I'M A Villains In My Second Life

I'M A Villains In My Second Life
Chapter 103



“Tak”


Saat keluar dari toko peralatan tiba-tiba saja leathina ditabrak oleh dua orang pria yang sepertinya menabrak Leathina dengan sengaja.


Leathina tidak sampai terjatuh saat ditabrak ia bisa menyeimbangkan tubuhnya dengan baik hingga tidak terjatuh tapi sebaliknya salah satu orang yang Menabrak Lea dengan sengaja malah terjatuh.


Mengetahui bahwa dua orang tadi ingin memperdayainya Leathina tidak menggubrisi dan segera pergi meninggalkan dua orang itu tapi sayangnya salah satu dari mereka menarik Leathina dan memulai keributan hingga orang-oang mulai memperhatikan mereka.


“Hey! Kau menabrak temanku, bukankah kau sangat keterlaluan menabraknya dengan sengaja kemudian pergi begitu saja.”


“Tuan tapi temanmu itu jatuh sendiri.” Leathina berbicara sambil menarik tudung kepalanya ke depan hingga menutupi separuh wajahnya hingga hanya ujung hidung dan bibirnya saja yang bisa terlihat.


“Oh seorang wanita rupanya.” Ketika ia mendengar suara Leathina orang yang menarik Lea tersenyum tapi cepat-cepat mengubah ekspresinya lagi.


“Nona setidaknya kau harus meminta maaf, oh dan asal nona tahu temanku yang nona tabrak ini kondisi fisiknya tidak bagus jadi nona harus bertanggung jawab jika nanti temanku mengalami masalah.”


“Maaf tuan kalian berdua yang menabrak ku terlebih dahulu jadi aku tidak perlu minta maaf, aku tidak akan memperpanjang masalah ini jadi saya akan pergi.” Leathina segera meniggalkan mereka berdua karena orang-orang mulai berkerumun menonton perkelahian mereka tapi mereka kembali menarik Leathina dan memaksa Leathina untuk memberikan uang ganti rugi.


Orang-orang aneh ini terus saja menggangguku, aku tidak bisa memberi mereka pelajaran di tempat ramai seperti ini.


“Kalau begitu tuan-tuan, kenapa kita tidak membicarakannya baik-baik. Maksudku kenapa kita tidak pergi ke tempat sepi untuk menyelesaikan masalah ini.”


“Tentu saja, kalau begitu ayo kita ke sana.”


Mereka berdua tersenyum puas saat Leathina menawarinya ke tempat sepi, salah satu dari mereka segera menarik Leathina dan yang satunya lagi berjalan di belakang sambil melihat sekelilingnya berhati-hati jika ada seseorang yang mengikuti mereka. Mereka membawa Leathina pada sebuah gang yang tidak terlalu ramai di lewati oleh orang-orang.


“Jadi Nona, kau akan menyelesaikan ini dengan uang atau tubuhmu.” Saat sampai di gang mereka langung mendorong Leathina hingga tubuh Leathina terbentur ke didinding pembatas.


“Astaga kalian kasar sekali pada seorang wanita.” Leathina segera memperbaiki kembali jubahnya yang hampir terbuka.


“Kau punya rambut merah, apa jangan-jangan.”


Tudung kepala Leathina sedikit terbuka dan memperlihatkan beberapa helai rambutnya yang berwarna merah salah satu dari mereka yang melihat itu mencoba mengingat kembali informasi pencarian yang telah disebar beberapa waktu lalu.


“Tidak mungkin, kau fokuslah jangan menganggu.” Bantah salah satu pria yang membawa Leathina saat melihat temannya menunjukkan wajah bodohnya karena mencoba mengingat kembali isi lembaran informasi yang pernah mereka Lihat.


“Tidak ada yang tidak mungkin kan, informasi apapun yang kau berikan mereka pasti akan memberimu imbalan, jadi berapa kira-kira imbalan yang kita dapat jika membawa gadis ini.”


“Bodoh, itu akan buang-buang waktu. Butuh waktu sehari penuh menuju ke pusat kota dan bagaimana jika perempuan ini bukan orang yang mereka cari maka kitalah yang akan di bunuh.”


“Masuk akal juga ucapanmu, apa kau punya rencana?”


