I'M A Villains In My Second Life

I'M A Villains In My Second Life
Chapter 186



Susana di luar sedikit terasa aneh, beberapa kali Leathina terlihat mengintip keluar jendela kereta dirasakannya hawa dingin dan pengap padahal mereka tengah berada di luar ruangan tanpa sekat ataupun penghalang udara pun dapat dengan bebas masuk ke dalam kereta dan oleh karena itu seharusnya udara tetap terasa segar bandingkan di dalam ruangan.


“Kenapa hawanya jadi aneh begini.”


Di sepanjang pengelihatan Leathina seluruh langit berubah menjadi ke abu-abuan tidak nampak bintang ataupun bulan di langit hanya hitam keabu-abuan yang membuat Leathina semakin merasa kan aneh saat udara menyentuh kulitnya.


“Ada apa Leathina? Wajahmu tidak terlihat baik.” tanya duke saat melihat Leathina menjadi gelisah dengan sebab yang tidak di ketahui nya.


“Apa kau sakit sayang?” tanya Duchess kemudian memeriksa suhu tubuh Leathina dengan meraih lembut tangan Leathina kemudian memeriksa dahi Leathina dengan tangannya.


“Suhu tubuhmu baik.” gumamnya kemudian duduk kembali di tempatnya.


“Saya baik-baik saja, mungkin karena ini pertama kalinya saya keluar terlalu jauh setelah beberapa lama berdiam diri di rumah.” Ucapnya kemudian mengalihkan pandangannya karena tidak mau bersitatap dengan ayah atau ibu sambungnya.


“Apa kakak baik-baik saja?” tanya Nora yang kemudian berpindah tempat duduk di samping Leathina menatapnya dengan penasaran.


“Aku baik-baik saja Nora?” jawab Leathina lembut kemudian kembali mengalihkan pandangannya ke arah lain.


“Tenggorakan Ku terasa sangat kering, ini sangat tidak nyaman apa Karena udaranya yang aneh ya?” batin Leathina yang merasakan sedikit sakit di tenggorokannya karena terasa kering.


Beberapa saat kemudian kereta mereka telah sampai di gerbang istana, di gerbang mereka langsung di persilahkan masuk karena melihat simbol keluarga Yarnell di kereta dan mereka pun masuk tanpa pemeriksaan.


“Wah. Undangan tidak perlu diperiksa lagi?” tanya Leathina kemudian mengeluarkan sedikit kepalanya dari jendela dan melihat penjaga yang membiarkan mereka lewat tanpa pemeriksaan.


“Bahaya!” ucap Nicholas kemudian segera menarik Leathina kembali masuk ke kereta.


“kita tidak perlu melakukan pemeriksaan.” Ucap Nicholas kemudian merapikan rambut Leathina yang sedikit berantakan karena terkena angin.


“Kenapa?”


“Itu karena kita dari keluarga Yarnell.”


“Perayaan yang diadakan beberapa waktu lalu aku diberhentikan.” Gumam Leathina sambil menepis tangan  Nicholas yang terus menyentuh rambutnya.


“Karena waktu itu kau menggunakan kereta yang tidak memiliki lambang di luarnya, jadi kau perlu di periksa.”


“Sudah sampai tuan.” Ucap si kusir yang telah berdiri di depan pintu kemudian membukakan pintu kereta dan mempersilahkan penumpangnya turun.


Yang pertama kali turun adalah duke, kemudian Duchess setelah itu Nicholas dan Nora, Leathina yang terakhir turun dari kereta.


“Hati-hati.” Ucap Nicholas yang membantu Leathina turun dari kereta takut Leathina jatuh karena tersandung gaunnya sendiri.


“Ini benar-benar buruk dari yang aku rasakan sebelumnya, hawanya semakin aneh di sini. Apa hanya aku yang merasakan perasan aneh ini?” batin Leathina kemudian melihat sekitaranya.


“Leathina kenapa kau melamun, apa ada sesuatu yang menganggu mu?” tanya Nicholas yang masih mengenggam tangan Leathina.


“Nicholas apa kau tidak merasa aneh?”


“Tentang apa?”


“Maksudku apa hawa di luar sangat pengap dan membuatmu pusing?”


“Aku baik-baik saja cucanya memang sedikit mendung, apa kau sesakit itu? Aku akan mencari Zayden dan Andy untuk memeriksa keadaanmu nanti, mereka pasti datang.”


“Ah, itu tidak perlu. Aku hanya penasaran saja, kau benar cucanya buruk malam ini.”


