I'M A Villains In My Second Life

I'M A Villains In My Second Life
Chapter 151



Nicholas dan Winter bergegas ke luar dan dilihatnya Duke Leonard kini telah melewati pintu utama memasuki mansion bersama beberapa orang yang berjalan beriringan dengannya.


“Ayah, anda telah kembali dengan selamat,” Ucap Nicholas meyambut ayahnya yang baru saja memasuki pintu utama.


“Selamat datang kembali paman, Pangeran Edward, tuan Zeyden dan ...?” Sambut Winter kemudian terhenti saat melihat beberapa orang asing ikut bersama Duke Leonard.


“Oh, aku Damian dan ini Farkas. kami berdua bertemu dengan tuan Duke dan yang lainnya dalam perjalanan mereka menuju hutan timur dan berakhir ikut dalam perjalanan mereka. ” ucapnya segera memperkenalkan dirinya dan Farkas saat menyadari Winter yang terlihat kebingungan karena melihat mereka berdua.


“Perkenalkan nama saya Winter yang bekerja dengan tuan Duke Leonard,” Winter pun dengan sopan balas memperkenalkan dirinya, “Selamat datang di kediaman keluarga Yarnell tuan Damian dan tuan Farkas,” Sambut Winter sopan setelah mengetahui identitas keduanya.


“Kenapa Aelfric kembali lagi ke sini, apa ayah tidak salah bawa elf?” tanya Nichola saat melihat Aelfric yang juga ikut kembali bersama ayahnya.


“Tidak, dia bisa membantu kita,” jawab Duke Leonard memberitahu Nicholas.


“Tuan, para pelayan telah mempersiapkan tempat beristirahat dan air mandi untuk tamu tuan Duke Leonard, silahkan tuan-tuan beristirahat terlebih dahulu.” Ucap kepala pelayan yang telah menyiapkan segala sesuatunya dengan rapi meminta Duke Leonard dan yang lainnya untuk beristirahat terlebih dahulu setelah melakukan perjalanan jauh.


“Kalian semua segera ikuti pelayan ini untuk menuju ruangan istirahat kalian masing-masing kecuali Aelfric, kita akan segera menemui Leathina.” Ucap Duke Leonard memberitahukan pada yang lainnya untuk beristirahat karena telah melakukan perjalanan yang melelahkan dan Duke Leonard sendiri segera berjalan menuju ruangan Leathina yang berada di lantai ke dua.


“Baik Tuan Duke,” Jawab Aelfric dan segera mengikuti kemana perginya Duke Leonard berjalan.


Keduanya kemudian segera bergegas menuju ruangan Leathina untuk segera menyembuhkan nya yang telah lama tertidur.


“Kalian tidak ingin beristirahat?” tanya Duke Leonard pada yang lainnya ketika ternyata Edward, zeyden, Farkas dan Damian tidak pergi keruang yang telah disediakan pelayan untuk mereka melainkan mereka semua juga mengikutinya ke ruangan Leathina.


“Aku tidak lelah Duke,” jawab Edward yang masih mengikuti kemana perginya Duke Leonard.


“Aku ingin memeriksa keadaan Leathina,” ucap Zeyden memberitahukan alasannya kenapa mengikuti Duke Leonard dan Aelfric.


“Kalau aku, aku juga ingin melihat keadaan kondisi Nona Leathina sekarang,” Damian pun ingin ikut bersama mereka untuk memeriksa keadaan Leathina sekarang sementara Farkas hanya mengikuti yang lainnya tanpa berkomentar apa-apa karena ia tidak tahu siapa orang yang sedang mereka bicarakan sekarang.


Duke Leonard tidak menjawab, ia pun tidak melarang mereka untuk mengikutinya menemui Leathina di ruangannya. Duke Leonard hanya kembali meneruskan perjalananya menuju ruangan Leathina tanpa berkomentar apa-apa.


“Leonard!


Seru Duchess Nice saat melihat Duke Leonard menaiki anak tangga dan ia sendiri hendak menuruni anak tangga hingga membuat mereka berdua bertemu di tengah.


“Nice, bagaimana keadaanya?” tanya Duke Leonard penasaran dengan kondisi Leathina yang sekarang.


Duchess Nice menggeleng lemah kemudian menatap Duke Leonard dalam dan tampak ia terlihat sedih ketika ketika mendengar pertanyaan Duke Leonard.


“Kenapa?” tanya Duke Leonard penasaran sambil memegangi pundak istrinya.