“Sepertinya perempuan ini bukan dari keluarga kaya, lebih baik kita menjualnya pada para bangsawan harganya pasti mahal karena wajahnya cantik.”


Duh, kenapa dua orang bodoh ini malah bertengkar. Buang-buang waktu saja meladeni mereka, Troy dan Nina pasti menungguku sekarang. sebaiknya aku memukul kepalanya sampai pingsan kemudian segera kembali.


“Siapa yang ingin kalian jual?”


“Astaga!” Dua pria yang membawa Leathina terkejut ketika melihat tubuh besar Troy yang entah darimana munculnya dan sudah berdiri di belakang Leathina bersama dengan Nina yang telah mengeluarkan pedang miliknya.


“Ma..maafkan kami tuan, kami berdua hanya menanyakan jalan pada perempuan ini.” Ucap salah satu dari dua orang yang membawa Leathina tadi memberi alasan pada Troy.


“Tapi, tadi aku mendengar mu ingin menjual temanku ini.”


“Hikk.” Pekik mereka berdua saat tangan Troy mencengkram bahu mereka berdua.


“Maafkan kami Tuan, kami salah.” Mereka berdua berteriak meminta maaf sambil melarikan diri dari Troy.


“Brak”


“AAAww!”


Saat kedua pria tadi berlari hendak keluar dari gang tersebut tiba-tiba saja mereka seperti menabrak sesuatu dan berteriak kesakitan.


“Kalian sudah kembali, dari mana kalian tah bahwa kami di sini?” Sapa Troy saat melihat teman-teman yang tadi ikut dengan mereka ke kota muncul sambil memelintir tangan dua pria yang tadi mencoba untuk melarikan diri.


“Iya kami telah menemukan barang-barang yang kami perlukan. Oh, itu tadi saat kembali kami tidak sengaja melihat kalian tapi saat kami mencoba memanggil kalian kami melihatmu sangat panik dan berlari ke gang ini karena kami pikir ada yang tidak beres akhirnya kami menyusul dan dua orang ini menabrak kami saat ingin memasuki gang ini, jadi ada apa dengan dua orang yang kami tangkap ini?”


“Dua orang itu mencoba menjual, Lea.” Ucap Troy sambil menunjuk ke arah dua orang laki-laki yang kini tidak bisa bergerak karena tangannya di pelintir.


“Oh, astaga jahat sekali. Jadi mau kau apakan dua orang ini Troy?”


“Menurut kalian bagaimana?” Troy berbicara sambil tersenyum saat melihat dua pria tadi kini ketakutan.


“Bagaimana jika organ-organ tubuhnya kita keluarkan satu-persatu kemudian diawetkan dan di jual pada kelektor barang-barang antik.” Ucap Nina sambil menyeringai dan menatap dua pria tadi.


“Ma.. maafkan kami tuan, kami bersalah.”


“Iya kami mohon maafkan kami, tidak akan kami ulangi lagi, kami benar-benar minta maaf.”


Mendengar ucapan Nina membuat kedua orang yang ingin menjebak Leathina berteriak histeris dan terus meminta maaf untuk diampuni atas kesalahannya.


“Bagaimana menurutmu Lea? Ingin kau apakan dua orang ini?” Tanya Troy pada Leathina.


“Tidak usah bertindak terlalu jauh seperti itu hanya karena orang-orang bodoh ini, buat saja mereka berdua pingsan dan tinggalkan aja.” Leathina berbicara menenangkan mereka agar tidak terlalu membuang-buang waktu.


“Baiklah seperti katamu.” Dengan cepat tangan Troy sudah memukul kedua leher mereka berdua sampai pingsan kemudian membiarkan tubuh mereka berdua tergeletak begitu saja di atas tanah.


“Ayo kita pulang.” Ajak Leathina setelah melihat dua orang tadi pingsan.


“Tunggu, tunggu dulu, kau melepaskan dua orang bodoh ini terlalu muda Lea.” Nina tiba-tiba menghentikan mereka kemudian dengan pedangnya Nina merobek-robek pakaian dua pria tadi hingga hanya menyisahkan pakaian bagaian dalamnya saja setelah puas barulah Nina menyusul Leathina dan yang lainnya yang telah berjalan lebih dulu.


...***...