
“Ah akhirnya sampai juga.”
Leathina memiliki tendanya sendiri yang didirikan tempat di samping tenda milik keluarganya yang lain, setelah sampai Leathina duduk pada kursi panjang yang diletakkan di tengah – tengah ruangan sementara Anne masih menyusun barang – barang milik Leathina pada kotak penyimpanan barang.
“Kau sudah sampai rupanya, aku dengar seseorang memperlakukanmu saat perjalanan kemari?”
“Bukan urusanmu, kau seharusnya tidak sembarang memasuki tenda orang.”
“Ayah yang menyuruhku untuk melihat apakah kamu sudah datang.”
“Kamu sudah lihat kan, jadi tunggu apalagi keluar sekarang.”
“Bisa tidak kamu bersikap baik sedikit.”
“Harusnya aku yang berkata seperti itu padamu Nicholas.”
Saat Leathina baru saja akan mengistirahatkan dirinya Nicholas tiba – tiba saja masuk di tenda miliknya membuat Leathina membatalkan niatnya untuk beristirahat sebentar sebelum kompetisi dimulai.
“Teng.. teng.. teng..”
Suara dentuman besi yang dipukul menggema hingga didengarkan oleh semua orang yang ada dialokasi berburu, tanda bahwa pembukaan akan segera dimulai.
“Kompetisi akan segera dimulai, jangan membuat masalah seperti tahun lalu.” Nicholas memperingati Leathina sebelum beranjak pergi keluar dari tenda milik Leathina.”
“Memangnya apa yang aku lakukan tahun lalu? apa kau tahu Anne?”
“Ah, itu tahun lalu nona hampir membunuh salah satu partisipan lomba karena menghalangi jalan nona.”
“Benarkah?”
“Iya Nona, Nona sebaiknya sekaran nona harus bersiap – siapa mengikuti lomba.”
“Ah iya aku lupa. Terimakasih Anne.”
Anne membantu Leathina memakaikan tas kain yang telah di isi perlengkapan milik Leathina, kemudian memasang tas kecil yang berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan panah dan anak panah miliknya terakhir Leathina menggantungkan pedang miliknya di pinggangnya sendiri.
Leathina kini telah berdiri dan berkumpul bersama dengan para partisipan sementara Raja Daylend dan istrinya baru saja datang dan duduk di kursi kebesarannya sebagai pemilik kekuasaan tertinggi.
“Salam Raja Daylend dan Ratu Juliette.”
Semua orang membungkuk untuk memberi hormat kemudian berdiri kembali saat Raja Daylend mempersilahkan mereka semua untuk berdiri.
“Baiklah tanpa berlama – lama aku akan membacakan peraturan berburu. Pertama, sesama partisipan tidak boleh ada yang saling membunuh, kedua di dalam hutan ini kabarnya hidup hewan langkah barang siapa yang menangkapnya atau berhasil memburunya dialah yang menjadi pemenang kompetisi tapi karena itu adalah hewan yang belum dipastikan keberadaanya maka yang paling banyak menangkap buruan yang akan menjadi pemenag, ketiga para partisipan telah diberikan anak panah dengan warna pada ujungnya memiliki warna berbeda para para penjaga akan menyusuri hutan dan menghitung hasil buruan, orang – orang yang melakukan kecurangan akan diketahui karena anak panah yang diberikan pada kalian telah diberi mantra sihir oleh Zeyden penjaga menara sihir, dengan ini kompetisi resmi dimulai, oh iya aku hampir lupa pasangan pemenang tahun ini akan diberikan hadiah besar karena telah setia menuggu pasangannya kembali dari berburu jadi jangan lupa untuk memberikan benda pengikat pada pasangan kalian.”
“Teng.. teng.. teng..”
Suara gong yang dipukuli adalah tanda bahwa kompetisi telah resmi dimulai disusul dengan suara teriakan dan tepuk tangan yang meriah dari semua orang.
Para wanita kini berhamburan mendatangi para partisipan yang ingin diberikan hasil sulaman miliknya sebagai benda pemikat, sementara Leathina sendiri kini bersiap – siap memasuki hutan dengan kuda miliknya dibantu oleh Anne yang ingin mengantar kepergiannya masuk ke dalam hutan.
“Tinggu.. tunggu dulu.. Leathina!” saat akan benar – benar meninggalkan area tenda terdengar dua suara seseorang yang hampir bersamaan menghentikan gerakannya tangan Leathina yang akan memecut punggung kuda miliknya.
