I'M A Villains In My Second Life

I'M A Villains In My Second Life
Chapter 167



“Aku tidak bersalah sama sekali, orang itu bilang aku boleh hidup semauku. Aku hanya ingin hidup lama aku yang berusaha mengubah takdirku jadi masalahnya bukan ada padaku.” Batin Leathina ditengah-tengah perasaanya yang kacau.


“Bagaimana kau ingin membunuh dirimu sendiri atau aku yang akan membunuhmu?” tanya Yasmine tersenyum puas melihat Leathina yang sepertinya sangat terpuruk karena bimbang dengan dirinya yang sekarang.


“Kenapa diam saja? Apa kau ingin aku membunuhmu?” tanya Yasmine lagi pada Leathina.


“Ke- kenap harus aku yang disalahkan jika nasibmu buruk seperti itu.” Gumam Leathina pelan dengan tatapan kosong.


“Apa yang kau katakan aku tidak mendengarmu, apa kau seputus asa itu?”


“Aku bilang kenapa nasib burukmu harus aku yang menanggungnya?!”


“Kenapa harus kau? Tentu saja memang harus kau, memangnya siapa lagi jika bukan kau Leathina, jadi enyalah dari dunia ini!”


“Aku tidak mau!” Leathina menolak disalahkan atas nasib buruk yang menimpa Yasmine.


“Apa!”


“Aku tidak ingin mati, aku bahkan tidak mengganggumu sama sekali tapi kenapa kau terus menggangguku Yasmine!”


“Tentu saja karena kau pengganggu, kau haru mati hingga semua rangkaian ceritanya bisa kembali normal seperti yang telah ditakdirkan, semua harus kembali pada tempatnya!”


“Aku bilang aku tidak mau! Aku yang mati-matian berusaha mengubah takdirku kenapa aku harus menurut padamu!”


“Leathina, Kau!”


“Katakan padaku apa yang aku perbuat padamu? Aku bahkan tidak menganggu hubunganmu dengan pangeran Yardley, aku bahkan tidak menganggu bisnis kotormu yang memperdagangkan manusia, aku tidak pernah mengusik mu sama sekali sebelumnya sampai kau mengusulkan terlebih dahulu, jadi apa masalahmu!”


“Karena semua yang aku inginkan kau ambil Leathina, apa kau puas!”


“Aku tidak mengambil apapun darimu, Yasmine. Hanya saja kau yang terlalu serakah ingin mengendalikan semuanya sendiri, enyalah aku benar-benar tidak ingin melihatmu sekarang!”


“Leathina aku benar-benar akan membunuhmu!”


Yasmine yang marah kemudian lagsung menyerang Leathina, Yasmine menarik sebuah belati dari balik jubahnya dan berlari ke arah Leathina hendak menusuknya dengan belatinya.


“Ah, gawat kakiku tidak bisa bergerak cepat.” Batin Leathina yang melihat kakinya ternyata kini terluka karena tertusuk ranting saat terjatuh tadi, “Tapi aku harus menghindar sebelum perempuan gila ini benar-benar menusukku!” Leathina panik berusaha dengan sekuat tenaga untuk menghindar dari serangan Yasmine.


Serangan Yasmine yang pertama dan yang kedua masih bisa Leathina hindari walau dengan gerakan lambit tapi serangan yang ke tiga benar-benar membuat Leathina terdesak karena Yasmine berhasil mengunci pergerakan Leathina dengan menyeran kakinya yang terluka hingga membuat Letahina terjatuh dan menahanya.


“Mati kau!” teriak Yasmine sambil menusukkan belatinya dengan tangan kanannya yang masih ada.


“Argk!” jerit Yasmine kesal saat sebuah pedang dilemparkan ke arahnya dan membuat belati yang ia pegang dan hendak ia tusukkan pada Leathina terpental.


“Sialan!” gumam Yasmine saat melihat Winter datang dengan cepat ke arahnya dan melancarkan sebuah serangan hingga ia harus segera melepaskan Leathina dan menghindar jika tidak ingin terkena serangan Winter.


“Leathina apa kau tidak apa-apa!”


Winter yang melihat Yasmine melepaskan Leathina segera berlari ke arah Leathina.


“Aku harus pergi dari sini!” gumam Yasmine ketika mendapati kesempatan dengan Winter yang sekarang sedang mengalihkan perhatiannya.


Yasmine menggunakan kesempatan tersebut untuk melarikan diri masuk ke dalam wilayah pepohonan dan kemudian menghilang kembali.


