I'M A Villains In My Second Life

I'M A Villains In My Second Life
Chapter 247



Suasana dalam mansion keluarga Yarnell kini berubah tidak lagi sesuram dulu, kembalinya Leathina membuat warna baru dalam keluarga itu. Nicholas yang sensitif tidak lagi sepemarah dulu sementara Nora malah bertambah manja dan posesif pada Leathina.


Leathina mengamati ada beberapa hal yang bear-benar berubah tidak lagi seperti dulu namun yang paling banyak berubah diantara mereka adalah dirinya sendiri.


“Nona Lea, ada tamu dari kerajaan.” Anne memberitahu Leathina yang sedang bersantai di ruangannya.


“Ah! Siapa? Bukankah ayahku masih belum mengizinkan siapapun untuk datang bertamu.” Leathina beranjak dari duduknya berjalan ke balkon dan melihat sebuah kereta memang sedang terparkir di halaman depan.


“Yang datang adalah pangeran kedua, Nona.”


“Dia?” tanyanya lagi kemudian dibenarkan dengan anggukan oleh Anne.


Anne mengantar Leathina ke ruangan utama untuk menyambut tamu yang datang itu, disana sudah ada duke Leonard dan ibunya sementara Nicholas sedang ikut bertugas bersama Winter dan Nora sekarang sedang berada di akademi.


“Selamat datang Pangeran kedua.” Sambut Duke Leonard.


“Padahal kalian tidak perlu repot-repot menyambut ku.” Ucapnya dengan gaya khasnya yang ramah.


“Itu tidak mungkin, dan aku sangat berterimakasih waktu itu anda menawarkan diri untuk ikut mencari Leathina bersama guild tentara bayangan.”


“Ah! Tidak apa-apa, aku melakukannya karena itu Leathina bukan orang lain hahaha.”


Duke Leonard dan istrinya Duchess Nice saling pandang bingung dengan maksud kalimat Pangeran Edward barusan.


“Ah! Maksudku Leathina juga berharga bagiku karena dialah teman pertamaku saat baru kembali dari pengasingan, waktu itu aku sangat gugup tidak akan bisa berteman dengan orang-orang disini tapi putri anda dengan sengat baik menyambutku.”


“Begitukah.” Jawab Duke Leonard sedikit meragukan, tapi tetap  mengikuti alur percakapan.


“Bolehkah saya mengobrol berdua dengan Leathina?” tanya nya sopan tapi terdengar seperti perintah.


Duke memicingkan matanya curiga dengan gerak gerik Pangeran Edward.


“Tidak apa-apa ayah, dia yang selalu menjagaku saat perjalanan kembali.”


Duke Leonard akhirnya memilih untuk mengalah kemudian pergi meninggalkan Pangeran Edward dan Leathina berdua.


“Bagaimana kabarmu Lea?” Tanya Pangeran Edward.


“Aku baik-baik saja, dan bisakah kau mengurangi mata-mata yang kau simpan di rumahku.”


“Ah! Kau tahu rupanya.”


“Tentu saja, aku melihat mereka semua di markasmu.”


“Begitukah?”


“Ada apa kau datang kemari?” tanya Leathina.


Mereka berdua memilih untuk berjalan-jalan di taman sengaja agar percakapannya sulit di dengar berjaga-jaga jika ada yang dengan sengaja ingin menguping.


“Apa lagi?” jawab Pangeran Edward dengan wajah polosnya, “Tentu saja karena aku merindukanmu!” ucapnya dengan percaya diri.


Mendengar ucapan Edward Leathina hanya menatapnya dan beberapa kali mengedipkan matanya membuat Pangeran Edward sedikit malu karena Leathina tidak sedikitpun bereaksi dengan godaan nya.


“Ah! Ayolah, kasilah sedikit balasan agara ku tidak kecewa.” Ucap Pangeran Edward dengan ketus dan beralih pandang melihat bunga-bunga yang sedang bermekaran.


‘Ada apa dengan laki-laki aneh ini?’ Leathina bingung bagaimana menanggapi Edward sebab masih belum terbiasa dengan perubahannya dari Ed yang dingin menjadi Pangeran Edward yang pecicilan. ‘Apa jangan-jangan sekarang ini dia sedang merajuk?’ Leathina menutup mulutnya geli melihat Edward sekarang.


‘Aku jadi ingin menggodanya? Apa aku goda saja, aku kok berpikiran jahat sih.’


“Edward?” Panggil Leathina namun Edward tidak mau ingin memperlihatkan wajahnya dia masih serius melihat bunga-bunga di depannya.


“Edward kau marah?” Tanya Leathina.


“Tidak.” Jawabnya singkat.


“Terus kenapa kau tidak ingin berbalik dan melihatku.”


“Aku melihat bunga-bunga yang mekar di taman mu ini.”


“Benarkah? Kau benar-benar tidak marah?” Goda Leathina.


“Iya tentu saja tidak, bagaimana aku bisa marah padamu.”


“Jadi kenapa kau tidak ingin melihatku sekarang?”


“Tentu saja karena aku …” Ucapan Edward terhenti.


“Ha? Apa? aku tidak mendengarnya." Pancing Leathina.


“Aku malu.” Jawab Edward pelan.