“Kakak ayo, kita harus segera masuk!” seru Nora memberitahu Nicholas dan Leathina yang berdiri paling belakang.


“Kalian duluan saja, aku menunggu seseorang.”


“Siapa?” tanya ayahnya yang sedikit kecewa mendengar Leathina tidak akan masuk bersama mereka ke dalam istana dimana acara diadakan.


“Pangeran Edward memintaku menjadi pasangannya nanti, jadi aku harus masuk ke dalam bersamanya.”


“Leathina bukannya ada aku, aku bisa menjadi pasangan dansamu nanti.” Nicholas menolak, ia ingin Leathina tetap masuk ke dalam bersama.


“Maafkan aku, aku tidak mungkin menginkari janjiku?”


“Akh. Baiklah, tapi jangan biarkan mereka macam-macam dengan mu atau aku akan marah.”


"Memangnya apa yang bisa kamu lakukan terhadap Pangeran kerajaan." Celetuk Leathina yang menanggapi ucapan Nicholas.


"Tetap saja aku pasti bisa melakukan sesuatu padanya walaupun dia adalah seorang pangeran." Gumam Nicholas yang merasa kesal.


“Baiklah aku paham sekarang jadi masuklah terlebih dahulu bersama yang lainnya.”


Duke Leonard dan yang lainnya pun masuk kecuali Leathina yang menunggu Edward, samar-sama Leathina telah mendengar keluarganya telah di umumkan oleh penjaga dan menyembutkan kedatangan dari keluarga Yarnell, disusul pula besikan-bisakan yang tidak mengenakkan dari mulut-mulut tamu undangan yang tidak tahan dengan ***** menghujatnya.


“Nona Leathina tidak hadir?”


“Apa benar, Nona Leathina benar-benar sekarat sekarang?”


“Aku dengar dari beberapa pekerja di kediaman mereka bahwa tubuh nona Leathina mulai membusuk.”


“Ini benar-benar karma untuknya.”


“Haiss! Seharusnya aku tidak datang ke sini.” Leathina berdecak kesal memutar tubuhnya agar tidak menghadap ke depan pintu masuk.


“Humm? Sekarang mereka diam, dan  tidak ada suara lagi, ayahku atau Nicholas pasti telah mengancam mereka hingga mulut mereka semua terbungkam.” Gumam Leathina.


“Leathina?” Panggil seseorag dari dua arah yang berbeda.


Mendengar seseorang memanggilnya Leathina segera menoleh mencari sumber suara dan di lihatnya Edward dan Winter dari arah berlawanan mendatanginya.


“Kau?!” Ucap Edward dan Winter bersamaan saat menyadari bahwa mereka berdua memiliki tujuan yang sama, dan kemudian malah saling berlomba siapa yang paling cepat sampai di tempat Leathina berada.


“Kalian datang bersamaan?” ucap Leathina memperhatikan keduanya yang tengah berdiri tepat di depanya.


“Wah, ini pemandangan yang sangat menakjubkan kalian berdua benar-benar tanpan dengan setelan seperti ini!” pujian Leathina membuat pipi keduanya malah memerah tapi beberapa saat kemudian mereka berdua malah saling tatap menatap den mencoba saling menjatuhkan satu sama lain.


“Kau juga sangat cantik malam ini Leathina.” Ucap Edward yang lansung meninggalkan Winter dan menggandeng tangan Leathina.


“Kau benar-benat menawan malam ini Leathina, aku mungkin tidak akan bisa melihat wanita lain.”  Ucap Winter yang tidak mau kalah dengan Edward.


“Winter kau seharusnya megetahui posisimu.” Ucap Edward kemudian mendorong Winter sedikit menjauh yang sekarang tengah berada tepat di samping Leathina.


“Oh, bearkah? Maka kau akan bermimpi untuk selamanya karena aku jamin kau tidak akan mendapatkan apa yang kau inginkan itu!”


“Siapa yang tahu apa yang akan terjadi ke depannya bukan.” Balas Winter kemudian mendekat kembali dan kini menggandeng tangan Leathina pada sisi yang satunya.


“Apa yang kalian lakukan sih! Tanganku bisa putus jika kalian terus menarikku seperti ini atau apa tujuanmu memang ingin memutuskan kedua lenganku!” Leathina yang tidak tahan lagi melepaskan gandengan Edward dan Winter secara bersamaan kemudian memijat-mijat bahunya yang terasa sedikit nyeri karena ditarik oleh Edward dan Winter secara bersamaan.