“Banyak luka yang muncul di tubuhnya akibat terlalu lama berbaring,” Ucap Duchess Nice akhirnya memberitahu apa yang sebenarnya terlah terjadi pada Leathina selama ia tertidur.


“Lukanya sering muncul dan juga sudah sering disembuhkan oleh dokter kerajaan, tapi kali ini saat pelayan membersihkan tubuhnya mereka menemukan luka yang lebih besar di punggungnya, lukanya menghitam dan dalam. Aku baru akan meminta Nicholas untuk pergi ke kerajaan menjemput dokter kerajaan lagi.”


“Zeyden, bisakah kau menggunakan sihir teleportasimu untuk pergi ke kerajaan dan membawa dokter kerajaan ke sini dengan cepat,” tanya Duke Leonard pada Zeyden.


Zeyden mengangguk paham, “Baik Tuan Duke, kalau begitu aku akan segera pergi sekarang,” ucapnya kemudian aura sihirnya mulai menutupi tubuhnya seluruhnya dan saat auaranya menghilang Zeyden pun ikut menghilang.


”Tuan Zeyden!!” seru semua bawahan Zeyden yang berada di menara sihir saat melihat nya kembali setelah tiba-tiba menghilang beberapa waktu lalu.


“Tuan Anda kemana saja, kerajaan terus menerus mengirimkan surat perintah untuk menjaga perbatasan.”


“Tuan Zeyden, beberapa pihak meminta untuk segera bertemu dengan anda.”


“Kami tidak dapat memutuskan karena Tuan Zeyden tidak ada di tempat.”


Keluhan demi keluhan serta masalah yang menumpuk akibat Zeyden tiba-tiba menghilang dalam kurung waktu yang lama terus bermunculan, para bawahannya juga tak henti-hentinya memberikan komentar dan nasehat pada Zeyden. Mereka bahkan mengerumuni Zeyden untuk langsung memberitahukannya apa saja yang telah terjadi selama ia menghilang dan membuat telinga Zeyden sedikit berdenging karena para bawahannya sangat berisik.


“Dimana Andy?” tanyanya sambil mengorek pelan kupingnya dengan jari kelingkingnya karena telinganya masih berdenging.


"Maaf tuan?” tanya para bawahannya hampir bersamaan karena tidak mengerti dengan sifat Zeyden.


Zeyden yang seharusnya segera menyelesaikan masalah malah menanyakan keberadaan Andy tanpa sedikit pun mengkhawatirkan tumpukan-tumpukan dokumen serta surat-surat yang harus dia baca dan diberi balasan kini menumpuk di ruangan miliknya dan harus segera diselesaikan dan mengirimkan balasan.


“Tuan bukan itu masalahnya sekarang, kerajaan mengirimkan surat urgen dan meminta menara untuk mengirimkan penyihir menjaga perbatasan.”


“Betul, sudah berkali-kali mereka mengirimkan permintaan untuk dikirimkan beberapa penyihir tapi kami tidak berani membalasnya karena tuan Zeyden tidak ada di tempat.”


“Tuan anda harus segera ...”


“berisik!!” ucap Zeyden kesal dan berhasil membuat semua bawahannya terdiam karena takut Zeyden menghukum mereka.


“Kirimkan saja beberapa penyihir menuju perbatasan dan untuk sekarang kesampingkan surat-surat yang dikirimkan para bangsawan ke menara sihir, mereka semua pasti hanya meminta agar aku berada di pihak mereka karena mereka pasti sedang melakukan pergerakan secara diam-diam.”


“Baik Tuan,” jawab mereka semua hampir bersamaan kemudian separuh dari bawahan Zeyden kini pergi untuk melaksanakan apa yang telah diperintahkan oleh Zeyden, tapi beberapa dari mereka ada yang masih tetap tinggal untuk menunggu giliran melaporkan laporannya pada Zeyden.


“Dimana Andy? Kalian Belum Menjawab pertanyaan ku.” Tanya Zeyden sekali lagi pada para bawahannya yang masih berdiri di depannya yang terlihat ingin melaporkan sesuatu.


“Andy sedang tidak ada di menara Tuan, dia pergi ke kerajaan untuk memeriksa keadaan ratu yang katanya sedang tidak sehat,”


“Andy dipanggil oleh ratu?” tanya Zeyden lagi dan merasa sedikit aneh karena Andy sepertinya di panggil secara khusus.


“Iya tuan.”


