
Setelah tadi hening Kembali terdengar lagi suara benda berat yang diseret kemudian terdengar pula suara derap Langkah kaki yang perlahan-lahan mendekati tempat Nina beristirahat.
Nina yang tahu betul itu pastilah orang dan orang itu kini tengah berjalan menuju dirinya segera waspada, dipegangnya pedang yang ada di tangannya itu dengan erat sambil menatap satu titik di depannya, menuggu sesuatu yang akan keluar dari sana.
“Trak!”
Tidak terlihat apapun namun kemudian tubuh manusia terlempar di depan Nina dan sudah tidak bergerak lagi.
“Orang yang melarikan diri tadi.” Gumam Nina sambil memperhatikan mayat di depannya itu.
Setelah itu keluarlah Troy sambil melihat ke sekelilingnya yang juga tergeletak beberapa tubuh yang sudah tidak bergerak lagi.
“Jadi kamu juga diserang ya?” Gumamnya kemudian matanya mencari keberadaan Nina.
“Nina!” pekiknya panik Ketika melihat wajah pucat Nina dan bersandar di bawah pohon sambil memegang pedangnya dengan kuat.
“HAH! Ternya kau Troy.” Ucap Nina menghela nafas lega mengetahui yang datang ternyata adalah Troy, Nina kemudian melepaskan pedangnya dan Kembali bersandar dengan tenang.
“Nina apa yang terjadi, kenapa wajahmu pucat dan lenganmu membiru seperti ini? Ini buruk.” Tanya Troy khawatir dan memeriksa bagian tubuh Nina yang lainnya untuk memastikan keadaan Nina.
“Oh! Aku terkena racun, mereka menggunakan trik licik dan aku terkena racunnya.” Jawab Nina sambil melihat tangannya yang masih membiru.
“Sialan!” Umpat Troy.
Tanpa membuang-buang waktu Troy bergegas menghampiri mayat-mayat yang tergeletak di tanah memeriksa tubuh mereka satu persatu.
“Apa yang kamu lakukan?” Tanya Nina bingung melihat Troy dengan terburu-buru memeriksa seluruh mayat.
“Ah ketemu!” Ucapnya lega saat menemukan sebuah botol kecil berwarna bening di kantung salah satu mayat yang tergeletak begitu saja.
“Nina jangan bergerak, aku menemukan penawarnya.” Ucap Troy senang sambil sedikit berlari kearah Nina.
“Dari mana kamu tahu bahwa yang ada di dalam botol kecil itu adalah penawarnya dan bukan racun?” tanya Nina sedikit khawatir.
“Aku tahu, tadi di dalam hutan beberapa orang menyerangku tiba-tiba dan saat aku membalas ada teman mereka yang sepertinya terkena racun dan meminum cairan dengan botol serupa seperti ini, cepat minum.” Ucap Troy sambil membantu Nina meminum penawarnya.
Nina akhirnya meminum obat penawar yang diberikan Troy untuknya.
“Bagaimana?” Tanya Troy masih khawatir.
“Aku sudah lebih baik sekarang, aku tidak merasa kaku lagi.” Jawab Nina sambil menggerakkan tangannya yang tadi sulit ia gerakkan.
“Ah! Syukurlah, sebaiknya kita segera mencari tempat istirahat yang baru aku yakin mereka masih punya rekan ditempat lain dan sebentar lagi akan menyusul mereka jika tidak mendapatkan laporan dari orang-orang yang mengikuti kita.”
“Iya, benar katamu ayo kita pergi.” Ucap Nina sambil beranjak dari tempat duduknya.
“Akh!”
Pekik Nina yang kehilangan keseimbangannya, untungnya Troy dapat menangkapnya tepat waktu hingga tidak terjatuh.
“Sepertinya aku masih perlu beristirahat sebentar lagi.” Nina segera duduk Kembali, keseimbangannya masih tidak bisa ia kendalikan akibat efek racun yang tadi mulai menjalar di dalam tubuhnya.
“Eh? Apa yang kamu lakukan Troy?” tanya Nina bingung Ketika tiba-tiba Troy menggendongnya seperti seorang putri.
Troy tersenyum puas dilihatnya Nina yang masih kebingungan. “Sepertinya tidak ada pilihan lain selain menggendongmu, kita harus segera pergi dari sini Nona.” Ucap Troy sambil membawa Nina pergi
“Akh! Ah! Apa yang kamu lakukan?!” pekik Troy saat tiba-tiba Nina menarik rambutnya dengan kuat ke belakang.
“Kamu mengambil kesempatan dalam kesempitan ya?” Tanya Nina curiga.
Tidak ada jawaban dari Troy, Troy masih meringis kesakitan karena rambutnya ditarik dengan kuat oleh Nina.
“Aaa! Tidak! Tidak ada yang seperti itu.” Teriak Troy menahan sakit karena Nina Kembali menarik rambutnya.
“Tapi, kamu masih belum bisa berjalan.” Troy ragu-ragu tapi masih tetap menuruti perkataan Nina takut rambutnya Kembali dijambak.
“Siapa bilang aku akan jalan.” Ucap Nina kemudian memukul kedua bahu Troy sampai Troy membungkuk.
“Akh! Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu terus menyiksaku sih?!” Elak Troy yang mulai tersulut emosinya karena Nina terus menyiksanya.
