
“Diam sebentar.”
Leathina meminta Edward untuk tidak bergerak dan mulai mencoba menyembuhkan luka Edward dengan kemampuannya.
“Masih bisa aku gunakan.” Seru Leathina kegirangan saat melihat dirinya masih bisa mengeluarkan aura hujan yang kini menutupi luka yang ada di leher Edward kemudian perlahan-lahan menyembuhkan.
“Nah sudah selesai, apa masi sakit?” tanya Leathina setelah berhasil menyembuhkan Edward dengan kemampuan sihir penyembuhnya.
“Aku baik-baik saja, tapi Leathina kenapa aku tidak menyembuhkan lukamu terlebih dahulu?” Tanya Edward yang bingung dengan Leathina.
“Itu karena kau terluka karena aku, aku jadi merasa bersalah. Dan lukaku ini, hanya luka bias tidak disembuhkan juga bisa sembuh sendiri. Aku juga punya beberapa alasan lain sehingga aku membiarkannya dan tidak menyembuhkan luka ku ini jadi jangan menanyaiku terus Edward.”
“Baiklah, maafkan aku Leathina.”Jawab Edward yang begitu menuruti perkataan Leathina.
“Eh?”
Leathina memicingkan matanya dan menatap Edward dengan serius, beberapa kali Edward bahkan melihat Leathina melihatnya dari atas ke bawah secara berulang.
“Kenapa kau menatapku seperti itu, Lea?” Tanya Edward yang bingung melihat tingkah laku Leathina.
“Kenapa kau terlalu penurut sekarang Edward? Aku jadi penasaran apa yang telah terjadi padamu selama aku tidak sadarkan diri hingga membuatmu menjadi seperti ini.” Jawab Leathina dan masih memperhatikan Edward dengan serius.
“Apa maksudmu? tidak ada yang terjadi padaku Leathina.” Jawab Edward kemudian menutup mata Leathina dengan telapak tangannya hingga Leathina kini tidak dapat melihat dengan benar.
“Hei, hei, kenapa kau malah menutup mataku.” Leathina meberontak berusha melepaskan tangan Edward yang menutup matanya.
“Aku hanya tidak ingin membuatmu merasa tidak nyawan jika berada di sekitarku.” Gumam Edward lirih.
“Apa? Coba ulangi lagi? Aku tidak bisa mendengar dengan jelas apa yang kau katakan.” Tanya Leathina yang kini telah berhasil melepaskan tangan Edward yang tadi menutup matanya.
“Tidak, tidak ada apa-apa.” Jawab Edward singkat.
“Baiklah, aku lega melihatmu baik-baik saja Leathina. Kalau begitu aku akan pergi sekarang.”
"Hei! Hei! Kenapa kau menunjukkan wajah aneh seperti itu? Seakan-akan aku telah melukaimu atau semacamnya?” tanya Leathina kebingungan melihat Edward yang tiba-tiba terlihat begitu sedih.
“Jangan telalu banyak bergerak dan istirahatlah.” Ucap Edward kemudian beranjak dan melangkah pergi meninggalkan Leathina.
Leathina yang melihat Edward benar-benar pergi tanpa menjawab pertanyaanya terlebih dahulu kemudian juga ikut beranjak dari tempatnya dan membuntuti Edward tapi ia hanya bisa melihatnya keluar dari ruagannya dengan cara melompat keluar dari jendela tanpa berhasil memperoleh jawaban atas pertanyaan nya.
“Lihatlah betapa anehnya orang itu, aku tidak bisa menebak apa yang sedang orang itu pikirkan. beberapa saat yang lalu dia bertanya seolah-olah khawatir denganku tapi beberapa saat berikutnya dia tiba-tiba berubah menjadi dingin.” Gumam Leathina kemudian segera menutup pintu jendelanya kembali dari dalam, kali ini ia menguncinya agar tidak ada lagi orang yang masuk tanpa izinnya.
“Tok... Tok.. Tok.”
“Oh, Astaga!”
Leathina terperanjat karena terkejut pintu kamarnya tiba-tiba diketuk oleh penjaga, cepat-cepat Leathina langsung melompat naik ke atas tempat tidurnya.
“Tidak ada jawaban.” Ucap si penjaga yang dapat didengarkan oleh Leathina walaupun suaranya terdengar samar.
“Mungkin kau salah dengar.” Ucap rekannya yang lainnya.
“Tapi aku mendengar suara pria tadi.”
“Kalau begitu buka dan periksa saja.” Balas temannya memberi saran.
“Bukankah itu tidak sopan membuka ruangan seorang wanita di waktu tidur seperti ini?”
“Tapi bagaimana jika benar terjadi sesuatu pada Nona Leathina?”
