
Seorang pria lengkap dengan seragamnya memasuki ruangan milik Duke Leonard, membungkuk untuk memberi hormat sebelum memulai percakapan.
“Apa kamu telah menemukan putriku, Winter?” Saat Duke Leonard melihat Winter masuk ia meletakkan penanya dan fokus melihat Winter yang kini berdiri tepat di depannya siap melaporkan hasil dari penyelidikan yang telah ia lakukan.
“Maafkan aku paman, tapi sampai sekarangpun aku masih belum menemukan jejak apapun.”
“Bukankah ada laporan dari beberapa orang yang mengatakan bahwa mereka melihat seorang wanita yang mirip dengan Leathina di penginapan?”
“Saya sudah memeriksanya sendiri paman, bahkan wilayah di sekitanya pun sudah saya periksa tapi saya masih belum menemukan jejak apapun.”
“Aneh sekali, tidak ada jejak selama hampir sebulan kita melakukan pencarian. Bukankah ini menurutmu aneh? Atau jangan – jangan yang membawa pergi Leathina adalah pembunuh bayaran dan dia sudah.. Ah, tidak.” Memikirkan bagaimana Leathina menghilang , kenapa ia pergi dan siapa yang membawa putrinya itu pergi membuat Duke Leonard menjadi frustasi. Ia mengusap kasar wajahnya dengan tangannya kemudian menghela nafas panjang.
“Paman..?” Melihat keadaan Duke Leonard membuat Winter ikut Khawatir.
Rambut Duke Leonard yang dulu selalu rapi kini sangat acak–acakan, terlihat garis gelap melingkari matanya dan wajahnya menyusup kerena jarang makan dan stress memikirkan keberadaan putri tertuanya, Leathina.
“Ah, jangan pedulikan aku Winter. Aku telah mendengar laporan darimu, kembalilah mencari.”
“Baik paman, aku kan berusaha.”
Winter membungkuk kemudian pergi meninggalkan ruangan kerja Duke Leonard, tapi saat Winter membuka pintu ia mendapati Nora dan Nicholas berdiri di depan pintu ruangan Tuan Duke Leonard.
“Oh, hai. Kalian pasi ingin bertemu dengan Duke, masuklah ia ada di dalam urusanku sudah selesai.”
“Tuan Winter.”
“Iya Nora, ada apa?”
“Jadi.. bagaimana keadaan kakak Leathina, apa kamu telah menemukan keberadaanya?”
“Ah, maafkan. Tapi sayangnya aku belum menemukan apa – apa.”
“Apa mungkin dia bisa ditemukan kembali.”
“Aku harap juga begitu Nicholas, aku sangat berharap bisa menemukan nona Leathina dan membawanya kembali.
“Jadi belum ada hasil ya.” Ekspresi Nora menjadi murung setelah mendengar apa yang dikatakan Winter.
“Kalau begitu aku akan pergi dulu.”
“Silahkan Tuan Winter, maaf menganggu.”
“Tidak masalah, dan jangan terlalu khawatir Nona Leathina pasti akan kembali.”
Setelah percakapan mereka selesai Winter segera pergi meninggalkan Nicholas dan Nora untuk melanjutkan pencariannya. Selama Leathina menghilang ia sibuk melakukan pencarian untuk mencari tahu dimana keberadaan Leathina berada sekarang.
“Kakak Nicholas, apa kakak Leathina akan kembali? Bagaimana jika dia sudah.. sudah..” Nora tidak bisa melanjutkan perkataanya kemudian menutup wajahnya dengan telapak tangannya ia takut membayangkan bagaimana jika Leathina benar – benar telah dihabisi oleh para pembunuh bayaran.
“Huss, apa yang kamu pikirkan. Kau tahu kan Leathina kuat dan bahkan teknik berperang nya sudah tidak diragukan lagi jadi tenang saja dia pasti akan kembali dalam keadaan hidup.” Nicholas tahu apa yang ditakutkan adiknya itu ia mencoba untuk menenangkannya dengan memberikan sedikit harapan di dalam ucapannya pada Nora.
“Tapi.., kau tahu sendiri kan setelah bangun dari tidur panjangnya ingatannya terganggu dan bahkan jarang berlatih dan melihat keadaanya sebelum menghilang dia..”
“Kau dengar sendirikan apa yang dikatakan Winter, dia pasti bisa ditemukan. Sudah ayo kembali.”
Nora mengangguk pelan menanggapi perkataan Nicholas, kemudian mereka berdua kembali ke kamar masing – masing.
