
Leathina memilih duduk di pojokan ruangan berusaha untuk menghindari perhatian dari orang – orang karena tidak ingin memancing timbulnya masalah bagi dirinya. Leathina sadar bahwa dirinya adalah tipe orang yang akan selalu terlibat masalah walaupun tidak melakukan apa – apa.
“Oh, ini sudah waktunya berdansa bersama?”
Leathina berbicara sambil menyambar segelas minuman dari seorang pelayan yang kebetulan lewat di depannya dengan membawa nampan yang berisi minuman, sang pelayan terkejut karena gerakan cepat Leathina menyadari dirinya menakuti pelayan tersebut Leathina kemudian tersenyum pada pelayan tersebut sebagai tanda terima kasih nya karena telah diberikan minuman sang pelayan yang mulanya hanya diam terpaku segera membungkuk memberi hormat pada Leathina dan beranjak pergi untuk menawarkan minuman pada tamu yang lainnya.
Pemusik orkestra memasuki ruangan dan berbaris pada sisi kiri dan mulai bersiap untuk memainkan musiknya sebagai pengiring saat menari nanti.
Akan ada tiga sesi menari yang akan dilakukan pertama sesi menari yang dilakukan khusus untuk Raja Daylend dan istrinya Ratu Juliette sebagi simbol untuk seluruh kerajaan, dan sesi ke dua dilakukan khusus bagi para orang tua atau pasangan yang telah terikat dalam janji pernikahan dan sesi terakhir adalah untuk para pasangan muda – mudi atau yang telah bertunangan.
Musik telah dimainkan Raja Daylend dan Ratu Juliette memasuki lantai dansa dan mulai menari disaksikan oleh semua orang dan saat mereka selesai terdengar tepukan tangan yang sangat meriah dari para penonton memenuhi ruangan tanda suka cita mereka karena diberkati pasangan serasi seperi Raja Daylen dan Ratu Juliette.
“Mereka berdua terlihat sangat serasi tapi sayang sekali.. .” Ucapan Letahina terhenti kemudian meminum dari gelasnya sambil terus mengamati orang – orang disekitarnya.
Mata Leathina kembali tertuju pada Raja Daylend dan Ratu Juliette yang telah selesai menari, Raja Daylend terlihat sangat hati – hati menuntun ratunya itu kembali ke kursinya
“Ah sangat disayangkan mereka berdua tidak benar – benar akur karena pernikahan mereka dilakukan bukan karena cinta tapi karena paksaan politik atau bisa dibilang mereka melakukan pernikahan politik yang tidak dibangun oleh rasa suka sama suka.”
"Inilah kenapa pernikahan bisa berakhir menyedihkan karena terlalu dipaksakan.”
Leathina melanjutkan ucapannya yang tadi sempat terputus kemudian kembali memperhatikan sekitarnya karena musik telah terganti.
“Oh, ini giliran para orang tua untuk menari.”
Mata leathina sibuk menyusuri seluruh area menari kemudian matanya tertuju pada pasangan sumi istri yang juga sedang menari di tengah – tengah ruangan bersama para pasangan menari yang lainnya.”
“Dasar ayah labil, kenapa harus membenci Leathina atas kematian ibunya, padahal berkat itu dia bisa menikah kembali dengan istri keduanya itu walau pernikahannya awalnya hanya didasari karena Duke Leonard membutuhkan anak laki – laki dalam keluarga tapi tetap saja mereka terlihat saling menyukai dia bahkan menghasilkan dua anak dalam pernikahannya ini dan siapa juga yang tidak jatuh cinta jika telah hidup belasan tahun bersama. Tapi aku penasaran sampai kapan Duke Leonard mampu bersikap baik pada leathina, aku yakin suatu saat emosinya akan meledak tapi lebih baik tidak usah aku pancing.”
Karena bosan tidak bisa melakukan apapun Leathina hanya bisa terus berbicara mengomentari hal – hal yang dilihatnya bahkan kadang – kadang sampai mengumpat.
“Oh ini sesi menari para gadis dan pria muda, aku akan pergi sebentar lagi setelah melihat si karakter utama memasuki banquet hall, pasti cara masuknya akan sangat dramatis.”
Musik kembali berganti orang – orang mulai sibuk mencari pasangannya dan mengambil posisi di lantai dansa.
