I'M A Villains In My Second Life

I'M A Villains In My Second Life
Chapter 181



“Aku yakin saat telah mengalahkan separuh dari mereka seseorang melarikan diri ke arah sini.” Gumam Leathina sambil terus mencari seseorang yang sebelumnya ia lihat kabur.


“Aku bisa mengintrogasinya jika tertangkap, tapi walaupun penjahat yang sebelumnya pasti juga memiliki informasi tapi aku merasa jika mengikuti yang kabur aku akan mendapatkan sesuatu yang lebih besar.” Batin Leathina yang masih terus berlari mencari salah satu penjahat yang tadi berhasil melarikan diri.


“Syutt!”


Terdengar suara siulan, refleks Leathina langsung mencari sumber suara dan berakhir pada jalan buntu yang di sana telah berada beberapa orang yang sedang menunggunya.


“Ah, tampaknya firasatku memang benar aku mendapatkan masalah besar kali ini.” Gumam Leathina kemudian pelan-pelan melangkah mundur kembali.


“Nona mau kemana? Bukankah kau memang ingin bertemu dengan kami?" Ucapnya saat melihat Leathina pergi secara perlahan dengan mundur selangkah demi selangkah.


“Tuan-tuan yang baik, sepertinya saya salah jalan arahku ke sana selamat tinggal.” Ucap Leathina kemudian terburu-buru meninggalkan mereke.


“Eh, mau kemana?” tiba-tiba dua orang laki-laki mencegat Leathina, tampaknya mereka memang merencanakannya dari awal untuk memancing Leathina agar mengikutinya.


"Tuan kita tadi ketemu di gang depan kan? Kau lihat sendiri, adikku yang malang terluka aku harus membawanya dan mengobatinya.” Leathina beralasan mencoba untuk mengelak, tapi sayang Leathina telah terkepung hingga tidak bisa lagi kemana-mana.


“Nona, kau tahu beberapa temanku sekarang sudah di tangkap itu semua berkatmu. Jadi sebagai gantinya, kami akan membawamu bersama kami, tenang saja kami tidak akan macam-macam.”


“Berarti orang-orang suruhan ayahku sudah datang, aku harus bertahan selama mungkin sampai mereka menemukanku.” Batin Leathina.


“Tidak, tidak, kau tidak boleh membawaku. Kalian akan dalam masalah besar jika menangkap ku.” Ucap Leathina mencoba untuk mengelak.


“Orang tuamu paling akan mencari mu dalam beberapa bulan saja, setelah itu mereka akan melepaskan mu karena mengira kau mati. Jadi bertahanlah selama beberapa bulan.”


“Ayo!”


“Ark!”


Saat akan di tangkap Leathina refleks menunduk mengindari mereka kemudian menendang tungkai bawanya hingga terjatuh.


“Tangkap perempuan sialan itu!”


Leathina mendadak menjadi seperti gula yang dikerumuni semut, sebisa mungkin Leathina menghindar agar tidak tertangkap berusaha mengulur waktu sebanyak mungkin sampai orang-orang suruhan ayahnya datang menemukannya.


“Woah, woah, kalian terlalu agresif tuan.” Ucap Leathina yang masih terus menghindar.


“Sialan, menangkap perempuan berukuran kecil seperti itu saja kalian tidak bisa!” teriak salah seorang dari mereka yang sepertinya merupakan pimpinan dari sekelompok penjahat.


“Oh!” seru Leathina menujuknya karena terkejut.


“Aku pernah melihatmu di banquet, kau dari keluarga mana? Kenap bisa bergabung bersama para penjahat seperti mereka, apa keluargamu bangkrut?” ucap Leathina dan masih terus menunjuknya.


“Akh! Sialan! Aku tidak mau tahu kalian harus menangkap perempuan ini.” Teriaknya dengan emosi karena merasa dipermalukan oleh Leathina.


“Duh, aku lupa membawa belati ku.” Batin Leathina yang mulai kewalahan.


“Pak!”


“Tak!”


Leathina yang mempertahankan diri segera berlari melarikan diri sayangnya para penjahat terus mengejarnya dan bahkan mengepungnya.


Seseorang melompat ke arah Leathina, Leathina berhasil menghindar tapi sayangnya ia menarik gaun Leathina cukup kencang hingga membuat Leathina terjatuh kemudian yang lainnya pun ikut mengepung Leathina dan berhasil meringkus Leathina hingga tidak dapat bergerak lagi.


“Sepertinya usahamu sia-sia Nona.” Ucap laki-laki yang tadi memerintahkan untuk menangkap Leathina.


“Betul, sepertinya aku kalah kali ini. Jadi apa yang akan kamu lakukan padaku tuan?” tanya Leathina.


