I'M A Villains In My Second Life

I'M A Villains In My Second Life
Chapter 13



“Apa yang membawamu ke sini Leathina?”


Dia sama sekali tidak menoleh dan melihatku datang, walau aku akui dia memang sangat sibuk, lihat seluruh tumpukan kertas yang ada di depannya itu, aku hanya bisa melihat ujung kepalanya saja. Jika tadi dia tidak berbicara terlebih dahulu mungkin aku sudah mengira bahwa tidak ada orang di dalam ruangan ini.


“Maafkan aku karena telah menganggu anda Tuan Duke, tapi ada beberapa hal penting yang ingin aku bicarakan dengan anda.”


“Benarkah, kalau begitu tunggu sebentar biarkan aku menyelesaikan pekerjaanku terlebih dahulu, tidak masalah bukan jika kau menunggu sebentar.”


“Ah iya tidak apa-apa, silahkan selesaikan pekerjaan anda terlebih dahulu.”


Aku kira kata sebentarnya itu benar-benar sebentar tapi ini sudah satu jam aku menunggu, apa maksudnya aku harus menunggunya menyelesaikan semua tumpukan dokumen yang ada di hadapannya itu, ini salahku  seharusnya aku membuat janji terlebih dahulu sebelum menemuinya, apa aku kembali saja kepalaku agak sedikit pusing karena tidak sengaja mengingat bagian-bagian kecil dari ingatan Leathina yang asli.


...


“Ayah.. ayah.”


“ayah bisakah kamu melihatku.”


“ayah aku sudah bisa menggunakan teknik dasar dalam menggunakan pedang.”


“ayah bisakah kamu tidak mengabaikanku.”


“jangan panggil aku ayah, itu menggangguku.”


“kenapa kamu terus datang ke ruangan kerjaku ini bukan tempat bermain untuk anak-anak.”


“Baik Duke Leonard akan saya lakukan.”


“Duke Leonard kenapa anda memanggilku.”


...


Ini semua ingatan Leathina saat masih kecil, jadi dia dulu sering memanggilnya ayah sampa dia sadar bahwa ayahnya itu membencinya jadi dia tidak lagi memanggilnya ayah tapi Duke. Aku tidak tahu kalau masa kecil Leathina sangat pahit seperti ini. pantas saja dia berubah jadi jahat seperti yang diceritakan di dalam novel, karena tidak ada satupun yang memihak padanya dia tumbuh dalam kesendirian. Walau terlahir menjadi anak orang kaya tapi hidup seperti itu pasti sungguh menyiksanya.


Aku jadi prihatin pada Leathina di dalam novel hanya menceritakan bagaimana jahatnya Leathina dan tidak mengisahkan bagaimana pedihnya ia hidup. Sebelumnya aku mengasumsikan Leathina menjadi jahat karena Duke selalu memberikan apa yang dia inginkan dan tidak pernah menegur perbuatannya walau Leathina berbuat salah sekalipun. Kalau aku masih hidup di bumi dan mengetahui bagian cerita ini aku pasti sudah komplen pada autornya kenapa dia memberikan kisah kematian yang sangat tragis pada Leathina yang sedari kecil tidak pernah merasakan kasih sayang. Tapi mengigat semua itu membuat kepalaku sakit dan menguras banyak tenagaku, apa aku harus kembali saja dan datang lagi besok.


“Duke Leonard sepertinya anda sangat sibuk lebih baik membicarakannya besok saja saat anda sudah tidak sibuk.”


“Tidak! Aku sudah selesai, nah baiklah apa yang ingin kamu bicarakan denganku Lea?”


Ada apa dengannya kenapa tiba-tiba bersikap seperti itu, padahal masih banyak kertas yang menumpuk di depannya. Tapi ini pertama kalinya aku melihatnya dengan sangat jelas, dia sudah tua tapi tetap terlihat tampan, apa semua laki-laki di dunia ini berwajah tampan? Rambutnya berwarna coklat berarti aku mendapatkan rambut merah ini dari ibuku dan warna pupil mataku sama dengan warna mata tuan duke berwarna biru. Di kehidupan sebelumnya aku lebih mirip ayahku dari pada ibuku, ah apa yang sedang ku pikirkan aku harus fokus sekarang.


“Duke Leonard kedatanganku kemari karena aku ingin membicarakan mengenai pertunanganku dengan pangeran Yardley Arathorn.”


“Apa kamu ingin mempercepat pernikahanmu? tapi apa itu tidak terlalu cepat Leathina kamu baru saja sembuh dan belum pulih sepenuhnya.”


“Tidak. bukan seperti itu. Kedatanganku ke sini karena aku ingin membatalkan pertunanganku dengan pangeran Yardley Arathorn.”


“Sepertinya pikiranmu belum sepenuhnya pulih Leathina.”


“Bukan. bukan seperti itu, aku benar-benar ingin membatalkannya.”


“Apa alasanmu? bukankah kamu mencintai Pangeran Yardley Arathorn, bahkan kamu sendiri yang memintanya secara langsung dengan Raja.”


“Cintamu bisa tumbuh kembali saat kalian tinggal bersama nanti setelah menikah.”


