini kami belum benar-benar bersama.”
Leathina tidak menjawab dan malah memalingkan wajahnya ke arah lain.
“Aku tidak pernah main-main dengan ucapanku, aku tidak akan menariknya lagi.” Ucap Leathina mengancam keduanya.
“Sekarang keluarlah, aku akan menjadi dingin lagi. Kalian tidak benar-benar mendengarkan aku.”
“Leathina!” kenapa kau tiba-tiba menjadi seperti ini?” tanya Nicholas kemudian menarik mundur Nora yang kini menarik-narik gaun Leathina berharap Leathina mau melihat mereka berdua.
“Aku seperti ini karena kalian! Aku tidak ingin kalian diinjak-injak jika menjadi lemah hati seperti ini.”
“Ba- baiklah kami akan berusaha untuk menjadi penerus keluarga selanjutnya, jadi jangan larang kami untuk mengunjungimu lagi!” ucap Nicholas yang pada akhirnya menyerah dan memilih untuk mengikuti apa yang di inginkan oleh Leathina.
“Aku juga, aku akan berusha.” Nora pun juga akhirnya memilih untuk mengikuti perkataan Leathina.
“Nah, ini baru adik-adik Leathina!” Leathina akhirnya berhenti bersikap seolah-olah sedang marah.
“Leathina kenapa kamu terus menyebut-nyebut nama mu sendiri, apa kau bukan Leathina? Kenapa bersikap seolah-olah kau membicarakan orang lain?!” tanya Nicholas, sementara Nora hanya mengangguk membenarkan perkataan Nicholas.
“Apa yang kalian berdua maksud, Kelian mengada-ada saja jika aku bukan Leathina terus siapa yang sedang berbicara dengan kalian berdua sekarang.” Balas Leathina kemudian mencoba menenagkan dirinya sendiri.
“Ah, iya. Jadi kalian harus berjanji akan berusaha sekeras mungkin untuk menjadi penerus keluarga!”
“Iya kami berjanji!” jawab Nocholas dan Nora hampir bersamaan.
“Bagus, sekarang kalian berdua kembali lah dan belajar dengan giat paham?!”
Nicholas dan Nora menjawab dengan cara mengangguk.
“Kalian berdua benar-benar adik yang menggemaskan.” Ucap Leathian kemudian mengacak acak rambut Nicholas dan setelah itu mencium pipi Nora karena merasa senang.
Nicholas langsung membulatkan matanya keran terejut, ini pertama kalian Leathina menyentuh rambutnya. Sementara Nora pun sedikit mundur kebelakang karena terkejut dengan apa yang dilakukan Leathina padanya tadi.
”Ah, maafkan aku. Aku lepas kontrol karena kalian berdua menjadi adik penurut.” Leathina menyadari sikap Nicholas dan Nora, Leathina langsung melap pipi Nora dan merapikan kembali rambut Nicholas yang tadi ia acak-acak.
“Plak!”
Nicholas dan Nora menepis tangan Leathina diwaktu yang bersamaan hingga kini gantian Leathina yang terkejut karena Nicholas dan Nora secara bersamaan memukul tangannya, Leathina pun segera menarik tangannya kembali.
“Aku pergi sekarang! Aku harus belajar dengan giat seperti yang kakak Leathina katakan!” ucap Nora yang kini memegangi pipi nya yang tadi di cium oleh Leathina kemudian langsung berlari keluar meninggalkan Nicholas dan Nora.
Leathina menatap dengan canggung ke arah Nicholas sementara Nicholas terus menghindar agar tidak bersitatap dengan Leathina.
“A, aku, aku juga harus pergi sekarang!” ucap Nicholas kemudian langsung pergi dari ruangan Leathina dengan terburu-buru.
“Kakak Leathina barusan mencium dan memegang pipiku.” Batin Nora yang masih sedikit berlari menuju ruangannya, “Aku mungkin tidak akan mencuci mukaku sampai satu minggu ke depan. Ini pertama kalinya kakak Leathina benar-benar seperti kakak perempuan yang lembut.” Gumam Nora yang kini telah sampai di ruangannya dan langsung mencari cermin untuk melihat pipinya.
Nora melihat pantulan bayangan diriya sendiri di cermin dan dilihatnya wajahnya kini memerah.
