I'M A Villains In My Second Life

I'M A Villains In My Second Life
Chapter 243



Leathina kembali dengan pakaian tidurnya, kini ia telah bersih dan rambutnya sudah sangat panjang terurai. Dilihat adik-adiknya tertunduk-tunduk menahan kantuk yang sudah mereka tahan dari tadi, wajar saja semalaman mereka tidak tidur hanya untuk menunggu kepulangannya yang sungguh dramatis.


“Sebentar lagi matahari akan terbit, kalian kembali lah ke kamar kalian masing-masing, kalian harus tidur agar dapat tumbuh tinggi.” Leathina duduk di tepi tempat tidurnya sembari menggoyang-goyangkan lengan kedua adiknya itu yang sudah setengah tidur.


“Umm.. aku sudah lebih tinggi darimu kakak, kamu yang harus tidur agar tetap tumbuh.” Gumam Nicholas dengan keadaan setengah sadar.


“T-tidur lah kak, aku akan menemanimu sampai tidur.” Kini Nora juga ikut-ikutan berbicara setengah sadar.


Nora malah merangkak naik ke atas tempat tidur mengambil tempat di sisi kanan dan menepuk-nepuk kasur di sebelahnya. “Tidur di sini kakak, aku akan pergi setelah melihat kakak tidur.” Ucapnya dengan mata tertutup dan lambat laun mulai tertidur pulas.


“Ayo.. ayo.. aku akan menjagamu dari naga jahat.” Nicholas juga mengigau, menarik paksa Leathina dan menidurkannya di tengah sementara ia berbaring meringkuk di sisi kiri Leathina setelah memberi selimut kakak perempuannya itu.


Leathina kebingungan melihat tingkah aneh keduanya namun ia tidak memberontak dan menurut tahu bahwa Nicholas dan Nora melakukannya secara tidak sadar dan mungkin mereka berdua tidak akan mengingat apa yang barusan mereka katakan dan akhirnya Leathina juga ikut tertidur karena kelelahan.


Matahari belum terlalu tinggi namun mansion duke Leonard sudah sangat ramai di pagi hari, dari aula utama beberapa pria dengan wajah kelelahan berkumpul sembari menunggu tuan pemilik rumah menemui mereka.


“Kenapa pagi-pagi sudah banyak orang yang datang ke mansion, duke bahkan belum sarapan.” Racau Anne sembari membawa seprai baru untuk mengganti seprai kamar nona nya, dengan rajin dan telaten Anne memang selalu membersihkan kamar milik Leathina walaupun tidak ada orang yang menempati.


Anne sedikit bingung saat pintu kamar nona nya terbuka namun berpikir bahwa tuan muda yang lain sedang berkunjung untuk melepas rindu pada si pemilik kamar, memang kadang-kadang Nicholas dan Nora memasuki kamar milik Leathina.


Dengan hati-hati Anne membuka pintu dan mendapati Nora dan Nicholas meringkuk di sisi kanan dan kiri tempat tidur membuatnya merasa aneh sebab baru kali ini keduanya akur biasannya Nicholas selalu memarahi Nora karena selalu masuk ke kamar Leathina takut barang-barang Leathina habis di pindahkan ke kamarnya.


“Duh tuan muda anda sebaiknya tidak tidur di sini, bagaimana jika tiba-tiba nona Leathina datang dan kamarnya berantakan.” Celoteh Anne sembari membangunkan Nora, ia memilih membangunkan Nora terlebih dahulu karena takut dengan Nicholas pasalnya semenjak kepergian Leathina Nicholas menjadi lebih sensitif.


“Maaf tuan saya mau ganti seprei milik Nona hari ini harus diganti.” Anne mengulang mencoba membangunkan Nora yang masih pulas tertidur sebelumnya nora hanya menggeliat saja tanpa mempedulikan Anne.


Bersamaan dengan guncangan yang dirasakan Nora karena Anne membangunkannya serta suara ribut orang-orang yang  yang datang bertamu di aula Nora langsung terbangun dan duduk karena kaget disusul dengan Nicholas yang juga ikut kaget, sepertinya pertemuan di aula depan tidak berlangsung baik karena mereka terdengar bertengkar.


“Ah!” Teriak Nora yang bertemu pandang dengan Anne kemudian beralih ke arah kakaknya Nicholas seolah saling paham keduanya langsung panik dan melihat ke sekelilingnya.


