
Matahari sudah semakin tinggi di atas langit dan hari sudah agak terik orang – orang yang berada di mansion kediaman Yarnell juga sudah memulai aktivitas pekerjaannya masing – masing. Anne, seorang pelayan pribadi Leathina segera berjalan melalui koridor mansion menuju ke sebuah pintu besar berwarna coklat Anne berhenti sebentar di depan pintu tersebut mengetok pintu yang masih tertutup rapat itu kemudian setelah mengetok Anne berhenti sebentar menunggu balasan dari dalam setelah beberapa saat menunggu Anne tidak mendengar suara apapun dari balik pintu. Anne kembali mengetuk pintu cokelat tersebut beberapa kali tapi masih tidak mendengar balasan dari dalam, akhirnya Anne terpaksa memasuki ruangan tersebut walau tanpa dipersilahkan oleh si pemilik kamar.
Saat memasuki ruangan tersebut Anne melihat sosok seorang gadis dengan paras yang cantik dan bermahkotakan rambut merah milik gadis yang masih terlelap tersebut, rambutnya terlihat seperti ruby yang sedang mengkilat – kilat karena terkena cahaya matahari yang masuk melalui cela – cela lubang ventilasi dan jendela. Nona yang dilayaninya itu masih pulas tertidur di atas kasur miliknya. Anne kemudian berdiri di sisi kasur tempat nonanya tertidur, Anne menaruh kedua tangannya di pinggangnya dan menggelengkan kepalanya beberapa kali, Anne gemas melihat nona yang dilayaninya itu masih saja tertidur sementara matahari sudah meninggi di luar. Dengan lembut Anne membangunkan gadis berparas cantik yang masih pulas tertidur di depannya itu.
“Nona ... nona ... nona ... nona Leathina!”
“Uh ada apa Anne? Kenapa kamu menggangguku pagi – pagi sekali.”
“Matahari sudah tinggi, anda harus merapikan diri dan bersiap.”
Anne berusaha untuk membangunkan nona yang dilayaninya itu dengan pelan menggoyang – goyangkan tubuh Leathina yang masih memejamkan matanya dan menolak untuk terbangun dari tidurnya.
“Kenapa aku harus bangun pagi – pagi seperti ini Anne?”
“Seorang Lady memang harus bangun pagi nona Leathina.” Anne menjawab pertanyaan Leathina dengan sedikit tersenyum karena merasa gemas melihat Leathina yang masih bermalas-malasan karena biasanya Leathina bahkan sudah bangun sebelum para pelayan datang melayaninya dan tidak pernah mengeluh seperti yang nona didepannya itu lakukan sekarang.
“Uhhhg, aww.. aww ...!”
Leathina merenggangkan tubuhnya dan tiba – tiba menjerit karena merasakan sakit pada lengannya, Leathina lupa bahwa lengannya itu masih terluka.
“Anne, aku merasa kesakitan seluruh tubuhku sepertinya juga terkena dampak dari serangan Nicholas kemarin, apa aku boleh beristirahat lebih lama lagi?”
“Nona apa kamu sangat kesakitan? memang benar seharusnya aku harus sedikit memaksa tuan Duke untuk memanggilkan dokter kerajaan. Aku pergi segera dan meminta Tuan Duke un....”
“Eh tunggu.. tunggu dulu jangan keluar Anne.”
Sebenarnya Leathina masih bisa menahan rasa sakit yang dirasakannya dia hanya melebih – lebihkannya agar anne membiarkannya tidur lebih lama lagi tapi Leathina tidak menduga Anne akan bereaksi berlebihan seperti itu. Saat hendak keluar dari ruangan milik itu Leathina segera menghentikan Anne agar tidak menimbulkan masalah.
“Ada apa nona, apa terasa sangat sakit.” Anne yang tadi hendak berjalan keluar kini berbalik dan segera berjalan mendekati Leathina yang masih berbaring.
“Apa semalam kamu melaporkan pada Duke tentang diriku.”
Astaga karena kesakitan aku sampai lupa kalau Anne masih terus melaporkan kegiatanku pada Duke Leonard, semoga saja dia tidak melaporkan hal – hal aneh padanya.
“Iya nona aku melakukannya.”
“Apa saja yang kamu laporkan, pada Duke.”