“Walaupun aku telah belajar dengan giat, aku akan belajar lebih giat lagi,” gumam Nora menyakinkan dirinya sendiri di depan cerim sambil tersenyum.
Sementara Nicholas yang baru saja keluar dari ruangan Leathina pun dengan terburu-buru berjalan menuju ruangannya,
“Apa-apan itu! Apasih yang dia pikirkan sampai menyentuh rambut orang secara sembarangan seperti itu, dia sepertinya telah banyak berubah karena tidak mungkin dia melakukan hal tidak berguna seperti tadi jika dia tidak berubah.” Gumam Nicholas sambil terus memegang kepalanya yang tadi di sentuh oleh Leathina.
“Duh, apa sih yang aku lakukan. Aku sekarang telah melewati batas, walau pun mereka berdua kini menyukaiku tapi belum tentu mereka akan mau menjadi seperti kakak adik sungguhan setelah apa yang dulu Leathina lakukan pada mereka.” Gumam Leathina kemudian menepuk jidatnya sendiri dan langsung menutup kembali pintu ruangannya setelah Nicholas dan Nora pergi.
“Tapi setidaknya beban penerus kepala keluarga tidak lagi berada di pundakku, aku ingin salah satu dari mereka yang mengembannya. Lagi pula aku tidak ingin menjadi penerus selanjutnya.” Batin Leathina kemudian membaringkan tubuhnya di atas tempat tidurnya.
“Hari ini berakir sia-sia tanpa ada informasi yang berarti, aku sebaiknya mulai bergerak dan mencari informasi di luar tapi sebelum itu aku akan kembali berkeliling mansion lagi untuk mencari informasi dari para pelayan dan pekerja siapa tahu hari ini adalah hari keberuntunganku.” Gumam Leathina.
Leathina kembali duduk dan berjalan keluar berniat untuk berjalan-jalan mengelilingi mansion sekaligus mencari iformasi dari para pekerja dan pelayan.
“Trak”
Leathina kembali membuka pintu ruangannya hingga berderit, kemudian mengintip keluar untuk memeriksa dan menemukan bahwa masih banyak penjaga yang sedang berjaga di sekitar ruangannya.
“Masih banyak yang berjaga.” batin Leathina setelah mengintip keluar.
“Apa ada yang Nona butukan?” tanya seorang penjaga yang tiba-tiba muncul di depan Leathina hingga membuat Leathian menjadi sangat terkejut.
“Aku tidak membutuhkan apa-apa, kalian kembalilah berjaga.”
“Baik Nona Leathina, jika ada yang anda butuhkan jangan sungkan untuk memberitahukan pada kami apa yang anda inginkan.” Ucap si penjaga sebelum kembali ke tempat jaganya semenara Leathina hanya mengangguk mengiyakan karena tidak ingin terlalu lama berbicara dengan para penjaga.
Leathina bersikap seperi biasanya kemudian segera berjalan pegi meninggalkan ruangannya.
“Jaga ruanganku, jangan biarkan siapapun masuk selama aku keluar!” ucap Leathina memberitahukan pada penjaga sebelum pergi berkeliling.
“Nona Leathina ingin pergi kemana?” tanya para penjaga.
“Aku hanya ingin melatih kekuatan kakiku dengan berjalan-jalan mengelilingi mansiona.”
“Kami paham Nona Leathina.”
“Jangan mengikuti ku tetaplah berjaga di tempat jaga kalian masing-masing.” Setelah mengatakan tujuannya para penjaga pun mengikuti Leathina hingga membuat Leathina risih dan merasa terganggu karena tidak bisa bergerak dengan bebas untuk mencari informasi.
“Kami tidak bisa meninggalkan nona Leathina berkeliling sendirian, ini perintah tuan duke langsung untuk menjaga nona Leathina.”
“Tidak bisa seperti ini, jika aku ingin mendapatkan lebih banyak informasi aku harus lepas dari semua orang yang terus mengikutiku termaksdu para penjaga.” Batin Leathina yang kemudian berfikir dengan keras untuk menemukan solusi agar dia bisa pergi sendirian kemanapun ia mau tanpa harus ada pengawalan dari para penjaga.
“Jadi maksud kalian perintahku tidak penting dari Duke?” ucap Leathian yang dengan sengaja memperovokasi para prajurit.
“Bu- bukan seperti itu nona Leathina” jawab para penjaga sambil menuduk karena takut mengambil keputusan.
...***...