“Oh, sepertinya kau tidak takut sama sekali nona. Aku akan membuatmu takut setengah mati hingga memohon agak aku membunuhmu.”


“Kau sangat percaya diri rupanya.” Gumam Leathina kemudian tersenyum.


“Ah, kau benar-benar tidak takut sama sekali. Aku akan memperkenalkan diriku padamu, aku Alas Dante dari keluarga Dante. Aku salah satu pemilik bisnis ini, jadi kau harus merasa terhormat karena aku yang menangkap mu terlebih dahulu setidaknya aku tidak akan menjual mu menjadi budak, aku akan memperkerjakan mu. Bagaimana bukankah aku sangat baik?”


“Aku sebenarnya tidak terlalu tertarik untuk mengenalmu tuan karena wajahmu jelek!”


“Plak!”


Sesaat setelah Leathina menyelesaikan ucapannya, Alas tiba-tiba menamparnya karena emosi.


“Lihat, betapa jeleknya bahkan sampai ke daging-daging mu.” Gumam  Leathina menatap Alas dengan tajam.


“Kau cukup bernyali juga Nona, kau bilang pernah melihatku di banquet berarti kau salah satu dari keluarga bangsawan bukan? Aku akan menggunakanmu untuk memeras keluargamu, ini pasti akan sangat menyenangkan. Jadi dari keluarga mana kau berasal nona?”


“Tuan tidakkah kau terlalu bodoh? Humm.. selain berwajah jelek kau juga punya otak yang bodoh rupanya.”


“Wanita ja*lang!”


“Ark! Lepaskan tangan mu dari wajahku sialan!” pekik Leathina saat Alsa menyentuh wajahnya.


“Katakan saja kau dari keluarga mana? Aku bersumpah akan membuatmu dan keluargamu berada dalam kesulitan.”


“Oh, benarkah?”


“Tentu saja aku bisa. jadi katakan dari keluarga mana kau berasal?”


“Tuan, kau pasti pernah mendengar rumor tentangku bukan? Coba perhatikan lagi, siapa tau otak bodohmu itu dapat mengingatnya.” Ucap Leathina kemudian menyeringai saat menantang Alas.


Alas mengerutkan alisnya menatap Leathina dengan serius dan mencoba mengingat-ingat apakah ia pernah bertemu dengannya atau tidak.


“Mari kita lihat, apa aku pernah melihatmu?” gumam Alas sambil terus melihat Leathina dengan serius.


“Rambut merah, mata biru dengan wajah cantik seperti se... oh! Kau anak tertua dari keluarga Yarnell! Sialan!” pekiknya saat akhirnya bisa mengingat sesuatu tentang Leathina.


“Otakmu masih bisa berfunsi tenyata, jadi apa aku mau melepaskan aku sekarang?”


“Woah! Woah! Apa ini, aku tidak percaya bisa menjerat anak nya.” Gumam Alas merasa takjub dengan dirinya sendiri.


“Kau tidak mau melepaskan ku Alas Dante?” tanya Leathina.


“Humm! Untuk apa aku melepaskan mu?”


“Sayang sekali padahal aku berniat memberikan keringanan untukmu saat di hukum, tapi kau sangat keras kepala rupanya.” Gumam Leathina.


“Apa yang perlu aku takutkan dengan keluargamu? Ayahku bilang sebentar lagi kau dan ayah sialan mu itu akan segera berakhir di tiang gantung karena melakukan pemberontakan.”


“Aku tarik lagi ucapan ku sebelumnya, ternyata kau benar-benar bodoh.” Ucap Leathina kemudian menatap Dante dengan tatapan merendahkan.


“Apa-apaan tatapan mu itu? Kau pasti benar-benar gila seperti yang dirumorkan.”


“Kenapa orang-orang yang ayahku kirmkan lama sekali, laki-laki gila ini mungkin akan benar-benar membunuhku!” Batin Leathina.


Leathina yang sebenarnya sedang panik sesekali melirik ke arah ujung jalan berharap seseorang datang untuknya atau seseorang lewat dan melihatnya.


“Akan aku beritahukan sebuah rahasia, sebenarnya ayahmu tidak melakukan kesalahan sama sekali. Ayahku dan teman-temannya sengaja menjebaknya agar berakhir digantung di tiang gantung.”


“Kenapa ayahku harus digantung, bukankah sebaiknya ayahmu dan kamulah yang harus di eksekusi? dasar Menjijikan!”


“Ayahmu terlalu merepotkan bagi usaha kami, kau tahu dia benar-benar bodoh! Padahal dia bisa mendapatkan banyak keuntungan yang besar jika mau bergabung dengan kami.”