“Baiklah aku paham,”


“Tuan kalau begitu, ada beberapa dokumen penting yang haru segera anda baca kare ....”


Tak


Belum sempat salah satu bawahan Zeyden menyelesaikan kalimatnya Zeyden telah menghilang kembali meninggalkan mereka semua meninggalkan mereka yang semakin depresi karena Zeyden yang terus-terusan menghilang tanpa menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu.


“Dimana anak itu?” gumam Zeyden yang kini berada di dalam istana mencari keberadaan Andy.


“Hei, hei.” Panggil Zeyden saat beberapa penjaga melewatinya, “Kalian melihat Andy? Dia penyisir elemen penyembuh dari menara sihir yang katanya dipanggil oleh ratu hari ini?” tanyanya pada si penjaga.


“Dia sekarang berada di kastil ratu, tuan zeyden.” Setelah melihat siapa yang memanggilnya penjaga itu segera menunduk memberi hormat terlebih dahulu kemudian menjawab pertanyaan Zeyden.


“Baiklah kerja bagus, lanjutkan pekerjaan kalian.” Ucap Zeyden kemudian kembali menghilang dalam sekejam mata dan kini berpindah tempat di kediaman ratu Juliette untuk mencari keberadaan Andy.


“Dimana sih.” Gumamnya lagi ketika masih belum berhasil menemukan letak keberadaan Andy.


“Oh, anak itu.” Ucapnya saat dari kejauhan melihat Andy tengah duduk di depan ratu Juliette sambil meminum secangkir teh di taman kastil ratu.


Zeyden pun segera berjalan ke arah mereka untuk menemui Andy.


“Tu-tuan Zeyden!” ucap Andy terbata-bata saat melihat Zeyden berjalan ke arahnya.


“Salam Ratu Juliette, ibu dari seluruh rakyat,” Ucap Zeyden dan membungkuk untuk memberi hormat pada ratu Juliette.


Ratu Juliette mengangguk pelan menerima salam penghormatan dari Zeyden kemudian menatap Zeyden dengan ekspresi tidak suka karena telah menganggu pembicaraannya dengan Andy tapi segera ia tutupi dengan tersenyum.


“Oh, astaga Tuan Zeyden.” Ia kemudian menyambut kedatangan Zeyden dengan ramah, “Apa yang membuat anda datang jauh-jauh ke kastil ku?” tanyanya sambil memberikan perintah pada pelayannya untuk menyediakan satu kursi dan segelas teh lagi agar Zeyden bisa duduk dan bergabung dengan mereka.


“Anda tidak perlu melakukan itu Ratu Juliette,” Zeyden segera menolaknya dan meminta pelayan agar tidak perlu memberikannya kursi dan teh seperti yang diperintahkan oleh Ratu Juliette. “Saya hanya sebentar disini Ratu, saya ingin mengambil bawahan saya kembali.” Ucapnya sambil melirik ke arah Andy yang masih duduk dengan rapi di depan Ratu Juliette.


“Ka- kalau begitu sa-saya akan pergi ratu,” Ucap Andy yang kemudian segera berdiri dan berjalan meninggalkan kursinya.


“Berani sekali kau menganggu pembicaraanku dengan tamuku dan bahkan membawanya pergi saat aku masih belum selesai mengobrol dengannya.” Tolak Ratu yang masih belum mau melepaskan Andy begitu saja, Andy yang ketakutan segera duduk kembali dan menatap Zeyden dengan memelas agar Zeyden mau membantunya untuk menghentikan ratu Juliette dan melepaskannya.


“Maafkan atas ketidaksopanan saya Ratu Juliette, tapi sayangnya saya harus membawa bawahan saya pergi sekarang. Ada hal penting yang harus kami selesaikan bersama.”


“Ka- kalau be- gitu sa- saya ...”


“Kau! Ucap Ratu kesal, Andy pun segera duduk kembali karena takut.


“Apa ini karena putri Duke Leonard?” Tanya Ratu Juliette yang sepertinya sedang mencari tau mengenai sesuatu.


Mendengar ucapan Ratu Juliette kedua alis Zeyden berkerut dan menunjukkan ekspresi yang sepertinya mencurigai ratu.


Ratu tersenyum penuh arti saat melihat ekspresi Zeyden yang berubah drastis ketika ia mengungkit mengenai Leathina, “Jadi benar” gumam ratu yang merasa telah mengetahui sesuatu yang menarik di antara mereka.


