I'M A Villains In My Second Life

I'M A Villains In My Second Life
Chapter 63



Semenjak Anne mengetahui kemampuan Leathina yang bisa menggunakan sihir penyembuh Anne jadi sangat sering menempel pada Leathina karena masih takjub atas kemampuan nonanya.


“Kenapa kamu melihatku seperti itu Anne?”


“Nona, kekhawatiran ku jadi sedikit berkurang.”


“Apa maksudmu?”


“Aku jadi tidak takut lagi jika nanti Nona terluka nona bisa menyembuhkan diri, asal nona tahu sejak seminggu yang lalu aku terus memikirkan Nona jika nanti terluka di dalam hutan sendiri saat mengikuti kompetisi berburu.”


“Jangan memikirkan aku, pikirkan saja keselamatanmu sendiri jangan sampai kamu dipukuli saat aku tidak ada, apa kamu masih mengingat apa yang aku ajarkan jika ada yang berani memukulmu.”


Anne mengagguk dengan cepat tanda dia mengigat apa yang telah diajarkan oleh Leathina kemudian segera berdiri dan mulai memeragakannya di depan Leathina.


“Jika seseorang menarik rambutku maka aku harus menendang atau menginjak kakinya sekencang mungkin, jika mereka menamparku maka harus kubalas dengan menonjok mukanya jik..”


“sudah, sudah, jangan memeragakannya lagi Anne, lanjutkan pekerjaanmu.”


“Baik Nona.” Anne kemudian kembali melanjutkan pekerjaannya mengemasi barang – barang yang akan Leathina bawa saat mengikuti kompetisi berburu.


“Anne kenapa kamu memasukkan banyak barang di dalam tas kain ku, bukankah busur dan anak panah sudah cukup dan pedangku cukup aku gantunggka di pinggangku.”


“Umm, tidak nona, apa Nona Leathina lupa bahwa kompetis berburu ini dilakukan selama tiga hari dan para partisipan akan tinggal selama tiga hari pula di dalam hutan.”


“Benarkah? Kenapa kamu baru membeitahuku sekarang Anne!”


“Aku kira Nona sudah tahu, Nona juga biasanya akan tinggal, apa nona sebenarnya tidak mau ikut kalau begitu aku akan pergi memberitahu pengurus untuk mengeluarkan nama Nona Leathina dari kompetisi ini dan mengikuti kompetisi menyulam bersama para wanita bangsawan lainnya.”


“Ah! Tidak usah, aku lebih baik tinggal di hutan dari pada bergaul dengan para rubah licik. Kemasi barang – barangku dengan baik utamakan perbanyak perbekalan.”


“Baik Nona.”


Di lokasi tempat pembukaan kompetisi berburu telah berdiri banyak tenda tempat para bangsawan yang didirikan sebagai tempat persinggahan mereka yang ingin menonton juga menunggu kembalinya para partisipan nantinya mereka semua akan tinggal di tenda yang mereka dirikan selama tiga hari sampai pemenang kompetisi berburu diumumkan.


“Woah ini seperti sebuah perkemahan di dalam hutan, bedanya perkemahan yang aku ikuti ini sedikit lebih mewah dibandingakan perkemahan yang aku ikuti waktu aku masih berada di sekolah dasar.”


“Ini memang perkemahan nona, tapi nona apa itu sekolah dasar?”


“Itu seperti tempat anak – anak belajar.”


“Bukannya Nona belajar di akademi?”


“Sama saja, ini istilah anak sekolahan yang baru populer akhir – akhir ini.”


“Benarkah? Aku memang tidak pernah sekolah sih, tapi Nona apa isi kantong yang Nona ikatkan di pinggang Nona?”


“Oh ini aku membuat gelang yang aku buat dari benang yang kamu bawakan untukku sebagai pengganti sulaman jika ada yang memintanya dariku, karena aku tidak bisa menyulam jadi aku membuat ini saja.”


Leathina kemudian mengeluarkan sebuah gelang yang ia buat dari hasil menyimpul benang yang Anne bawakan untuk menyulam, gelang yang ia buat kemudian diberikan pada Anne agar Anne bisa melihatnya dengan jelas.


“Bagaimana cantikkan? ini lebih cantik dari sapu tangan yang disulam kau bisa membawanya kemanapun dengan memakainya di pergelangan tanganmu.”


“Iya Nona ini cantik sekali, aku tidak tahu kalau benang bisa dibuat seperti ini, apa benangnya tidak akan terurai?” Dengan hati – hati Anne mengambil gelang yang ditunjukkan Leathina padanya dan meletakkannya di telapak tanannnya.


“Kamu tidak perlu hati – hati begitu memegang nya Anne itu hanya benang, gelang itu terbuat dari benang yang diayam dan sudah aku simpul jadi tidak akan terurai, apa kamu mau?”


“Apa tidak apa – apa jika aku memilikanya Nona ini terlihat seperti hanya diberikan untuk orang tertentu saja.”


“Tidak apa – apa aku membuat banyak karena tidak ada kerjaan kemarin kamu bisa memilikinya nah kemarikan tanganmu.” Leathina menarik tangan Anne dan memaksimalkan gelang yang telah ia buat.


“Nah sudah simpan baik – baik.”


“Baik Nona, ini akan aku simpan dengan sangat hati – hati.”


“Tenda kita yang mana Anne?”


“Oh iya aku hampir lupa, tenda keluarga Yarnell yang warna biru tua.”


“Woah tendanya terlihat sangat besar, tenda yang berwarna keemasan itu milik keluarga yang mana?”


“Itu milik keluarga kerajaan, Tenda didirikan dari status kebangsawanan.”


“Tenda itu milik kalangan kesatria dan orang biasa yang juga mengikuti kompetisi berburu.”


