I'M A Villains In My Second Life

I'M A Villains In My Second Life
Chapter 222



“Brak!”


Nora secara serampangan membuka pintu ruangan kerja Duke Leonard, membuat Duke yang ada di dalam terkejut karena kedatangannya yang mendadak dengan cara langsung mendobrak pintunya di saat ia sedang serius.


“Nora?! Ucapnya sambil menatap anak nya itu yang kini menutup kembali pintu dan berlari ke arahnya.


“Ayah!” Seru Nora kemudian meletakkan buku yang dibawanya di hadapan Duke Leonard.


“Apa ini Nora?” Duke Leonard berdecak kesal, melihat kelakuan putranya yang sudah kelewatan batas.


“Ayah tahu kamu melewatkan pelajaranmu lagi, tapi ini sudah keterlaluan. Ayah akan memberimu hukuman sekarang.” Ucapnya sembari beranjak dari tempat duduknya hendak membawa Nora keluar untuk diberi hukuman.


“Ayah! Tunggu sebentar, tunggu dulu ayah.” Nora menarik kembali ayahnya yang sudah menyeretnya keluar. “Ayah dengarkan penjelaskan ku dulu.” Tolak Nora berusaha sebisa mungkin agar ayahnya mau mendengarkan penjelasannya.


“Aya sudah tahu semuanya Nora bahwa kamu sering melewatkan kelas mu dan berkeliaran kesana kemari dan hari ini kamu juga melewatkan kelas mu bukan? tapi kali ini ayah tidak bisa membiarkannya begitu saja kamu harus dihukum agar kamu tidak mengulangi perbuatanmu lagi.”


“Tidak ayah, tunggu sebentar, ini tentang kakak Leathina sebenarnya aku mendengar percakapan ayah dengan Anne di ruangan kakak Leathina, tadi saya juga berada di sana tapi bersembunyi di bawa tempat tidur karena takut ketahuan melewatkan kelasku dan dihukum oleh ayah.”


Duke Leonard berhenti ditatapnya Nora dengan tatapan serius, “Jika kamu hanya bermain-main mau bagaimana kamu menyandang nama keluarga, kamu mau mempermalukan ayahmu? jangan harap ayah akan melonggarkan hukuman mu!” Ucapnya memperingati Nora.


“Tidak ayah, aku janji! Tolong bacalah ini, aku tidak sengaja menemukan catatan kakak Leathina yang ia simpan di tempat yang tidak bisa ditemukan oleh siapapun.” Melihat ayahnya melembut Nora segera menyerahkan buku catatan milik Leathina yang ia ambil dari meja Leathina.


“Nora dari mana kamu menemukan buku catatan milik Leathina ini?” tanyanya penasaran melihat putra bungsunya yang biasanya tenang itu kini begitu menggebu-gebu memintanya untuk membaca buku yang dibawanya itu.


“Ah! itu, a- aku memeriksa meja milik kakak Leathina dan menemukannya secara tidak sengaja.” Jawab Nora tergagap karena tahu perbuatannya itu salah dan tidak dapat dibenarkan.


“Ah! Nora, ayah tahu kamu merindukan kakak mu tapi membongkar barang-barang pribadinya dan mengambilnya bukan lah sikap yang pantas kakakmu pasti akan kecewa.” Duke leonard menghela nafas di dorongnya kembali buku yang diberikan Nora padanya karena merasa tidak pantas untuk mencampuri urusan pribadi orang lain apa lagi dengan sengaja mengambil dan membacanya tanpa izin pemiliknya.


“Ayah! Lihatlah.” Nora yang sudah tidak sabar dan tidak tahan lagi karena ayahnya terus menolaknya langsung membuka buku yang dipegangnya itu kemudian menunjukkannya pada ayahnya.


“Apa ini?” Tanya Duke Leonard bingung.


“Apa lagi, ini tulisan kakak Leathina.” Jawab Nora bersemangat.


“Iya aku tahu, tapi ini...” Duke mengambil buku yang di tunjukkan Nora padanya kemudian membalikkannya agar Nora bisa melihatnya kembali.