“Aku dengar akhir-akhir ini Andy, bawahan mu itu sering berkunjung ke kediaman Yarnell, apa dia sekarat atau mungkin akan benar-benar mati? Aku berharap  hal itu benar terjadi akan lebih baik jika dia benar-benar sekarat dan tidak menganggu putraku lagi.”


Zeyden yang menyadari bahwa ratu Juliette sekarang tengah menggali informasi dari dirinya segera tersenyum kembali dan menutupi rasa tidak sukanya pada Ratu Juliette karena perkataanya tentang Leathina barusan.


“Kau seharusnya tahu, aku tidak suka ikut campur masalah seperi itu. Andy untuk apa kau berkunjung ke kediaman keluarga Yarnell?” tanya Zeyden pada Andy untuk meruntuhkan keyakinan Ratu Juliette yang percaya bahwa ia sekarang sedang mengetahui sesuatu.


“Terakhir kali saya dipanggil ke sana untuk menyembuhkan beberapa prajurit yang terluka setelah pulang dari hutan hitam Tuan.” Jawab Andy menunduk karena tidak berani melihat ke arah Zeyden atau pun ratu Juliette.


“Nah anda dengar sendiri kan, bukankah selama ini semua oran tahu bahwa aku tidak mempunya hubungan baik dengan Nona Leathina jadi jangan salah paham Ratu Juliette, akan lebih aman jika anda selalu berhati-hati jika ingin mengambil tindakan.” Ucap Zeyden sambil tersenyum tapi matanya intens melihat Ratu Juliette yang terlihat masih ingin mengungkit sesuatu.


“Zeyden? Ibu!” panggil pangeran Yardley yang secara kebetulan melihat mereka di taman dan segera menghampiri mereka yang terlihat sedang berkumpul.


“Putra anda datang Ratu Juliette,”  Zeyden memberitahu Ratu Juliette sopan dan tersenyum ramah tapi Ratu malah tidak menyukai senyuman Zeyden dan hanya membalas dengan dengusan karena merasa kesal.


“Salam pangeran Yardley.”  Zeyden dan Andy hampir bersamaan untuk menyambut kedatangan Yardley.


“Oh, Zeyden apa yang membawamu ke kastil ibuku. Ini jarang terjadi.” Ucap pangeran Yardley senang melihat temannya.


“Saya datang untu ....”


“Pangeran apa yang membawamu ke kastil ibu, apa kau datang untuk melihat ibu mu?” Ratu Juliette tiba-tiba berbicara dan memotong kalimat Zeyden yang baru akan menjawab pertanyaan yardley.


“Ibu aku ...”


“Pelayan ambilkan kursi untuk pangeran dan bawakan secangkir teh baru untuknya.” Ratu Juliette pun memotong kalimat pangeran Yardley dan memaksanya untuk duduk dan menemaninya meminum teh bersamanya.


“Tidak, ibu ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan Zeyden.” Pangeran Yardley pun berusaha menolak tapi ibunya masih tetap bersikeras untuk memintanya menemaninya meminum teh di taman.


Saat Pangeran Yardley mengalihkan pandangannya ke arah lain, Ratu Juliette memberi kode pada Zeyden dan Andy untuk segera pergi dari sana dan meninggalkan mereka berdua, ia tidak ingin putranya berbicara dengan Zeyden.


“Kalau begitu aku dan bawahan ku akan segera pergi, silahkan menikmati waktu berharga anda.” Ucap Zeyden pamit untuk pergi sementara Andy segera berdiri dan berjalan dengan terburu-buru ke belakang Zeyden kemudian mengikuti Zeyden yang membungkuk sebelum pergi meninggalkan ratu Juliette dan pangeran Yardley.


“Kau sepertinya hanya menghabiskan waktumu untuk bersenang-senang dengan wanita tua selama aku pergi Andy.” Komentar Zeyden pada Andy setelah berjalan pergi meninggalkan taman tempat Pangeran Yardley dan Ratu Juliette berada.


“Apa aku terlihat seperti sedang bersenang-senang dengan wanita tua?!” jawab andy yang sekarang tengah sibuk membersihkan wajahnya dari keringat dengan sapu tangan miliknya.


“Lagi pula keman selama ini anda pergi, kenapa menghilang secara tiba-tiba tanpa memberitahu kami. Anda harus tahu, kerajaan sedang terguncang sekarang raja dan orang-orang dari kediaman Yarnell mengeluarkan surat edaran secara besar-besar agar penduduk selalu waspada karena keadaan sedang buruk. Kami semua kesulitan karena anda tiba-tiba menghilang.” Celetuk Andy yang masih sibuk melap wajahnya dengan saputangan.


