
Edward mendekati Leathina dan segera melepas jubah kerajaan yang ia kenakan dan memakaikannya pada Leathina untuk menutupi tubuh Leathina yang pakaiannya kini terkoyak karena perbuatan Thomas.
“Bawa Leathina keruangan nya, biarkan dia beristirahat dia pasti sangat terguncang sekarang.” Ucap Winter memberitahukan Anne agar segera membawa Leathina kembali ke ruangannya untuk beristirahat.
Leathina menggeleng dengan lemah karena merasakan kepalanya masih sangat pusing, dosis obat tidur yang dicampurkan oleh Thomas ke dalam alkohol yang telah diminumnya mungkin sangatlah tinggi hingga walaupun ia telah memakan obat penawar sebelumnya efeknya masih Leathina rasakan.
Leathina dengan segenap kekuatannya yang masih tersisa mencoba berdiri sendiri tapi kemudian terhuyung ke belakang Edward yang sedari tadi berada di dekatnya segera menangkapnya agar tidak terjatuh, “Leathina?” Tanya Edward pada Leathina ketika Leathina menepis tangannya dan menolak bantuannya.
Setelah mengumpulkan kekuatan tubuhnya lagi dan dengan langkah yang tidak stabil Leathina berjalan mendekati Thomas membungkuk dan membisikkan sesuatu pada Thomas.
“Mereka mengorbankan mu.” Bisik Leathina kemudian menyeringai.
Mata Thomas terbelalak, tidak menyangka bahwa Leathina telah mengetahui semuanya dari awal dan dengan sengaja membuat dirinya sendiri terjebak untuk menjebak kembali.
“Sebaiknya katakan yang sebenarnya siapa yang memintamu melakukan semua ini dan kepala mu akan aman di tempatnya.” Bisik Leathina lagi kemudian jatuh terduduk di depan Thomas.
“Leathina!” Dengan cepat Edward dan Winter yang berada paling dekat dengan nya segera menghampirinya.
“Kau, kau, sungguh keterlaluan. Aku Tidak menyangka kau memberiku alkohol yang telah kau campurkan dengan obat tidur.” Pekik Leathina, sengaja menarik perhatian orang-orang, diliriknya Yasmine dan menatapnya intens membuat Yasmine perlahan-lahan mundur bersembunyi di balik para tamu yang datang untuk menonton.
“Seret dia ke aula utama agar dilihat oleh semua orang.” Duke Leonard memberi perintah kemudian dua orang penjaga dengan kasar menyeret tubuh Thomas ke aula utama seperti yang diperintahkan duke Leonard.
Semua orang kini telah berpindah di aula utama dan Thomas diletakkan ditengah-tengah untuk diadili secara langsung oleh Duke Leonard dengan semua pengunjung yang menjadi saksinya karena mereka semua telah melihat kejadian menyedihkan tadi dengan mata kepala mereka sendiri.
“Apa yang kau lakukan pada putraku Duke!” Bentak grand duke Alcott yang baru saja muncul entah dari mana dan saat kembali ke aula utama dilihatnya putra kebanggaannya telah ditawan seperti kriminal tingkat atas, segera ia menghampiri putranya dan membentak dua penjaga yang mengikat Thomas.
“Oh, ternyata laki-laki kurang ajar itu adalah anakmu grand duke,” Ucap Duke geram, “Pantas saja sifatnya tidak lebih rendah dari mu.”
“KAU!”
“Putramu berencana untuk menodai putriku Leathina. Apa ini rencana mu setelah pertunangan putrimu gagal dengan Nicholas!”
“B-bagaimana bisa ...” Ucapan grand duke Alcott terputus kemudian jatuh terduduk di samping putranya ternyata putranya tertangkap basah, ia menoleh mencari Yasmine tapi yang dilihat malah Yasmine tidak peduli sama sekali dan terus mendekatkan dirinya pada pangeran Yardley.
