
Kini matahari telah berdiri tepat di atas kepala tanda kompetisi telah berakhir satu persatu para partisipan telah kembali ke perkemahan, Pangeran Edward, Winter dan bahkan Nicholas pun bahkan telah kembali dari dalam hutan.
“Kau pulang dengan selamat, sayang.” Duchess Nice menyambut anaknya yang baru kembali dari perburuannya.
“Iya, ibu aku telah kembali.”
“Kakak Nicholas aku juga menyambutmu.” Seru Nora agar Nicholas juga menyadari keberadaanya.
“Nora, kau ada disini.”
“Tentu saja aku telah menuggu kalian dari tadi pagi.”
“Kalian?”
“Apa Leathina belum kembali.”
“Iya belum, kakak Leathina masih belum kembali.”
“Apa kamu tidak berpapasan dengan kakak perempuanmu saat berada di dalam hutan, Nicholas.”
“Salam ayah, aku sama sekali tidak bertemu dengannya. Mungkin sebentar lagi akan datang.”
“Baiklah kita akan menuggu sebentar lagi.”
Duke Nicholas yang tidak sengaja mendengar percakapan istri dan anak – anaknya mengenai Leathina juga ikut mempertanyakan keberadaan putrinya itu sayangnya tidak ada yang pernah berpapasan dengan Leathina saat mereka memasuki hutan.
Sudah sejak beberapa jam yang lalu kompetisi berburu berakhir dan hasilnyapun telah diumumkan tapi Leathina masih belum kembali dari dalam hutan.
“Salam Duke Leonard, Duchess Nice, Tuan Muda Nicholas dan Tuan Muda Nora maafkan aku karena menganggu.”
“Ada apa Anne?”
“Bagaimana ini tuan, Nona Leathina masih belum kembali dari dalam hutan aku sangat khawatir saya juga sudah bertanya pada beberapa orang yang pulang dari dalam hutan dan mereka semua mengatakan tidak pernah melihat Nona Leathina di sana.”
“Leathina masih belum kembali? Ayah aku akan pergi bertanya pada Pangeran Edward dan winter akhir – akhir ini mereka bertiga sering terlihat bersama.”
“Aku juga ikut.”
Nicholas beranjak dari tempat duduknya dan segera keluar mencari informasi bersama dengan Nora.
“Lapor Tuan Duke perintah keamanan dari Raja Daylend.”
“Katakan apa yang terjadi.”
“Pangeran Yardley masih belum kembali dari dalam hutan.”
“Baiklah siapkan para kesatria dan kuda kita akan menelusuri hutan.”
Saat baru saja Nicholas dan Nora akan pergi meninggalkan tenda keluarganya beberapa kesatria kerajaan bawahan yang datang melapor.
“Ayo Nora kita juga harus cepat sebelum Pangeran Edward dan Tuan Winter pergi.”
Nicholas dan winter pergi ke tempat keluarga Winter terlebih dahulu.
“Salam paman Adrian, salam Tuan Winter salam Nathalia.”
Nicholas dan Nora hampir bersamaan mengucapkan salam pada keluarga la Pedro yang kebetulan sedang berada di depan tenda mereka. Sementara Winter terlihat sedang bersiap – siap pergi dengan kudanya.
“Oh Nicholas dan Winter, ada apa kalian datang menemuiku apa ayahmu memerlukanku atau Winter.”
“Ah tidak paman, kami kesini ingin bertanya pada Tuan Winter apakah saat di hutan pernah bertemu atau melihat saudari kami Leathina.”
“Leathina juga belum kembali?”
“Iya Tuan Winter.”
“Aku tidak pernah bertemu atau melihatnya di dalam hutan.”
Aneh, Putra Mahkota juga masih belum kembali, apa terjadi sesuatu dengan mereka berdua? Tapi itu hampir tidak mungkin kemampuan berpedang mereka sangat bagus. Tapi aku haram mereka berdua baik – baik saja.Mendengar informasi dari Nicholas winter mencoba menduga – duga apa yang sebenarnya sedang terjadi.
“Kalau begitu kami akan ke tempat pangeran Edward untuk menanyakannya juga.”
“Tunggu, aku juga ikut.”
“Tidak apa – apa, seluruh prajurit juga masih bersiap – siap.”
“Kalau begitu paman Adrian pasti juga akan sibuk, Nora Tinggallah sebentar bersama Nathalia agar dia tidak kesepian.” Nicholas menyuruh adiknya untuk tinggal menemani Nathalia putri bungsu Tuan Adrian.
“Iya tinggallah bermain denganku Nora.”
“Aku tidak mau, aku juga ingin ikut mencari kakak Leathina.”
