
...
...
Pangeran Yardley Arathorn tengah duduk bersama beberapa orang temannya di sebuah perjamuan yang sedang diadakan sebagai persiapan awal untuk memperingati pesta perayaan hari ulang tahun kaisar kerajaan. Pangeran Yardley berbicara sembari sesekali meneguk minuman dari gelas yang sedang ia genggam.
“Jadi bagaimana persiapan dari menara sihir untuk memperingati hari perayaan kaisar, Zeyden?” Pangeran Yardley berbicara pada seorang laki – laki yang sekarang tengah duduk di depannya yang juga sedang menikmati minuman yang ada digenggamnya.
Orang yang ditanya tidak langsung menjawab melainkan hanya balas tersenyum sambil memutar – mutar minuman dalam gelas yang sedang digenggamnya.
“Ayolah Zeyden, kau harus melaporkan padaku agar aku bisa mengurus dan mempersiapkan hal yang lainnya juga untuk perayaan kali ini.” Pangeran Yardley kemudian kembali berbicara karena orang yang dia tanya tidak kunjung menjawab pertanyaan yang ia ajukan untuknya tapi malah tersenyum.
“Sifatmu terlalu lembut untuk menjadi penerus kaisar Yardley, kamu seharusnya sedikit lebih tegas dan tidak memohon padaku yang hanya menjabat sebagai pimpinan menara sihir di kerajaan ini.”
“Sudahlah jangan mengungkit masalah itu lagi, kamu sudah memberitahuku mengenai hal itu berulang kali Zeyden kamu temanku dan aku belum resmi menjadi penerus raja jadi aku belum punya alasan untuk bersikap kasar.
“Bersikap tegas Yardley, bukan bersikap kasar. Bisa tidak kamu membedakannya.”
“Iya, iya, aku tahu sudah jangan ungkit lagi bisa tidak langsung jawab saja pertanyaanku.”
“Persiapan dari menara sihir sudah sempurna, kami telah membentuk pertahanan yang nantinya akan menjaga dari dalam gedung, berjaga jaga jika terjadi penyerangan dari dalam istana saat pesta diadakan.” Zeyden kemudian menjelaskan mengenai apa yang telah ia persiapkan.
“Baiklah Zeyden, aku masih harus mendengar laporan dari Duke Yarnell sebagai pimpinan pertahanan, tapi sepertinya aku belum melihat Duke Yarnell hadir di perjamuan ini. Zeyden apa kamu pernah melihatnya?”
“Tidak, aku juga belum pernah melihatnya hadir di acara ini.”
Mereka berdua kemudian mengedarkan pandangannya untuk mencari orang yang tadi mereka berdua pertanyakan keberadaannya melihat satu persatu orang yang ada di tempat tersebut tapi sayangnya mereka berdua tidak menemukan orang yang sedang mereka cari.
Setelah beberapa saat mencari mata mereka kemudian menangkap sosok laki – laki muda yang umurnya kurang lebih sama dengan Pangeran Yardley dan Zeyden, pria tersebut sedang berjalan menuju meja yang di tempati oleh mereka berdua dan setelah sampai di depan pangeran Yardley dan Zeyden ia kemudian memberi hormat terlebih dahulu dengan membungkukkan sedikit tubuhnya ke depan sebelum berbicara.
“Tidak usah terlalu formal padaku Winter, tapi Winter di mana Tuan Duke Yarnell?” Pangeran Yardley kemudian menyambut pria tersebut dengan mengajukan pertanyaan.
“Walau kita adalah teman aku masih harus tetap menghormatimu karena gelarmu sebagai putra mahkota bukan. Oh dan Tuan Duke Yarnell tidak bisa menemui Pangeran Yardley secara langsung jadi Duke mengutus saya untuk menyampaikan laporan persiapan.”
Winter berbicara sambil mengambil tempat duduk dan ikut bergabung di meja yang sama dengan Pangeran Yardley dan Zeyden.
“Apa yang membuatnya tidak bisa datang langsung padaku untuk melapor?” Pangeran Yardley terus melihat orang yang baru saja tiba tersebut.
“Baiklah jadi bagaimana persiapan keamanan dan bagaimana kegiatan lomba berburu untuk perayaan kali ini?”
