
Setelah kejadian yang membuat Leathina menguras banyak energinya Leathina tidak keluar lagi dari kamarnya, ia mengistirahatkan dirinya dan selama beberapa hari hanya berdiam diri di ruangan miliknya menghabiskan waktunya hanya untuk tidur dan makan. Pelayanannya Anne tidak mengizinkannya untuk keluar karena khawatir mengalami keadaan yang sama lagi.
“Anne aku sudah sehat sekarang kenapa aku masih belum di perbolehkan keluar?” Leathina bertanya pada Anne yang sedang sibuk merapikan rambutnya dengan sisir.
“Belum boleh Nona, Tuan Duke akan marah padaku jika aku mengizinkanmu keluar.”
Kalau aku terus dikurung dalam kamar seperti ini bisa – bisa waktuku akan habis sebelum melihat jalan – jalan yang ada di kota. Aku harus mencari cara agar Anne mau mengizinkanku keluar dari mansion.
“Tapi Anne kakiku agak sedikit bengkak sekarang karena selama beberapa hari tidak digunakan untuk berjalan.” Leathina berbicara sambil sedikit menunduk melihat kedua kakinya, Leathina sengaja ingin membuat Anne panik agar diizinkan untuk keluar.
“Benarkah bagian mana yang sakit Nona? Tolong perlihatkan padaku.” Anne yang panik mendengar ucapan Leathina segera menunduk dan memeriksa kedua kaki Leathina.
“Kaki Nona terlihat baik – baik saja.” Anne berbicara sambil mengamati kaki Leathina.
“Kakiku memang terlihat baik – baik saja tapi aku merasa sakit di bagian dalam kakiku Anne karena tidak pernah berjalan kamu tahu sendirikan dulu sebelum koma aku sering berlatih tapi sekarang aku tidak pernah lagi berlatih menggerakkan tubuhku sehingga tubuhku jadi kaku dan sakit semua.”
“Apa ada yang seperti itu Nona?”
“Iya tentu ada. aku pernah membacanya di buku, kalau kamu tidak atau jarang menggerakkan persendianmu kamu bisa lumpuh nanti.”
“Benarkah ada yang seperti itu Nona?” Anne sangat terkejut mendengar ucapan Leathina yang terdengar sangat berbahaya.
“Iya Anne ada.”
“Baiklah kalau begitu ayo kita berjalan – jalan di taman sebentar.” Anne yang masih panik segera mengambilkan syal untuk digunakan Leathina agar tidak terkena angin dan segera mengajak Leathina berjalan – jalan di taman untuk menggerakkan otot - ototnya
“Anne aku sudah bosan jalan – jalan di taman.”
“Kalau begitu apa ada tempat yang ingin Nona Leathina kunjungi.”
“Iya ada Anne.”
“Nona ingin kemana?”
“Katamu sebentar lagi akan ada perayaan pesta ulang tahun kerajaan.”
“Iya betul Nona akan ada perayaan dan perayaan itu akan di gelar selama beberapa hari, tapi apa hubungannya dengan pergi berjalan – jalan Nona?”
“Bagaimana kalau sekarang kita keluar dari mansion dan membeli pakaian langsung di tokonya.”
“Tapi itu berarti kita akan meninggalkan Mansion.”
“Iya betul kita akan berbelanja sambil berjalan – jalan melatih otot – ototku yang sudah lama tidak digerakkan.
“Tuan Duke pasti tidak mengizinkan Nona.”
“Katakan padanya bahwa aku ingin keluar.”
“Tapi walaupun Nona memintaku untuk meminta Izin Nona tidak akan bisa keluar hari ini karena sekarang Tuan Duke sedang keluar.”
“Keluar?”
“Iya Nona Tuan Duke sekarang sedang keluar mengurus pekerjaannya.”
“Itu malah lebih bagus jadi kita tidak perlu meminta izin kita keluar secara diam – diam.”
“Anne kamu bilang ingin membantuku dan bahkan kamu mengatakan akan menyerahkan hidupmu padaku, tapi kenyataanya kamu malah tidak membantuku sama sekali.” Leathina sengaja memprovokasi Anne agar Anne mau membantunya keluar dari Mansion.
“bukan.. bukan seperti itu Nona. Aku hanya takut jika Nona Leathina akan mendapat masalah jika Tua Duke mengetahuinya nanti.”
