
“Jangan membuat masalah selama aku tidak ada disini.” Liza memperingati adiknya Emely sebelum pergi bersama Yasmine menghadiri pesta yang akan dilakukan oleh keluarga Yarnell.
Sementara Emely hanya mengangguk paham agar kakaknya itu tidak terus-menerus memarahinya dan memberinya ceramah yang panjang hanya karena akan meninggalkannya sendiri.
Setelah memperingati adiknya dengan terburu-buru Liza berjalan ke ruangan Yasmine.
“Dari mana saja kau!” bentak Yasmine saat melihat Liza akhirnya datang ke ruangannya setelah lama menunggu, “aku bisa terlambat karena mu!” ucapnya dengan ketus kemudian segera berjalan keluar diikuti pelayanannya. Liza tidak berani menjawab karena takut membuat Yasmine semakin kesal.
Liza cepat-cepat membukakan Yasmine pintu kereta kemudian mempersilahkan untuk membiarkannya masuk lebih dulu ke dalam kereta setelah itu berteriak memberitahu si kusir agar segera berangkat mengantarkan mereka dan Liza pun akhirnya naik ke kereta kuda mengikuti Yasmine ke acara pesta.
“Silahkan tunjukkan undangan anda Nona.” Ucap seorang penjaga ketika kereta kuda milik Yasmine hendak melewati gerbang dan masuk ke kediaman Duke Leonard Yarnell.
“Ini Tuan.” Ucap Liza yang turun dari kereta untuk memperlihatkan undangan milik Yasmine.
“Baik, silahkan lewat.” Ucap si penjaga mengembalikan kartu undangan kepada Liza setelah memeriksa undangan yang mereka bawa dan mempersilahkan mereka untuk lewat.
Liza naik kembali kemudian kereta akhirnya kembali berjalan melewati gerbang dan memasuki kediaman Yarnell.
“Silahkan Nona Yasmine.” Ucap Liza membukakan Yasmine pintu kereta dan mempersilahkan nonanya itu untuk turun dari kereta.
Mereka berdua berjalan menuju aula utama dimana pesta diadakan, kemudian saat melihat penjaga yang berjaga di depan pintu masuk Yasmine segera menghampirinya untuk bertanya.
“Apa Pangeran Yardley sudah datang?” Tanya Yasmine pada penjaga saat akan memasuki aula utama tempat pesta diadakan.
“Sudah Datang Nona, Yang mulia pangeran Yardley ada di sana.” Si penjaga berbicara sambil menunjuk ke arah Pangeran Yardley yang terlihat sedang berbicara dengan seseorang.
Yasmine melihat ke arah yang sama kemudian melihat pangeran Yardley dan tanpa pikir panjang meninggalkan si penjaga berniat menghampiri Pangeran Yardley.
“Salam yang mulia pangeran pertama.” Ucap Yasmine sembari menunduk untuk memberi hormat pada Yardley.
“Yasmine.” Ucapnya kemudian mengakhiri percakapannya degan lawan bicaranya.
Orang-orang yang tadi berbincang dengan Pangeran Yardley membungkuk sebelum pergi meninggalkan pangeran Yardley bersama Yasmine.
“Pakaian itu cocok untukmu.” Puji Pangeran Yardley pada Yasmine yang mengenakan dress berwarna keemasan senada dengan warna rambutnya.
“Terimakasih Pangeran aku tersanjung, ratu yang menghadiahkan gaun ini untukku.” Ucap Yasmine kemudian tersenyum ramah ketika pangeran Yardley telah memuji gaun yang sedang ia kenakan.
“Jadi apa yang membuatmu datang menemuiku Yasmine?”
“Tentu saja untuk memintamu menjadi pasanganku malam ini.” Jawab Yasmine kemudian menggandeng lengan kanan pangeran Yardley.
“Baiklah, pasti ibuku yang memintamu bukan?”
Mereka berdua kemudian berjalan berdampingan memasuki aula utama dan seketika seluruh pandangan terus mengikuti mereka berdua, pasangan yang selalu diidamkan oleh semua orang jika melihatnya.
“Iya, Ratu memintaku untuk menjagamu agar tidak berkeliaran disini.”
“Akhir-akhir ini sepertinya kau sering bertemu ibuku, Yasmine. Apa yang kau bicarakan dengan ibuku?”
“Entahlah siapa yang tahu.” Jawab Yasmine kemudian tersenyum ramah dan melambaikan tangannya ke arah wanita-wanita bangsawan yang menyapanya saat memasuki aula utama bersama dengan Pangeran Yardley.
“Tuan muda Nicholas dan Nona Leathina memasuki aula bersama, benarkah?” bisik seorang wanita dan didengar oleh Yasmine.
“Apakah rumor yang selama ini menyebar bahwa Nona Leathina itu tidak disukai oleh keluarganya palsu? Duke dan Duchess bahkan mengadakan pesta hanya untuk Nona Leathina." Ucap wanita lainnya yang mulai bergosip.
“Lihatlah, bukankah Nona Leathina menjadi lebih anggun dan cantik.”
“Benar, aku tahu Nona Leathina memang sudah cantik. Tapi ini lebih dari yang aku bayangkan lihatlah dia tersenyum.”