“Ah! Astaga bukan ini ayah.” Seru nora ikut terkejut ketika halaman yang ia buka ternyata halaman kedua yang berisikan gambar-gambar menyeramkan yang digambar Leathina.


“Huh?! Ah! Bukan yang ini ayah.” Nora segera merebut kembali buku yang di pegang ayahnya itu, membukanya pada halaman dimana Leathina menuliskan daftar orang-orang yang berniat untuk membunuhnya.


“Apa-apaan ini?” gumam Duke Leonard ketika akhirnya membaca halaman yang ditunjukkan Nora untuknya.


“Kenapa bisa seperti ini?!” ucapnya tidak percaya, kini buku catatan Leathina itu telah berpindah tangan ke tangan Duke Leonard dan mulai membacanya dengan serius, membuka halaman demi halaman di setiap lembaran buku catatan milik Leathina yang tidak sengaja ditemukan oleh Nora itu.


“Nora apa kamu tahu sesuatu tentang kakak mu Leathina yang tidak ada orang lain yang tahu?” tanya Duke Leonard serius.


Nora tidak langsung menjawab ia hanya termenung karena bimbang ingin memberitahukan ayahnya tentang rahasia nya bersama dengan Leathina atau tetap menjaga rahasianya karena telah berjanji pada Leathina untuk tidak memberitahukan siapa-siapa tentang apa yang ia ketahui.


“Nora, ayah tahu kamu mengetahui sesuatu ayah harap kamu mau memberitahukan ayah. Ini demi kakakmu Leathina, ayah mohon.” Pinta Duke pada Nora ditatapnya anaknya itu dalam berharap Nora mau menceritakan semua yang ia ketahui tentang Leathina.


Duke kemudian berlutut di depan Nora menyejajarkan matanya dengan Nora sembari memegang erat bahu Nora yang masih tidak mau mengatakan yang sebenarnya.


“Ayah sebenarnya ....” Nora masih tampak ragu-ragu untuk mengatakan yang sebenarnya.


“Tidak apa-apa katakan Nora, beritahu pada ayah apa saja yang kamu ketahui.” Ucap Duke Leonard meyakinkan Nora agar mau bercerita.


“Ayah sebenarnya semenjak kakak Leathina bangun setelah koma karena meminum racun kakak Leathina mulai bersikap aneh, bukankah ayah juga menyadarinya?” Nora mulai bercerita kemudian diakhiri dengan pertanyaan pada Duke Leonard.


Duke Leonard masih terdiam tidak langsung menjawab pertanyaan Nora.


“Humm, aku tahu ayah tidak menyadarinya mungkin kita semua benar-benar telah melakukan hal yang jahat pada kakak Leathina. Dia benar-benar terluka, pantas saja ia tidak ingin kembali pada keluarganya jika yang menyakitinya secara nyata adalah kami.” Gumamnya Lirih saat ayahnya itu hanya terdiam.


“Ayah tahu, tapi bukannya ayah tidak menyadarinya sama sekali tapi ayah mengabaikannya.” Jawabnya kemudian dengan raut wajah yang mengeras karena menahan rasa sakit yang tiba-tiba ia rasakan di dadanya seketika mendengar gumaman Nora barusan.


“Nora maafkan ayah.”


“Ayah, saat Nora datang mengunjugi kakak Leathina ia tidak tahu bahwa pintu kamarnya terbuka saat itu karena terlalu takut untuk masuk aku hanya berdiri di luar tapi aku mendengar beberapa kalimat yang kakak Leathina terus ucapkan secara berulang-ulang.”


“Apa itu?” Tanya Duke Leonard penasaran.


“Aku akan mati di eksekusi di hari ulang tahunku, dan mereka semua yang akan melakukan eksekusi itu padaku tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi.”


“Itu yang ia katakan?” tanya Duke.


Nora menjawab dengan anggukan, “Tidak hanya itu ayah, ia juga kerap kali mengatakan bahwa cepat atau lambat seseorang akan datang untuk membunuhnya.” Ucap Nora memberitahukan ayahnya.


