
“Brakk! sudah cuku ... ”
“CUKUP! Aku muak dengan kalian!”
Adam memukul meja dengan cukup keras sampai membuat orang – orang yang ada di ruangan itu terdiam saat Adam mencoba menghentikan mereka tiba – tiba Leathina sudah berteriak lebih dulu memotong ucapan Adam.
“Kalian pikir aku aku ingin tinggal di tempat seperti ini, asal kalian tahu ya dari awal aku tidak ingin berada disini tapi si Adam sialan ini yang memaksaku masuk ketempat ini!”
“Le.. Lea?” mendengar Leathina yang tiba – tiba saja mengumpat terlebih lagi menyebutnya sialan membuat Adam terkejut, ia tidak percaya bahwa Leathina juga bisa berkata kasar.
“Ah! Aku tidak percaya aku bisa berada disini. Kalian benar seharusnya dari awal aku tidak menginjakkan kakiku disini.”
“DASAR WANITA JALA...
“APA! Apa kalian tahu betapa tidak tahannya aku dengan bau badan kalian! Aku penasaran berapa kali kalian mandi dalam seminggu, dan kau lihatlah betapa kuningnya gigimu itu jadi jangan mengumpat dan memamerkan gigi-gigi kuningmu!”
“Ptffff.”
“Siapa yang berani ketawa!”
Terdengar suara orang cekikikan setelah Leathina berbicara membuat orang yang Leathina katai menjadi malu hingga membuat wajahnya memerah karena menahan malu dan emosi sekaligus.
“Siapa yang ketawa? Aku akan menghabisinya sekarang! Kau yang tertawa Adam?”
“Bukan! Aku tidak ketawa, tapi lagipula yang diucapkan Lea ada benarnya kok.”
“Hahaha!”
“Siapa itu tunjukkan dirimu, siapa yang berani menertawaiku!”
“Kau akan menghabisiku?”
“Ekkk!”
“Maafkan aku tuan, aku tidak bermaksud.” Melihat orang yang barusan berbicara membuatnya terkejut dan segera membungkuk untuk meminta maaf atas tingkah lakunya.
“Selamat datang tuan!” semua yang ada di ruang tersebut juga segera membungkuk untuk memberi hormat padanya.
Orang tersebut tidak terlalu memperdulikan orang – orang yang memberinya hormat dan malah terus berjalan ke tempat Leathina berdiri kemudian mengambil tangan Leathina dan menciumnya tangannya sebagai penghormatan pada seorang wanita.
“Ha.. hay, apa kau mengenalku?”
“Tentu saja ini yang kedua kalinya kita bertemu sayangnya yang pertama aku sedikit tidak beruntung dan malah berakhir tidak sadarkan diri, walau bagaimanapun aku sangat berterimakasih pada Nona yang telah menyelamatkan aku waktu itu.”
“Ah, i.. iya sama – sama ternyata kau mengingatku, aku juga berterimakasih karena telah membiarkan aku tinggal di tempatmu Tuan dan menganggu orang – orangmu, tapi tenang saja hari ini aku akan pindah jadi sekarang kita impas kau tidak berhutang apa – apa padaku dan aku tidak berhutang apa – apa padamu.”
“oh, iya dan perkenalan namaku Lea, kau bisa memanggilku Lea.”
“Dan aku Ed’ kau bisa memanggilku seperti itu, Tapi apa Nona Lea sudah memiliki tempat tinggal?”
“Ah soal itu tenang saja aku bisa mencarinya nanti setelah pergi dari sini.”
“Kalau begitu tinggallah disini sampai Nona Lea mendapatkan tempat tinggal baru.”
“Tapi...” Lea berbicara sambil melirik orang – orang yang tadi menentang keberadaanya.
“Oh orang – orang itu, Nona Lea tidak perlu mempedulikan mereka kalau Nona Mau aku yang akan mengusir mereka sendiri.” Ed’ berbicara sambil menoleh ke arah orang – orang tang tidak menyukai Lea hingga membuat mereka bergidik ngeri karena takut dengan tatapan Ed’ pada mereka.
“Oh, jadi ada yang mengatakan sepeti itu pada orang yang telah menyelamatkan nyawaku. Katakan Nona Lea aku akan langsung menghukumnya.”
“Tidak ada.. tidak ada yang seperti itu Tuan Ed’ hanya saja.”
“Kalau begitu tinggallah disini lebih lama lagi Nona Lea.”
“Tidak perlu Tuan Ed’ dan sepertinya aku sudah cukup lama tinggal disini.”