Leathina merasa puas bisa mempermainkan Pangeran Edward. ‘Aku jadi bingung bagaimana kepribadiannya bisa begitu jomplang dan berubah-ubah kemarin-kemarin dia bahkan begitu tidak tahu malu untuk menggodaku, melihatnya seperti ini malah membuatku ingin menggodanya lagi.'


“Kalau begitu aku minta maaf, sebagai permohonan maafku aku akan menunjukkan mu bunga yang paling cantik di taman ini.”


“Iya, tentu saja bunga itu hanya ada satu di taman ini.” Leathina mengangguk cepat meyakinkan Edward.


“Dimana?” Tanya Edward yang akhirnya berbalik dan mencari-cari dimana letak bunga yang dimaksud oleh Leathina.


“Mana? Aku tidak melihat bunga yang berbeda.” Tanyanya lagi.


“Kau sudah melihatnya.” Jawab Leathina tersenyum jahil.


“Mana?” tanya Edward lagi, tahu kalau sekarang sebenarnya Leathina sedang mengerjainya tapi ia tetap ingin melihat bunga yang dimaksud Leathina karena penasaran ingin mengingatnya agar tahu mana bunga yang disukai Leathina.


“Ini.” Jawab Leathina.


Kali ini Edward tidak berbicara alisnya hanya berkerut karena tidak paham dengan apa yang dimaksud dengan Leathina sedari tadi dia tidak melihat bunganya.


“Kau tidak melihatnya?” Tanya Leathina kemudian Edward mengangguk beberapa kali menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari tahu sendiri.


“Jika kau ingin melihatnya kau harus fokus.” Ucap Leathina kemudian pelan-pelan melangkah lebih dekat dengan Edward bahkan wajah mereka hanya berjarak sejengkal saja.


“Sekarang kau melihatnya?” Tanya Leathina.


Edward tertegun matanya membulat karena kaget.


“Aku tanya, apa sekarang kau melihatnya?” Leathina mengulangi pertanyaannya.


“Ah! Apa?” Edward gelagapan. “I-iya, iya cantik.” Ucapnya refleks bersamaan dengan dua pipinya yang merona.


“Hahah!” Leathina puas tertawa kemudian kembali berjarak ingin pergi ke gazebo untuk duduk disana.


“Akh!” pekik Leathina saat tiba-tiba Edward menarik lengannya dan jatuh tersandar di pelukan Edward membuat Leathina panik.


“Kau mau kemana?” tanya Edward.


“Aku mau ke gazebo disini mataharinya terik.” Leathina sedikit gugup saat Edward mulai terlihat serius takut Edward membalasnya. 'Sepertinya aku kelewatan menggodanya.'


“Ah! Begitukah.” Namun berbeda dari yang diperkirakan Leathina, Edward malah langsung melepaskannya dan mereka berdua berjalan ke arah gazebo tanpa saling mengobrol lagi karena keduanya merasa canggung bingun apa yang barusan mereka lakukan tadi.


“Lea.” Panggil Edward.


“I-iya, iya.” Leathina sedikit canggung tapi tetap menyahut.


“Kau tahu semua orang di seluruh kerajaan kini tahu kau sudah pulang.”


“Iya aku tahu.”


“Mereka bilang kau cacat dan lain sebagainya, untuk sekarang tetaplah di mansion jangan dulu tunjukkan dirimu di publik kau akan dalam bahaya jika mereka tahu kau baik-baik saja.”


“Aku tahu.”


“Aku juga mendapat informasi bahwa orang dari kekaisaran akan mengirim orang untuk mengucapkan selamat pada Duke Leonard atas kembalinya putrinya, tapi sebenarnya mereka mempunyai motif lain.”


“Iya, mereka ingin melihatku dan memastikan secara langsung keadaanku dan jika ada kesempatan mereka ingin memanfaatkan ku.”


“Mereka mengincar mu, orang-orang di kekaisaran itu sangat serakah.”


“Aku membaca surat yang ia kirimkan untuk ayahku, mau tidak usah khawatir aku punya caraku untuk menghadapi orang seperti mereka.”


“Kau berhati-hatilah, orang-orang ku yang kusimpan disini tidak akan aku tarik. Semakin banyak semakin bagus untuk perlindunganmu dan keluargamu.”


Leathina menganggu paham, “Terimakasih Edward.”


“Tidak perlu berterimakasih Leathina, aku melakukannya karena itu kamu.” Edward sedikit condong ke arah kuping Leathina. “Aku menyukaimu, aku akan mengamuk jika terjadi sesuatu padamu."


Leathina tidak menjawab dia tahu apa maksud Edward, Leathina takut salah mengambil ke putusan dan memilih untuk diam.


“Baiklah, kalau begitu aku akan pulang sekarang aku datang hanya untuk melihatmu dan memintamu untuk selalu berhati-hati. Nampaknya ayahmu juga sedang mengawasi kita, kalau aku mendekat sedikit lagi mungkin akan ada tombak yang dia arahkan padaku.”


Edward paham Leathina masih belum mau menjawab perasaannya, Edward lalu segera kembali.


 


...***...


Note :


Hi 😁


Jadi author mau kasi tahu ya kalau kekaisaran dan kerajaan disini itu memiliki wilayahnya masing-masing hanya saja kekaisaran itu lebih besar dan memiliki otoritas dari kerajaan, itulah kenapa jika berhubungan dengan kekaisaran Duke Leonard atau Raja Daylen sangat berhati-hati.


Love you all 💙


Sehat-sehat ya kalian 💙💙