
“Bawa dia! Kejahatannya akan segera dilaporkan ke raja dan waktu eksekusinya akan ditentukan setelahnya.” Ucap Duke Leonard memberikan perintah pada para prajurit untuk menyeret dan segera memasukkan Yasmine ke dalam penjara.
“Tunggu dulu! Tidak seharusnya seperti ini!” Yasmine memberontak menolak untuk dibawa ke penjara bawa tanah.
Yasmine kembali menatap pangeran Yardley memohon untuk diselamatkan, “Pangeran bukankah kau bilang kau menyukaiku! Tidakkah ini sangat keterlaluan untukku,” Yasmine memelas meminta pangeran untuk membelanya.
“Yasmine maafkan aku, tapi kejahatanmu sungguh sudah sangat keterlaluan bukti-bukti yang telah Leathina berikan terlalu kuat untuk dianggap kesalahan.” Pangeran Yardley memalingkan wajahnya tidak ingin melihat Yasmine untuk di bawa pergi.
“Madam Melissa! Aku mohon selamatkan aku!” Pintanya memelas berusaha untuk lari dari jeratan para prajurit.
“Maafkan aku Nona Yasmine, tapi kejahatanmu bukanlah perkara kecil tebus lah kesalahanmu itu.” Melissa juga memalingkan wajahnya risih ketika Yasmine terus memohon padanya untuk diselamatkan.
Yasmine menatap sekelilingnya dilihatnya pandangan semua orang terarah padanya dengan tatapan tidak mengenakkan, Yasmine kemudian mengalihkan pandangannya menatap Leathina dengan tatapan penuh kebencian, dilihatnya Leathina menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya dengan tatapan prihatin melihat dirinya.
“KAU!” Teriaknya hendak menerjang Leathina tapi langsung di tahan oleh para prajurit.
“AKAN AKU BUNUH KAU!” Yasmine mengepalkan tangannya menahan amarah dendam di dadanya terus tumbuh dengan cepat.
“Akan aku bunuh kalian semua, tunggu saja pasti akan aku bunuh. Aku tidak akan tertangkap dengan cara menyedihkan seperti ini aku bersumpah akan aku balas. Terutama kau Leathina akan aku cabik-cabik tubuhmu!”
Amarahnya membuatnya kehilangan akal, dan tiba-tiba saja sebuah angin kencang menerjang mereka membuat para tamu segera memegang apapun yang bisa mereka pegang di sekitarnya untuk menjaga keseimbangan agar tidak terjatuh begitu pula dengan dua prajurit yang bertugas untuk mengawal Yasmine karena takut akan terseret angin kencang reflek mereka melepaskan Yasmine dan mencoba berpegangan pada tiang untuk menjaga keseimbangan.
“Yasmine!” Seru Leathina ketika samar-samar melihat Yasmine berhasil melarikan diri.
Leathina langsung mengikuti Yasmine walaupun dengan susah payah karena harus menjaga keseimbangannya tapi saat mengejar Yasmine asap hitam kemudian memenuhi ruangan hingga tidak ada yang bisa melihat.
Untung saja Leathina telah berhasil keluar dari aula utama sebelum asap hitam menutupi pandangannya karena tidak ingin kehilangan kesempatannya untuk menangkap Yasmine ia segera berlari mengejar Yasmine yang kini terlihat telah berhasil keluar dari kediaman Yarnell dan berlari memasuki area hutan.
“Yasmine berhenti melarikan diri! Kau harus mempertanggung jawabkan perbuatan mu!” teriak Leathina menghentikan Yasmine saat keduanya telah jauh memasuki hutan.
“Kenapa aku yang harus bertanggung jawab!” Tanya Yasmine yang kini tidak lagi berlari karena kelelahan dan mengatur nafasnya, jaraknya dengan Leathina hanya sekitar dua puluh meter didepan hingga ia bisa dengan jelas mendengar teriakan Leathina yang menghentikannya.
“Tentu saja karena semua kejahatan mu itu!” Teriak Leathina yang juga kini tengah menstabilkan nafasnya setelah jauh berlari mengejar Yasmine masuk ke dalam hutan.
“Terus siapa yang harus aku salahkan untuk hidupku yang menyedihkan ini hingga memaksaku berbuat seperti itu? Tanya Yasmine tidak terima disalahkan oleh Leathina.
“Itu bukan urusanku! Mau kau lahir dari keluarga kaya atau miskin aku tidak punya urusan dengan masalah kelahiranmu sama sekali! Semua orang punya masalahnya sendiri Yasmine!” Teriak Leathina memberitahu Yasmine yang masih keras kepala.
“Karena kau terlahir dari keluarga miskin, berantakan, atau tidak bahagia sekalipun tidak ada yang membenarkan untukmu agar diperbolehkan untuk berbuat semena-mena dan melukai orang lain karena nasib burukmu itu.” Sambung Leathina geram karena Yasmine.
