I'M A Villains In My Second Life

I'M A Villains In My Second Life
Chapter 23



Setelah selesai melayani dan pamit keluar pada Leathina Anne segera keluar dari ruangan milik Leathina dan berjalan menyusuri koridor mansion kediaman keluarga Yarnell, Anne berjalan menuju sebuah pintu yang tertutup rapat kemudian mengetok pintu tersebut beberapa kali dan setelah itu Anne membukanya dan langsung memasuki ruangan tersebut kemudian setelah masuk Anne menutup kembali pintu yang telah dibukanya tadi.


Saat memasuki ruangan terlihat dua orang pria yang tengah duduk berdiskusi mereka berdua adalah Duke Leonard Yarnell dan anaknya Nicholas Yarnell mendengar pembicaraan keduanya yang terlihat cukup serius Anne segera menjauh dan berdiri di samping pintu sambil menunggu ayah dan anak tersebut selesai berbicara.


“Apa sebenarnya yang kamu pikirkan Nicholas?”


“Aku tidak bermaksud melukai Leathina ayah, sungguh!”


Duke Leonard berbicara dengan menekan suaranya sehingga terdengar seperti ia sedang memarahi Nicholas, sementara Nicholas berusaha untuk membela dirinya di depan ayahnya itu.


“Apa kamu berniat membunuh kakak perempuanmu, Nicholas?”


“Ayah! Sudah aku bilang aku tidak bermaksud untuk melukainya, aku sendiri tidak menduga Leathina tidak akan menangkis seranganku dan malah membuka pertahanannya sendiri.”


“Sudah berapa kali kamu menantang Leathina Nicholas?”


“Sebelumnya aku sudah menantangnya sebanyak dua kali ayah dan ini yang ke tiga kalinya aku menantangnya.”


“Apa kamu masih belum mengerti juga Nicholas, kenapa dulu Leathina menerima tantanganmu yang sebelumnya dan sekarang saat kamu menantangnya Leathina sempat menolak tantanganmu itu.”


“Apa maksudmu ayah?” Nicholas balik bertanya pada ayahnya karena tidak mengerti maksud dari apa yang ayahnya itu katakan.


“Dulu saat kamu menantangnya umurmu masih anak - anak sehingga jika kamu kalah orang - orang akan memaklumi kekalahanmu itu, tapi sekarang kamu bahkan telah masuk ke dalam akademi Kesatria dan sebentar lagi kamu akan lulus dari akademi, jika kamu kalah dalam pertarungan yang dimana kamu adalah penantangnya maka orang – orang akan mempertanyakan kemampuanmu sebagai keluarga Yarnell makanya Leathina tidak menangkis seranganmu dan malah membiarkan dirinya terluka, tapi kamu malah menyerangnya dengan niat membunuh. Ingat kamu adalah keturunan dari keluarga Yarnell yang selama ini menjadi pemimpin militer kerajaan kamu harus menjaga kehormatanmu. kamu harus berlatih lebih keras lagi Nicholas."


“Maafkan aku ayah, aku akan berlatih lebih keras lagi mulai dari sekarang.” 


“Baiklah renungkan kesalahanmu itu dan kamu sudah boleh keluar sekarang Nicholas. Anne laporkan keadaan Leathina untuk hari ini.”


Setelah mendengar perkataan ayahnya Nicholas tidak langsung keluar dari ruangan kerja Duke Leonard tapi masih tetap duduk di tempatnya dan tidak bergerak sama-sekali.


“Ada apa Nicholas?”


“Ayah, apa aku boleh ikut mendengar laporan dari Anne. Aku tadi tidak sempat melihat keadaan Leatnina.”


“Baiklah. Nah sekarang Anne laporkan keadaan Leathina sekarang.”


“Salam Tuan Duke.” Anne yang tadi berdiri agak jauh kini berjalan mendekati kedua majikannya tersebut kemudian memberi salam sebelum menyampaikan laporannya.


“Iya bicaralah Anne.” Duke Leonard mempersilahkan Anne untuk berbicara karena ingin mendengar laporan keadaan putrinya Leathina.


“Sekarang nona Leathina sedang beristirahat dan saat saya membantunya membalut lukanya, luka pada lengan nona terlihat cukup parah, luka nona Leathina masih mengeluarkan sedikit darah dan .. .”


Anne ragu – ragu untuk meneruskan apa yang ingin dia katakan.


“Katakan Anne.”


“Baik Tuan Duke, dan tadi Nona Leathina bertanya kenapa dia tidak disembuhkan dengan sihir penyembuh.”


“Iya seharusnya tadi walau Leathina menolak dipanggilkan dokter kerajaan harusnya aku tetap memanggil dokter untuk menyembuhkan lukanya agar dia tidak merasa kesakitan.”