“Jangan keras kepala Nora, jika kamu begini Leathina mungkin tidak akan kembali. Jadi tinggallah sebentar disini nanti aku akan datang menjemputmu setelah menemukan Leathina.”
“Baiklah.”
Mendengar ucapan kakanya Nicholas, Nora akhirnya pasrah dan tinggal bersama untuk menemani Nathalia.
Winter dan Nicholas kini berada di tenda kerajaan bersama dengan Pangeran Edward yang juga sedang bersiap- siap untuk memasuki hutan melakukan pencarian Pangeran Yardley dengan para kesatria.
“Salam Pangera Edward.”
“Kalian pasti datang karena kabar putra mahkota menghilang, tapi aku sudah mendengarnya Pangeran pertama belum kembali aku juga akan berpartisipasi untuk mencarinya.” Pangeran Edward meyambut kedatangan Winter dan Nicholas.
“Bukan, bukan itu tujuan kedatangan kami Pangeran Edward.”
“Oh jadi apa yang membawamu ketempatku Nicholas?”
“Saudariku Leathina juga masih belum kembali dari dalam hutan, apa pangeran Edward mungkin pernah bertemu atau melihatnya saat di hutan?”
“Benarkah Leathina juga belum kembali, sayangnya aku tidak pernah bertemu atau melihatya saat aku berada di hutan.”
“kalau begitu aku juga akan bersiap – siap masuk kehutan untuk mencarinya.”
Nicholas segera pergi meninggalkan tempat pangeran Edwar untuk bersiap – siap masuk kembali ke dalam hutan.
Para kesatria telah berkumpul bersama, termaksud Pangeran Edward, Winter dan Nicholas mereka semua melakukan pencarian di bawah komando Pangeran Edward dan Winter sementara Duke Leonard tidak bisa ikut mencari ke dalam hutan karena harus menjaga keamanan perkemahaan dan juga menjaga keselamatan Raja Daylend.
“Winter, Nicholas kalian juga harus mencari Leathina.” Duke Nicholas berbisik pada Winter dan Nicholas sebelum melepaskan mereka masuk ke dalam hutan, ia tahu bahwa walaupun dirinya memerintahkan untuk mencari putrinya tidak akan ada yang benar – benar mencarinya karena banyak yang membenci Leathina.
Sementara Winter dan Nicholas segera menganggukkan paham perintah khusus dari Duke Leonard.
“Maaf, permisi.”
“Iya ada apa Nona Yasmine.”
Yasmine menghentikan salah satu prajurit yang juga tengah bersiap – siap untuk memasuki hutan.
“Apa yang sedang terjadi, kenapa para kesatria tiba – tiba saja berkumpul?”
“Nona Yasmine pasti belum mendengar berita bahwa pangeran Yardley masih belum kembali ini adalah regu pencari yang diutus oleh Duke Leonard, dan satu lagi kabarnya Nona Leathina juga masih belum kembali.”
“Ya Tuhan semoga Pangeran Yardley dan Nona Leathina baik – baik saja.” Yasmine berpura – pura terkejut mendengar berita yang disampaikan oleh kesatria yang ditanyainya.
“Astaga Nona Yasmine ini baik sekali tetap mendoakan Nona Leathina padahal sering dijahati, tapi sebenarnya ada satu berita lagi yang aku dengar ini mengenai pelakunya.”
“Apa maksudmu? Apa sudah ada orang yang dicurigai atas insiden ini?”
“Iya tentu saja ada, semua orang beranggapan bahwa Nona Leathina lah yang menculik Pangeran Yardley karena ingin membalas dendam telah dicampakkan”.
“Benarkah?”
“Iya itu yang aku dengar, oh iya nona Yasmine aku sedang terburu – buru pasukan akan segera berangkat.”
“Pergilah terimakasih informasinya dan hati – hati di jalan.”
“Kamu melaksanakan tugasmu dengan baik Liza. Kau berhasil menyebarkan rumor hebat. Aku akan memberimu hadiah.”
“Terimakasih Nona Yasmine, aku hanya melaksanakan perintah nona saja.” Liza pelayan pribadi Yasmine membungkuk untuk mengormati pujian yang diberikan Yasmine untuknya.
Para pembunuh bayaran itu benar – benar bisa diandalkan, mereka sekarang mungkin telah berhasil menghabisi Leathina. Hebat sekali sekali bertindak bisa menyelesaikan beberapa urusan kali ini perhatian orang – orang pasti akan tertuju padaku termaksud Pangeran Edward dan Tuan Winter.
Yamine tersenyum puas karena seluruh rencanya berjalan dengan lancar kemudian segera kembali ke tendanya diikuti oleh pelayan pribadinya Liza.
......***......