“Oh, maafkan aku Leathina.” Ucap Edward dan Winter secara bersamaan dan merasa bersalah terhadap Leathina.


“Jika kalian merasa bersalah maka seharunya kau bersikap lembut padaku.” Ucap Leathina yang kemudian sengaja bercanda karena melihat wajah Edward dan Winter terlihat murung karena ucapannya.


“Kami tidak akan mengulanginya lagi.” Edward dan Winter hampir bersmaan berbicara tapi pandangan keduanya masih tetap bermusuhan.


“Oh! Salam nona Leathina.” Tiba-tiba saja seorang pria bertubuh tinggi berambut putih bercampur kemerahan serta memiliki bola mata merah datang menghampiri Leathina dan menyela perdebatan antara Edward dan Winter.


Melihat seorang pria asing yang tiba-tiba datang menghampiri Leathin membuat Edward dan Winter secara otomatis menghalanginya dan menjadi tameng untuk Leathina, mereka berdua sengaja membiarkan Leathina berada di belakang karena tidak ingin pria aneh tadi mendekati Leathina.


“Kau siapa?!” tanya Edward dan Winter hampir bersamaan, tapi dalam kalimatnya tersebut nada bicara mereka lebih menekankan seperti mengatakan 'kau siapa jangan mendekat atau kau akan mati'.


Leathina tertegun mencoba mengingat kembali laki-laki yang mendatanginya itu karena hawa keberadanya terasa sedikit familiar, Winter pun merasakan hal yang sama tapi memilih untuk tidak mempedulikannya karena tidak ingin menambah pesaing lagi dengan membiarkan laki-laki aneh itu berhasil mendekati Leathina.


“Ah, aku sedikit kecewa Nona Leathina ternyata telah melupakanku pada waktu sesingkat ini. Padahal kita baru bertemu beberapa hari yang lalu.” Ucapnya kecewa tapi dengan wajah yang masih tersenyum ramah.


“Leathina tidak harus mengingat laki-laki aneh seperti mu.” Ucap Edward sarkas sementara Winter mengangguk membenarkan perkataan Edward.


“Oh, Astaga kau rupanya!” seru Leathina yang akhirya berhasil mengingat siapa laki-laki yang datang menyapanya itu.


“Ini pasti takdir Nona Leathina, kita selalu bertemu secara tidak sengaja dan tanpa direncanakan.”


“Leathina kau mengenalnya?” tanya Edward dan Winter.


“Ah, aku beberapa kali bertemu dengannya secara tidak snegaja.”


“Tapi bukankah kau selalu berada di manison selama ini? Kenapa bisa jadi beberapa kali?” tanya Winter yang mulai curiga, Edward pun ikut menatap Leathina serius.


“Duh. Lihatah dua pria protektive ini, kenapa harus sampai mengintrogasi seperti ini sih.” Batin Leathina.


“Itu.. aku... sebenarnya be.. belum lama ini aku...”


“Leathina!” Panggil Edward dan Winter secara bersamaan karena Leathina terlalu berbelit-beli, meminta Leathina untuk menjelaskan langsung pada intinya.


“Bukankah kita juga pernah bertemu tuan Winter, aku Alex. Yang mengatar pulang adik nona Leathina dan pelayannya saat terjadi insiden penculikan.” Alex tiba-tiba berbicara menjelaskan sendiri siapa dirinya karena Leathina sepertinya tidak ingin membicarakan pertemuan mereka yang sebelumnya.


“Oh ternyata ini anda tuan Alex.” Ucap Winter yang sekarang sedikit lebih ramah, “Tapi untuk apa anda datang ke sini, jalur ini hanya dilewati oleh orang-orang yang memiliki undangan tertentu.”


“Ah, itu aku adalah orang-orang perwakilan kerajaan barat yang datang sebagai delegasi kerajaat barat.”


“Jika kau utusan dari kerajaan barat yang datang untuk memenuhi undangan perayaan ulang tahun ratu kemana rombonganmu?”


“Mereka telah masuk terlebih dahulu, saya agak sedikit terlambat dan meminta rombonganku untuk masuk ke dalam terlebih dahulu tadi."


“Jadi seperti itu. Alex rambut mu agak sedkit berbeda dari terakhir kali kita bertemu, apa kau mewarnainya?” Ucap Leathina yang mencoba menghentikan Edward dan Winter mengintrogasi Alex.


