I'M A Villains In My Second Life

I'M A Villains In My Second Life
Chapter 51



“Pulangkan!"


“Pulangkan? Apa yang di pulangkan Nona?”


“Pulangkan semua pakaian – pakaian ini pada tokonya.”


“Tapi Nona harus memakainya.”


“Apa aku harus memakai sepuluh gaun sekaligus dalam satu pesta Anne, kamu ingin aku menghadiri pesta atau membuka toko pakaian?” Leathina memijat kedua keningnya sendiri karena pusing memikirkan jumlah uang yang dihabiskan untuk membeli gaun yang mungkin tidak akan bisa ia pakai.


“Tapi Nona..”


“Bukankah aku sudah mengatakan untuk membeli tujuh gaun saja?”


“Aku telah memilih tujuh pakaian seperti yang nona katakan dan saat aku selesai aku melihat seluruh wanita – wanita lainnya membeli lebih dari tujuh gaun dan saat aku tanya pada pegawainya kenapa mereka membeli banyak gaun dia memberitahuku bahwa seorang wanita harus memiliki gaun cadangan.”


“Dan kamu membeli gaun sebanyak ini?”


Anne hanya mengangguk lesu saat Leathina tidak menyukai hasil kerja kerasnya.


“Baiklah kalau begitu aku akan memilih baju dan selebihnya kamu harus mengembalikannya.”


Saat mendengar ucapan Leathina, Anne kembali bersemangat dan segera menjejerkan baju – baju yang tadi ia rapikan agar Leathina bisa mengamati gaun – gaun tersebut dengan nyaman.


“Aku akan memilih yang ini, ini, dan yang itu, selebihnya kembalikan pada tokonya dan jangan mengembalikan uangnya pada kas keuangan keluarga tapi berikan padaku.” Leathina memilih beberapa baju yang menurutnya tidak terlalu menyusahkan saat di pakai dan nyaman untuk dipakai.


“Baik nona akan saya kembalikan, tapi nona apa isi dari bingkisan di atas meja itu?”


“Oh itu hadiah dari Nicholas, bukalah dan lihat apa isinya.”


Anne kemudian segera membuka bingkisan terebut dan melihat sebuah panah dengan ukiran naga mengelilingi panah tersebut.


“Ini sebuah panah Nona, mungkin agar Nona bisa menggunakannya saat lomba berburu saat perayaan nanti.”


“Aku juga harus ikut berburu aku kan perempuan?”


“Iya seharusnya Nona tidak ikut dan mengikuti perjamuan teh dan berbincang - bincang dengan para wanita bangsawan tapi setau saya setiap perayaan Nona lebih memilih ikut berburu daripada ikut acara perjamuan.”


“Kapan pembukaan festival di mulai?”


“Sekita dua hari lagi Nona dan akan diadakan selama tujuh hari?”


“Kenapa lama sekali dan apa saja rangkaian acaranya selama tujuh hari itu?”


“Itu sudah tradisi dari dulu diadakan selama tujuh hari, dan hari pertama akan di adakan perjamuan dan pembukaan festival langsung oleh kaisar di kerajaan.”


“Terus besoknya?”


“Selama tiga hari akan di adakan lomba berburu bagi para kesatria dan keluarga – keluarga bangsawan kemudian beristirahat selama dua hari penuh menikmati perayaan dan di hari ketujuh dilakukan lagi perjamuan untuk ucapan ulang tahun bagu kaisar dan sebagai penutup.”


“Terlalu membuang – buang waktu apa bisa aku tidak hadir di acara itu.”


“Tidak boleh Nona harus hadir, bahkan nona mendapat undangan secara langsung dari kaisar nona bisa di anggap tidak menghormati keluarga kerajaan jika tidak datang.”


“Baiklah – baiklah aku akan datang jadi berhentilah mengoceh Anne dan kembalikan pakaian – pakaian ini.”


“Baik Nona.”


“Lomba berburu ya?” Leathina bergumam sambil memperhatikan langit – langit kamarnya.


Leathina adalah kandidat pemenang yang kemampuannya tida lagi diragukan, tapi sayangnya sepertinya festival kali ini aku akan kesulitan untuk memenangkannya karena ada banyak ahli yang akan datang, kedua pangeran pasti sudah tidak diragukan kemampuannya walaupun aku belum bertemu pangeran ke dua tapi pasti dia juga terlatih, terlebih dengan Winter dan aku mungkin berada pada urutan terakhir karena aku bukan Leathina yang asli.