“Kalau begitu aku akan langsung menghukum orang yang tadi mengganggumu Nona.”
“Tidak usah Tuan Ed’ baiklah.. baiklah.. aku akan tinggal sedikit lebih lama lagi sampai aku menemukan tempat yang aman untuk aku tinggali.”
Astaga ada apa dengan orang ini? Aku tau dia adalah pemimpin disini tapi sembarangan menghukum orang lain karena orang luar sepertiku bukankah itu keterlaluan, lagipula aku menyelamatkannya waktu itu hanya karena aku bisa menggunakan sihir penyembuh tidak ada maksud lain ya walaupun aku melakukannya karena diancam sih. Jika situasinya seperti ini mau tidak mau sepertinya aku harus tinggal disini sedikit lebih lama jika tidak mau orang – orang tadi dihukum. Seperti yang telah aku baca di kehidupan sebelumnya jika Ed’ telah memutuskan sesuatu maka tidak akan ada yang bisa menghentikannya.
“Bagus, kalau begitu aku pamit Nona Lea, ada urusan yang harus aku tangani secepatnya dan jika ada yang berani mengganggumu lagi jangan sungkan untuk memberitahuku aku akan langsung menghukumnya atau menghabisinya untukmu.”
“Ah, iya terimakasih Tuan Ed’.”
Setelah kepergian Ed’ tidak ada lagi yang berani mengganggu atau menyinggung tentang keberadaan Leathina, mereka semua kembali ke kesibukannya masing – masing.
Ah, akhirnya suasananya menjadi sedikit tenaga kembali sepertinya aku harus cepat – cepat mencari tempat tinggal baru. Tapi apa yang membuat Ed’ begitu terburu – buru padahal dia baru saja tiba tapi sudah pergi lagi. Apa yang ia maksud urusan yang harus cepat dia selesaikan adalah membunuh orang? Kira – kira bagaimana dia melakukan pekerjaannya dengan sangat cepat dan rapi hingga tidak bisa tertangkap walaupun telah membunuh banyak orang? Orang – orang sepertinya adalah yang paling menakutkan ugh.. Astaga apa sedang aku pikirkan sih pokoknya aku harus segera pergi dari sini.
Leathina menampar pelan pipinya agar pikirannya mengenai betapa menyeramkannya Ed’ menghilang dari kepalanya.
“Ada apa Leathina?”
“Ah, tidak apa – apa Adam, aku hanya berpikir sebaiknya aku harus segera mencari tempat tinggal baru dan pergi dari sini.”
“Kenapa? Bos mengizinkanmu untuk tinggal lebih lama disini.”
“Kenapa kau memanggilnya Bos sedangkan yang lainnya tidak?"
“Ah, itu karena aku suka memanggilnya seperti itu. Lagipula tidak ada yang benar – benar tahu siapa dia sebenarnya, belum pernah ada yang melihat wajahnya dia benar – benar sangat teliti kau harus berhati-hati padanya Lea, walaupun dia baik tapi tidak ada yang tau dia akan menjadi seperti apa kedepannya.”
“Mendengarmu mengatakan betapa mengerikannya Ed’ membuatku penasaran kenapa kamu dan orang – orang ini tetap mengikutinya walau tidak benar – bena tahu seperti apa dia sebenarnya?”
“Itu karena kebanyak dari orang – orang disini diselamatkan olehnya, termaksud aku dan sebagian lagi mengikuti Bos Ed’ karena mereka tidak memiliki tujuan lagi karena keberadaanya tidak dinginkan.”
“Jadi untuk orang – orang seperti kalian Ed’ adalah orang baik tapi untuk orang normal Ed’ adalah orang jahat?”
“Mungkin perkataanmu ada benarnya Nona Lea, tapi apa maksudmu mengatakan bahwa untuk orang normal, apa aku tidak normal di matamu?”
“Yah, mungkin seperti itu.”
“Huff, kejam sekali Nona Lea.”
“Hahaha, aku hanya bercanda kok Adam bagaimanapun sikapmu atau bagaimanapun dirimu sebenarnya kamu tetap orang baik di mataku Adam.”
Mendengar apa yang diucapkan oleh Leathina membuat Adam terpaku dan hanya menatap Leathina tanpa berkedip mataya hanya fokus menatap ke arah Leathina.
“Adam, Adam? ADAM! Apa yang membuatmu melamun?”
“Ah, aku tidak melamun kok Nona Lea pasti salah hahah.”
...***...