...


 “Apa-apaan ini?” batin Nicholas yang baru saja sampai di depan ruangan kerja ayahnya ingin menemui Nora, namun karena mendengar percakapan keduanya yang terdengar sangat serius Nicholas mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam agar tidak menganggu.


Nicholas yang penasaran dengan sikap Nora yang aneh kemudian mencarinya, ia menanyakan keberadaan adiknya itu pada beberapa pelayan dan mereka semua melihat Nora berlari menuju ruangan kerja Duke Leonard.


“Buku apa yang sedang mereka bicarakan? Dan membunuh? apa maksudnya itu semua?!” Nicholas yang penasaran ikut mendengarkan dari luar.


...


“Apa yang sebenarnya sedang terjadi disini.” Gumam Duke Leonard kebingungan.


“Dan juga ayah, sebenarnya kakak Leathina sering mengendap-endap keluar dari mansion di malam hari.”


“Tunggu Nora.” Duke Leonard menghentikan Nora, tidak bisa menyerap informasi yang begitu memukulnya sekaligus. “Dari mana kamu tahu semua itu, sedangkan ayah atau kakakmu Nicholas saja tidak tahu apa-apa tentang semua ini?!” tanyanya yang masih tidak percaya dan tidak habis pikir karena Nora lebih tahu banyak dari pada dirinya yang lebih dewasa darinya.


“Kakak Leathina memberitahukan beberapa rahasianya padaku.” Jawab Nora cepat.


“Kenapa? maksud ayah kenapa kakakmu bisa mempercayaimu bukankah hubungan mu dengannya tidak begitu bagus?”


“Itu karena kakak Leathina mengasihani aku makanya ia mau membagi sedikit rahasianya padaku, dan juga karena ayah serta kakak Nicholas lah salah satu penyebab kakak Leathina terus ketakutan dan memilih untuk melarikan diri.”


Duke Leonard tertegun ditatapnya Nora dengan tatapan tidak percaya karena berani mengucapkan kalimat yang benar-benar tidak bisa ia percaya sama sekali.


“Brak!” Nicholas yang sedari tadi telah berdiri di luar sudah tidak tahan lagi dengan perkataan Nora yang mengatakan dialah yang menyebabkan Leathina menjadi seperti sekarang.


“Nora! Omong kosong macam apa yang kamu katakan itu?!” bentaknya pada Nora.


“Nicholas hentikan!!” Cegat Duke Leonard menjauhkan Nora darinya. “Ayah, yang memintanya untuk mengatakan yang sebenarnya dengarlah penjelasnya terlebih dahulu."


“Ayah aku hanya... maksudku bagaimana mungkin aku membunuh kakakku sendiri.” Ucapnya tidak percaya.


“Ayah, bacalah buku catatan kakak Leathina disana mungkin ayah bisa lebih mengerti."


Sebelumnya Duke Leonard hanya membukanya sekilas membaca buku catatan Leathina secara cepat karena masih belum percaya dan mulai membaca dari awal namun tidak puas dengan hanya sekali membacanya Duke pun kembali mengulang dari awal namun kali ini ia lebih serius dari sebelumnya sementara Nicholas pun ikut membaca.


(Pada ulang tahun yang ke 25 Leathina akan mati di eksekusi dengan tuduhan meracuni Yasmine yang belum jelas kebenarannya, ke empat tokoh utama akan menuntut hukuman eksekusi untuk Leathina karena berusaha membunuh orang yang mereka sayangi)


(Orang yang pertama yang menuntut di pengadilan nanti adalah Pangeran Yardley, kemudian di perberat karena dukung kesaksian oleh Zeyden pemilik menara  sihir, dan ketua tentara bayangan Ed, yang juga menyukai Yasmine tentu saja tidak akan tinggal diam bersamaan dengan itu adik Leathina Nicholas juga memberikan kesaksian  tentu saja hukuman akhir bagiku adalah kematian sementara Duke Leonard tidak akan ikut campur apa lagi membela Leathina, aku benar-benar sendirian dan ini tidak adil!)


