
“Anne kenapa kau terlihat sangat khawatir?” Tanya Nora pada Anne ketika tidak sengaja berpapasan dengannya dan dilihatnya wajah Anne yang begitu khawatir.
“Tuan muda Nora maafkan saya, tapi apa tuan muda pernah bertemu dengan Nona Leathina?” Tanya Anne pada Nora berharap bisa menemukan petunjuk.
“Aku tadi bertemu dengannya, tapi hanya sebentar.”
“Apa Tuan muda tahu kemana nona pergi setelahnya?”
“Kakak Leathina pergi ke arah sana.” Ucap Nora menunjuk ke arah koridor yang mengarah ke taman.
“Baiklah terimakasih tuan muda, saya permisi." ucap Anne sopan kemudian segera berjalan dengan terburu-buru ke arah yang diberitahukan Nora padanya.
Anne menyusuri koridor dengan gusar kemudian melihat lantai koridor yang kotor karena karena tumpahan alkohol.
“Siapa yang menumpahkan alkohol sembarangan seperti ini?” Gumam Anne sambil menunduk kebawah mencoba menghindari genangan alkohol agar sepatunya tidak basah.
“Ini kenapa ada disini? Apa jangan-jangan ...” Anne menduga-duga ketika tidak sengaja menemukan aksesoris rambut milik Leathina yang tadi ia pasangkan di rambut Leathina.
Anne meneruskan pencariannya dengan mengikuti jejak sepatu pria yang sepertinya tidak sengaja menginjak genangan alkohol dan meninggalkan jejak-jejak tapak sepatu di lantai dan berakhir pada sebuah ruangan yang disiapkan sebagai tempat istirahat sementara untuk para tamu yang datang.
“Ruangan ini, Nona Leathina pasti berada di ruangan ini.” Gumamnya yakin kemudian dengan terburu-buru kembali ke aula utama.
Anne mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru aula utama mencari seseorang yang dapat dimintai nya pertolongan dan kemudian matanya melihat Duke dan Duchess yang sedang duduk bersama menikmati makanan mereka.
“Tuan Duke!” Jeritnya menarik perhatian orang-orang.
“Ada apa Anne?” Tanya Duke kemudian segera berdiri.
“No-nona, Nona Leathina diculik seseorang!” teriaknya lagi agar semua orang mendengarnya.
Mendengar ucapan Yasmine membuat Winter dan Yardley segera mendekat untuk mengetahui kebenaranya dari Anne.
“Maafkan keterlambatan saya Tuan duke, tapi ada apa ini, kenapa semua orang berkumpul?" Tanya Edward yang yang baru saja memasuki aula utama dan hampir datang bersamaan dengan Zeyden yang juga terlambat menghadiri pesta.
“No-nona Leathina diculik oleh seseorang, Pangeran!” Seseorang memberitahu Edward yang baru saja tiba.
“Jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi Anne?” Tanya Duke Leonard tegas, urat-urat di wajahnya terlihat mengencang karena khawatir melihat itu Duchess segera menenangkannya agar kembali tenang.
“Saya tidak melihat Nona Leathina di aula utama, karena khawatir saya mencarinya dan diberitahu oleh tuan muda Nora bawa Nona berjalan ke arah taman. Tapi, saat di koridor saya menemukan tumpahan alkohol dan tidak sengaja menemukan aksesoris rambut yang saya pakaikan pada nona Leathina tadi,” Anne menunjukkan sebuah jepit rambut pada semua orang sengaja menunjukkan nya sebagai penguat, “Dan saya juga melihat jejak kaki yang sepertinya tidak sengaja menginjak genangan alkohol yang tumpah saya mengikuti jejak kaki itu dan tiba-tiba mendengar suara teriakan di ruangan tempat tamu beristirahat dan sepertinya itu suara nona Leathina.
“Tunjukkan jalannya Anne!” Perintah duke Leonard pada Anne.
Anne segera menunjukkan jalan dimana Leathina berada diikuti oleh hampir semua orang yang menghadiri pesta pada malam itu, termaksud Edward dan Zeyden yang datang terlambat.
...
“Duh, si tidak berguna itu! Kenapa sampai ketahuan.” Batin Yasmine sambil mengepalkan tangannya.
“Liza, bukankah sudah aku perintahkan untuk mencari di mana mereka berada?” bisik Yasmine pada pelayan pribadinya.
“Saya sudah mencarinya ke seluruh tempat yang saya tahu Nona tapi saya tidak bisa menemukan keberadaan mereka.”
“Akh! Dasar tidak berguna!” Yasmine berdecak kesal.
...
Thomas dengan sabar membuka satu persatu tali pengikat yang ada di gaun Leathina kemudian pada saat akan membuka tali terakhir leathina mengerjap kan matanya Thomas yang melihat itu segera menarik salah satu tali gaun Leathina kemudian segera mengikat kedua tangan Leathina agar tidak memberontak.
“Kenapa cepat sekali sadarnya!” Gumam Thomas sambil mengikat pergelangan tangan Leathina.
“Ah, Sialan!” teriaknya dengan kesal saat berhasil membuka gaun bagian luar Leathina tapi ternyata leathina mengenakan gaun yang berlapis-lapis dengan banyak tali yang harus di buka.