...
“Astaga apa yang kamu pikirkan Nora, kakak Leathina pasti akan kembali dengan selamat.”
Nora menggelengkan kepalanya mencoba menghilangkan apa yang sedang dipikirkannya dan bahkan beberapa kali menampar wajahnya dengan pelan untuk membuatnya sadar kembali.
...
Semetara itu, kabar menghilangnya Leathina telah menyebar bahkan sampai pada kerajaan tetangga. Lembaran – lembaran berlukiskan wajah dan informasi tentang Leathina disebarkan secara luas untuk membantu pencarian tersebut, tapi sampai sekarang hanya desas – desus dan informasi yang tidak jelas sampai pada Winter dan Duke Leonard, membuatnya menjadi semakin kesulitan mendapatkan informasi mengenai keberadaan Leathina.
“Oww. Ini wanita itu.”
Saat berjalan di pusat kota Yasmine melihat lukisan Leathina yang tertempel dimana – mana. Ia mengambilnya dan tersenyum manis saat melihat tulisan yang mengatakan diinformasikan orang hilang.
“Ternyata sudah hampir satu bulan Nona Leathina menghilang, sayang sekali semoga saja ia bisa ditemukan dalam keadaan selamat.”
“Oh. Nona Yasmine anda terlalu baik mendoakan keselamatan wanita ini.”
“Iya betul, padahal jika diingat – ingat kembali Nona Leathina selalu menganggu anda.”
“Bahkan selalu mencoba mengambil putra mahkota.”
Mendengar ucapan Yasmine, gadis – gadis bangsawan yang sedang bersamanya menjadi sangat kagum kepadanya.
Sempurna. Ini adalah rencana yang paling sempurna yang tidak pernah aku bayangkan akan berjalan semulus ini. Aku benar – benar cerdas dan dewa keberuntungan selalu berpihak kepadaku. Aku sangat berterimakasih pada adiknya yang bodoh karena telah bertanya padaku malam itu dan bahkan benar – benar mengikuti saranku. Aku berharap wanita penganggu ini benar – benar telah mati dan membusuk disuatu tempat sehingga aku bisa mengambil posisinya dan tidak bisa menggangguku lagi!
“Nona? Nona? Nona Yasmin! Kenapa anda tiba – tiba melamun sambil menatap lembaran informasi ini?”
Salah – satu wanita bangsawan yang juga sedang bersama Yasmine mencoba mengembalikan kesadaran Yasmine karena telah terlalu lama menatap lembaran informasi mengenai hilangnya Leathina.
“Ah, tidak apa – apa. Aku.. aku, hanya prihatin mengenai kejadian yang dialami oleh Nona Leathina sebelum menghilang dan bahkan diculik dan belum ditemukan sampai sekarang.”
Yasmine dengan wajah polosnya tersenyum dengan lembut menanggapi teman – temannya yang terlihat khawatir terhadapnya karena telah lama melamun.
“Sesuai dugaan, nona Yasmine ini benar – benar baik.”
“Iya benar, aku bahkan tidak bisa berkata – kata lagi menanggapi kebaikannya ini. Pangeran Yardley akan menjadi pria yang sangat beruntung jika memilih Nona sebagai permisurinya dimasa depan.”
“Kalian benar – benar berekspektasi tinggi terhadapku, jangan memujiku terlalu tinggi aku hanya wanita biasa yang derajatnya tidak sepadan dengan Nona Leathina jadi bagaimana aku bisa bermimpi menjadi permaisuri.”
Benar, benar sekali perkataanmu itu. Aku pasti akan menjadi permaisuri, ibu dari seluruh rakyat. Aku pasti akan membuat kalian semua tunduk dibawah kakiku.
“Ah, Nona ini benar – benar.”
“Sudah, sudah, jagan memujiku lagi. Aku harus kembali hari sudah mulai gelap aku takut orang tuaku akan khawatir.”
“Baiklah Nona Yasmine.”
“Dipertemuan selanjutnya Nona Yasmine harus hadir lagi, karena rasanya ada yang kurang jika Nona Yasmine tidak ada.”
“Silahkan Nona Yasmine, hati – hati dijalan.”
Para hadis – gadis dengan ramah mengizinkan Yasmien pergi sambil terus memujinya, sementara Yasmine hanya membalasnya dengan senyuman kemudian pergi.
Setelah pamit Yasmine segera pergi meninggalkan perkumpulan gadis – gadis tersebut dan kembali ke kediamannya.
...***...