“Aku tidak peduli apapun yang kau katakan Leathina!” Bentak Yasmine pada Leathina, “Aku akan membunuhmu!” Pekiknya sambil berbalik dan berlari ke arah Leathina dengan belati di tangannya ia berniat untuk menusuk Leathina seperti ia menusuk Emely dengan pecahan kaca di perutnya.
“Srek”
“Trang”
Melihat Yasmine yang datang menyerangnya dengan sebuah belati Leathina refleks mengambil pisau kecil yang telah ia sembunyikan di balik gaunnya dan menggunakannya untuk menangkis serangan Yasmine yang membabi buta menyerangnya.
“Srek”
“Tak”
Leathina kembali menangkis serangan Yasmine kemudian menyerang balik untuk melumpuhkan Yasmine dan membuat belati milik Yasmine terlempar dan pisau Leathina berhasil menggores pinggang Yasmine hingga mengeluarkan darah segar.
“Argh! Akan aku bunuh kau,” Yasmine masih belum menyerah ia mencoba mengambil kembali belatinya yang terlempar tidak jauh darinya.
“Tak”
Leathina mendorongnya hingga terjatuh ke tanah agar tidak berhasil mendapatkan belatinya kembali kemudian segera menahan kedua tangan Yasmine untuk mengunci pergerakannya.
“AARGHH!” Yasmine memberontak saat Leathina mengunci pergerakannya.
“Kau ...!” Ucap Leathina saat sekilas melihat bola mata Yasmine berubah menjadi merah pekat.
“Kau dapat menggunakan sihir? angin dan kabut hitam yang ada di aula utama tadi adalah ulahmu!” Leathina tidak percaya ketika melihat perubahan Yasmine yang terlihat sangat aneh.
Yasmine menyeringai ketika Leathina menyadari kemampuannya, kemudian segera mendorong Leathina menjauh dari tubuhnya hingga Leathina terpental cukup jauh karena Yasmine menggunakan sihir untuk menambah kekuatan dorongannya hingga membuat Leathina terpental jauh dan membentur ke pohon.
“Uhuk!” Leathina memuntahkan darah saat punggungnya terbentur dengan batang pohon.
Segera ia menyembuhkan tubuhnya sendiri kemudian mengambil pisaunya yang tadi ikut terpental bersamanya.
“Menarik! Kau tenyata juga mempunyai kemampuan sihir seperti itu?” Yasmine mulai tertarik dengan apa yang barusan ia lihat, "Tapi tenang saja, bukan berarti aku tidak bisa membunuhmu hanya karena kau mempunyai kemampuan penyembuhan. aku hanya perlu terus menyerangmu hingga energimu habis dan kamu akan menyedot energi kehidupanmu sendiri sampai mati."
Leathina kini tidak bisa mengenali Yasmine lagi dilihatnya mata Yasmine berubah menjadi merah dan kepribadiannya pun ikut berubah secara drastis membuat Leathina kesulitan untuk menghadapinya ditambah lagi Yasmine dapat menggunakan sihir dengan elemen angin membuat Leathina kewalahan.
“Kau mendapatkan kemampuanmu itu dari mana? Apa kau memperolehnya setelah menandatangani kontrak dengan iblis seperti aku?” Tanya Yasmine penasaran karena tertarik melihat kemampuan sihir penyembuh milik Leathina yang dapat bereaksi dengan cepat mengobati dirinya sendiri.
“Apa kau sadar dengan apa yang kau lakukan Yasmine! Kau teah menyerahkan jiwamu sepenuhnya pada iblis maka tidak akan ada kebebasan untukmu.” Leathina mencoba menyadarkan Yasmine yang sepertinya telah kehilangan jati dirinya sekarang.
“Hahahah!” Tawa Yasmine menggelegar di tengah hutan, “Siapa yang peduli jika balasannya dengan kekuatan hebat seperti ini.” Jawabnya meremehkan Leathina.
“Aku telah lama menderita karena hidup sebagai manusia rendahan di dunia ini, aku juga menderita karena mu Leathina! Jadi jangan berpura-pura suci di hadapanku,” Yasmine berjalan ke arah Leathina dengan tenang sementara Leathina beringsut mundur karena kelelahan menahan serangan Yasmine yang terus menerjangnya selagi ia berbicara.
“Kau pantas mendapatkannya!” Ucap Leathina dengan tegas dan berusaha tegar saat Yasmine telah berada cukup dekat dengannya.
Yasmine tersenyum kemudian segera mencekik Leathina dengan kedua tangannya sendiri, “Sudah lama aku ingin melakukan hal semacam ini padamu,” ucapnya kemudian menyeringai karena merasa puas dengan apa yang sedang ia lakukan sekarang, “Mari kita lihat seberapa lama kau akan bertahan kali ini, aku heran kenapa kau selalu saja selamat saat aku telah berkali-kali mencoba untuk membunuhmu.”
“Argh!” Pekik Leathina kesakitan saat tangan Yasmine semakin dalam menekan tenggorokannya.
...***...