“Mana?” tanya Nicholas panik.


Sementara Anne yang kebingungan refleks ikut mencari sesuatu di lantai walaupun ia tidak tau apa yang sedang dicari kedua tuan mudanya itu.


“Mana kakakku?” tanyanya lagi tambah panik sebab tidak menemukan Leathina di mana-mana.



Pagi-pagi sekali Winter, dan Zeyden memasuki kediaman Duke Leonard dengan wajah panik dan pakaian kotor sepertinya belum sempat membersihkan diri dan berganti pakaian namun saat sampai mereka berdua disuruh menunggu, beberapa saat kemudian datanglah pangeran Edward dengan pakaian rapi dan wajah penuh senyum menyapa Winter dan Zeyden yang sudah lebih dulu datang.


“Wah-wah ada apa ini? Ada perlu apa dua pria penting ini bertamu pagi-pagi sekali di rumah tuan duke Leonard?” tanyanya berbasa-basi.


“Pangeran sendiri ada keperluan apa pagi-pagi sekali sudah bertamu di kediaman orang lain tanpa pemberitahuan terlebih dahulu?” Tanya Zeyden dengan wajah tidak suka nya, entah bagaimana semenjak pangeran Edward muncul ke publik zeyden sudah tidak menyukai nya dan lebih mendukung pangeran pertama yang mana adalah temannya sendiri.


Zeyden tidak suka dengan sikap Edward yang sembrono dan terkenal mata keranjang, bahkan banyak rumor yang mengatakan bahwa pangeran kedua tiap malamnya mengunjungi rumah malam dan mengabaikan tugas-tugasnya di kerajaan.


“Jangan terlalu membenciku tuan Zeyden, walaupun seperti ini aku tetaplah pangeran dari kerajaan ini walaupun aku anak yang tidak diinginkan.” Ucap Edward seakan tahu arti tatapan Zeyden yang melihatnya.


“Saya minta maaf jika anda tersinggung yang mulia tapi aku tidak bermaksud.” Jawab zeyden sopan namun tetap tidak menunjukkan niatan untuk berteman.


‘Ini aneh, kenapa hawa keberadaannya sama dengan pria bertopeng yang menyerang ku semalam.’ Batin zeyden yang diam-diam mengamati pangeran Edward.


“Eek!” terdengar suara kaget dari pintu.


Ternyata Aelfric juga datang ke kediaman duke Leonard.


Aelfric kaget karena melihat pangeran Edward, tiba-tiba saja ia merinding saat melihatnya entah bagaimana mengingatkannya pada penindasan yang pernah ia rasakan saat berada di sekitar Pangeran Edward.


“Oh! Aelfric, rupanya kau juga datang.” Sambut Pangeran Edward ramah, memanggil Aelfric.


Aelfric yang takut refleks menjauh dan lebih memilih menjaga jarak dengan Pangeran Edward, Pangeran Edward yang sadar bahwa Aelfric menghindarinya berniat mendekati lebih dulu namun tertahan saat melihat duke Leonard sudah keluar.


“Ada apa kalian datang sepagi ini?” tanya Duke Leonard yang muncul diantara ke kecanggungan mereka berempat.


“Maafkan kami menganggu sepagi ini tuan duke, tapi ada hal penting yang harus saya laporkan sesegera mungkin.” Ucap Winter menyambut kedatangan duke Leonard dengan sopan.


“Apa tidak apa-apa membicarakannya di sini tuan terlebih banyak orang yang tidak diundang disini.” Ucap Zeyden sembari melirik Aelfric dan Pangeran Edward.


“Saya rasa anda juga tidak punya kepentingan di sini tuan Zeyden, bantuan anda semalam sangat saya hargai tapi ini adalah masalah internal kami.” Ucap Winter yang berniat mengusir mereka bertiga.


“Ini berkaitan dengan putriku?” tanya Duke Leonard.


Mereka semua kemudian diam bersama tidak ada yang mau membuka mulut berniat menyimpan informasi masing-masing dan ingin langsung di sampaikan pada duke Leonard.


Duke Leonard menghela nafas melihat betapa keras kepalanya mereka berempat. “Saya rasa kedatangan kalian memang berkaitan dengan putriku Leathina, ikutlah kita akan membicarakannya di ruangan tertutup.”


Mereka semua lalu mengikuti Duke Leonard dengan patuh.


...***...