“Aku bilang nona semalam beristirahat dengan baik dan aku juga melaporkan mengenai keadaan luka di lengan Leathina.”
“Hanya itu?” Leathina kembali bertanya pada Anne karena masih tidak percaya jika hanya itu yang dikatakan Anne pada Duke.
“Sebenarnya aku melaporkan hal yang lain juga.”
“Apa? Katakan!”
“Aku mengatakan bahwa nona akhir – akhir ini bertingkah aneh, dan sering mengatakan istilah yang belum aku dengar, nona juga seperti tidak mengigat apa –apa setelah terbangun dari koma dan juga aku mengatakan bahwa nona membutuhkan dokter kerajaan untum memeriksa keadaan nona.”
“Tapi nona...”
“Sudah aku katakan padamu sebelum pergi ke Duku untuk melaporkan katakan dulu kepadaku, dan istilah – istilah yang aku sebutkan aku pernah membacanya di buku dan aku tidak memerlukan dokter kerajaan, sepertinya aku harus memikirkan posisimu kembali.”
“Maafkan aku nona, tidak akan aku ulangi lagi tolong berikan aku kesempatan. Kali ini aku benar – benar akan melakukannya dengan baik.”
“Kamu tidak sepenuhnya mau bekerja untukku, Anne.”
“Tidak Nona, semalam aku tidak mau menganggu waktu istirahatmu jadi aku tidak memberitahumu terlebih dahulu.”
“Baiklah jadi apa ada yang lainnya lagi.”
“Tuan Nicholas juga ada di sana semalam.”
“Nicholas?”
“Iya Nona, tapi...”
“Tapi apa Anne, katakan jangan mengatakan hal yang setengah – setengah, itu sangat menyebalkan untuk didengar.”
“Apa benar nona sengaja membuat diri nona terkena serangan dari Tuan Nicholas?”
“Apa maksudmu Anne?”
“Jadi saat hendak menyampaikan laporanku mengenai Nona kepada Tuan Duke aku tidak sengaja mendengar percakapan mereka berdua. Tuan Duke memanggil Tuan Nicholas dan memberitahunya bahwa Tuan Nichola tidak seharusnya terus menganggu Nona Leathina, Tuan Duke mengatakan bahwa Nona Leathina sengaja tidak menangkis serangan Tuan Nicholas karena Nona tidak ingin mempermalukan Tuan Nicholas yang sudah hampir lulus dari akademi kesatria tapi masih terus dikalahkan berkali – kali oleh Nona Leathina, dan itu bisa saja dipertanyakan oleh bangsawan lain mengenai kemampuan Tuan Nicholas.”
“Oh jadi seperti itu?”
Wah, ini kesalahpahaman yang sangat menguntungkanku, padahal aku benar – benar tidak bisa menggunakan pedang kemarin tapi untunglah karena dulu Leathina memang hebat dalam menggunakan pedang siapa yang akan mempercayai jika kemampuan Leathina yang sudah diketahui oleh banyak orang itu akan hilang secara tiba – tiba. Kesempatan ini sangat menguntungkanku aku tidak jadi mempermalukan Leathina.
“Apa benar nona sengaja melakukannya agar menjaga nama baik keluarga Yarnell?”
“I.. iya, iya aku sengaja melakukannya.” Leathina menjawab pertanyaan Anne dengan terbata – bata tidak yakin bahwa apakah yang sedag dilakukannya itu sudah benar untuknya atau tidak.
“Sudah aku duga Nona Leathina itu baik, orang – orang hanya tidak bisa melihatnya.”
“Ah aku, aku sebenarnya tidak baik, aku hanya terlihat baik saja.”
Aduh kenapa Anne suka sekali bereaksi berlebihan seperti ini, aku jadi sedikit merasa Aneh sekarang. Aku sudah seperti benar – benar menjadi orang jahat karena telah membohongi semu orang. Tapi tidak apa – apa ini aku lakukan untuk menyelamatkan hidupku.
Leathina berusaha untuk menyakinkan dirinya sendiri terhadap apa yang telah ia lakukan selama ini. Walaupun Leathina tahu apa yang dilakukannya itu tidak sepenuhnya benar ataupun tidak sepenuhnya salah karena Leathina harus melindungi hidupnya sendiri jadi mau tidak mau Leathina harus menghalalkan segala cara agar bisa selamat dari takdir kematiannya di masa depan nanti.
......***......