(Aku bertemu dengan Winter namun yang aku tidak begitu tahu bagaimana dia akan bersikap nantinya, tapi tentu saja aku tidak bisa percaya pada siapapun sekarang. Bagaimana bisa aku percaya ketik keluarganya sendiri yang akan mendorongnya menuju kematian untuk Leathina nantinya)


(Aku akan melarikan diri! Aku akan terus hidup, takdir apapun yang akan aku alami aku akan berusaha untuk tetap hidup!)


“Omong kosong macam apa ini!?” Ucap Nicolas geram setelah tahu bahwa dirinyalah yang menyeret Leathina dalam kematiannya, “ Ini tidak benar, ini bukan hasil pemikiran Leathina dia tidak mungkin seperti ini.” Ucapnya tidak percaya.


“Kepribadian nya berubah setelah terbangun dari koma nya, ayah jangan percaya.” Nicholas yang tidak menerima kenyataan terus saja mengelak.


“Kakak, bukankah memang kakak Nicholas dan ayah tidak menaruh perhatian pada kakak Leathina sebelumnya? Kalian baru berubah setelah ia bangun dan ia pun juga berubah bukan? Atau kalian sama sekali tidak merasakan perubahan pada kakak Leathina selama ini? Dan juga bukankah benar kakak Nicholas sangat menyukai Yasmine, kakak Nicholas selalu mengikutinya kemana-mana begitu juga yang lainnya?” seru Nora yang kini ikut membesarkan suaranya.


“Tidak, aku, aku hanya ...” Nicholas tidak bisa menjawab, tidak ada yang salah dari perkataan Nora.


“Cukup!” Teriak Duke Leonard menengahi.


“Jadi apa Leathina sudah mati atau masih hidup sekarang?!” Tanyanya bingung setelah membaca buku catatan Leathina yang terus menerus menyebutkan bahwa ia telah mati dan hidup kembali.


“Kakak masih hidup!” teriak Nora tidak suka dengan perkataan ayahnya.


“Tapi kamu sendiri yang mengatakan bahwa ia berubah setelah terbangun dari komanya bukan?” ucap Nicholas.


“Tidak kakak Leathina mungkin berubah karena tertekan!”


“Kita masih belum tahu, tapi akan kita cari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Leathina buku ini akan ayah simpan! Sampai Leathina kembali." Ucapnya menyimpan buku catatan Leathina di lacinya dan menguncinya.


“Ayah bagaimana jika kakak Leathina benar-benar bukan kakak Leathina?!” tanya Nora yang akhirnya juga ikut ragu dengan apa yang tadi ia yakini sampai menentang Nicholas sebelumnya.


“Menurut kalian bagaimana?” tanya Duke Leonard yang kembali bertanya pada Nora dan Nicholas. “Apa kalian akan menangkapnya karena dia bukan lagi kakak kalian?” tanyanya lagi.


Keduanya menggelengkan kepalanya.


“Apa kalian akan membencinya?”  Tanya Duke Leonard lagi pada Nicholas dan Nora.


“Jadi apa keputusan kalian?” tanyanya lagi.


“Saya tidak tahu harus bagaimana ayah.” Jawab Nora dan Nicholas hampir bersamaan.


“Baiklah cukup sampai disini! walaupun sikap dan perilakunya berubah Leathina tetap lah Leathina. Tidak ada yang berubah, dia tetap kakak kalian dan Leathina tetap putri dari keluarga Duke Leonard, kalian paham?!” ucap Duke tegas.


“Baik kami mengerti ayah.” Ucap keduanya.


“Mulai kali ini perhatikan sikap dan tingkah kalian, jangan sampai hal ini diketahui orang lain dan juga jangan tanyakan apapun pada Leathina tentang hal ini jika dia kembali ini, ini sudah jelas akan membuatnya tidak akan nyaman.”


“Baik ayah.”


“Yang lebih penting yang harus kita lakukan sekarang adalah melindungi Leathina walaupun tidak cukup untuk menebus kesalahan yang telah dilakukan padanya setidaknya ini salah satu yang bisa kami lakukan, untuk sekarang kita harus fokus menyelesaikan masalah hilangnya Leathina terlebih dahulu.”