“Untuk keamanan kami sudah menetapkan pos – pos penjaga di alun – alun kota dan sekitarnya untuk mencegah terjadinya kejahatan saat keadaan mulai ramai, kami juga menempatkan pos penjaga pada area – area perbatasan agar mudah menangkap pelaku kejahatan jika mencoba untuk kabur. Dan untuk lomba berburu akan diadakan sama dengan aturan tahun lalu.”
“Baiklah, masalah keamanan yang menjadi bagian penting dalam kegiatan ini sudah aman.”
Setelah selesai memberikan laporan mengenai masalah persiapan perayaan hari ulang tahun kaisar pada pangeran, Winter kemudian mengangkat dan melambaikan tangan kirinya untuk memanggil pelayan yang kebetulan sedang berjalan di dekatnya sambil mambawa baki yang berisi gelas minuman. Pelayan yang melihat panggilan Winter kemudian segera berjalan menuju Winter setelah sampai pelayan tersebut membungkukkan badannya dengan meletakkan tangan kirinya di dadanya untuk menghormati Winter dan orang – orang yang ada bersamanya kemudian setelah itu barulah pelayan tersebut meletakkan segelas minuman di depan Winter.
Pelayan tersebut kembali membungkuk setelah meletakkan segelas minuman di depan Winter dan kemudian segera pergi meninggalkannya untuk melayani tamu – tamu yang lain yang juga melambaikan tangan untuk diantarkan minuman.
“Jadi sejak kapan kamu kembali dari perbatasan Winter?” Zeyden menanyai Winter yang sekarang tengah sibuk menikmati minuman yang ada di depannya.
“Sudah tujuh hari aku kembali dari perbatasan. Kali ini aku diperintahkan kembali ke kerjaan dan diberi tugas baru yaitu menjaga keamanan perayaan kali ini.”
“Jadi seperti itu, bagaimana dengan kediaman Yarnell?” Zeyden kembali bertanya pada Winter yang masih sibuk dengan gelas minumannya.
“Kenapa kamu bertanya mengenai keluarga Yarnell padaku Zeyden, ada – ada saja kamu ini.”
“Kamu kan setiap hari berkunjung ke sana karena bekerja di kediaman Yarnell, aku dengar Leathina sudah sadar dari tidur panjangnya dan aku mendengar gosip yang beredar bahwa Leathina kalah dalam pertarungannya dengan adik tirinya Nicholas bahkan sekarang dia mengurung diri dan tidak mau keluar dari ruangannya karena malu.”
“ Berita tentang Leathina ternyata memang selalu menjadi topik hangat di kerajaan ini yah.” Winter hanya menanggapi datar dari perkataan Zeyden.
“Itu karena dia adalah wanita paling aneh sekaligus tidak berperasaan di kerajaan ini, aku bahkan telah mengunjunginya karena diperintahkan oleh ayahku tapi setelah tidak sadarkan diri selama sebulan lebih perempuan itu malah semakin aneh.” mendengar topik pembicaraan Zeyden dan Winter yang membahas tentang Leathina Pangeran Yardley kemudian juga ikut bergabung dengan topik tersebut.
“Benarkah kau sudah pernah mengunjunginya?” Zeyden yang mendengar perkataan Pangeran Yardley menjadi penasaran.
“Kenapa tidak langsung kamu temui saja dia di kediaman Yarnell jika sangat ingin mengetahui tentang keadaan Leathina, Zeyden.” Winter kemudian mengusulkan saran untuk temannya Zeyden yang terlihat sangat penasaran dengan keadaan Leathina yang sekarang.
“Aku tidak ada alasan untuk berkunjung di kediaman Duke Yarnell dan untuk apa juga aku harus berkunjung ke sana jika hanya ingin melihat keadaan Leathina aku bahkan tidak punya hubungan apa – apa dengannya.”
“Kalau begitu kenapa kamu malah mempertanyakan keadaan Leathina padaku jika tidak ingin tahu mengenai Leathina, Zeyden.”
“Tidak ada apa – apa aku hanya penasaran saja mengenai kabar yang beredar dan menjadi topik utama dalam berita di kerajaan, semua orang sedang membicarakannya sekarang.” Setelah berbicara menjawab pertanyaan dari Winter, Zeyden kembali meminum minuman miliknya tanpa mempedulikan tatapan Winter yang menatapnya dengan tatapan menyelesaikan.
......***......