
Setelah puas berduel kini Leathina, Adam dan beberapa orang lainnya yang kebetulan sedang berlatih bersama akhirnya meninggalkan taman belakang mansion yang biasa digunakan sebagai tempat latihan. Mereka kembali untuk beristirahat bersama yang lainnya.
“Nona Lea, dari mana anda belajar menggunakan teknik berpedang seperti itu.” Salah satu orang yang tadi dikalahkan Leathina berbicara sekenannya.
“Benar gerakannya elegan tapi penuh dengan kekuatan, jika tidak dilihat secara langsung akupun tidak akan percaya bahwa nona ternyata sangat unggul dalam menggunakan pedang.”
“Kalian terlalu melebih-lebihkan ku.” Leathina membalas pujian yang dilontarkan untukkanya dengan candaan kemudian meneguk segelas air yang diletakkan oleh Adam di depannya.
“Terimakasih Adam.”
“Sama-sama.” Balas Adam singkat sambil meminum airnya sendiri.
“Aku akan kembali ke kamarku dan membersihkan diri.” Ucap Leathina kemudian segera beranjak menaiki anak tangga menuju kamarnya yang ada di atas.
“Cepatlah Nona Lea dan ikut bergabung bersama kami nanti.” Balas orang-orang yang ditinggalkan oleh Leathina sementara Leathina hanya membalasnya dengan lambaian tangan kemudian pergi.
Orang-orang yang ada di markas tentara bayangan sebenarnya telah mengetahui identitas Leathina tapi karena mereka telah menganggap Leathina adalah bagaian dari mereka karena Leathina selalu menolong jika ada salah satu dari mereka yang terluka dengan sihir penyembuh miliknya membuat orang-orang yang ada di markas itu selalu menjaga Leathina dan menghormatinya.
Agar orang-orang yang mengejar Leathina kesulitan menemukanya terkadang mereka meninggalkan jejak-jejak palsu keberadaan Leathina atau memberikan informasi yang dapat menyesatkan para prajurit yang datang mencari Leathina, itulah mengapa sampai sekarang orang-orang dari keluarga Yarnell maupun dari kerajaan kesulitan menemukan Leathina.
“Hufft Lelahnya.” Gumam Leathina setelah selesai membersihkan dirinya dan menganti pakaiannya dengan yang bersih.
“Disaat-saat sepeti ini aku merindukan Anne, dia pasti akan memarahiku jika melihatku acak-acakan seperti ini. Aku penasaran apa yang sekarang Anne lakukan, aku yakin dia pasti sangat mengkhawatirkan aku.”
“Ummm, tidak boleh. Aku tidak boleh terbawa perasaan pokoknya aku harus sembunyi sampai takdir kematianku terlewatkan.”
Setelah menetapkan hatinya Leathina segera keluar dari kamarnya menuju lantai bawah yang digunakan sebagai bar sekaligus tempat berkumpulnya para tentara bayangan.
“Hey, Disini.” Teriak Adam sambil melambaikan tangannya ke arah Leathina yang baru menuruni anak tangga.
Leathina membalas lambaian tangan Adam dan dengan bersemangat berjalan ke arah meja yang ditempati oleh Adam dan beberapa orang lainnya.
“Nah, kita akan kemana. Misi apa yang akan kita ambil? Aku tidak ingin mengambil misi membunuh seseorang.”
Leathina berbicara sambil melewati meja yang ditempati Adam dan berjalan menuju papan informasi yang biasanya penuh dengan berbagai informasi pekerjaan yang ditempelkan agar orang-orang bisa melihatnya dan jika mereka berniat menyelesaikannya orang tersebut akan mengkonfirmasinya pada Fiona salah satu bawahan terpercaya Ed’.
Tapi pekerjaan yang sangat penting tidak sembarangan ditempelkan dipapan informasi tersebut, papan informasi hanya berisikan informasi pekerjaan yang ringan seperti menagih hutang, mengancam, mengambil sesuatu, mengirim dan pengawalan dan berbagai pekerjaan lainnya agar jika suatu saat markas mereka dikepung mereka dapat mengatakan bahwa tempat tersebut hanyalah bar sekaligus tempat pengambil misi bagi para petualang atau orang yang ingin bekerja. Permintaan pembunuhan dikelolah dengan sangat teliti, hati-hati dan terorganisir agar tidak terjadi kesalahan.