“Itu tidak masalah, yang penting kamu tidak memberitahukan hal ini padanya.”
“Baiklah Nona tunggu di sini dan aku akan pergi mempersiapkan kereta sebentar.”
Anne kemudian menyetujui ide Leathina untuk pergi secara diam – diam dari kediaman Duke Yarnell. Anne pergi memberitahu seseorang agar segera menyiapkan kereta kuda setelah itu Anne kembali lagi ke kamar Leathina dengan membawa jubah untuk Leathina.
Anne membantu Leathina berpakaian dengan memakaikan gaun yang paling sederhana dan tidak mencolok perhatian orang – orang, Anne juga mengepang rambut merah Leathina menjadi dua setelah itu barulah Anne memberikan jubah yang dibawahnya tadi agar Leathina mengenakannya. Jubah tersebut segera dikenakan oleh Leathina. Jubah yang dibawakan Anne berwarna hitam dengan tudung jubah yang hampir menutupi separuh wajah Leathina setelah semuanya beres mereka berdua segera berjalan keluar dari kamar.
Anne dan Leathina keluar dari kamar milik Leathina kemudian segera berjalan menuju kereta kuda yan tadi telah disiapkan oleh Anne sebelumnya.
“Siapa yang ikut bersamamu Anne?” seorang laki – laki yang bertugas untuk menjalankan kereta kuda tersebut kemudian bertanya pada Anne saat Anne akan menaiki kereta kuda tersebut.
“Temanku sesama pelayan di sini.” Anne menjawab cepat sambil mempersilahkan Leathina masuk terlebih dahulu.
“Kenapa wajahnya dia tutupi?”
“Huss jagan bilang siapa – siapa.” Setelah Leathina masuk Anne berjalan ke samping kusir tersebut dan berbicara dengan berbisik pada kusir yang bertanya itu.
“Aku kasih tahu tapi jangan bilang siapa – siapa ya.”
Mendengar perkataan Anne kusir tersebut mengangguk dengan cepat dan menurunkan sedikit kepalanya agar Anne bisa berbisik di telinganya.
“Kemarin temanku membeli bedak kecantikan di pinggir jalan saat berkunjung ke kota tapi setelah mengenakan bedak itu bukannya wajahnya makin cantik tapi malah membuat wajahnya berjerawat temanku ini malu makanya dia tutupi, antarkan kami ke kota yah kami mau mencari obat untuk wajahnya.”
“Benarkah, kasihan sekali temanmu itu Anne.” Kusir itu kemudian ikut merasa kasihan setelah mendengar cerita Anne tentang temannya yang malang.
“Huss kamu ini di bilang jangan berisik malah berbicara dengan kencang seperti itu.” Anne segera menegur kusir tersebut karena berbicara dengan suara kencang sementara si kusir dengan cepat menutup mulutnya kembali.
“Oh maaf. Maaf aku keceplosan.”
“Iya.. iya tolong antar kami ke kota ya.” Anne berbicara sambil meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya tanda bahwa kejadian hari ini harus kusir itu rahasiakan. Sementara si kusir segera menganggukkan kepalanya tanda bahwa ia telah mengerti.
Setelah berbicara sebentar dengan kusir yang akan mengantar mereka berdua barulah Anne juga ikut naik ke atas kereta yang tadi telah dinaiki oleh Leathina lebih dulu.
“Maaf saya lama Nona Leathina, saya harus berbicara terlebih dahulu dengan kusirnya agar dia merahasiakan perjalanan kita kali ini.”
“Iya bukan masalah Anne, tapi apa yang kamu bicarakan pada kusirnya Anne sehingga dia tidak bertanya lagi padamu?”
“Ah itu sebelumnya maafkan aku nona, aku mengatakan bahwa Nona Leathina adalah temanku dan kita berdua akan ke kota untuk mencari obat jerawat untuk wajah di kota.”
“Oh jadi itu yang kamu ceritakan.”
“Iya Nona.”
Mereka berdua duduk saling berhadap - hadapan di dalam kereta kuda yang dinaikinya itu, dan sesekali kereta kuda yang ditumpangi oleh Leathina dan Anne terguncang karena rodanya menginjak batu atau lubang.
......***......