“Tidak bukan seperti itu.”


“Terus apa alasanmu Lea?”


Bagaimana ini apa aku katakan saja yang sebenarnya bahwa Pangeran Yardley Arathorn tidak mencintaku dan Pangeran sebenarnya mencintai wanita lain.


“Sebenarnya pangeran Yardley Arathorn sudah memiliki wanita yang dia sukai dan aku merasa bodoh menyukai seseorang yang tidak menyukaiku. Maka dari itu aku ingin membatalkan pertunanganku ini, pangeran juga sudah memintaku terlebih dahulu untuk membatalkannya.”


“APA ANAK KURANG AJAR ITU YANG MEMINTAMU UNTUK MEMBATALKAN PERTUNANGAN INI?”


“Aku akan membuatnya membayar ini, jika memang sudah memiliki wanita yang ia sukai kenapa dari awal dia menyetujui pertunagan ini!”


Bagaimana ini dia marah, dia benar-benar marah, bagaimana caraku agar dia bisa tenang kembali. tidak kusangka dia akan emosian seperti ini. Apa aku panggil ayah saja, tapi aku sudah bilang bahwa aku tidak akan memanggilnya ayah lagi, tapi dia bear-benar terlihat marah ini salahku kenapa aku memberitahunya bahwa ada wanita lain di antara kami.


“A.. ay.. ah.. ayah tolong tenanglah dan dengarkan aku.”


“Oh maafkan aku Lea, aku hilang kendali tidak kusangka anak sialan itu akan menghianatimu seperti ini.”


Uh aku tahu bahwa ayah tidak akan tunduk pada siapapun terlebih lagi Raja adalah sahabatnya tapi menyebut Putra mahkota dengan sebutan anak sialan sama saja menghina keluarga kerajaan dan kamu bisa dijatuhi hukum karena itu. Tapi untung saja dia mau mendengarkanku ternyata dia tidak terlalu membenciku.


“Jadi aku mohon batalkan pertunanganku ini, kalau aku harus dihukum karen ini tidak apa-apa aku bisa menanggungnya.”


“Tidak. Kamu tidak harus dihukum karena ini Lea. Tapi dalam waktu dekat akan ada hari perayaan ulang tahun raja dan di sana seharusnya kamu akan berdansa dengan Pangeran Yardley Arathorn tapi karena kamu membatalkan pertunangan ini maka pangeran pasti akan berdansa dengan wanita lain dan bahkan pengumuman pembatalan pertunanganmu akan dilakukan juga, apa kamu tidak masalah dengan itu Lea?"


“Tidak apa-apa, itu bukan masalah bagiku.”


Bahkan dia sekarang mengkhawatirkan bagaimana perasaanku saat melihat pria yang aku sukai bersama wanita lain, sebenarnya ayah dan anak ini bukan saling membenci tapi hanya tidak mengetahui bagaimana mengekspresikan perasaan masing-masing. Uh kenapa keluarga ini ribet sekali, kenapa tidak berbicara langsung saja bahwa mereka saling menyayangi, keluarga ini benar-benar membuatku pusing.


“Kalau begitu aku akan mengirimkan surat permohonan pembatalan pertunaganmu dan membicarakannya secara langsung dengan raja.”


“Baik terima kasih Tuan Duke, kalau begitu saya pamit dulu.”


Karena sekarang dia sudah tenang aku tidak harus memanggilnya ayah lagi, bisa-bisa emosinya akan meledak kembali.


“Um Lea?”


“Iya apa ada yang ingin anda bicarakan lagi dengan saya?”


“Bisakah kamu tetap memanggilku dengan sebutan Ayah buka dengan sebutan Tuan Duke.”


Ada apa ini tiba-tiba begini, ini membuatku merinding sudah aku duga mereka bukannya saling membenci hanya saja mereka tidak memahami perasaannya masing-masing dan salah menafsirkannya menjadi rasa tidak suka. Setelah melihat separuh ingatan Lea aku jadi tahu bahwa apa yang sudah dilakukan Duke terhadap putrinya Lea sudah sangat keterlaluan tapi menyebutnya dengan sebutan ayah tidak jadi masalah untukku. Lagi pula bukan aku yang mengalami pengalaman pahit itu tapi Lea jadi tentu saja memanggilnya dengan sebutan ayah tidak jadi masalah.


“Baiklah Ayah aku pamit dulu.”


“Iya hati-hati Lea.”


Apa tadi dia tersenyum? Aku yakin Duke Leonard tadi tersenyum saat aku memanggilnya ayah. Uh dasar orang tua harusnya kamu jujur saja bahwa kamu sangat menyayangi putrimu ini, tapi aku menjadi sedikit merasa bersalah padanya, aku seperti pembohong karena sudah hidup sebagai Lea. Seandainya dia tahu bahwa aku bukan anaknya, apa kira-kira yang akan terjadi. Sudahlah yang penting sekarang hubungan ayah dan anak ini sudah tidak seburuk dulu dan kabar baiknya dia setuju membatalkan pertunanganku, misi pertama selesai.


......***......