“Ayah!” seru Nora yang tiba-tiba kembali mengingat sesuatu.


“Ada apa Nora?!” taya Duke Leonard hampir bersamaan dengan Nicholas.


“Aku baru ingat, kakak Leathina pernah diam-diam keluar dari mansion dan aku tidak sengaja mengetahuinya saat itu untuk menutup mulut agar aku merahasiakannya sebagai gantinya aku memintanya untuk membawaku ikut bersamanya dan saat itu kami juga diikuti oleh seseorang.”


“Kemana kalian pergi?!” tanya Nicholas penasaran sedikit iri dengan Nora yang pernah pergi bersama dengan Leathina.


“Ayah ingat salah satu bangsawan yang ayah tangani mereka memperdagangkan manusia dan anak-anak dibawa umur untuk dilelang di pasar gelap serta menyelundupkan barang-barang ilegal masuk ke dalam ke kerajaan.”


“Iya aku ingat keluarga itu sekarang sudah dipenjarakan dan disita seluruh harta dan rumah yang mereka miliki.” Jawab Duke Leonard mengingat kembali kasus orang-orang yang pernah ia tangkap  karena kasus penyelundupan dan perdagangan manusia dan anak-anak yang pernah ia tangani. “Apa hubungannya dengan kasus itu?” tanyanya tidak mengerti.


“Anak-anak yang menjadi korban dimasukkan di panti asuhan dan panti asuhan yang mereka tempati adalah rumah dari penjahat yang melakukan perdagangan manusia itu, mereka sekarang tinggal disana dan kesana lah kakak Leathina membawaku.” Nora dengan semangat menceritakan kemana Leathina membawanya.


“Apa maksudmu, aku tidak pernah tahu Leathina punya hal-hal seperti itu? Kapan ia keluar dan bertemu dengan mereka? Bukannya ia hanya sibuk melakukan latihan dan bahkan sebelum menghilang Leathina hanya mengurung diri di ruangannya?” Tanya Nicholas tidak percaya.


“Aku juga tidak tahu bagaimana bisa kakak Leathina punya hubungan dengan mereka, tapi kakak Leathina lah satu-satunya orang yang memberi mereka uang setiap bulannya hingga mereka bisa bertahan hidup dan semua anak-anak disana mengenal kakak Leathina, mereka bahkan selalu menyambut kedatangan kakak Leathina.” Nora memberitahu semua yang ia ketahui. “Ayah, mungkin kakak menjual semua gaun dan perhiasannya untuk diberikan pada mereka dan ...” ucapannya terhenti ragu untuk menyelesaikan kalimatnya.


“Dan persiapan untuk melarikan diri!” ucap Nicholas menyelesaikan kalimat Nora yang tidak ia selesaikan.


“Ah! kenapa bisa jadi seperti ini?” gumam Duke leonard, “Ini semua salahku!” ucapnya kemudian mengusap kasar wajahnya.


“Ayah!” panggil Nicholas dan Nora yang tidak tega melihat ayahnya begitu terlihat depresi.


“Ayah saya dan Nora akan pergi mengunjungi panti asuhan yang dimaksud oleh Nora secara langsung, saya juga akan diam-diam mencari informasi disana.” Ucap Nicholas mencoba membantu ayahnya.


“Baiklah, Kalian pergilah dan ...”


“Jangan!” seru Nora menentang Nicholas.


“Kenapa?” tanya Nicholas bingung kenapa tiba-tiba Nora melarangnya untuk berkunjung ke sana. “Bukankah kamu sendiri yang bilang bawah Leathina lah yang terus menyalurkan bantuan pada mereka selama ini, jadi apa salahnya jika kita berkunjung ke sana?”


“Itu karena kakak Leathina menyembunyikan bahwa selama ini dia sering datang berkunjung ke sana, dia tidak pernah memberitahukan pada orang-orang bahwa ia membantu anak-anak disana. Mereka juga tidak tahu bahwa kakak adalah bangsawan atau anak dari seorang duke kecuali beberapa pengasuh yang bekerja disana.”