“Tenang saja tidak ada yang seperti itu di papan pengumuman, ini yang akan kita lakukan.” Adam berbicara sambil menunjukkan lembaran informasi berisi misi yang akan ia lakukan bersama Leathina dan beberapa orang lainnya.
“Wah, kau sangat bersemangat sekali Nona Leathina. Aku juga begitu saat akan melakukan misi pertamaku haha.” Troy yang juga ingin ikut serta bersama mereka berbicara sambil menepuk-nepuk bahu Leathina untuk menenangkannya.
“Kau ingin jadi pembunuh?” Adam berbicara sambil menatap Leathina dengan serius.
“Tidak, tidak, kau gila yah. Aku hanya penasaran bagaimana kalian melakukannya.” Leathina terlonjak dan segera mengelak perkataan Adam.
“Kau tidak perlu tahu soal itu jika tidak ingin terlibat, nah kita akan melakukan misi pengawalan kata Fiona orang yang akan mempekerjakan kita sebagai pengawal adalah seorang pengusaha yang akan melakukan pengiriman barang, kita tidak diberi tahu apa isi barang itu tapi kita diminta untuk mengawalnya sampai tujuan dengan selamat.” Adam menjelaskan dengan serius sementara Leathina dan yang lainnya juga menyimak dengan serius.
“Kita akan mendapat bayaran seribu keping koin emas jika berhasil, Kalian paham?” Adam melanjutkan penjelasannya sementara yang lainnya mengangguk paham.
“Nah kalau begitu ayo berangkat, Lea kau harus berhati-hati usahakan menutupi rambutmu mengerti?”
“Iya aku paham.” Leathina kemudian membetulkan jubahnya dan mengikuti Adam dan Troy yang sudah berjalan meninggalkan meja menuju lokasi pengiriman untuk melakukan pengawalan.
“Nah disini tempat barangnya dan akan dikirimkan ke kediaman si pengusaha tadi.” Ucap Troy setelah sampai pada sebuah bangunan kumuh di pinggiran kota.
“Butuh berapa jam kita samai di lokasi tujuan?” Leathina berbicara sambil melompat turun dari kuda yang ditungganginya.
“Paling lama sekitar sehari kita akan sampai, kita akan ke pusat kota.”
“Maksudmu kita akan ke pusat kota?” Leathina kembali bertanya pada adam yang menjawab pertanyaannya.
“Iya, tapi tenang saja penjagaan perbatasan tidak seketat dulu. Jika kita memperlihatkan surat izin lewat dari orang yang mempekerjakan kita maka kita akan bisa masuk tanpa perlu diperiksa.”
“Baiklah, Kau memang yang terbaik Adam.” Leathina kembali bersemangat dan mengikuti Adam dan Troy yang juga telah melompat turun dari atas kuda mereka masing-masing dan berjalan menuju bangunan yang ada di depannya.
“Oh, kalian pasti pengawal yang dibayar oleh tuan besar.” Seorang wanita paruh baya dengan tubuh gempalnya menyambut mereka bertiga.
“Ingat, kalian tidak boleh memeriksa barang yang dikirim ini. Tapi kalian harus mengawalnya.” Lanjut si wanita sambil memperlihatkan sebuah kotak kayu besar yang ditarik oleh dua ekor kuda.
“Ini bayaran kalian di awal setelah kalian sampai di tujuan sisanya akan di berikan oleh tuan besar secara langsung.” Si wanita bertubuh gemuk tadi kembali berbicara sambil menyerahkan kantung berisi lima ratus koin emas.
“Baiklah Nyoya, kalau begitu kami akan segera berangkat.” Adam berbicara dan mengambil kantung kain berisi uang yang di serahkan padanya kemudian segera berjalan kembali ke tempatnya menyimpan kuda ia melompat kembali ke atas kudanya diikuti oleh Leathina dan Troy.
Mereka bertiga kemudian mengikuti kereta kuda yang sudah berjalan lebih dulu didepannya kemudian membentuk formasi pengawalan.
“Aku akan mengawal di depan sementara kalian berdua akan berjaga dibelakang.” Adam memberikan instruksi pada Leathina dan Troy kemudian segera ke posisinya masing-masing.
Adam memacu kudanya sedikit lebih cepat dan berjalan mengawal di depan kereta kuda sementara Leathina dan Troy berjaga dibelakang kereta kuda dan mereka bertiga pun memulai pengawalan mereka.
...***...