“Hais, sial.” Winter merasa sangat sayang ketika kesempatannya untuk menangkap Yasmine menghilang begitu saja.


“Sebaiknya aku harus membawa Leathina kembali terlebih dahulu yang lebih penting sekarang adalah keselamat Leathina dan setelah itu aku akan mengejar gadis itu.”


“Winter!” Seru Leathina saat menyadari bahwa winter telah menyelamatkannya dari serangan yang akan Yasmine berikan padanya tadi.


“Kau tidak apa-apa?” tanya Winter khawatir.


“Aku tidak apa-apa, apa kau akan mengejarnya?”


“Aku akan mengejarnya tapi setelah itu aku harus membawamu ke tempat yang lebih aman.” Ucap Winter kemudian segera mengankat Leathina dan segera berjalan kembali ke arah mansion


"Winter aku masih bisa berjalan sendiri, aku baik-baik saja jadi kau tidak usah menggendongku seperti ini.”


“Kau sedang tidak baik-baik saja, kau terluka Leathina. Kenapa kau tidak berteriak minta tolong? Leathina setidaknya biarkanlah orang lain untuk menolongmu.” Ucap Winter yang sepertinya tidak berniat menurunkan Leathina dari gendongannya.


Leathina hanya terdiam, tidak membalas komentar Winter dan matanya kemudian melihat ke arah kakinya sendiri yang memang sedang terluka.


“Bagaimana aku bisa terluka ya? aku tidak menyadariya kapan aku mendapatkan luka di kakiku ini, apa aku tidak menyadarinya saat tadi terjatuh?” batin Leathina yang hanya terfokus pada kakinya yang terluka dan setelah beberapa saat matanya kini beralih fokus ke wajah Winter.


“Dia sepertinya sangat khawatir, aku jadi memikirkan beberapa hal setelah melihat wajahnya itu yang serius. Apa dia khawatir padaku atau merasa kesal karena tidak berhasil mendapatkan Yasmine yang sudah ada di depan matanya tadi.” batin Leathina saat dilihatnya winter mengangkatnya dengan ekspresi serius dan dengan tergesa-gesa membawanya kembali ke mansion.


“Apa yang terjadi?” tanya Nicholas saat melihat Winter membawa Leathina kembali dengan luka yang lebih parah.


Nicholas yang terkejut menjatuhkan semua obat-obatan yang ia bawa dan bergegas berlari menyambut Leathina dan Winter, hal yang sama juga dilakukan oleh Nora yang tidak kalah paniknya melihat Leathina kembali dalam keadaan terluka.


“Kenapa Leathina bisa seperti ini Winter?” tanya Nicholas panik melihat Leathina.


“Dia diserang, ada penyusup yang masuk ke kediaman Yarnell.”


“Siapa?!”


“Yasmine! Dia datang dan menyerang Leathina, Nicholas cepat panggil para penjaga dan kejarlah Yasmine, dia ada di taman pohon. Cepat sebelum kita kehilangannya lagi.”


“Baik!”


Nicholas segera berlari memanggil para parjurit dan memimpinnya untuk melakukan pengejaran pada Yasmine yang kini telah melarikan diri, sementara Winter dan Nora membawa Leathina kembali ke mansion.


...


“Tuan Duke!” seorang penjaga dengan tergesa-gesa melaporkan keadaan pada duke leonard diruangannya.


“Ada apa?”


“Nona Leathina menjadi target pembunuhan!”


“Siapa yang melakukannya?”


“Yasmine, nona diserang saat berjalan-jalan sendiri di taman.”


“kenapa mereka membiarkannya pergi sendiri.” Duke Leonard dengan terburu-buru segera pergi memeriksa  keadaan Leathina


“Bagiaman dengan si penjahat?” tanyanya saat dalam perjalanannya menemui Leathina.


“Tuan Winter memerintahkan pada tuan muda nicholas untuk mengejar pelaku bersama para penjaga lainnya.”


“Baik tuan duke Leonard.”


“Brak!”


Duke Leonard membuka pintu ruangan Leathina dengan terburu-buruh hingga daun pintunya berbunyi cukup keras dan mengangetkan semua orang yang ada di ruangan.


“Leathina, apa kau baik-baik saja?” tanyanya dan langsung menghampiri Leathina yang sekarang sedang dirawat oleh Winter.


“Ayah!” sapa Leathina. “Aku baik-baik saja, untung saja Winter datang menyelamatkanku tepat waktu.” Ucapnya memberitahukan duke, berusaha menangkan duke yang panik karena mendengar kabar tentang dirinya yang mendapatkan penyerangan.