“Kalau begitu masuk dan periksa, kita hanya memastikan.”
“Kau saja, aku tidak berani.”
“Ah, aku juga tidak berani.”
“Ada apa ini?” tanya duke Leonard yang tiba-tiba berdiri di belakang mereka semua.
“Salam tuan duke!” Seru semua penjaga serentak saat melihat duke Leonard datang.
“Sebenarnya kami mendengar suara orang lain di dalam ruangan nona Leathina, tapi kami tidak terlalu yakin.” Jawab salah satu penjaga yang melaporkan keadaan yang sebenarnya.
“Baiklah aku paham. Kalian kembalilah berjag biar aku yang memeriksanya.”
“Baik tuan duke.”
Para penjaga pun pergi melanjutkan kembali pekerjaanya sementara Duke Leonard dengan sangat hati-hati membuka pintu kamar Leathina agar ia tidak menimbulkan suara dan menganggu Leathina yang sedang beristirahat.
“Dia tertidur.” Gumam duke Leonard saat melihat Leathina ternyata hanya teridur di tempat tidurnya.
Duke Leonard memperbaiki selimut Leathina dan menutupnya dengan hati-hati agar tidak kedinginan. Setelah itu Duke pun langsung memeriksa seluruh isi ruangan Leathina dan tidak menemukan apa-apa di dalam sana.
“Apa ini?” gumam duke pelan saat melihat bekas tapak kaki yang samar menempel di lantai dekat jendela.
“Sepertinya memang benar seseorang baru saja datang ke ruangan ini, tapi yang aneh adalah jendelanya terkunci dari dalam jadi kapan penyusup itu pergi?” batin duke sambil memperhatikan jejak kaki yang ditemukannya.
Duke pun langsung membuka jendela dan memeriksa dengan teliti tapi hasilnya sama, dia tidak menemukan apa-apa disana. Dan tidak menemukan sesuatu yan mencurigakan selain tapak kaki yang telah temukan.
Setelah selesia memeriksa Duke pun kembali memeriksa Leathina yang tertidur.
“Garpunya hilang.” Ucap duke saat melihat set makan yang ada di meja hilang.
“Sepertinya tadi benar-benar ada penyusup yang masuk, ini berbahaya sebaiknya aku tinggal lebih lama untuk berjaga disini.” Batin duke kemudian duduk di kursi sambil mengamati Leathina yang tampaknya tertidur dengan pulas.
“Kenapa dia malah tinggal lebih lama di ruanganku?” batin Leathina khawatir saat belum merasakan tanda-tanda ayahnya akan keluar dari ruagannya.
“Bukannya dia lelah, seharusnya dia kembali ke ruangannya dan beristirahat kenapa malah duduk diam seperti itu di sana, itu membuatku merinding.” Batin Leathina saat dirasakannya duke terus menatapnya.
“Apa yang harus aku lakukan untuk mengusirnya keluar dari sini, apa aku berpura-pura tidur sampai dia keluar atau aku bangun dan berpura-pura terkejut saat melihatnya tiba-tiba berada di ruanganku di jam tidur seperti ini.” Batin Leathna kebingungan.
“Trak!”
Tiba-tiba pintu ruangan Leathina kembali berderit membuta Leathina yang berniat untuk terbangun pun kembali memperpanjang waktunya untuk berpua-pura tertidur agar bisa mendengar siapa yang masuk ke ruagannya kali ini.
“Nicholas?” ucap duke Leonard setelah melihat siapa yang masuk ke dalam ruangan Leathina
“Ah, ayah. Kenapa ayah berada disini selarut ini?” tanya Nicholas yang juga terkejut melihat ayahnya.
“Aku hanya ingin berada disini lebih lama, Nicholas untuk apa kamu kesini?” Ucap duke memberitahu dan kembali bertanya karena penasaran.
“Aku mendengar penjaga mengatakan bahwa mereka mendengar suara asing dari ruangan Leathina jadi akau datang untuk memeriks, apa suara asing yang mereka dengar itu dari ayah?”
“Apa mereka salah dengar?”
“Aku berharap seperti itu.” Gumam duke.
“Maksud ayah, memang benar ada orang yang datang ke sini secara diam-diam?”
“Aku juga tidak yakin, tapi lihatlah ini.” Ucap duke kemudian memperlihatkan beberapa tampak kaki di dekat jendela.
“Ini jejak kaki seorang pria, apa ayah tidak menemukan apa-apa?”
“Aku telah memeriksanya tapi yang aneh dan tidak bisa aku pahami adalah jendela terkunci dengan baik dari dalam dan para penjaga tentu saja melihatnya masuk jika memang dia masuk melewati pintu.”