Leathina tersenyum ketika melihat wajah Thomas yang kini terlihat kesal hanya karena gaunnya.
“Kau jangan, jangan...” ucapannya terputus ketika melihat Leathina yang sadar tapi tidak panik dan malah tenang sambil tersenyum melihatnya, “Apa kau sejak awal tidak pingsan?!” tanya Thomas dengan geram.
“Kam...” ucapan Leathina terputus ketika Thomas juga menyumbat mulutnya agar tidak berteriak.
Tiba-tiba terdengar suara ribut dari luar ruangan yang mereka gunakan disertai dengan gemuruh derap langkah yang terkesan sedang terburu-buru.
“Apa yang sedang terjadi di luar kenapa berisik sekali, biar saja bukan urusanku. Aku harus mengerjakan pekerjaanku disini.” Batin Thomas tidak ambil pusing dengan sura bising dari luar ruangan kemudian melanjutkan pekerjaannya kembali dengan terburuk-buru ia mulai merobek pakaian Leathina dengan pisau.
“Brakk”
Pintu ruangan yang ditempati thomas menyekap Leathina tiba-tiba meledak kemudian masuklah Duke Leonard dan duchess, diikuti oleh Winter, Edward, Zeyden, Yardley, Nora dan Nicholas tidak ketinggalan juga para tamu yang penasaran.
Mereka semua melihat situasi yang mengejutkan semua orang, dilihatnya Thomas sedang mengarahkan sebuah pisau ke arah Leathina yang tangannya diikat dan mulutnya disumbat dengan sapu tangan.
Tumpahan alkohol yang berwarna merah membasahi gaun berwarna silver Leathina semakin memperburuk suasana, salah paham dan mengira Leathina telah dilukai.
“Tsak”
“Tak”
“Pak”
“ARGGHHH!!”
Edward refleks langsung melemparkan sebuah pedang ke arah tangan Thomas yang mengarahkan pisau ke pada Leathina hingga menusuk tangannya, Winter dan Zeyden juga melakukan hal yang sama. Zeyden melesatkan sebuah serangan dengan sihirnya hingga memukul dada Thomas hingga terpental mundur ke belakang dan memuncratkan sedikit darah dari mulutnya sementara Winter juga melemparkan dua buah belati ke arah kaki Thomas hingga jatuh bertekuk lutut di lantai.
“Apa-apaan ini!” Ucap Duke Leonard geram, wajahnya memerah dan urat-urat diwajahnya terlihat dengan jelas karena menahan emosi.
“Nona Leathina!”
“Leathina.”
“Kakak Leathina!”
Pekik Anne, Duchess Nice, Nicholas dan Nora hampir bersamaan. Mereka lalu segera menghampiri Leathina dan memeluknya kemudian segera melepaskan ikatan yang mengikat tangan dan membuka kain yang menyumbat mulutnya dan terlihat lebam di sekitar tangan leathina yang sepertinya terjadi karena Thomas terlalu kuat mengikat tangannya.
“BERANINYA KAU!” Nicholas dengan emosi yang meledak-ledak menghampiri Thomas dan melayangkan tinjunya bertubi-tubi ke wajah Thomas.
“Argh!” pekik Thomas kesakitan, belum sempat ia menstabilkan tubuhnya hantaman-demi hantaman dari Nicholas terus ia dapatkan.
“Berani-beraninya tangan kotormu menyentuh Leathina!” Teriaknya dengan geram kemudian mencabut pedang yang tadi di lemparkan oleh Edward hendak menusuknya dada Thomas untuk membunuhnya langsung di tempat.
“Nicholas jangan!” Dengan cepat Winter mengentikan tindakan Nicholas.
“Jangan menahanku, lepaskan aku! Biar aku bunuh bajingan sialan ini! Kau dari keluarga mana hah!!” Nicholas memberontak mencoba melepaskan Winter yang mengunci pergerakannya.
“Tenang Nicholas, membunuhnya tidak akan menyelesaikan masalah. Kita harus mengintrogasinya agar mengetahui apa tujuannya melakukan hal kotor seperti itu terlebih lagi pada Leathina.” Winter mencoba menenangkan Nicholas.
"Kau bisa membunuhnya setelah nya." bisik Winter tiba-tiba membuat Nicholas menurut setelah mendengarkannya.
“Lepaskan!” Nicholas akhirnya kembali tenang setelah mendengar ucapan Winter.
“Trang ...” Ia melepaskan pedang yang tadi dicabutnya dari tangan Thomas ke sembarang arah.
“Dasar sialan! kalau saja Winter tidak menahanku akan aku bunuh kau.” Ancam Nicholas pada Thomas, walaupun telah kembali tenang aura membunuhnya tetap menyelimuti Nicholas yang sangat marah.
...***...
Hai Guys 🥰
Author Update Chapter baru lagi nih, sengaja buat ngobatin rasa penasaran kalian.😆
Tapi kalian jangan keasyikan baca sampai lupa tekan jempol di chapter sebelumnya soalnya dukungan kalian adalah mood booster ku untuk terus nulis.
Stay healthy and Happy Reading 💙
Love You All 💙💙