
Edward dengan tampang serius berjalan disamping Leathina, Edward tidak menoleh sedikitpun tapi dari sudut matanya ia sedari tadi telah mengawasi sekitarnya.
“Apa kamu kahwatir aka ada yang menyerang secara mendadak?” Tanya Leathina yang sedari tadi juga memperhatikan mimic wajah Edward.
“Tidak aka nada yang berani menyakitimu.” Jawab Edward kemudian menunduk dan untuk kesekian kalinya ia Kembali memperbaiki jubah Leathina agar wajahnya dan rambutnya tidak terlihat.
“Ayo!” Ucap Edward sambil menarik Leathina untuk Kembali berjalan.
“Terimakasih.” Ucap Leathina tiba-tiba sambil menyejajarkan Langkah kakinya dengan Edward dan setelah itu tidak lagi mengucapkan apa-apa selain berjalan dengan tenang di samping Edward.
“Umm?” Edward tertegun sejenak namun tidak berhenti berjalan dan pandangannya masih fokus ke depan.
“Untuk?” Ucapnya singkat.
Leathina menoleh menatap Edward yang kini juga menatapnya dan tersenyum tulus.
“Untuk semuanya, terimakasih.” Ucapnya lagi kemudian Kembali menatap lurus ke depan tetap berjalan melanjutkan perjalanannya.
Edward tidak membalas kalimat Leathina barusan ia hanya menatapnya sedikit lebih lama kemudian tersenyum tulus dan Kembali fokus ke depan.
“Ayo, kita harus bergegas sebentar lagi kita akan samapai di kerajaan.” Ucap Edward kemudian sambil berjalan sedikit lebih cepat membawa Leathina bersamanya.
“Benarakah?” Tanya Leathina sedikit senang karena perjalanan melelahkannya akan berakhir namun juga sedih karena khawatir kepulangannya akan membuat kehebohan.
“Tidak apa-apa, jangan kahwatirkan apa-pun akua da disismu.” Ucap Edward tiba-tiba.
Leathian berhenti melamun setelah mendengar ucapan Edward tersenyum puas dan Kembali bersemangat.
“Kamu tidak ingin meladeni mereka dulu?” Tanya Leathina sambil mengedipkan matanya dengan licik dan menoleh ke belakang.
“Aku sebisa mungkin menahan diri untuk membereskan mereka karena ada kamu disini.” Edward mengeratkan genggamannya yang sedari tadi masih mengenggam tangan Leathina seakan-akan takut Leathina akan tertinggal ke belakang atau terjatuh.
“Aku tidak selemah itu kok.” Gumam Leathina sedikit kecewa karena beranggapan bahwa Edward meremehkannya.
“Jangan berpikir yang aneh-aneh, aku hanya kahwatir sesuatu terjadi padamu itu saja.” Seakan tahu apa isi kepala Leathina Edward dengan lembut memberitahu Leathina membuat Leathina sedikit melunak.
Keduanya tetap melanjutkan perjalanan walaupun masing-masing dari mereka sejak tadi telah merasakan orang-orang yang mengikuti mereka semakin lama semakin mendekati mereka.
“Jangan menoleh.” Ucap Edward mencegah Leathina melihat kebelakang atau melirik ke sekelilingnya.
“Biarkan saja, pura-puralah bahwa kita tidak menyadari keberadaan mereka akan lebih baik jika mereka lengah seperti sekarang.” Edward memberitahu Leathina agar berjalan seperti biasanya dan tetap berpura-pura bahwa ia tidak tahu keberadaan mereka.
Leathina mengangguk paham tanpa bertanya lagi ia kembali berjalan seperti biasanya.
“Lea, lihat!” Edward dengan semagat menunjuk ke satu arah.
“Ada apa?” Tanya Leathina sambil melihat kearah yang dimaksu Edward.
“Itu perbatasan kota.” Jawabnya sambil melihat ke tembut tinggi perbatasan yang masih jauh di depan mereka namun masih dapat terlihat.
“Hah?!” Leathina termangu sejenak.
“Ada apa?” Tanya Edward khawatir.
Leathina menggeleng pelang menenagkan Edward yang sedikit panik karena dirinya tiba-tiba mematung.
“Tidak apa-apa Ed, aku.. aku hanya takut Kembali ke kerajaan.” Leathina mengatur nafasnya agar Kembali tenang tapi detak jantungnya masih berpacu lebih cepat dari biasanya.
Leathina lagi-lagi kahwatir bahwa kepulanganya akan menjadikan kerajaan kacau terlebih dirinya sudah dikabarkan meninggal, Leathina juga takut keluarganya tidak lagi menerimanya setelah mengetahui rahasianya.
“Leathina?” Panggil Edward yang masih kahwatir karena walaupun Leathina menyatakan tidak apa-apa tapi sikapnya berbanding terbalik dengan ucapannya.
Leathina berkeringat dingin dan nafasnya tidak beraturan, walaupun berpura-pura semuannya baik-baik saja ia tidak menunjukkan hal itu, mimik khawatir terlihat jelas di wajahnya.
“Leathina?” Panggil Edward sekali-lagi.
“A.. aku, aku tidak apa-apa, sungguh!” Ucap Leathina cepat menjawab panggilan Edward yang mengakhiri lamunan ketakutannya barusan.
Edward tidak berbicara ia hanya menatap Leathina lekat-lekat sambil mencoba menenangkan Leathina dengan menepuk-nepuk pelan pundaknya.
“Tidak apa-apa, sudah aku bilangkan aku akan berada di sisimu.” Ucap Edward lagi setelah Leathina terlihat lebih tenang.
Leathina menghirup nafas dalam kemudian melepas dengan mulutnya berusaha menangkan dirinya yang tiba-tiba diserang rasa panik.
Setelah tenang Kembali Leathina mengangguk, “Iya, aku akan baik-baik saja.” Ucapnya optimis kemudian di dukung oleh Edward keduanya kemudian Kembali berjalan melanjutkan perjalanan yang sebentar lagi akan sampai di gerbang perbatasan kerajaan Coniferland.
...***...