“Apa yang Ratu tanyakan padamu?” Taya Zeyden penasaran dengan apa yang Andy bicarakan dengan Ratu Juliette.


“Tidak ada, aku baru duduk tadi dan belum membicarakan apapun degannya. Kau tahu aku benar-benar kaget saat tiba-tiba pengawal kerajaan menjemputku di menara tadi. Tapi sepertinya dia tertarik mengenai kabar yang beredar tentang Nona Leathina.”


“Kabar apa yang beredar tentang Leathina?”


“Orang-orang di seluruh kerajaan menggosipkan bahwa Nona Leathina sekarang sedang sekarat setelah menghilangnya nona Yasmine, katanya itu karma. Dan yang lebih buruk lagi mereka mengatakan bahwa nona Leathina akan segera mati.”


“Hek”


Pekik Andy saat tiba-tiba Zeyden mencengkram lehernya dengan kuat.


“Jaga ucapanmu!” ucap zeyden memperingati Andy.


“A-aku, aku ha- hanya menjawab pertanyaanmu.” Jawab Andy terbata-bata setelah Zeyden melepaskan cengkeramannya dan segera mengusap lehernya karena masih merasakan sakit.


“Kenapa jadi sensitif seperti ini setelah menghilang.” Gumam andy pelan karena merasa kesal dengan perilaku Zeyden.


“Kenapa tiba-tiba ratu memanggilmu, padahal kamu hanya orang bodoh tanpa kemampuan mu itu.”


“Aku tidak tahu kenapa dia memanggilku, tapi aku tidak bodoh ya.”


“Apa kau yang telah menyebarkan keadaan tentang Leathina? Kau satu-satunya orang yang keluar masuk kediaman Yarnell dengan mengetahui seburuk apa kondisinya.”


“Tidak! Tentu saja tidak, untuk apa aku melakukan hal tidak berguna seperti itu. Apa sekarang kau sedang mencurigai ku?” seru Andy membela diri saat merasa dirinya kini sedang menjadi tersangka di depan Zeyden.


“Kenapa reaksi mu berlebihan seperti itu jika bukan kau yang melakukannya. Jika kau bereaksi seheboh itu saat ditanya, orang-orang mungkin akan berfikir bahwa kau lah pelakunya.” Ucap zeyden tidak terlalu mempedulikan argumen Andy karena dari awal memang tidak menaruh ekpektasi tinggi pada bawahannya itu.


“Aku bilang bukan aku! Untuk apa aku melakukannya. Aku punya banyak pekerjaan yang harus aku urus di menara!”


“Iya, iya, aku tahu! Jadi berhentilah berteriak di telingaku. Kau berisik gendang telingaku sebentar lagi bisa pecah karena suaramu itu.” Ucap Zeyden setelah tidak tahan lagi mendengar Andy yang terus berbicara dengan suara yang cukup besar hingga membuat telinganya kembali berdenging.


“Sepertinya akhir-akhir ini aku terlalu banyak menggunakan kekuatanku hingga membuatku sedikit pusing.” Gumam Zeyden pelan dan mengusap wajahnya kasar untuk mengembalikan kesegarannya agar bisa kembali fokus.


“Bagaimana keadaan Leathina?” tanyanya lagi pada Zeyden.


“Kondisinya memburuk dari hari ke hari, dua hari yang lalu banyak luka yang muncul di punggungnya karena terlalu lama berbaring. Lukanya memang masih bisa disembuhkan tapi jika terus berbaring seperti itu lama-lama dia bisa benar-benar meninggal. Duke Leonard harus segera menemukan cara untuk menyembuhkan nona Leathina secepatnya.”


“Jadi seburuk itu ya.” gumam Zeyden pelan setelah mendengar penjelasan dari Andy.


“Kita mau kemana?” tanyanya saat melihat aura Zeyden menutupi tubuhnya dan sepertinya akan melakukan sihir teleportasi.


Zeyden tidak menjawab pertanyaan Andy yang terlihat sedang kebingungan, kemudian sihirnya pun menyelimuti keduanya sepenuhnya dan membuat keduanya menghilang dalam sekejam mata. mereka berdua akhirnya pergi dari kerajaan dan kembali ke mansion kediaman keluarga Yarnell.


...***...