
“Apa Nona Leathina baik – baik saja?”
“Aku baik – baik saja Anne, aku hanya butuh beristirahat sebentar jadi untuk sementara jangan berbicara padaku atau menanyaiku biarkan aku mengumpulkan energiku terlebih dulu.” Setelah meminum sedikit air yang diberikan oleh Anne, Leathina kini sudah merasa sedikit lebih baik dari sebelumnya dan energinya mulai terkumpul kembali walau hanya sedikit.
“Baik Nona Leathina.”
Anne yang mendengar perkataan dari Leathina segera menurut tapi sebelum itu Anne memperbaiki syal yang tadi ia pakaikan pada Leathina sebelum keluar berjalan – jalan di taman karena syal yang dikenakan Leathina agak sedikit melorot ke bawah Anne memperbaiki posisinya sampai menutupi seluruh bahu Leathina agar tidak kedinginan terkena angin kemudian setelah itu barulah Anne berdiri di samping Leathina dan menunggu sampai keadaan Leathina membaik.
Setelah beristirahat sebentar akhirnya energi Leathina sedikit – demi sedikit telah membaik dan Leathina sudah bisa membuka matanya. Anne yang melihat Leathina telah membuka kembali matanya segera berjongkok di sampingnya sambil mengamati ekspresi Leathina kemudian segera menanyai keadaan Leathina.
“Apa sekarang Nona baik – baik saja.”
“Iya berkatmu sekarang keadaanku telah membaik, terimakasih Anne.”
“Syukurlah keadaan Nona Leathina sekarang telah membaik.”
Anne yang mengetahui sekarang keadaan Leathina telah baik – baik saja kemudian menghembuskan napas panjang karena merasa lega melihat keadaan Leathina sekarang.
“Tapi Anne apa maksudmu tadi?”
“Mengenai hal apa Nona?”
“Saat baru sampai kamu tadi bertanya padaku apakah aku telah mendengar kabar. Kabar apa yang kamu maksud Anne?”
“Sebenarnya saat mengambil air tadi ada dua kabar yang aku dengar dan sedang dibicarakan oleh para pelayan dan orang – orang yang datang berkunjug karena urusan pekerjaan juga membicarakannya, tapi mungkin salah satu dari yang digosipkan oleh orang – orang itu bisa melukai perasaan Nona Leathina.” Anne berbicara dengan ragu – ragu antara memberitahukan leathina atau tidak mengenai gosip yag telah ia dengar dari orang – orang.
“Katakan saja aku akan baik – baik saja Anne.” Leathina memberitahu Anne bahwa dirinya tidak akan terpengaruh mendengar kabar yang akan di sampaikan oleh Anne.
“Jadi orang – orang di seluruh kerajaan menggosipkan tentang kekalahan Nona Leathina saat bertarung dengan Tuan Nicholas kemarin.”
“Hanya itu? Kenyataanya memang aku kalah kan tidak ada yang menyakitkan jika mengakui kekalahan bukan?”
“Bukan Nona, bukan hanya itu mereka berbicara hal – hal yang tidak benar tentang Nona Leathina.”
“Membicarakan diriku? Mengenai hal apa lagi Anne?” Leathina semakin penasaran dengan apa yang sekarang ini orang – orang gosipkan tentang dirinya di luar sana.
“Mereka bilang bahwa setelah Nona Leathina sadar dari koma Nona jadi aneh dan mereka juga mengatakan bahwa Nona Leathina memiliki penyakit mental sampai – sampai bisa kalah dan sekarang tidak mau keluar dari kamar.”
“Oh jadi seperti itu yang terjadi.”
“Apa Nona Leathina tidak apa – apa setelah mendengarnya, jika nona mau membungkam mulut mereka semua nona bisa melakukannya.” Anne berbicara dengan semangat berapi – apa saat mengutarakan idenya untuk membungkam semua orang.