“Aku akan mengadakan pesta teh dan berencana akan mengirimkan Nona Leathina undangan semoga saja dia mau datang ke pestaku.”
“Undang aku juga.”
Orang-orang yang tadinya hanya bergosip mengenai keburukan dan sifat Leathina lama-kelamaan berubah menjadi ungkapan pujian untuk Leathina, mereka kemudian membentuk kelompok pengagum Leathina yang kini dikenal sebagai satu-satunya wanita yang memiliki status tertinggi di kerajaan yang terlahir sebagai putri seorang Duke dan memiliki segalanya.
“Orang-orang sialan ini, berani sekali memuji Leathina di depanku padahal beberapa waktu lalu selalu menempel denganku dan menjelek-jelekkan Leathina untukku.”
“Yasmine?” Panggil Pangeran Yardley saat merasakan lengan kanannya telah dicengkeram dengan kuat oleh Yasmine tanpa sadar.
“Oh, Maafkan aku pangeran. Aku pasti terlalu gugup.” Ucap Yasmine kemudian segera melepaskan lengan pangeran Yardley yang di gandengnya.
“Kenapa kau gugup?” Tanya Yardley pada Yasmine.
“A-aku takut jika ternyata Nona Leathina tidak menyukaiku saat aku menghadiri pestanya, anda tahu sendiri kan selama ini Nona Leathina tidak menyukaiku.”
“Kau berfikir terlalu berlebihan Yasmine.”
“Apa maksud anda pangeran? tapi memang benar kan, selama ini dia selalu mengangguk.” Ucap Yasmine tidak menerima tanggapan sederhana Pangeran Yardley karena biasanya pangeran Yardley akan bereaksi dan mengatakan pada Yasmine untuk tenang karena dia akan melindunginya jika terjadi sesuatu.
“Ternyata Leathina tidak seburuk yang kamu kira Yasmine, dia itu sebenarnya baik jadi kamu tidak usah terlalu mengambil hati jika dia memperlakukanmu buruk karena memang begitulah sikapnya.” Ucap Pangeran Yardley.
Mata Yasmine terbelalak tidak percaya mendengar sebuah pembelaan untuk Leathina yang keluar dari mulut Pangeran Yardley. “Pangeran?” Panggilnya pada pangeran Yardley tapi tidak ada balasan, Yasmine kemudian melihat ke mana pandangan pangeran Yardley pergi dan menemukan bahwa Pangeran Yardley kini terus mengarah ke pada Leathina yang berada beberapa meter di depan mereka yang sedang berdiri bersama Duchess dan Duke untuk pembukaan pesta.
“Ini bahaya, aku bisa kehilangan aset berhargaku jika pangeran Yardley mulai menyukai Leathina dan tidak menyukai aku lagi seperti sebelumnya.” Yasmine mulai panik dan mencubit-cubit punggung tangannya kebiasaan yang ia miliki jika panik atau berfikir terlalu keras.
“Yasmine?” Panggil pangeran Yardley yang akhirnya melihat ke arah Yasmine dan melihat wajah Yasmine yang memucat, “Apa kau sakit?” tanya nya pada Yasmine.
“Aku merasa tidak enak badan pangeran.” Jawabnya tanpa menatap mata Yardley.
“Tunggu disini, aku akan mengambilkan mu segelas air.” Pangeran Yardley meninggalkan Yasmine ia pergi untuk mengambilkan segelas air untuknya.
“Aku harus berbuat sesuatu, tenang saja Leathina aku akan mengembalikan citramu seperti dulu.” Yasmine mulai berfikir dan menemukan sebuah ide yang akan ia gunakan untuk menyerang Leathina di depan semua orang.
Yasmine melihat Duchess Nice dan Duke Leonard yang kini berjalan pergi meninggalkan Leathina untuk menyapa para tamu dan hanya ditemani oleh Nicholas tapi beberapa saat kemudian Nicholas juga akhirnya pergi meninggalkan Leathina untuk menyapa tamunya juga.
Dilihatnya kini Leathina hanya tinggal seorang diri dan beberapa saat kemudian orang-orang mulai mengerumuni Leathina untuk memberi selamat atas kembali nya dengan selamat dan untuk mengucapkan selamat ulang tahun padanya tapi Leathina menatap mereka dengan tatapan sinis hingga tidak ada satu orang pun yang berani mendekat lagi.
Yasmine tersenyum puas ketika melihat bagaimana reaksi Leathina yang masih ditakuti oleh semua orang membandingkan dengan dirinya yang disukai banyak orang.
“Teruslah bersikap seperti itu, aku tidak seperti dirimu yang terlahir dan langsung memiliki segalanya kekuasaan dan kekayaan ada di tanganmu yang membuat semua orang iri dengan posisimu termaksud aku jadi jangan salahkan aku karena merebut posisimu itu karena aku juga ingin berada di puncak sepertimu, Leathina.”
Semakin banyak orang yang memperhatikan Leathina membuat Yasmine merasa semakin tersingkirkan dari posisinya. Maka dari itu selama hidupnya Yasmine terus berusaha agar kemampuannya diakui oleh orang-orang tapi sekeras apapun Yasmine berusaha Yasmine tetap menjadi yang kedua karena status keluarganya yang tidak lebih tinggi dari Leathina.
...***...