“Kalau seperti itu maka kita akan datang sebagai calon sponsor untuk menyalurkan bantuan pada mereka, bukankah selama ini ada banyak panti asuhan yang terus mendapatkan bantuan sumbangan dari keluarga kita, jika kamu takut kalau Leathina tidak akan suka jika kita berkunjung ke sana maka kita akan memasukkan panti asuhan itu juga dalam daftar penyaluran bantuan hal ini tidak akan mengundang curiga.” Ucap Duke menenangkan Nora yang terlihat khawatir karena telah membeberkan rahasianya bersama dengan Leathina.


“Apa sekarang cara ini tidak apa-apa Nora?” Tanya Duke pada Nora.


“Baiklah ayah, aku pikir tidak akan jadi masalah.” Jawabnya setelah lama terdiam.


“Jika seperti itu besok kami berdua akan berangkat ke panti asuhan itu.” Ucap Nicholas kemudian di balas anggukan oleh Nora yang juga setuju.


“Ayah masih punya pekerjaan yang harus ayah selesaikan hari ini, kalian berdua kembalilah dan rahasiakan hal ini pada orang lain.”


“Baik ayah, kami paham.” Ucap Nora dan Nicholas bersamaan, mereka berdua kemudian sama-sama pamit pergi kemudian segera keluar dari ruangan kerja duke Leonard.


Dalam perjalanan ke ruangan mereka masing-masing, keduanya hanya terdiam serta berjalan sambil melamun tenggelam pada pemikiran masing-masing.


Duke Leonard menghela nafas setelah Nora dan Nicholas keluar dari ruangannya, tatapannya seketika menjadi kosong setelah sendiri di ruangannya. lama Duke Leonard terdiam dengan wajah dan tangan yang dipenuhi keringat dingin, rasa bersalah bercampur dengan penyesalan berkecamuk di dalam hati dan pikirannya hingga membuat kepalanya berdenging.


“Akh! Apa yang harus aku lakukan sekarang, bagaimana aku akan bertemu dengan Leathina setelah mengetahui semua ini.” Ucap Duke sembari menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi. Beberapa kali ia mengusap wajahnya kasar dengan tangannya.


Beberapa saat kemudian pandangan Duke kemudian teralihkan tertuju pada laci mejanya tempatnya menyimpan buku catatan Leathina yang ditemukan oleh Nora secara tidak sengaja di ruangan Leathina, tanpa sadar ia buka kembali kuncinya dan membuka lacinya dilihatnya buku catatan Leathina yang tadi ia simpan, saat ingin mengambilnya tangannya tercegat kemudian gemetar bukan karena takut melainkan karena rasa bersalahnya pada Leathina yang tidak akan pernah bisa ia hilangkan dari benaknya.


Dibukanya kembali buku catatan Leathina kemudian kembali membacanya. Ekspresi wajahnya yang sedari tadi ia tekan agar tidak menunjukkan kesedihan di depan Nora dan Nicholas kini terlihat dengan jelas mengerut karena menahan air matanya agar tidak terjatuh.


“Maafkan ayah Leathina.” Ucapnya lirih kemudian langsung menutup buku catatan Leathina dan menyimpannya kembali karena tidak kuat lagi membacanya.


“Siapapun kamu sekarang, darimanapun asalmu, kamu tetaplah Leathina putriku, tidak akan ada yang berubah!” 


“Aku akan menerima konsekuensi apapun yang akan kamu berikan padaku nanti, tapi sekali lagi maafkan ayah. Ayah tidak bisa membiarkanmu dan melihatmu terus berkeliaran diluar sana jadi biarkan ayah membawamu kembali dan melindungi mu disini.” Ucapnya kemudian meremas surat-surat yang sebelumnya telah ia tulis setelah itu mengambil kertas baru dan memulai menulis pesan baru yang akan ia kirimkan pada Pangeran Edward dan Ed ketua organisasi tentara bayangan.


...***...