Tidak ada alasan lagi untuk grand duke mencari-cari alasan dan membela diri karena semua orang melihatnya sendiri. Jika ia melakukannya maka dia akan semakin berada di situasi sulit.
Yasmine sebenarnya tengah menunggu orang-orang suruhannya agar segera berpura-pura untuk membunuhnya sudah sejak tadi ia gelisah karena orang-orang suruhannya tidak kunjung datang juga.
Setelah melihat ke arah Yasmine grand duke Alcott kemudian melihat ke arah Leathina dan dilihatnya leathina menyeringai kemudian mengikuti gerakan mulutnya, “Aku tahu semuanya.” Itulah yang grand duke tangkap, membuat darahnya seakan tumpah keluar ketika menyadari apa yang akan terjadi pada dirinya dan keluarganya selanjutnya.
“Dia!” teriak grand duke menunjuk ke arah Yasmine, “Dia yang meminta putraku melakukannya.” Teriaknya mengangetkan semua orang yang tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh grand duke Alcott.
“Jangan asal menuduh.” Orang-orang mulai memihak.
“Mana mungkin Nona Yasmine melakukan itu.”
“Iya, jangan menyalahkan kesalahanmu ke orang lain.”
Tidak ada yang percaya dengan apa yang diucapkan oleh grand duke Alcott, ia mengedarkan pandanganya dan betapa mengejutkan baginya ketika melihat tatapan benci semua orang yang tertuju padanya.
“Sialan kau Yasmine, kau mengorbankan aku dan putraku.” Gumamnya geram dan mengepalkan tangannya samping buku-bukunya terlihat.
“Nona Leathina tolong dengarkan aku.” Grand duke Alcott berlari ke arah Leathina tapi para penjaga termaksud winter dan Edward segera menghalanginya takut jika tiba-tiba ia melukai Leathina lagi.
“Bicaralah!” ucap Leathina memberi kesempatan pada grand duke Alcott dan karena mendengar Leathina memperbolehkan grand duke Alcott untuk berbicara para penjaga yang menahannya melepaskannya, grand duke berjalan ke arah Leathina dengan lututnya dan berhenti ketika telah berada sekitar satu meter di depannya.
“Nona Leathina terimakasih atas kemurahan hati anda,” ucap gran duke memulai penjelasannya. “Beberapa hari yang lalu nona Yasmine datang menemui ku dan memberitahuku rencana jahatnya dengan menawarkan akan mendukungku jika ia telah mejadi permaisuri selanjutnya, dia meminta putraku untuk merenggut kesucian Nona Leathina agar tersingkir dari kandidat putri mahkota dia bahkan meminta putraku untuk membuat nona Leathina menunjukkan tubuhnya pada semua orang agar menanggung malu seumur hidup tapi putraku menolak ampunilah dia Nona.”
"Atas dasar apa aku harus mengampuni orang yang hanya sedikit kemurahan hati tidak berniat mengekspos ku, tapi tetap melakukan kejahatan lainnya terhadapku." Leathina tidak menduga saat mendengar grand duke Alcott memintanya untuk mengampuni putranya hanya karena tidak setuju dengan permintaan kedua Yasmine.
Orang-orang yang mendengar penjelasan grand duke Alcott terkejut bukan main, terdengar gemuruh di aula utama akibat dari orang-orang yang berbicara satu sama lain saling tanya karena masih tidak percaya kemudian segera menjauhi Yasmine hingga Yasmine dapat terlihat dengan jelas berdiri sendiri.
"Jadi maksud mu menodai ku bukanlah perkara biasa." Ucap Leathina sarkas.
"Ma-maksudku bukan seperti itu nona," Ucapnya terbata-bata karena ketakutan. "Kalian harus tahu Yasmine tidak sebaik yang kalian kira, selam ini dia hanya menggunakan topeng." Hadrik grand Duke Alcott pada Yasmine.