“Apa mungkin seseorang membukakan pintu jendela dari dalam?” tanya Nicholas curiga.
“Apa maksdumu? Leathina teridur dengan pulas saat aku masuk jadi tidak mungkin dia membukakan pintu untuk penyusup. Lagi pula untuk apa Leathina melakukan hal semacam itu, ini mungkin karena seseorang sedang mengincarnya lagi.”
“Perkataan ayah masuk akal, untuk apa Leathina melakukan hal seperti itu. Tapi ayah sebenarnya untuk apa Yasmine menaruh dendam pada Leathina sampai melakukan tindak kejahatan dan bahkan merencanakannya sampai sejauh itu?”
“Aku juga tidak tahu, untuk sementara kita harus mencari dan menangkanya terlebih dahulu. Dia gadis yang cukup pintar untuk merencanakan kejahatan seperti itu.”
“Itu bukan pintar ayah, dia licik. Apa ayah ingat saat pertama kali perempuan itu datang ke mansion kita bersama dengan Leathina? Dia bahkan mampu menarik perhatian semua orang dan mengubahnya menjadi simpati.”
“Benar katamu, mereka berdua dulu berteman cukup akrab. Tapi bukankah kamu juga sangat menyukainya dulu?”
“A-ayah?!” Bantah Nicholas saat mendengar perkataan ayahnya.
“Kenapa kau terkejut seperti itu? Ayah selalu memperhatikan kalian, dan kau sepertinya selalu mengekor pada perempuan itu dibanding Leathina.”
“I- itu benar ayah, tapi aku tidak tahu jika ternyata Yasmine seperti itu.”
“Tapi ayah sendiri kenapa dulu sangat dingin terhadap Leathina?” tanya Nicholas mencoba mengalihkan pembicaraan.
“Ayah punya alasan dan kau tidak perlu tahu apa alasannya.”
“Tapi ayah, apa ayah tahu apa yang Leathina sukai?”
“Apa kau sendiri tahu apa yang dia sukai?”
“Apa ini? Apa mereka berdua sedang saling menuduh dan saling menyalahkan sekarang? Aku tidak tahu bahwa mereka semua punya sikap kekanakan seperti itu.” Batin Leathina yang merasa geli mendengar pembicaraan Nicholas dan duke Leonard.
Beberapa menit telah berlalu Nicholas dan Duke Leonard masih beradu pendapat dan saling menentang pendapat pasing-masing.
“Sampai kapan aku harus terjebak mendengarkan pembicaraan mereka berdua? Kenapa mereka harus berada disini sih!” batin Leathina saat benar-benar lelah mendengar pertengkaran antara Nicholas dan duke Leonard.
“Umm...”
Leathina sengaja bergumam, berpura-pura sedang mengigau dalam mimpinya.
Nicholas dan duke Leonard mendadak terdiam dan keduanya langsung menfokuskan pandangannya ke arah Leathina.
“Kau terlalu berisik.” Ucap duke pmemberitahu Nicholas dengan suara pelan.
“Ayah juga.” Bantah Nicholas dengan suara pelan.
“Keluarlah, biarkan dia istirahat.” Duke mengusir Nicholas keluar secara paksa, nicholas yang tidak dapat membantah mau tidak mau akhirnya menurut dan segera keluar.
Setelah Nicholas keluar duke kembali mendekat Leathina memperbaiki selimutnya yang terbuka dan mengusap lembut rambut Leathina.
“Mimpi indah.” Ucap Duke Leonard sebelum keluar.
“Trak”
Terdengar pintu kamar Leathina kembali berderit saaat dibuka dan ditutup kemb oleh duke.
“Salam tuan duke.” Ucap para penjaga yang menyambut duke keluar dari ruangan Leathina.
“Perketaat penjagaan, dan tambah penjaga posisikan di luar.” Duke Leonard memberikan perintah.
“Baik tuan.”
Setelah itu duke pun kembali ke ruangannya setelah memastika para penjaga berjaga di pos nya masing-masing.
“Astaga aku pikir mereka berdua akan berada di ruanganku sepanjang malam!” ucap Leathina lega setelah tidak lagi mendengar suara duke Leonard.
Leathina menghela nafas lega kemudian duduk kembali karena rasa kantuknya telah hilang setelah mendengar pertengkaran konyol antara duke leonard dengan Nicholas.
“Karena mereka membahas mengenai Yasmine aku jadi teringat sesuatu tentang Yasmien, kenapa Yasmine bisa tahu bahwa ini adalah alur yang berada di dalam sebuah novel, tapi entah kenapa menjadi kenyataan seperti ini dan aku telah mengubahnya dengan caraku.”