“Jadi orang – orang seperti mereka juga bisa ikut, aku pikir kompetisi ini hanya boleh diikuti oleh kalangan bangsawan, memangnya apa keuntungan yang bisa mereka dapat dari kompetisi ini.”


“Semua orang bisa ikut Nona dan sebenarnya kompetisi ini juga seperti ajang pertunjukan bakat jika ada orang besar yang tertarik dengan kemampuan yang kita miliki merekam bisa merekrut kita jadi kesatria atau bekerja untuk mereka dengan gaji tinggi itulah kenapa banyak kesatria dan orang biasa yang ikut.”


“Oh jadi seperti itu, ayo ke tenda aku sudah lelah berdiri.”


“Baik Nona”


Leathina dan Anne berjalan menuju tenda milik keluarga Yarnell, mereka berdua melewati beberapa tenda keluarga bangsawan yang lainnya sebelum benar – benar sampai di tujuannya.


“Oh Nona Leathina, lama tidak berjumpa.”


Saat Leathina dan Anne masih dalam perjalanannya menuju tenda kelaurga Yarnell tiba – tiba saja seorang perempuan yang diikuti oleh beberapa pelayan dibelakangnya menghangi jalan Leathina membuat Leathina dan Anne terpaksa berhenti.


“Lancang sekali anda Nona Janneth menghalangi jalan Nona Leathina dari keluarga Duke Yarnell.” Anne denagan sigap berdiri di depan Leathina untuk menghalangi Janneth.


Janneth? Oh aku ingat gadis ini yang waktu itu disiram oleh Leathina saat mengikuti perjamuan, dia disiram dengan teh panas karena menghina Leathina di depan banyak orang apa sekarang dia berencana mempermalukan Leathina lagi?


“Plak”


“Lancang sekali seorang pelayan redahan sepertimu berteriak ke arahku.”


Tiba – tiba saja Janneth menampar Anne karena tidak terima diperlakukan seperti itu terlebih Anne hanyalah seorang pelayan biasa yang tidak memiliki nama belakang.


“Kau sudah gila ya! Kenapa menampar orang seenaknya.” Leathina segera menarik Anne ke belakangnya dan memuntahkan kemarahannya pada Janneth yang masih berdiri di depannya.


“Anda dan pelayan anda sama – sama kasar pantas saja dia mau menjadi pelayan pribadi anda Nona Leathina, padahal aku hanya ingin menyapa karena sudah lama tidak bertemu.”


“Benarkah, tapi sayangnya aku tidak inyin disapa dari keluarga rendahan sepertimu.”


Mendengar hinaan dari Leathina di depan orang banyak membuat Janneth malu dan menjadi semain marah.


“Hahaha, aku memang berasal dari keluarga Baron tapi aku tidak harus malu karena asal – usulku yang harusnya malah itu adalah anda Nona Leathina sebenarnya apa yang telah anda lakukan sehingga dibuang oleh pangeran Yardley kalau aku menjadi anda sebagai wanita aku mungkin akan bersembunyi di dalam lubang karena menahan malu.”


Janneth dengan sengaja membesarkan suaranya agar orang – orang bisa mendengar ucapannya hingga membuat Leathina malu di depan orang – orang.


Orang – orang mulai berkerumun melihat mereka berdua dan saling berbisik satu sama lain membenarkan perkatann yang diucapkan oleh Janneth.


Melihat semua orang merendahkannya Leathina hanya tersenyum kemudian berjaan mendekati Janneth dan membisikkan sesuatu di telinga Janneth hingga membuat wajah Janneth memerah dan segera pergi meninggalkan Leathina. Setelah itu Leathina menatap orang – orang yang tadi mengerumuninya dengan tatapan intimidasi membuat semua orang segera pergi dan membubarkan kerumunan.


“Woah nyona hebat sekali sampai membuat wanita gila itu kabur.”


“Tentu saja aku hebat. Baru saja aku memperingatkan jika ada yang memukulmu Makau harus kamu balas kenapa.kamu diam saja tadi? Tapi apa tadi aku sudah keterlaluan saat mengancamnya yah.”


"Saya tidak berani melawan karena Nona Janneth adalah bangsanya."


"Lain ki harus kamu balas."


"Baik Nona Leathina."


Leathina kembali mengigat perkataanya yang ia bisikkan ke pada Jannet hingga membuat Janneth segera pergi meninggalkannya.


“Yang anda katakan benar sekali Nona Janneth aku telah dibuang, tapi aku penasaran apakah bekas luka akibat tersiram teh panas di tangan Nona Janneth sudah hilang? Pasti sulit menutupinya terus – menerus dengan menggunakan selendang atau pakaian tertutup, kalau mau aku bisa menyiramnya lagi dengan air panas tapi kali ini aku akan menyiram diwajah cantikmu itu agar kamu tidak bisa lagi menunjukkan wajahmu dan mempermalukan orang - orang, pasti menyenagkan terus bersembunyi dari orang - orang. Anda tahu kan kegilaan apapun yang aku lakukan tidak akan berpengaruh padaku, tidak akan ada yang berani menuntutku jadi sebelum terlambat menghilang dari hadapanku sekarang!”


“Memangnya apa yang Nona Leathina katakan padanya?" Pertanyaan Anne membuyarkan lamunan Leathina yang masih memikirkan ucapannya tadi pada Janneth.


“Tidak ada, ayo ke tenda.”


“Nona, nona tunggu aku.”


Leathina segera berjalan meninggalkan Anne agar Anne tidak menyerangnya lagi denga pertanyaan, sementara Anne yang membawa banyak barang menjadi kesulitan mengejar Leathina yang sudah berjalan lebih dulu di depan.


......***...


...