“Pembohong!” Teriak Yasmine membela diri, “Mana mungkin aku berbuat sekeji itu, aku bahkan tidak mengenalmu dan putramu grand duke jangan menjebak ku dan menarikku ke dalam lumpur bersamamu.” Ucapnya Yasmine menolak menjadi yang tertuduh.
Grand duke semakin kaget bukan main ketika mendengar ucapan Yasmine barusan dan dilihatnya putranya telah sekarat karena luka yang ada ditubuhnya dan mengeluarkan banyak darah.
“Yasmine kau ...” Ucapan grand duke terputus tidak tahu lagi bagaimana agar orang-orang bisa mempercayainya ia pasrah dan berakhir menatap Leathina dengan penuh harapan.
“Kasihan sekali, kau digunakan sampai akhir dan berakhir dengan terbuang.” Batin Leathina prihatin melihat keadaan grand duke dan putranya yang berakhir begitu mengenaskan.
Leathina menatap ke arah Edward, Edward yang panca inderanya sangat tajam segera menyadari bahwa seseorang memperhatikannya dan segera menoleh ke arah Leathina benar saja tebakannya tidak pernah salah Leathina lah yang terus melihatnya.
Edward mengangguk paham setelah melihat ke arah Leathina seperti yang telah ia sepakati sebelumnya bahwa Edward akan membantu Leathina untuk menangkap orang suruhan Yasmine.
Edward berjalan mendekati Duke Leonard kemudian membisikkan sesuatu pada Duke Leonard hingga ia terbelalak karena terkejut mendengar apa yang diucapkan oleh Edward.
“Bawa kemari, Pangeran Edward.” Ucapnya meminta Edward membuktikan apa yang telah diberitahukan pada Duke Leonard.
“Sebenarnya saat perjalanan kemari saya tidak sengaja melihat beberapa orang mencurigakan yang secara kebetulan berpapasan denganku dan segera menangkapnya karena saat ingin melihat undangannya mereka tidak mau memperlihatkannya, setelah berhasil tertangkap ternyata mereka adalah para pembunuh bayaran yang disewa oleh seseorang untuk membunuh.” Ucap Pangeran Edward memberitahukan pada yang lainnya.
“Bawa dia masuk!” teriak Edward pada seseorang yang kemudian muncul dari pintu utama,beberapa orang sedang menyeret lima oran berjubah masuk ke dalam aula utama dan yang menyeret mereka masuk adalah Adam, Troy, Nina dan beberapa orang suruhan Edward yang lainnya.
“Trang ..”
“Tak ..”
Saat telah berada ditengah-tegah aula Adam melemparkan beberapa senjata tajam ke lantai menunjukkan pada semua orang bahwa mereka adalah pembunuh bayaran.
“Astaga.” Pekik para tamu undangan ketakutan.
Para pembunuh bayaran yang mereka tangkap melirik ke arah Edward yang berdiri tepat di depannya dilihatnya mata Edward penuh dengan intimidasi aura pembunuh Edward dapat mereka rasakan membuatnya tidak berani bergerak barang se-inci karena takut nyawanya melayang.
“Se-seorang membayar kami untuk melakukan pembunuhan disini.” Ucap si penjahat terbata-bata.
“Siapa?” Tanya Edward dengan suara lantang.
Para penjahat melihat ke arah Yasmine kemudian dengan ragu-ragu menunjuk Yasmine.
“Tunggu! Kalian menjebak ku, bagaimana bisa kalian semua melakukan ini padaku!” teriak Yasmine tidak percaya dan berpura-pura menjadi korban.
“Tidak, bukan aku.” Ucapnya lirih kemudian perlahan-lahan mundur hendak melarikan diri tapi dengan cepat penjaga yang bekerja dikediaman Yarnell menghadangnya. “Tidak ada yang bisa pergi dari aula sebelum pengadilan selesai Nona, anda bisa benar-benar menjadi tersangka jika melakukanya.” Ucap si penjaga menjelaskan pada Yasmine hingga membuat Yasmine tidak bisa berkutik.
