
...
Sejak kapan gadis itu akrab dengan semua orang, rasanya semenjak pertunanganku dengannya dibatalkan dia menjadi sedikit berbeda sorot matanya tidak lagi hampa Leathina kini terlihat hidup ia bahkan lebih sering tersenyum. Aku dulu tidak menyukainya karena ia sangat suram tapi akhir – akhir ini auranya berbeda orang – orang sepertinya merasa sangat aman berada di dekatnya bahkan adiknya Nora yang dulu sangat dia benci malah terus menempel padanya. Apa yang sebenarnya terjadi.
Pangeran Yardley memikirkan perilaku Leathina yang akhir – akhir ini menjadi sangat berbeda.
“Ah seekor kelinci.”
Pangeran Yardley segera mengambil anak panah dan membidik ke arah kelinci yang ia lihat sedang bersembunyi dibalik semak – semak.
Syuk!
Ngihikkk!
Saat akan memanah kelinci yang dilihatnya tiba – tiba saja tiga buah anak panah menghujani Pangeran Yardley dan salah satunya berhasil mengenai kuda yang ditungganginya membuat kuda milik Pangeran Yardley mengamuk dan menghempaskan tubuh si penunggang hingga membentur ke dahan pohon dan membuat lengannya terkilir.
“Arghhk!”
Pangeran Yardley meringis kesakitan menahan sakit kemudian segera bangkit saat melihat beberapa orang berpakaian hitam dan separuh wajahnya ditutupi dengan kain hitam datang mengepungnya menyadari bahwa dirinya terancam ia segera menarik pedangnya untuk mempertahankan diri.
“Pembunuh bayaran! Siapa yang mengirim kalian?”
Tak ada jawaban dari orang yang ditanyai dan malah langsung menyerang pangeran Yardley.
Terjadi pertarungan antara Pangeran Yardley dan para pembunuh bayaran Pangeran Yardley dengan kemampuannya bukan tidak mungkin membalas serangan mereka sayangnya jumlah musuh terlalu banyak terlebih tangannya yang terkilir membuatnya terpojok.
“Srek”
Sebuah serangan dengan mulus berhasil merobek punggung bagian kiri pangeran Yardley membuat darah dengan cepat mengotori pakaiannya.
“Sudah cukup, kalian akan membunuhnya jika terus menyeragnya.” Salah satu dari pembunuh bayaran yang menyerang Pangeran Yardley mencegat temannya yang akan melayangkan serangannya pada Pangeran Yardley yang sudah terkapar ditanah tapi masih sadarkan diri.
“Kita harus membuatnya tidak sadarkan diri setelah itu membuat jejak.”
“Baiklah tapi jangan serang bagian vitalnya.”
Mereka kemudian kembali memberi serangan terakhir yang membuat Pangeran Yardley tidak sadarkan diri kemudian menyisakan barang bukti dan segera pergi meninggalkan tubuh Pangeran Yardley yang benar - benar sudah tidak sadarkan diri.
...
Aku harus mencari tempat untuk bersembunyi dan baru keluar setelah perburuan berakhir akan aku habiskan waktu tiga hariku untuk tidur dan menghabiskan perbekalanku.
“Ah rusanya terpanah, baiklah akan aku sembuhkan.” Leathina berlari ke arah rusa yang telah terkena panah.
“oh hewan ini masih bernafas.”
Leathina dengan hati – hati mencabut anak panah yang tertancap di tubuh rusa yang ditemukannya kemudian segera menyembuhkannya dengan sihir peyembuh miliknya.
Saat mencari tempat untuk bersembunyi Leathina melihat banyak hewan yang telah berhasil dipanah para pemburu dan mengobatinya. Karena terus – terusan mendapat hewan yang terlukan Leathina malah berakhir mengobati seluruh hewan terluka yang ia temui.
Ah sudah dua hari aku bekeliaran di dalam hutan dan berakhir menyembuhkan semua hewan yang aku temukan kali ini aku benar – benar akan beristirhat sepenuhnya.
“Apa itu?”
Saat dalam perjalanannya mencari tempat istirahat yang aman Leathina melihat seekor kuda yang tergeletak tidak berdaya dan segera menghampirinya.
Leathina terkejut ketika melihat tubuh seseorang yang tergelatak tidak jauh dari tempat kuda yang ia datangi.
“Kudanya sudah mati tapi orang ini masih hidup.” Leathina memeriksa nadi orang yang ia temukan dan masih merasakan denyut nadi yang menandakan bahwa orang itu masih bisa ditolong.