“Jam berapa sekarang? Oh dia akan masuk tiga menit lagi, aku sudah menanti – nanti untuk melihat adegan ini walaupun sebenarnya agak menyakitkan untuk disaksikan oleh Leathina.”
Diceritakan bahwa saat perayaan ulang tahun raja Daylend dan masuk sesi menari untuk para pemuda dan pemudi leathina dengan sabar menunggu Pangeran Yardley untuk mengajaknya menari sebagai pasangan tapi pangeran Yardley tidak pernah datang menemuinya ia malah berjalan melewatinya dan mendatangi Yasmine yang ternyata berdiri tidak jauh dari tempat Leathina menunggu ia meminta Yasmine sebagai pasangan menarinya hal itu membuat Leathina sangat marah dan merasa terkhinati Leathina menampar Yasmine membuat sifat buruk Leathina semakin dikenal oleh orang – orang.
Selain membenci Yasmine, Leathina juga malah semakin terobsesi dengan Pangeran Yardley karena tidak bisa memilikinya sehingga melakukan segala cara untuk menarik perhatian Pangeran Yardley.
Leathina melirik jam kayu besar yang berdentang di pojok dekatnya duduk kemudian matanya beralih ke pintu menantikan seseorang untuk membuka pintu.
“Ini dia, Tiga.. dua.. satu!”
“Trek”
Leathina sengaja menghitung mundur kemudian pada hitungan terakhir tiba – tiba terdengar suara deritan pintu utama terbuka dan masuklah seorang gadis muda melewati pintu dan seketika semua pasang mata tertuju padanya.
Rambut panjangnya yang berwarna keemasan terurai sampai ke pinggangnya serta bola matanya yang juga berwarna keemasan dengan ramah menatap orang – orang disekitarnya membuat siapa pun yang melihat gadis tersebut betah menatapnya lama – lama.
“Wah imut sekali, jika karakter utama wanita nya seimut ini aku juga bisa jatuh cinta dibuatnya tidak heran jika semua karakter utama pria menyukainya, nah selanjutnya mari kita dengarkan alasan yang membuatnya terlambat.” Dengan semangat Leathina terus memperhatikan dari kejauhan si gadis yang baru saja memasuki ruangan tersebut.
“Maafkan atas keterlambatan ku menghadiri pesta penting anda yang mulia, aku terlambat karena saat saya dalam perjalanan ke istana tiba – tiba kuda yang menarik kereta saya sakit dan karena kasihan saya kembali dan menggantinya dengan kuda lainnya yang sehat.” Yasmine membungkuk ke arah tempat keluarga kerajaan duduk untuk memberi hormat sekaligus meminta maaf atas ketidak sopanannya karena datang terlambat kemudian Raja Daylend membalas perkataan Yasmine dengan anggukan kecil tanda bahwa ia dimaafkan.
Setelah itu orang – orang mulai mengerumuni Yasmine untuk menyambutnya dengan ramah karena mereka ingin menyapanya dan bahkan ingin menanyakan pakah ia sudah punya pasangan menari atau tidak.
“Nona Yasmine!”
“Nona Yasmine anda sudah datang.”
“Apakan anda telah mempunyai pasangan menari?”
Mereka semua malah menyambut kedatangan Yasmine dengan ramah padahal seharusnya ia di marahi karena datang terlambat terlebih lagi ini acara kerajaan dia bisa dianggap tidak menghormati anggota kerajaan, jika dibandingkan denganku mereka semua sepertinya agak berlebihan padahal tadi aku datang lebih awal tapi tetap saja di maki.
“Huff”
Leathina menghembuskan nafas panjang setelah melihat perilaku orang – orang yang sangat berbeda jika menyangkut dengan dirinya.
“Sebelum dia sampai pada Yasmine aku sudah harus tidak terlihat di sini, jika tidak ingin dipermalukan orang - orang.”
Leathina melihat pangeran Yardley yang kini telah beranjak dari tempat duduknya kemudian berjalan memasuki lantai dansa menuju tempat Yasmine berdiri sementara Yasmine sendiri masih dikerumuni oleh orang – orang.
Dengan terburu – buru Leathina meninggalkan ruangan ia berjalan menuju pintu yang ada di dekatnya Leathina kemudian segera keluar meninggalkan ruangan.
......***......