“Katakan!” Edward bersuara meminta penjelasan lebih pada si penjahat.
“Kami diperintahkan untuk berpura-pura membunuhnya jika rencananya tidak berjalan lancar dan meminta kami untuk meninggalkan jejak untuk menjebak seseorang.”
“Tidak ada bukti yang mengatakan bahwa nona Yasmine melakukan kejahatan tersebut.” Ucap seseorang tiba-tiba berbicara dari balik kerumunan dia adalah tangan kanan ratu yang sengaja diutus untuk memantau pergerakan Yasmine.
“Jangan salah paham Duke, aku tidak memihak hanya saya ucapanku tidak salah bukan?” Tanyanya ketika Duke menatapnya dengan intens.
“Suruhan ratu.” Batin Leathina saat melihat nya seolah-olah dia adalah yang paling benar.
“Ayah bukankah kemarin kita menemukan penyelundupan ras asing di kerajaan kita.” Ucap Leathina tiba-tiba mengungkit masalah yang baru saja ia selesaikan.
“Ada apa Leathina?” Tanya Duke.
“Aku berjanji akan menemukan dalang penyelundupan untukmu bukan? Malam ini aku akan menangkap pelaku nya sebagai kehormatan menjadi bagaian keluarga Yarnell yang selalu berdiri di pihak benar.”
“Oh, kau menganggap dirimu seorang pahlawan rupanya.” Ucap Melissa, yang merupakan utusan ratu ia adalah salah satu orang jenius di kerajaan itulah kenapa cara bicaranya selalu saja merendahkan.
“Madam Melissa, terimakasih atas pujian anda. Tapi tidakkah anda terlalu pintar hanya untuk melontarkan perkataan orang bodoh seperi itu.”
“Berani sekali kau!” Ancam Melissa tidak terima di rendahkan oleh Leathina.
“Baik seret dia kemari!” Seru Leathina sambil menunjuk ke arah pelayan pribadi Yasmine.
“Tuan dan Nona sekalian,” Ucap Leathina memulai pengakuannya, “Beberapa hari yang lalu aku menemukan penyelundupan ras asing masuk ke dalam kerajaan kita dan salah satunya adalah ras elf, kalian tahukan betapa berbahayanya ini bagi kerajaan?” Tanya Leathina sengaja memprovokasi.
“Tentu saja aku diam-diam melakukan penyelidikan dan berhasil menemukan bukti untuk menangkap pelakunya.” Leathina melihat grand duke Alcott, dilihatnya laki-laki paru bayah itu sedikit menggelengkan kepalanya untuk meminta Leathina tidak menyebutkan masalah itu karena hukumannya pasti akan bertambah karena dialah salah satu dalang dari penyelundupan yang Leathina temukan kemarin.
“Untuk apa kau membawa pelayanku, Leathina!” Jerit Yasmine tidak setuju.
“Hustt, anda diam saja yang manis Nona Yasmine aku akan melakukan sebuah pengakuan untuk mu.” Ucap Leathina tersenyum manis.
Keringat dingin bercucuran meliputi Yasmine ia mulai mencubit punggung tangannya sendiri dilihatnya melissa berharap untuk mendapat pembelaan.
“Asal kalian tahu bahwa semua orang-orang yang diselundupkan diberi label dari cap besi yang dipanaskan dengan api, persis seperti ini.”
“Srek” Leathina merobek gaun Liza kemudian terlihat tanda silang bekas tertempel benda panas.
Semua orang menutup mulutnya , benar-benar kaget melihat tanda cap di tubuh Liza. Tidak hanya itu di sekujur tubuh liza juga dipenuhi bekas luka lebam di betis dan punggungnya banyak bekas-bekas cambukan.
