
“Huahh!”
Leathina membuka matanya, nafasnya memburu dan keringat dingin bercucuran di wajahnya ia kemudian segera mengambil nafas dalam dan menghembuskanya agar bisa kembali bernafas dengan normal.
“Aku, aku berhasil bangun, aku terjebak di ingatan Leathina. Sudah berapa lama aku tidak sadarkan diri?”
“Dimana aku sekarang? Oh aku di kamarku dan tidak ditahan, mungkin karena aku tiba – tiba tidak sadarkan diri.”
“Tidak, tidak, aku tidak harus sesantai ini sekarang. Dalam ingatan Leathina aku benar – benar hampir beberapa kali membunuh Nora karena iri melihatnya akrab dengan ayahnya, pantas saja tanpa bertanya mereka sudah mantap menuduhku.”
“Aku harus segera pergi dari sini, sebelum mereka menjatuhkan hukuman untukku dan mati sia – sia disini.”
Leathina cepat – cepat turun dari atas tempat tidurnya kemudian berjalan ke lemarinya mengambil tas kain dan jubah hitam, ia mengacak – acak isi lemarinya memasukkan semua harta yang bisa ia bawa di tas kain miliknya.
“Oh, gaun ini seharusnya bernilai tinggi jika aku menjualnya, sayang sekali ini terlalu besar jika aku bawa.”
Leathina menghela nafas panjang saat melihat baju – baju mahalnya yang belum sempat ia jual kemudian tersadar kembali dan segera memakai jubahnya, dengan hati – hati Leathina membuka jendela kamarnya dan mengendap – endap keluar dari mansion kediaman keluarga Duke Yarnell.
Leathina mengambil jalan yang jarang dilalui oleh orang – orang menuju alun – alun kota berniat menyewa penginapan disana dan melanjutkan perjalanannya besok.
...
“Bawa dengan hati – hati, jangan sampai tumpah.”
“Apa airnya tidak terlalu panasa?”
“Air panasnya sudah pas tidak terlalu panas dan tidak dingin.”
Segerombolan pelayan di pimpin oleh Anne membawa ember dan kain menuju kamar Leathina untuk membersihkan badan majikannya yang masih belum sadarkan diri.
“Eh?”
“Ada apa Tania? Kenapa belum masuk?” Anne bertanya pada Tania yang berada dipaling depan dan membuka pintu.
“Anne, apa Nona Leathina dipindahkan?”
“Tidak, dia tentu saja ada di kamarnya semalam kamu juga liatkan.”
“Tapi, Nona tidak ada di tempat tidurnya.”
“Ah, jangan sembarangan bicara kamu.” Anne yang tidak mempercayai perkataan Tania membuka pintu lebih lebar lagi dan benar saja tidak ada orang yang berbaring di atas tempat tidur.
“Brakk!”
Anne menjatuhkan ember berisi air panas yang ia bawa dan mencari ke seluruh sudut ruangan tapi tidak menemukan siapa – siapa.
Dilihatnya salah satu jendela terbuka dan lemari Leathina berantakan. Melihat lemari terbuka lebar ia segera memeriksa seluruh periasan dan harta milik Leathina.
“Tidak ada.”
“Apa yang tidak ada?” Tania yang mendengar gumaman Anne bertanya karena tidak paham.
“No.. na, nona, NONA DICULIK!” Anne berteriak histeris mengejutkan pelayan yang lainnya.
“Aku akan memberitahu Tuan Duke.” Seorang pelayan segera berlari keluar memberitahu kepala keluarga.
“Tenang, tenang Anne, jangan panik.”
“Bagaimana tidak panik, seluruh perhiasan dan bahkan nona yang koma hilang!”
Tania mencoba menenagkan Anne yang panik karena tidak menemukan Leathina dimanapun.
“Apa yang terjadi?”
“Iya, apa yang terjadi? Aku mendengar suara teriakan mu dari tempatku, Anne.”
“Tuan Duke! Tuan muda Nicholas! Aku mohon temukan nona Leathina, dia pasti diculik.”
Duke Leonard, Nora dan Nicholas hampir bersamaan sampai segera memasuki kamar Leathina dan melihat kamar itu sudah berantakan.
Karena masih tidak percaya akhirnya mereka bertiga mencarinya sendri tapi tidak enemukan siapa – siapa hanya beberapa pakaian yang tergeletak begitu saja dilantai dan lemari yang berantakan.
“Ayah, lihat ini.”