Tapi bukankah tadi aku bisa menggunakan pedang saat Zeyden dengan sengaja menyerang ku secara tiba – tiba, baiklah semangat Leathina masih ada harapan. Aku tidak mengutamakan untuk memenangkan lomba tapi mengutamakan agar bisa keluar hidup – hidup, pasti akan banyak orang yang mengincark ku karena menaruh dendam padaku.


Leathina kemudian membenamkan wajahnya ke bantal dan meratapi nasibnya yang tidak di sukai oleh orang – orang.


“Ah, aku sungguh sial!” Leathina mengumpat sebelum dirinya benar – benar terlelap tidur di kasurnya.


“Sial?” Nora mengulangi perkataan Leathina karena tidak sengaja mendengarnya saat ia sudah berada di ambang pintu kamar Leathina.


“Maafkan saya tuan muda, Nona  jangan diganggu dulu. karena dia baru saja tertidur.” Saat melihat Nora memasuki kamar Leathina, Anne segera memberitahu Nora agar tidak menganggu istirahat Leathina yang sekarang sudah tertidur.


“Baiklah, tapi kenapa dia mengumpat? Apa ada yang mengganggunya lagi?” Nora yang penasaran mendengar ucapan Leathina kemudian menanyai Anne yang masih berdiri di depannya karena tadi menyambutnya masuk.


“Saya juga tidak tahu Tuan Muda.”


 “Kalau begitu aku akan berkunjung di lain waktu.” Nora berjalan mendekati Leathina yang terlihat sangat pulas tertidur setelah melihatnya barulah Nora pergi meninggalkan rungan tersebut.


Tidak berselang lama setelah Nora pergi, kini Duke Leonard yang datang untuk berkunjung dan mendapati Anne yang sedang sibuk merapikan semua gaun – gaun milik Leathina.


“Anne, kemana leathina?”


“Salam Tuan Duke”


Anne dengan terburu – buru meninggalkan aktivitasnya kemudian segera menyambut Duke Leonard dan memberi hormat sebelum menjawab pertanyaannya.


“Nona Leathina baru saja tertidur, jadi untuk sementara tidak bisa diganggu Tuan.” Anne memberitahu Duke Leonard dengan sopan agar ia tidak membangunkan Leathina yang sedang tertidur.


“Baiklah, aku datang hanya ingin mengecek keadaanya setelah kejadian kemarin dan tampaknya dia terlihat baik – baik saja.”


“Apa yang sedang kamu lakukan dengan semua gaun – gaun ini Anne?”


“Aku sedang merapikan pakaian  milik Nona Leathina, Tuan.”


“Tapi kenapa kamu memasukkannya ke dalam kotak kayu? Bukankah harus di masukkan ke dalam lemari?”


“Ah itu karena Nona Leathina yang meminta saya Tuan, katanya dia tidak suka melihat banyak pakaian yang tergantung di dalam lemari pakaian miliknya.”


“Benarkah? Bukankah semua pakaian ini baru saja kamu beli kemarin Anne?” Duke Leonard kembali bertanya pada Anne karena merasa apa yang dilakukan oleh Anne tidak benar.


“Iya Tuan, Nona Leathina sendiri yang memintaku untuk memasukkannya kembali ke dalam kotak. Dia akan memintaku untuk membukanya jika dia menginginkan pakaian yang baru.”


Sebenarnya gaun – gaun yang Anne masukkan ke dalam kotak kayu adalah gaun yang akan ia kembalikan ke toko Ny. Rissa. Anne terpaksa berbohong pada Duke Leonard agar Leathina tidak dicurigai yang tidak – tidak lagi oleh keluarganya sendiri jika mereka mengetahui bahwa Leathina membeli pakaian dan malah mengembalikannya kemudian uangnya tidak dikembalikan pada kas  keluarga.


“Jadi seperti itu.”


“Iya Tuan Duke.” Anne menjawab cepat perkataan Duke Leonard agar ia tidak bertanya lagi dan segera mengakhiri percakapan mereka.


Setelah mendengar alasan Anne mengenai gaun – gaun yang sedang ia masukkan ke dalam kotak, Duke Leonard kemudian pergi dari ruangan Leathina, Anne mengantar Duke sampai pintu kamar dan setelah melihat Duke Leonard benar – benar telah pergi Anne dengan cepat kembali melakukan aktivitasnya dan segera membawa kotak pakaian itu kembali ke toko Ny. Rissa.


......***......