“Leathina apa kamu lupa janjimu yang akan memberiku benda pengikat milikmu? Dan kenapa kamu masih memanggilku dengan gelaran ku.”
“Oh iya aku hampir lupa, maafkan aku Edward.”
Leathina menepuk jidatnya kemudian segera melompat turun dari atas kuda miliknya dan merogoh kantung kain yang ia ikatkan di pinggangnya kemudian memberikan sebuah gelang pada Edward.
“Bukan sapu tangan yang disulam, apa ini?” Edward memperhatikan benda yang diberikan Leathina untuknya kemudian melempar – lemparkannya ke udara karena tidak mengetahui apa fungsinya yang Pangeran Edward lihat hanya benda bulat yang Leathina berikan.
“Ini lebih baik dari sapu tangan memberikan sapu tangan berarti memutuskan hubungan dan saputangan akan berfungsi menghapus air mata akibat hubungan yang hancur.”
“Benarkah ada yang seperti itu? Terus apa yang kamu berikan ini?”
“Ini benang yang aku anyam menjadi gelang kemudian aku simpul agar tidak terurai memberikan ini pada seseorang berarti sama saja doa bahwa hubungan keduanya akan baik – baik saja seperti benang yang dianyam dan di simpul agar tidak terurai, kemarikan tanganmu.” Leathina mengambil gelang yang masih dipegang oleh Edward kemudian memasangkannya pada tangan kiri Edward.
Sementara Edward dan Winter yang berdiri bersebelahan mendengarkan penjelasan Leathina dengan takjub karena Lethina bisa menafsirkan setiap makna dari apa yang dia lakukan ini pertama kalinya mereka berdua mendengar yang seperti Leathina katakan.
“Nah bagaimana denganmu Winter ada urusan apa kamu datang menemuiku?” Setelah selesai memasangkan gelang ditangan Edward kini Leathina beralih pada Winter.
“Ah iya Nona Leathina maafkan aku jika lancang, tapi aku juga datang karena ingin meminta beda pengikat darimu sebagai jimat keberuntungan untukku. Apa aku boleh?”
“Tentu saja aku masih punya banyak.” Leathina dengan senang hati memberikan pada Winter gelang yang ia buat dan memasangkannya di tangan Winter.
“Aku tidak menyangka bahwa Nona Leathina bahkan memiliki makna dari semua ini.” Winter berbicara sambil menatap Leathina yang tengah sibuk memasangkan gelang pada tangannya.
“Tunggu! Kenapa kamu juga memberikan padanya Leathina?” Pangeran Edward yang tidak terima melihat Leathina juga memberikan gelang yang sama pada Winter mencoba untuk menghentikannya.
“Kenapa? Winter cukup dekat denganku dia bahkan sudah beberapa kali menolongku jadi apa salahnya jika aku memberikan gelang padanya?”
“Tapi tetap saja bukankah itu memiliki arti yang mend...”
“Lihat Anne juga memiliki satu yang aku pasangkan untuknya.”
Belum sempat Pangeran Edward menyelesaikan ucapannya Leathina sudah berbicara lebih dulu memperlihatkan gelang yang tadi ia pakaikan pada Anne.
“Oh jadi begitu, aku pikir aku orang pertama yang kamu pasangkan gelang ternyata bukan, baiklah terserah kamu sajalah.” Melihat tangan Anne yang juga dilingkar dengan gelang milik Leathina membuat Pangeran Edward sedikit kecewa dan terpaksa menerima kenyataan bahwa dirinya bukanlah yang pertama dipakaikan oleh Leathina.
Leathina hanya tersenyum melihat tingkah konyol Pangeran Edward yang sengaja memasang ekspresi kecewa sementar Winter yang melihat Leathina tersenyum juga ikut tersenyum melihat Leathina.
“Cantik sekali.” Winter bergumam pelan saat melihat senyuman Leathina mengembang di wajahnya.
“Ah ada apa Winter, aku tidak mendengarmu dengan jelas.”
“Cantik sekali, eh maksudku gelang ini cantik.” Saat Leathia ternyata mendengar gumamanya Winter memperjelas perkataanya agar Leathina tidak menanyainya lagi.
“Oh jadi seperti itu, tentu saja karena aku yang membuatnya.” Leathina menjawab perkataan Winter dengan candaan kemudian tertawa karena candaanya sendiri.
......***......