“Pamanku bilang aku harus menyembunyikan warna rambutku jika ingin berjalan-jalan di kota karena aku nantinya akan terlihat aneh. Jarang orang yang memiliki rambut dengan dua warna seperti ini jadi untuk menghidari kesalapahaman aku mewarnainya saat bertemu dengan Nona Leathina.


“Wah, kau benar warna rambutmu unik separuhya berwarna putih dan separuhnya berwarna merah seperti rambutku apa mungkin kita memiliki hubungan ya hahaha...” Ucap Leathina yang sengaja bercanda kemudian di susul dengan tawanya.


“Siapa yang tahu, tapi aku berharap aku memiliki hubungan dengan nona leathina di masa depan.” Ucap Alex yang membalas bualan Leathina, tidak ia pedulikan Edward ataupun Winter yang kini menatapnya dengan tatapan tidak suka.


“Orang ini berbahaya.” Batin Edward saat beberapa kali melihat ekspresi manipulatif Alex yang sengaja ia perlihatkan padanya jika Leathina tidak melihat ke arahnya.


“Orang aneh ini punya motif tersembunyi untuk mendekati Leathina, aku rasa Edward pasti sudah tahu melihat ekpresinya yang menjadi was-was di sekitar orang ini.” Batin Winter yang melihat Edward, di saat yang bersamaan pun Edward melihat ke arah Winter hingga kedua matanya saling bersitatap.


“Kita tidak boleh membiarkan orang ini dekat dengan Leathina.”  Edward dan Winter seakan saling memahami dengan maksud masing-masing saat bersitatap.


“Tapi kenapa nona Leathina belum masuk ke dalam? Aku lihat duke dan keluarga anda yang lainnya telah masuk terlebih dahulu.”


"Aku tadi menunggu partner ku yang terlambat.”


“Ah, begitu rupanya. Sayang sekali padahal aku juga ingin menjadi psangan nona Leathina di pesta ini.” Ucap Alex.


“Jadi siapa orang yang beruntung menjadi pasangan nona Leathina malam ini?” tanya Alex dengan senyum ramahnya yang melihat ke arah Edward dan Winter secara bergantian.


“Hahaha, mereka berdua pasti sanngat membenciku. Itu terlihat sangat jelas di wajah keduanya, ini pasti akan menarik ke depannya.” Batin Alex saat senyumannya malah di balas dengan tatapan tidak suka oleh Edward dan Winter.


“Pasanganku tentu saja keduanya.” Jawab Leathina dengan polosnya.


“LEATHINA?!” Seru Edward dan Winter hampir bersamaan.


“Aku kan telah memintamu lebih dulu, kenapa Winter juga bisa menjadi pasanganmu?” Edward tidak setuju, Edward merasa telah dikhianati oleh Leathina dengan menjadikan Winter pasangannya.


“Nona bilang aku juga boleh menjadi pasangan keduanya, jadi kenapa kau marah!” Winter pun tak mau mengalah, ia tetap bersikeras ingin menjadi pasangan Leathina.


“Aku tidak bisa menolak saat Winter mengajakku, jadi aku menawarinya jika dia mau dan ternyata dia tetap mau menjadi pasangaku.”


“Apa kau pikir kau bisa memilih beberapa orang seenakmu?” Edward masih tidak setuju dengan Leathina menjadikan Winter pasangan keduanya.


“Bukankah hal ini tidak akan menjadi masalah? Lagi pula ini hanya semacam pendamping saja agar wanita atau prianya tidak sendiri saat memasuki ruangan atau saat berdansa jadi apa salahnya? Ini bukan seperti aku memilih pasangan hidup.” Celetuk Leathina saat Edward terus mempermasalahkan keputusannya.


“Kalu kalian berdua tidak mau ya tidak usah, aku bisa masuk sendiri.” Gumam Leathina yang juga mulai emosi.


“Akh! Baiklah, baiklah, tapi aku yang menjadi pendampingmu saat memasuki ruangan nanti!”


"Itu tidak masalah.”


“Ah, kalau begitu...” Alex tiba-tiba menyela perdebatan diantara Leathina dan Edward.


“Ada apa Alex. Kau belum mau masuk?” tanya Leathina.


“Sebenarnya aku malu masuk sendiri, bolehkan aku juga ikut masuk bersama kalia bertiga.”


“TIDAK BOLAH!” Ucap Edward dan Winter secara bersamaan. menolak permintaan Alex mentah-mentah.


...***...