“Kamu tidak mau menggendongku?” tanya Nina.
“Bukannya kamu yang minta diturunkan, dasar perempuan aneh.” Gerutu Troy mengusap rambutnya yang masih berdenyut sakit tempat Nina menariknya tadi.
“Itu karena kamu menggendongku seperti itu, sekarang gendong aku di pundakmu.”
“Troy mengerutkan alisnya melihat Nina dengan jengkel.”
“Cepat sebelum mereka dating mencari temannya.” Ucap Nina mengingatkan Troy.
Troy dengan terpaksa membungkuk di depan Nina kemudian menggendong Nina di punggungnya dan Kembali melanjutkan perjalanannya.
“Tapi Apa Nona Lea dan Tuan Ed baik-baik saja?” Tanya Nina tiba-tiba kepikiran dengan Leathina dan Edward yang telah berpisah dengan mereka sejak keluar dari penginapan.
“Mereka pasti baik-baik saja, kau tau sendirikan Tuan Ed tidak akan membiarkan Nona Lea terluka sedikitpun, bahkan jika Nona Lea didekati seekor nyamuk pun mungkin Tuan Ed tidak akan rela.” Balas Troy sambil fokus berjalan. “Tapi, yang membuatku penasaran apa Adam baik-baik saja?” Tanyanya mengingat Adam melakukan perjalanannya sendiri.
“Kenapa kamu tiba-tiba menanyakan orang itu?” Tanya Nina. “Kamu sendiri kan tahu, walaupun adam berada di ambang kematian dia pasti akan selamat.” Ucap nina lagi. “Orang itu benar-benar licik, aku penasaran kenapa Adam bisa selihai itu ya?” tanya Nina lagi penasaran.
“Mana aku tahu, yang aku tahu semua orang yang bergabung di organisasi tentara bayangan ini tidak ada yang normal termaksud kamu dan aku.” Ucap Troy kemudian keluar dari jalur utama dan memasuki hutan.
“Kita masuk ke hutan dulu untuk beristirahat, mereka pasti dapat menemukan kita jika kita tidak bersembunyi di dalam hutan.” Ucap Troy kemudian mempercepat Langkah kakinya memasuki hutan.
Setelah memasuki hutan Troy langsung mencari sumber air terdekat, menurunkan Nina dari gendongannya dan langsung memeriksa keadaan sekitarnya.
“Sepertinya disini aman.” Gumamnya pelan sambil duduk di depan Nina.
“Kenapa kamu melamun? Apa ada yang tidak nyaman? Bagaimana lenganmu apa sudah membaik?” Tanya Troy saat melihat Nina melamun tanpa membalas ucapannya.
“Nina?”
“NINA?!” Panggil Troy sedikit lebih keras untuk membuyarkan lamunan Nina.
“Ah! Kenapa kamu teriak-teriak?!” Tanya Nina merasa terganggu.
“Apa lenganmu baik-baik saja?” Troy membalas dengan pertanyaan setelah Nina sadar.
Nina Kembali melihat lengannya dan menggerak-gerakannya untuk memeriksa, terlihat warna kebiruan di lengannya mulai memudar dan lengannya juga sudah tidak terasa kaku lagi.
“Iya lenganku sudah membaik dan sepertinya penawarnya benar-benar berfungsi?” Jawab Nina.
“Syukurlah, tapi apa yang membuatmu berfikir begitu keras seperti itu?” tanyanya lagi penasaran.
“Tidak ada yang penting, aku hanya berfikir kenapa ada orang yang selalu benar seperti tuan Ed. Lihat dia memprediksi semuanya itulah kenapa kita berpisah dan menyamar dan semua yang ia prediksi terjadi sesuai perkiraannya, seandainya sedikit saja kelebihan yang ada pada tuan Ed kamu juga memilikinya mungkin kamu sudah menikah sejak dulu. Oh! Dan Tuan Ed sepertinya sangat serasi dengan Nona Lea.” Jawab Nina sambil memperbaiki Jubahnya menutupi tubuhnya agar tidak kedinginan.
“Hah!” Troy menghela nafas, dan memperhatikan Nina yang terlihat kedinginan.
“Tuan Ed, ya tuan Ed. Aku ya aku Troy seperi yang kamu kenal. Lagipula kenapa tiba-tiba kamu mengucapkan omong kosong seperti itu sih! Aku malas menjawab tapi aku senang dengan diriku yang sekarang, kau juga tahu tuan Ed itu sedikit menakutkan bukan? sama seperti Nona Lea dia juga sedikit menakutkan makanya cocok dengan Tuan Ed karena ada kesamaan. Aku khawatir akan berjodoh dengan perempuan aneh sepertimu, karena kita sama-sama mempunyai selera dan pola pikir aneh.” Ucap Troy sambil melepaskan jubahnya dan memberikannya pada Nina agar tidak kedinginan.
“Istirahatlah, besok saja kita lanjutkan perjalanan lagi.” Ucap Troy sambil berbaring tidak jauh dari tempat Nina berada.
Mulut Nina sudah gatal ingin membalas perkataan Troy karena menyebutnya perempuan aneh tapi ia tahan karena Troy memberikannya jubah miliknya agar ia tidak kedinginan sementara matahari makin turun dan menjadi gelap.
...***...