“Untuk apa ayahku bergabung dengan sekumpulan sampah seperti kalian.” Ucap Leathina kemudian meludahi Alas karena sangat tidak suka dengan laki-laki yang berdiri di depannya itu.


“Untuk sekarang lakukan apa yang ingin kau lakukan, sebentar lagi aku akan menjualmu ke luar kerajaan dan meminta mereka untuk menyiksamu habis-habisan, disisi lain ayahku juga akan menggulingkan ayahmu. Bagaimana apa sekarang kau merasa sakit hati karena semua orang membenci ayahmu bahkan ingin menggulingkannya?”


Leathina tidak menjawab ia hanya melihat Alas dengan tatapan menjijikan karena benar-benar muak dengan Alas.


“Ah aku lupa bahwa kau juga membenci ayahmu bukan?”


Leathina masih tetap diam, tidak membuka mulutnya sama sekali karena tidak ingin kehabisan energi hanya untuk meladeni orang seperti Alas.


“Mari kita lihat berapa orang yang sedang mengepungku, satu.. dua.. tiga.. lima.. sepuluh.. lima belas..  Arkh!! Sialan mereka banyak sekali, jika satu sampai lima orang yang mengepung aku mungkin masih bisa melarikan diri tapi jika sebanyak ini bergerak sedikit saja mereka akan langsung mengepungku.” Batin Leathina dan tanpa sadar menghembuskan nafas berat karena belum menemukan solusi untuk menyelamatkan dirinya.


“Kau sepertinya takut Leathina?” ucap Alas saat melihat Leathina selalu melirik ke arah jalanan. “Apa kau berharap seseorang akan datang untuk menyelamatkanmu? Jangan berharap, aku dengar duke bahkan membenci darah dagingnya sendiri. Sangat disayangkan bahwa dia menyia-nyiakan putri cantik seperti ini, jika dia mengaturkan pernikahan politik untukmu dia pasti akan banyak keuntungan.”


“Kau salah, ayahku sangat menyukaiku bahkan lebih dari dirinya sendiri. Orang bodoh macam apa yang menyebarkan rumor aneh seperti itu.”


“Laki-laki ini tidak terlalu pintar, jika aku tidak bisa kabur maka aku hanya perlu mengulur waktu sambil mengorek informasi dari orang bodoh ini.” Batin Leathina sambil memperhatikan Alas dari ujung kaki sampai ujung kepala berulang kali.


“Kenapa? Apa kau tertarik padaku Leathina?” tanya Alas saat menyadari bahwa Leathina terus memperhatikan dirinya.


“Iya sepertinya aku telah menaruh sedikit perhatian padamu tuan Alas Dante, apa aku boleh mengajukan beberapa pertanyaan untuk mu?”


“Kenapa?”


“Aku penasaran, mungkin saja aku bisa langsung jatuh hati padamu jika rasa penasaranku hilang.”


“Baiklah tanyakan apapun yang ingin kamu tanyakan, lagi pula orang yang aku hubungi untuk membelimu belum juga datang.”


“Oh, kau sudah mau menjual ku?”


“Tentu saja, barang bagus tidak bisa di diamkan terlalu lama.”


“Humm, aku pikir kau akan menyimpan ku untuk dirimu sendiri.” Ucap Leathina yang memancing Alas karena sepertinya Alas mulai menyukainya.


“Dia menyukai wajah dan tubuhku, aku bisa mengetahuinya karena mata menjijikan nya itu dari tadi terus menatapku ia bahkan beberapa kali melap air liurnya sendiri.” Batin Leathina yang merasa semakin jijik dengan Alas yang mulai berperilaku seperti binatang.


“Jadi aku akan mulai bertanya sebelum itu kau tidak boleh menyentuhku sama sekali.”


“Baiklah, tapi aku harus menyentuhmu setelah aku menjawab semua pertanyaanmu?”


“Aku penasaran siapa saja orang-orang yang terlibat degan tuduhan pemberontakan ayahku dan apakah mereka semua memiliki bisnis gelap juga?” tanya Leathina yang mengacuhkan pertanyaan Alas karena tidak ingin menjawabnya.


“Aku hanya tahu beberapa nama seperti grand duke Alcot tapi laki-laki tua itu sudah membusuk di penjara sekarang, ada juga Tuan David Clement, Tuan Demitrus Dean dan tentu saja mereka semua punya bisnis gelap. Ini sedang populer belakangan ini, jika kau bebas kau juga perlu membangun bisnismu sendiri bahkan Yasmine pun punya, sayang dia menghilang sekarang.”


“Woah informasi mu bermanfaat sekali.” Seru Leathina kemudian tersenyum dengan lebar.