“Aku bertanya-tanya apakah ada seseorang yang memberitahukan padanya, atau apakah dia juga orang yang berasal dari dunia lain?” Leathina berpikir keras mencari jawabannya tapi sekeras apapun Leahina berfikir dia tetap tidak bisa menemukan sesuatu yang dapat menuntunya ke arah yang benar, semakin ia berfikir mencari jawabannya ia malah semakin bingung dan akhirnya terjebak di jalan buntu.
“Aku sebaiknya pergi untuk mencari petunjuk.” Gumam Leathina kemudian beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju jendela ruangannya.
“Tapi bagaimana aku bisa menyusup keluar dengan penjagaan seketat ini.” Leathina mengintip keluar jendela dan mendapati kini banyak penjaga yang sedang berjaga di sekitar kamarnya baik diluar maupun di dalam mansion.
“Yang lebih penting, aku sebaiknya melarang Edward untuk datang mengunjungiku lagi?” gumam Leathina sambil melihat bekas tapak kaki yang Edward tinggalkan di sekita jendela. "Aku tidak percaya kenapa seorang ahli sepertinya bisa dengan ceroboh meninggalkan jejak seperti ini hingga menimbulkan kecurian." Batin Leathina yang kemudian sengaja menyamarkan bekas jejak kaki tersebut.
“Tapi, bukakah duke Leonard sekarang tengah mengalami masalah dengan aliansi para bangsawan. Kenapa semua orang terlihat tenang dengan tuduhan pemberontakan seperti itu? Jika seseorang mendapat tuduhan pemberontakan dan pemberontakannya kemudian berhasil dibuktikan bukankah itu berarti duke akan berada di tiang gantung bersama dengan seluruh anggota keluarganya termaksud aku karena melakukan pemberontakan terhadap kerajaan?” Leathina mengingat kembali apa yang diberitahukan Adam padanya beberapa waktu lalu mengenai tuduhan yang diberikan pada duke leonard sekarang.
“Ini tidak bisa dibiarkan, jika mereka berhasil membuktikannya maka itu berarti nyawaku pun pasti akan terancam.” Leathina memijat keningnya karena terasa pening karena berpikir terlalu banyak.
“Jika pada akhirnya aku pun akan mati di tiang gantung karena pemberontakan terus untuk apa aku bertahan dan berjuang untuk hidup selama ini? Aku tahu jika duke leonard bukan tipe orang yang melakukan pemberontakan secara asal seperti yang dituduhkan padanya sekarang, dan dia pasti tidak akan pernah melakukan hal bodoh seperti itu yang aku takutkan adalah para aliansi bangsawan yang mungkin bisa memanipulasi semuanya dan membenarkan dengan bukti palsu.”gumam Leathina yang mulai cemas dengan keadaan keluarganya.
“Aku belum mau mati jadi untuk sekarang aku punya beberapa alasan untuk membantu duke leonard dalam menghilangkan tuduhan pemberontakan yang dijatuhkan untuknya, Tapi dari mana aku harus memulai? Aku dijaga dengan cukup ketat atas perintah duke leonard karena takut yasmine kembali menyerangku secara tiba-tiba jadi tidak mungkin aku bisa menysup keluar dengan mudah, Anne pun pasti tidak akan mau membiarkan aku keluar sendiri dengan alasan kesehatan.”
“Aku harus menyusun rencana yang matang sebelum bergerak jika tidak ingin tertangkap.”
Leathina kembali berjalan ke tempat tidurnya dan kemudian duduk mencoba memikirkan rencana yang paling aman untuk ia gunakan.
“Walaupun aku bisa menyusup keluar tanpa ketahuan jika tidak memiliki informasi mengenai siapa orang-orang yang ingin menjatuhkan keluarga Yarnell sama saja dengan bohong kan, aku pasti tetap tidak dapat menemukan apa-apa dan pulang dengan tangan kosong karena menyelidiki secara sembrono. Sebaiknya aku harus menargetkan beberapa orang terlebih dahulu kemudian menentukan rencana dan menyusup keluar.”
“Aku juga tidak mungkin keluar dalam keadaan seperti ini. Baiklah sudah aku putuskan aku akan berdiam diri untuk sementara dan selama itu aku akan mencari informasi secara diam-diam dari dalam terlebih dahulu sambil memulihkan kondisi tubuhku sebelum bertindak, tapi untuk sekarang aku sebaiknya berusaha untuk tidur karena anne pasti akan tahu jika aku begadang karena lingkaran hitam yang akan muncul nantinya.”
Leathina menetapkan tujuannya dan bertekad menuntaskan masalah yang mengikat keluarganya agar bisa membantu duke leonard dan juga mencegah untuk tidak berakhir di tiang gantung.
...***...