“Akan mati di usia ke 25 tahun?” Duke Leonar membaca kertas yang ditemukan Nora.
‘Dan ini juga, bacalah.” Nora kembali menemukan kertas dari bawa tempat tidur Leathina.
“Kenapa seseorang ingin menjebak dan membunuhku?” kali ini Nicholas yang membaca kertas kedua.
Mereka semua kemudian saling pandang karena bingung dan terkejut melihat tulisan – tulisan yang ditemuka di kamar milik Leathina.
Nora menemukan kertas yang pernah Leathina tuliskan untuk menyusun rencana dan mencari tahu siapa orang yang berniat membunuhnya, dan kertas yang ia temukan itu membuat mereka menjadi salah paham dengan situasi mengira bahwa seseorang telah menculik Leathina untuk dibunuh.
“Nicholsa, ayo!”
“Ayah aku juga ikut.”
“Tidak, Nora kau dirumah dan temani inumu.”
“Tidak, aku akan ikut.”
“Baiklah, kamu harus berada dijarak pengawasanku dan Nicholas.”
“Iya ayah.”
Duke Leonard mengambil langkah cepat, memerintahkan Nicholas untuk segera melakukan pencarian.
“Jangan ada yang memasuki ruangan ini, dan menyentuh brang – barang di sini aku akan kembali untuk melakukan penyelidikan bersama yang lainnya.”
“Baik, tuan.”
Mereka bertiga kemudian segera pergi meninggalkan kamar Leathina.
Berita kehilangan Leathina kini telah diketahui banyak orang, Duke Leord sengaja memanggi para ahli pencarian untuk menemukan Leathina.
“Bagaimana Winter?”
“Paman, aku telah menempatkan penjag di seluruh perbatasan kerajaan dan memeriksa setia orang yang keluar jika benar mereka membawa Leathina pasti akan diketahui dengan cepat.”
“Bagus, kalau begitu mari kita mulai penyelidikan di ruangannya terlebih dahulu.”
Dalam ruangan Leathina terlihat jendela kamar terbuka dan lemari juga ikut terbuka dan beberapa pakaian yang berantakan.
“Apa Duke, tidak mempunyai bayangan siapa yang ingin mencelakai Nona Leathina?” Pageran Edwar yang juga ikut penyelidikan menanyai Duke Leonard setelah melihat isi ruangan Leathina.
“Kau harusnya tahu jika ingin mencurigai seseorang maka kamu harus mengintrogasi semua orang karena semua orang mungkin membenci Leathina, termaksud Pangeran Yardley.” Zyden yang mendengar pertanyaan Pangeran Edward menjawab sembarangan sambil melirik sekilias ke arah Pangeran Yardley.
“Duke Leonard, apa Nona Leathina tidak sedang melarikan diri? Bukankah katamu beberapa perhiasanya juga hilang.”
“Tidak mungkin, jika dia melarikan diri seharusnya dia membawa beberapa pakaiannya dan pedangnya, dia selalu membawa pedangya kemanapun dia pergi.” Nicholas menjawab pertanyaan Pangeran Edward sambil memperlihatkan pedang Leathina yang rapi tergelantung di dinding.
“Iya dia tidak mungkin bisa melarikan diri dengan kondisi tubuhnya yang lemah, sudah tujuh hari dia tidak sadarkan diri, bahkan makan dan minumpun dia tidak pernah jadi dari mana dia mendapat kekuatan kemungkinan berdiripun dia tidak akan sanggup.” Zyden juga sependapat dengan perkataan Nicholas.
“Aku pernah mendengar kakak Leathina beberapa kali bergumam bahwa seseorang sedang mengincarnya.”
“Apa kamu menanyakan siapa orangnya, Nora?”
“Tidak, dia tidak mau menjawabku dan menalihkannya ke topik pembahasan yang lain seolah – olah sedang menutupi sesuatu.”
“Ini sepertinya akan sulit dipecahkan, tidak ada diantara kita yang benar – benar memperhatikannya bukan, Leathina bahkan tidak terbuka dengan pelayan pribadinya Anne yang selalu bersamanya apa lagi dengan keluarganya.” Pangeran Edward bergumam saat melakukan penyelidikannya tapi gumamannya itu cukup besar sehingga bisa di dengar oleh semua orang yang ada di dalam ruangan.
Duke Leonad yang juga mendengar gumaman Pageran Edward tertegun sebentar kemudian setelah itu kembali melakukan penyelidikannya bersama yang lainnya.
......***......