“Ah, kau terluka. Tunggu sebenar aku akan mengirimkan orang untuk membawa dokter kerajaan atau orang-orang dari menara sihir.”


“Aku baik-baik saja, ayah tidak perlu melakukan hal seperti itu.” Leathina mencegat ayahnya berusaha menahannya agar tidak memanggil dokte kerajaan atau hal semacamnya.


“Aku tidak boleh membiarkan duke leoard terlalu memperhatikanku, akan lebih baik jika dia memperlakukan aku seperti dulu. Para bangsawan yang ingin menjatuhkannya bisa saja menggunakan cara licik dan menggunakanku sebagai ancaman terbesarnya. Sebaiknya duke harus memberikan kesan bahwa dia masih tidak menyukaiku.” Batin Leathina yang tiba-tiba kepikiran dengan kondisi keluarganya.


“Tapi kau terluka, dan mungkin akan infeksi,” duke leonard tetap saja khawatir karena melihat luka di kaki Leathina.


“Aku baik-baik saja, lagi pula ayah tidak boleh terlalu mengandalkan orang luar bukan.”


“Ah, kau betul Leathina. Kalau begitu biar ayah yang merawat ukamu sendiri.”


“Oh, maafkan aku paman. Aku sudah selesai merawat luka Leathina.” Ucap Winter kemudian menunjukkan hasil kerja kerasnya pada duke Leonard.


“Kenapa tanganmu juga bisa terluka?” tanya duke ketika melihat tangan Leathna juga diperban oleh Winter.


“Ini karena aku tidak sengaja terkena duri, dan kakiku terluka juga karena terjatuh. Jadi Yasmine tidak benar-benar menyerangku kok.”


“Tapi saat aku melihatnya tadi, dia mencoba untuk membunuhmu kan?” tanya winter pada Leathina.


“I-iya sepertinya dia mencoba membunuhku, tapi aku benar-benar baik-baik saja aku bahkan bisa menghindari beberapa serangannya sebelumnya.”


“Syukurlah tidak ada luka yang serius.” Gumam Duke leonard yang merasa lega.


“Leathina, apa kau baik-baik saja!” seru Nicholas yang berlari masuk ke dalam ruangan Leathina.


“Aku baik-baik saja Nicholas, lihat tidak ada luka serius bukan?”


“Nicholas, apa kau berhasil menangkapnya?” tanya Winter yang merasa pekerjaan Nicholas tidak berjalan dengan baik karena teralu cepat kembali.


“Yasmine berhasil kabur,” jawab Nicholas dengan ekspresi kecewa karena gagal menangkap Yasmine.


“Ah, sayang sekali.” Ucap Leathina kemudian terdiam dan memikirkan sesutu hingga membuat matanya tidak fokus.


“Ada apa Leathina?” tanya Winter.


“Ayah, apa sihir hitam dilarang digunakan dikerajaan?” tanya Leathina dengan serius setelah kembali sadar dari lamunannya.


“Ada beberapa sihir hitam yang dilarang untuk digunakan seperti sihir yang dapat membunuh, mengutuk dan lain-lainnya, tapi sihir hitam yang ringan masih diperbolehkan untuk digunakan, ada apa Leathina?”


“Sepertinya Yasmine menggunakan sihir hitam.”


“Bagaimana bisa, bukankah Yasmine tidak mempunyai kemampuan sihir?” tanya Nichoals penasaran dan juga terkejut dengan apa yang baru saja Leathina katakan


“Sihir hitam bisa kau gunakan jika menulis kontrak dengan iblis atau semacamnya.” Jawab Winter yang kini juga berfikir dengan keras kenapa Yasmine bisa menggunakan sihir hitam.


“Apa kau tidak salah Leathina?” tanya Nicholas lagi karena tidak yakin dengan ucapan Leathina. Nicholas mengenal dengan baik siapa Yasmine karena pernah diam-diam menyukainya.


“Saat di hutan hitam dulu Yasmine bilang telah bekerja sama dengan iblis atau semacanya, dan itulah keapa dia bisa memperoleh kekuatan.”


“Jadi seperi itu ya malam itu. Awalnya aku heran kenapa Leathina yang kemampuan bertarungnya  tinggi bisa kalah ternyata Yasmine menggunkan sihir hitam untuk melwanmu. Pantas saja malam itu kamu pulang seperti itu.” Gumam Nicholas sambil berfikir dan berbicara tanpa ia sadari.


