I'M A Villains In My Second Life

I'M A Villains In My Second Life
Chapter 246



“Zeyden!”


Panggil pangeran Yardley Arathorn, dilihatnya Zeyden hanya melamun tanpa menggubrisi dirinya yang sudah sejam yang lalu menuggu4nya.


“Ada apa Yardley?” Tanya Zeyden kembali.


“Kau ini kenapa?”


“Aku tidak kenapa-napa.”


“Tapi pikiranmu kemana-mana? Apa yang terjadi? Apa ada masalah?” tanyanya lagi penasaran kenapa temannya yang gila tiba-tiba menjadi galau.


Zeyden tertegun kemudian menatap Pangeran Yardley serius beberapa detik. “Yardley?” Panggilnya kemudian lawan bicaranya juga dengan serius meladeni Zeyden.


“Apa?”


“Bagaimana jika putri duke tiba-tiba kembali?”


“Ah! Maksudmu Leathina Yarnell?”


“Iya!” Zeyden mengangguk cepat.


“Tidak mungkin, mungkin tubu gadis malang itu sudah tercabik-cabik oleh binatang buas itu, maksudku bagaimana mungkin dia bisa selamat di malam itu.”


“Kalau dia benar-benar pulang apa yang akan kau lakukan?” Zeyden kembali bertanya.


“Mungkin dia akan diberi penghargaan oleh kerajaan karena menyelamatkan kerajaan dari naga buas itu.”


“ Apa hanya itu?”


“Kau kenapa sih, memang apa lagi yang bisa aku lakukan.”


“Maksudku seperti jatuh cinta padanya.”


“Kau bertanya seolah-olah dia benar-benar kembali saja.” Jawab pangeran Yardley yang kebingungan.


“Tapi dia benar-benar kembali.”


“Kalau saja dia benar kembali maka…. Ah! Kau serius?” Pangeran Yardley kaget mendengar perkataan Zeyden barusan.


Zeyden mengangguk membenarkan.


“Informasi ini valid?”


Zeyden kembali mengangguk menjawab pertanyaan Pangeran Yardley.


“Kemarin aku merasakan keberadaanya saat aku selidiki aku menemukannya tapi sayangnya sekelompok penjahat membawanya.”


“Terus?” Yardley tidak sabar.


“Saat hendak melaporkannya pada Duke Leonard bersama Winter ternyata Leathina sudah ada di sana, duke Leonard ternyata menyewa jasa guild untuk mencari putrinya, maksudku aku tidak menyangka orang sebersih dia rela bekerja sama dengan penjahat hanya untuk putrinya.”


“Itu wajar saja dia jadi sangat terobsesi dengan putrinya itu, tapi kau benar melihat Leathina dengan mata kepalamu sendiri.”


“Iya aku melihatnya sendiri hanya saja…”


“Kenapa? Apa dia terluka parah? Atau dia cacat?” Tanya Pangeran Yardley serius.


“Tidak, tidak, hanya saja dia tampak begitu berbeda dari ingatanku tentang dia yang dulu.”


“Maksudmu, dia memang berubah kan waktu itu dia bahkan tiba-tiba berhenti menyukaiku dan menjadi gadis baik.”


“Dia menjadi lebih cantik.”


“Ha!” Pangeran Yardley kaget mendengar perkataan Zeyden, sebab dulu Zeyden lah yang paling membenci keberadaan Leathina. Mereka berdua telah menjadi musuh sejak di akademi dulu.


“Kau tidak gila Zeyden?” tanyanya lagi sambil memeriksa suhu tubuh Zeyden.


“Tidak, aku tidak sakit. Dia benar-benar cantik kau akan mengerti saat melihatnya sendiri nanti.”


“Apa orang-orang tahu dia kembali?”


“Sepertinya tidak, hanya beberapa saja bahkan pelayan pribadinya juga  tidak tahu kalau Leathina kembali dia bahkan hampi pingsan melihat Leathina sudah ada di kamarnya.”


“Tapi cepat atau lambat orang-orang akan tahu kembalinya Leathina kerajaan Zeyden.”


“Itu terserah mu aku tidak peduli, cepat kau kerjakan sekarang pekerjaanmu aku ingin segera memprosesnya.”


“Ish! Iya, iya, awas saja kau menyukai Leathina.”


“Dasar tidak berpendirian.” Ejek Pangeran Yardley dan langsung meninggalkan Zeyden karena masih memiliki urusan yang lain.



“Nona Leathina.” Panggil Anne dengan mata berkaca-kaca.”


“Tada aku kembali.” Ucap Leathina dengan canggung tidak tahu bagaimana menangani Anne yang dari tadi menangisinya.


“Lain kali jangan mengorbankan diri hanya untuk menyelamatkan orang-orang yang dulu membenci nona Leathina.”


“Iya, iya, aku paham tidak akan aku lakukan, jadi jangan menangis lagi.”