“Tenang saja aku baik – baik saja Anne. Jadi apa kabar kedua yang kamu maksud Anne?”
“Ah kalau cerita yang kedua ini sangat heboh sekarang diceritakan oleh para pelayan yang bekerja di sini.”
“Apa itu?”
“Katanya ada iblis baik di mansion ini.” Sebelum Anne menjawab pertanyaan Leathina ia menoleh ke kanan dan ke kiri memeriksa keadaan dan setelah itu barulah Anne berbicara sambil sedikit mengecilkan suaranya dan berbisik di dekat telinga Leathina.
“Iblis baik? Tapi Anne kenapa kamu berbicara sambil berbisik seperti itu.”
“Iya Nona ada iblis baik yang sekarang berkeliaran di mansion ini. Ah aku berbisik karena kabarnya iblis tersebut akan marah jika ada orang yang menceritakan tentang dirinya pada orang lain.”
“Apa maksudmu iblis baik Anne, kamu mengada – ada saja Anne.”
“Betul Nona kabarnya iblis tersebut tadi mengeliling mansion ini dan menyebuhkan penyakit orang – orang yang sedang sakit tapi sebagai gantinya orang yang telah di sembuhkan oleh iblis baik harus membuat perjanjian terlebih dahulu dan isi perjanjiannya adalah orang yang telah di obati tidak boleh memberitahukan orang lain tentang identitasnya jika ada orang yang melanggar maka iblis itu akan datang dan mengambil salah satu organ tubuh milik si pelanggar dan kata para pelayan iblis itu paling suka mengambil bola mata, memotong telinga dan mengambil suara si pelanggar.” Anne memberitahukan cerita tersebut pada Leathina sambil berbisik agar tidak di dengar oleh orang lain.
Astaga, kenapa mereka malah membuat ceritanya jadi sedramatis ini? untung saja orang – orang yang sudah aku sembuhkan tidak berani memberitahukan identitas asliku, tapi tetap saja aku agak sedikit sedih mendengar cerita ini maksudku apa mereka tidak terlalu berlebihan menyebutku dengan sebutan iblis yang suka mengambil organ tubuh padahal aku sudah menyembuhkan mereka seharusnya aku bisa di sebut malaikat kan karena menyembuhkan tapi ini kok aku malah di buat jadi iblis sih.
“Ah andaikan saja iblis baik itu bisa bertemu dengan Nona Leathina dan menyembuhkan nona.” Anne berbicara sambil menghembuskan nafasnya karena merasa kecewa.
“Aku baik – baik saja Anne, dan kuberi kau sara Anne jangan terlalu percaya dengan hal – hal mustahil seperti itu.”
“Tapi Nona semua pelayan mempercayainya. Bahkan katanya ada pelayan yang namanya Carolin kemarin di hukum cambuk di betisnya karena melanggar tapi setelah bertemu dengan iblis baik itu luka bekas cambukan di betisnya sembuh tanpa bekas Nona. Para pelayan sekarang bahkan sedang beramai – ramai pergi ke belakang mansion karena katanya iblis itu suka berkeliaran di sana para pelayan berharap bisa bertemu dengan iblis baik itu dan menyembuhkan penyakitnya. Apa aku juga sebaiknya pergi ke belakang mansion juga barang kali aku beruntung bisa bertemu dan meminta iblis baik itu untuk menyembuhkan luka Nona Leathina.”
“Kamu ini mendengarkan aku apa tidak Anne? jangan gampang mempercayai hal – hal yang tidak jelas seperti itu dan jangan nekat pergi ke belakang mansion mencarinya karena dia tidak akan datang lagi ke sana.”
“Baik Nona Leathina kalau begitu aku tidak akan mencarinya.” Anne bebicara dengan ekspresi sedih karena Leathina tidak mau mempercayai apa yang tadi dia katakan mengenai iblis yang dapat menyembuhkan orang – orang yang ada di mansion keluarga Yarnell.
......***......