“Ugh! Berat sekali orang ini.” Leathina dengan kasar membalikkan tubuh orang yang ia temukan dan menyeretnya bersandar pada dahan pohon yang tidak jauh dari tempatnya tergeletak.
“Yardley? Ini benar pangeran Yardley! Wah sayang sekali wajah cantiknya babak belur apa aku tinggal saja yah pasti nanti ada orang lain yang akan menolongnya.”
“Ahk! Sial! Pemikiran logis dan hati nuraniku bertentangan.” Baru beberapa langkah Leathina meninggalkan Pangeran Yardley yang sekarang tidak sadarkan diri ia malah kembali menghampirinya dan mulai mengobatinya.
Dengan hati – hati Leathina membuka kancing baju Pageran Yardley dan memperhatikan luka yang ada di punggungnya.
“Ini harus dibersihkan dulu agar tidak infeksi.”
Leathina meletakkan kembali tubuh Pangeran Yardley dan segera mencari sumber mata air untuk digunakan membersihkan luka dan setelah menemukan sungai yang tidak jauh dari tempatnya menemukan Pangeran Yardley, Leathina segera menampungnya dan membawanya ke tempat Pangeran Yardley berada.
Leathina merobek ujung gaunya sendiri untuk dijadikan sebagai kain lap dan mulai memberishkan darah yang sudah kering yang menempel di tubuh pangeran Yardley.
“Dasar Leathina bodoh! Kamu pasti akan menyesali telah menolongnya.” Leathina terus mengoceh sementara tangan Leathina masih sibuk membersihkan luka Pangeran Yardley.
Setelah lukanya bersih Leathina segera meletakkan telapak tangannya dan mulai mengeluarkan aura hijau miliknya untuk menyembuhkan luka sobek pada punggung orang yang sedang ia rawat.
“Sayang sekali, lukanya tidak dalam tapi terlalu lebar sedangkan energiku telah banyak aku gunakan untuk menolong hewan yang terluka aku hanya bisa menutup lukanya sedikit saja.”
Energi Leathina tidak cukup untuk menyembuhkan luka Pangeran Yardley dengan sempurna Leathina hanya mampu menutup sedikit lukanya dengan terpaksa leathina kembali merobek ujung gaun miliknya dan menggunakannya sebagai perban yang menutupi luka Pangeran Yardley.
Kepalaku sakit sekali dan aku hampit tidak bisa menggerakkan tangan kiriku.Perlahan – lahan Pangeran Yardley membuka matanya kemudian terkejut ketika melihat seorang wanita yang sibuk merapikan barang – barang miliknya, ia hanya bisa melihatnya dari samping saja kemudian matanya tertuju pada pangkal paha seorang gadis yang gaunnya segaja dirobek.
“Kau.. kau.. apa yang kamu lakukan padaku! Kemana bajuku dan kenapa pakaianmu robek sampai pahamu kelihatan?” Saat menyadari bahwa perempuan yang ada di depannya itu adalah Leathina Pangeran Yardley menjadi sangat tekejut dan berteriak ke arah Leathina membuat Leathina juga ikut terkejut karena ia berteriak secara tiba – tiba.
“Hey matamu kemana brengsek!”
Menyadari pandangan Pangeran Yardley yang terus melihat pahanya yang terbuka membuat Leathina merasa dilecehkan dan menyiram wajah Pangeran Yardley dengan air bekas yang tadi ia gunakan untuk membersihkan luka Pangeran Yardley.
“Huf.. apa yang kamu lakukan. Berani sekali kamu!” Pangeran Yardley segera melap wajahnya dengan lengannya agar air yang ditumpahkan Leathina ke arahnya mengering.
“Aku hanya menolongmu aku tidak melakukan apa – apa padamu Yardley dan gaunku terpaksa aku robek agar aku bis memerban lukamu itu.”
“Jadi, jadi kamu yang telah menolongku?” Pangeran Yardley memeriksa punggungnya yang ternyata telah diperban dengan robekan gaun milik Leathna.
“Pikir saja sendiri, tapi syukurlah kamu sudah sadar lukamu tidak parah kalau begitu aku akan pergi. Tenang saja hari ini adalah hari terakhir kompetisi berburu jadi pasti nanti akan ada orang yang datang menghitung hasil buruan disaat itu mereka pasti juga akan menolongmu.”
“Kau akan meninggalkan aku?”
“Tentu saja memang apalagi yang kamu harapkan.”
“Tapi, bagaimana jika....”
“Shutt! Diam sebentar.”
Saat Pangeran Yardley masih berbicara dengan cepat Leathina menutup mulutnya kemudian samar – sama terdengar beberapa suara orang – orang yang berjalan menujut tempat mereka berdua berada.
......***......