Anne mengangguk mengusap air matanya lalu segera membantu Leathina untuk membersihkan diri dan berganti pakaiannya.


Leathina tampak sangat canggung saat seluruh pelayan malah berkumpul untuk melihatnya makan di meja makan bersama keluarganya yang lain, beberapa diantaranya memiliki reaksi yang sama dengan Anne menangis karena merasa senang Leathina kembali dengan selamat.



Disaat yang sama entah darimana rumor menyebar bahwa Leathina telah kembali ke kerajaan, berbagai berita simpang siur bertebaran dari mulut ke mulut. Beberapa orang bahkan mengabarkan bahwa Leathina kembali tapi dalam keadaan tubuh yang cacat, beberapa lagi mengabarkan bahwa Leathina kini sedang kritis setelah ditangkap oleh naga yang membawanya pada malam itu.


Kabar ini tentu saja menjadi kabar yang menarik bagi semua orang, dan informasinya tersebar begitu cepat bahkan sampai luar kerajaan.


Kabar ini tentu saja di dengar oleh ratu dan raja, ratu sedikit terkejut mendengar berita tentang kepulangannya dan kabar tentang keadaan fisiknya begitu pula dengan raja yang tidak kalah khawatirnya namun saat ini belum ada yang tahu bagaimana kondisi pastinya Leathina sebab sudah seminggu kabar kepulangan Leathina tapi orang yang dirumorkan masih belum juga menunjukkan dirinya di publik Duke Leonard bahkan menutup diri dan tidak membiarkan siapapun bertamu ke kediamannya.


“Ada apa ayah?” Tanya Leathina melihat ayahnya murung setelah membuka beberapa surat.


Dalam beberapa hari Leathina ikut ayahnya bekerja di kantor milik ayahnya agar mengetahui informasi-informasi penting serta isu-isu yang sedang menjadi topik utama di kerajaan dan di luar kerajaan untuk mengetahui situasi.


“Ini dari raja untukmu.” Jawab ayahnya.


Leathina kemudian mengambil surat itu dari ayahnya dan mulai membaca isi surat yang membuat ayahnya menjadi kesal.


“Ah, paman bilang dia sangat mengkhawatirkan ku karena rumor yang beredar tentang diriku di luar sana.” Leathina tersenyum sumringah saat membaca surat dari raja Daylen Arathorn terlihat dengan jelas ia benar-benar mengkhawatirkan dirinya bahkan sejak dulu ia benar-benar memperhatikannya seperti anaknya sendiri.


“Cih.”


Leathina kaget melihat ayahnya menjadi sangat jengkel dengan isi surat sang raja untuknya.


“Paman mengundangku ke istana jika sudah pulih.” Ucap Leathina memberitahukan ayahnya.


“Kapan kau akan pergi?” tanyanya cepat.


“Untuk sekarang aku hanya ingin bersama ayahku saja dan adik-adik serta ibuku.”


“Benarkah?” tanya duke leonard.


“Iya aku serius.” Jawab Leathina cepat.


Mendengar perkataan leathina membuat wajah Duke Leonard memerah namun hanya beberapa detik karena setelah membaca surat selanjutnya wajahnya menjadi muram kembali.


“Kenapa ayah?” Tanya Leathina.


“Ini dari kekaisaran, dia berniat mengirimkan utusannya jika kau sudah sembuh.”


“Ayah mengkhawatirkan ku?” tanya Leathina.


“Ayah tidak menyukai mereka, saat itu ayah mencari mu seperti orang gila dan tiba-tiba mereka datang menawarkan bantuan dengan syarat kau harus menjadi bagian dari mereka saat kau di temukan sendiri.” Duke Leonard terdiam. “Waktu itu ayah bahkan tidak tau kau masih hidup atau tidak tapi mereka ….” Duke tidak sanggup melanjutkan kalimatnya ia hanya kembali terdiam. “Ayah tidak ingin siapapun mengambil mu dari ayah lagi.” Sambungnya lagi dengan suara bergetar.


“Aku tahu, terimakasih ayah.” Leathina beranjak dari tempatnya dan memeluk ayahnya.


Mata Duke Leonard membulat, tidak ia sangka bahwa Leathina akan memeluknya kemudian dengan lembut membalas pelukan Leathina.


“I-ini kali keduanya ayah memelukmu dan kali pertamanya aku merasakan pelukan putriku yang datang padaku terlebih dahulu, terimakasih banyak dan maafkan ayahmu yang buruk ini.”


“Dan aku terimakasih padamu karena telah menerimaku sebagai putrimu.”


Duke tertegun dengan perkataan Leathina tapi ia tidak terlalu memikirkannya ia hanya menyesali bagaimana ia dulu memperlakukan Leathina. “Kau memanglah putriku dan akan selalu menjadi putri ku Leathina Yarnell, hanya saja aku adalah ayah yang buruk.”


...***...