“Astaga jahat sekali.” Ucap orang-orang setelah melihatnya.
“Siapa yang melakukan hal sekejam itu di zaman sekarang?”
“Husss, kecilkan suaramu. Dia pelayan pribadi Nona Yasmine tentu saja yang melakukannya adalah majikannya.” Timpal yang lain sambil berbisik.
“Memberikan hukuman pada seorang pelayan yang melakukan kesalahan merupakan hal wajar,” ucap melissa membela. “Tapi dengan melakukan ini secara langsung anda telah menuduh nona Yasmine yang melakukan penyelundupan, saya tahu bahwa hubungan anda memang tidak baik dengan nona Yasmine tapi menuduhnya seperi ini bukankah sangat keterlaluan.”
“Grand duke!” Ucap Leathina dan membuat grand duku langsung bersujud di depan Leathina.
“I-itu, itu bisnis milik saya Nona Leathina, aku mohon, ampuni saya. Bisnis itu milik saya yang bekerja sama dengan Nona Yasmine semua pelayan dirumahnya berasal dari orang-orang luar yang kami selundupkan dan untuk menandai mereka nona Yasmine mengusulkan untuk memberi cap dari besi panas agar tidak bisa lari, mohon maafkan saya Nona.” Ucap grand duke memelas.
“Tidak itu bohong!” teriak Yasmine tidak terima, “Jagan asal bicara kau tua bangka.” Jeritnya sambil menarik rambutnya sendiri karena menahan emosinya, ia menjerit-jerit dan melemparkan semua benda yang ada di dekatnya.
Sifat lembut yang selalu Yasmine tunjukkan hilang entah kemana, yang orang-orang lihat sekarang hanya seorang wanita dengan emosi yang gampang meledak-ledak. Orang-orang mulai menghindarinya karena takut terkena pecahan kaca yang Yasmine lemparkan ke sembarang arah.
“Bawa mereka masuk.” Leathina kembali memberi perintah dan masuklah orang-orang yang leathina selamatkan di rumah penyimpanan barang selundupan, “Lihat, dialah yang menculik kalian dan memisahkan kalian dari keluarga kalian.” Ucap Leathina sambil menunjuk dengan matanya, sengaja menunjukkan wajah Yasmine agar mereka menumbuhkan dendam pada Yasmine.
Leathina menginginkan Mereka mengingat seumur hidup wajah yang telah membuat mereka menderita, begitu juga sebaliknya Leathina menginginkan Yasmine melihat orang-orang yang telah dibuat menderita olehnya agar Yasmine tidak bisa hidup tenang selama sisa hidupnya.
Kejutan demi kejutan terus saja bermunculan, hingga akhirnya membuat semua orang kebingungan dalam menentukan kepercayaannya setelah mendengar semua bukti-bukti yang telah terungkap tentu saja itu tidak terungkap dengan sendirinya penyebabnya adalah karena Leathina yang membuatnya seperti itu karena ia memang telah merencanakannya secara matang hanya untuk mengungkapkan kebenaran.
Ia menciptakan alur permainannya sendiri untuk menciptakan kemenangannya yang belum pernah ia dapatkan sebelumnya, Leathina menarik targetnya masuk ke dalam permainannya dan dengan alamiah mereka memainkan perannya masing-masing.
...***...
Hai guys Author muncul lagi nih 😄
Tidak tahu ya author kesambet apa hari ini, tapi setelah membaca komentar kalian author jadi tergerak buat duduk berjam-jam lagi di depan layar sambil menghayal sendiri untuk nulis chapter baru lagi untuk hari ini.
Author cuman mau kasih tau chapter ini tuh dua bab yang author gabungin jadi satu, soalnya capek ngedit dua kali. jadi hari ini kalian baca empat chapter loh. 😁
Dah itu aja dari author, semoga kalian senang di hari yang melelahkan ini.
Stay healthy and Happy Reading 💙
Love You All 💙💙