“Kenapa kau sangat bahagia hanya karena mendengarkan apa yang akau katakan, apa kau benar-benar jatuh hati padaku?” ucap Alas dengan percaya dirinya dia bahkan juga merapikan rambutnya beberapa kali.


“Tentu saja aku bahagia, orang yang kau jebak juga ada disini.”


“Apa maksudmu, kau mengada-gada saja. Kau pasti benar-benar dimabuk cinta. Dan kenapa pelanggan ku lama sekali datangnya sih.” Ucap Alas kesal sambil terus menyisir rambutnya ke belakang.


“Tuan.” Panggil bawahannya tapi Alas malah mengabaikannya.


“Tuan!”


“Apa?!”


“D- duke?!” ucap Alas terbata-bata karena saat menoleh ia melihat Duke Leonard telah berdiri di belakangnya dengan memenggang pedang di tangannya.


“Kau lihat, ayahku benar-benar menyukaiku.” Leathina memberitahu Alas, kemudian menyeringai saat Alas melihatnya dengan tatapan tidak percaya.


“Sialan! Lari, bawa gadis itu juga!” teriak Alas yang kemudian membuat orang-orangnya mulai berhamburan karena panik.


Duke Leonard yang memiliki lebih banyak personil tentara bersamanya dengan cepat dapat meringkus Alas dan para bawahannya.


“Kau tidak apa-apa Leathina?” tanya Winter yang kemudian membersihkan tangan Leathina yang berlumuran darah karena luka tusukannya yang sebelumnya.


“Leathina kau terluka.” Duke yang khawatir dengan Leathina langsung menutupnya dengan sapu tangan miliknya.


“Aku baik-baik saja ayah, ini bukan darahku lihatlah dengan baik.”


Leathina membuka kembali balutan yang duke balutkan di tangannya kemudian menunjukkannya agar duke Leonard percaya padanya.


Duke yang melihat tidak ada luka ditangannya kemudian merasa lega.


“Syukurlah kau tidak terluka." Duke Leonard pun merasa lega.


"ikat mereka semua dan bawa ke penjara. Aku akan meminta yang mulia raja untuk mengadili mereka secara langsung.”


“Nona apa kau baik-baik saja?” tanya Alex yang juga segera menghampiri Leathina sesaat setelah melihatnya.


“Kau kenapa ada disini tuan?” bisik Leathina pada Alex setelah Duke Leonard dan Winter sibuk mengurus para penjahat yang di tangkap.


“Ah, aku khawatir jadi aku ikut dengan mereka. Tapi nona apa tanganmu benar-benar telah sembuh?”


“Iya ini sudah sembuh, apa kau memberitahu yang lainnya bahwa aku terluka?”


“Adikmu yang bilang.”


“Apa dia juga mengatakan bahwa aku menyembuhkannya?” tanya Leathina khawatir.


“Tidak, perempuan bernama Anne mengatakan bahwa kami harus merahasiakannya pada orang-orang. Apa benar belum ada orang yang mengetahui kemampuan anda?”


“Aku tidak ingin terlibat banyak masalah jadi aku memilih untuk merahasiakannya. Jadi tuan aku mohon, tolong rahasiakan ini.”


“Alex.”


“Apa?” tanya Leathina yang tidak paham apa yang lawan bicaranya maksud.


“Namaku Alex, kau bisa memanggilku dengan nama itu.”


“Namaku Leathina, tuan Alex.”


“Senang berkenalan denganmu, tapi kau kan sudah memperkenalkan dirimu padaku sebelumnya Leathina.”


“Kau terlalu blak-blakan Alex.” Jawab Leathina dengan sedikit tertawa.


“Terimakasih karena telah merahasiakannya tuan Alex, dan terimakasih telah menolong adikku dan mengantar mereka pulang.”


“Apa yang kau lakukan Leathina, kau tidak perlu membungkuk seperti itu padaku.” Cepat-cepat Alex menahan Leathina agar tidak membungkuk padanya.


“Tidak apa-apa, aku sangat berterimakasih padamu karena telah menyelamatkan aku sebelumnya.”


“Bukan itu maksudku, kau harus melihat ekspresi duke dan laki-laki di sebelahnya itu.” Bisik Alex pada leathina.


Leathina pun langsung melihat ke arah yang di tunjukkan oleh Alex dan dilihatnya Duke Leonard dan Winter kini telah menatap Alex, tatapan mereka seakan mengatakan bahwa jangan dekat-dekat dengan Leathina.


“Ah, maafkan aku. Mereka memang agak berlebihan jika aku dekat dengan seseorang.” Ucap Leathina merasa canggung dengan Alex.


...***...