“Iya Tuan Duke, sepertinya nona memang harus segera diperiksa.”


“Kenapa dia harus segera diperiksa Anne, lukanya sudah diobati tadi dan lukanya masih bisa sembuh jika dirawat dengan baik dan didiamkan.” Nicholas yang mendengar perkataan Anne tiba-tiba menyela karena penasaran kenapa Leathina sangat membutuhkan pemeriksaan dari dokter kerajaan.


“Anu itu seperti yang saya katakan sebelumnya pada Tuan Duke, bahwa semenjak nona Leathina tersadar dari koma akibat keracunan nona bertingkah aneh dan sering mengucapkan istilah – istilah yang tidak dapat saya mengerti nona bahkan seperti mengalami lupa ingatan, nona sering sekali mempertanyakan hal – hal yang sudah sering ia lakukan sebelumnya dan terkadang nona berbicara seperti orang lain, aku sering mendengarnya membicarakan dirinya sendiri seakan – akan bahwa dia adalah orang lain.”


“Jadi seperti itu Anne, tapi Leathina selalu menolak jika ingin diperiksa keadaanya.”


“Ayah, bukankah Leathina memang selalu bertingkah aneh selama ini.”


“Maafkan aku ayah aku tidak bermaksud seperti itu.” Setelah meminta maaf atas perilakunya Nicholas kemudian diam dan tidak berkata apa-apa lagi setelah ditegur karena selalu menyela pembicaraan ayahnya.


“Baiklah, Anne kita tidak bisa memaksa Leathina untuk melakukan pemeriksaan, bisa – bisa Leathina akan salah paham nanti dan untuk sekarang kita hanya harus mengawasinya, Anne layani Leathina dengan baik dan pantau perkembangan kesehatannya.”


“Baik Tuan Duke, kalau begitu saya pamit undur diri.”


Setelah memberikan laporannya pada Duke Leonard Anne kemudian pamit undur diri dan segera keluar dari ruangan kerja milik Duke Leonard dan meninggalkan Duke Leonard dan Nicholas.


“Kamu sudah mendengar laporan dari Anne mengenai keadaan Leathina bukan.”


“Iya ayah.”


“Kalau begitu keluarlah, dan jangan melakukan tindakan yang tidak berguna lagi Nicholas.”


“Iya baik ayah, kalau begitu saya juga akan pamit undur diri.”


Setelah Anne keluar tidak lama setelah itu Nicholas juga ikut keluar dari ruang kerja milik Duke Leonard, Nicholas kembali menuju ruangannya.


“Trekkk”


Setelah Anne dan Nicholas keluar dari ruangan kerja Duke Leonard tiba – tiba pintu ruangan kerja Duke Leonard tiba – tiba dibuka oleh seseorang membuat perhatian Duke Leonard mau tidak mau tertuju pada pintu untuk mencari tahu siapa yang datang ke ruang kerja miliknya.


“Ayah ini aku Nora.”


“Nora apa yang membawamu kesini?”


“Ayah apa aku bole masuk?”


“Iya masukklah Nora.”


“Terimakasih Ayah.” Setelah dipersilahkan masuk oleh Duke Leonard, Nora yang sedari tadi masih berdiri di ambang pintu segera berjalan mendekati ayahnya dan memilih tempat duduknya tepat di depan ayahnya.


“Iya Nora ada apa?”


“Ayah apa keadaan kakak Leathina baik – baik saja?”


“Iya Nora, keadaan Leathina akan baik – baik saja kamu tidak perlu mencemaskannya.”


“Baik aku mengerti, tapi ayah ....”


“Iya Nora kenapa?”


“Kenapa semua orang tidak menyukai kakak Leathina?”


“Apa maksudmu Nora?” Duke Leonard merasa aneh karena pertanyaan ganjil anaknya itu.”


“Tidak hanya saja setelah aku perhatikan ayah dan ibu bahkan tidak pernah bertanya pada kakak Lea apakah kakak Leathina baik – baik saja atau tidak, ibu dan Nicholas bahkan melarangku menemui kakak Leathina, bahkan selama ini aku belum pernah melihat kakak Leathina makan bersama kita di meja makan.”


“Ini sudah larut malam Nora kembalilah ke ruanganmu dan segera beristirahat.”


“Baik ayah, saya pamit undur diri.” Setelah mendengar perkataan dari ayahnya akhirnya Nora kembali ke ruangannya.


Duke Leonard tertegun mendengar perkataan dari anaknya Nora, karena ia bingung tidak tahu harus menjawab apa karena semua yang dikatakan oleh anak bungsunya itu memang benar akhirnya Duke Leonard memilih untuk segera mengakhiri percakapan tersebut dengan cara menyuruh Nora untuk kembali ke ruangannya.


......***......