“Ah, te- tentu saja kamu tetaplah kuat. Tapi beda cerita jika berhubungan dengan sihir.” Nicolas mendapati Lethina kini menatapnya dengan marah dan kemudia segera meluruskan ucapannya barusan karena sepertinya ia menyinggung persaan Leathina karena kalah dengan Yasmine malam itu.


“Jika Yasmine benar menggunakan sihir hitam maka kita tidak bisa meremehkannya lagi, kemampuanya di atas rata-rata.” Gumam duke leonard yang mempertimbangkan informasi yang dikatakan Leathina. “Apa ada lagi yang kamu ketahui Leathina?” Tanya duke lagi pada Leathina.


“Ya- yasmine ...”


“Ada apa dengannya?” tanya Nicholas dan Winter hampir bersamaan.


“Yasmine sepertinya benar-benar telah berubah, tangan kirinya terputus, wajahnya dipenuhi luka cakaran dan salah satu matanya buta.” Ucap Leathina yang kembali mengingat betapa mengenaskannya kondisi Yasmine yang sekarang.


“Apa ini salahku?” gumam Leathina pelan karena kembali kepikiran dengan apa yang tadi dikatakan oleh Yasmine.


“Leathina sadarlah!” Winter mengguncang bahu Leathina yang sepertinya sedang melamun sambil berceloteh tidak jelas, “Bagaimana hal ini menjadi salahmu ketika satu-satunya orang yang menyerangmu terlebih dahulu adalah Yasmine.” Ucap Winte mencoba menenangkan Leathina.


“Ah, betul. Tentu saja ini bukan salahku hingga Yasmine menjadi seperti itu. Aku hanya membela diri dan berusaha hidup lebih lama. Ini bukan salahku.” Batin Leathina mencoba menenangkan dirinya sendiri.


“Jika seperti itu maka kita harus segera menangkapnya hidup atau mati, karena orang yang telah menjual jiwanya pada iblis lama kelamaan tidak akan bisa menemukan jatih dirinya kembali. Seperti orang yang hidup tapi tidak memiliki kendali penuh atas hidupnya sendiri.”  Duke Leonard dengan cepat menyadari betapa berbahayanya Yasmine sekarang terlebih pada Leathina karena Yasmine menaruh dendam pada Leathina.


“Tapi ayah sekarang mungkin Yasmine menyembunyikan dirinya dan pasti sulit untuk mencarinya, maafkan saya karena tidak berhasil menangkapnya.” Ucap Nicholas karena merasa bersalah membiarkan kesempatan bagus untuk menangkap Yasmine.


“Tidak apa-apa Nicholas, Yasmine mungkin memang sulit untuk ditangkap karena ia licik.” Ucap Winter yang mencoba menghibur Nicholas.


“kalian harus lebih waspada agar hal seperti ini tidak terulang kembali!”


“Baik ayah.” Jawab Nicholas.


“Edward, Nicholas lakukan pencarian besar-beasaran. Cari keberadaan Yasmine dan segera lah untuk menangkapnya. Sebarkan berita ini agar orang-orang mewaspadainya dan langsung melaporkannya jika melihat Yasmine. Jaga setiap perbatasan dan periksa setiap orang-orang yang masuk atau keluar dari kerajaan.”


“Baik Ayah.”


“Akan aku lakukan, Paman.”


Ucap Nicholas dan Winter hampir bersamaan. Mereka berdua kemudian segera pergi melaksanankan perintah duke Leonard.


“Aku pergi Leathina, jaga dirimu baik-baik dan jagan keluar tanpa pengawalan.” Ucap Winter sebelum keluar dan Leathina hanya mengangguk paham.


“Aku pergi, jangan melakukan hal bodoh lagi seperti melukai dirimu sendiri.” Nicholas pun tak lupa menasehati Leathina sebelum pergi meninggalkannya.


“Ah, anak ini. Kapan aku melukai diriku sendiri, memangnya orang bodoh mana yang mau melukai dirinya sendiri, tadi aku hanya ingin memeriksa apaka aku masih bisa menggunakan sihir penyembuh atau tidak.” Batin Leathina yang merasa sedikit kesal karena Nicholas mengatakannya bodoh.


“Kalau begitu ayah juga akan kembali bekerja, maafkan ayah karena tidak bisa menemanimu lebih lama lagi. Aku akan menetapkan penjaga di sekitar ruanganmu agar tidak ada lagi penyusup atau penyerangan.” Ucap duke Leonard kemudian mengusap lembut kepala Leathina dan kemudian langsung pergi karena pekerjaanya masih menumpuk di meja kerjannya


...***...