I'M A Villains In My Second Life

I'M A Villains In My Second Life
Chapter 21



Anne dengan hati-hati menuntun Leathina berjalan, mereka berdua berjalan di koridor yang mengarah menuju kamar Leathina. Tidak ada percakapan diantara keduanya Leathina hanya diam saja sibuk memikirkan apa yang barusan terjadi terhadap dirinya sementara Anne terlalu fokus menuntun Leathina berjalan agar bahunya tidak bergerak dan selalu memperhatikan langkah kaki Leathina memastikan agar Leathina tidak tersandung sesuatu dan terjatuh.


Setelah berjalan melalui koridor akhirnya mereka berdua sampai di depan kamar milik Leathina, dengan cepat Anne membukakan pintu dan mempersilahkan Leathina masuk dan kembali menuntunnya menuju tempat tidur Leathina.


“Terimakasi Anne.” Leathina berterimakasih pada Anne karena telah menuntun Leathina dengan sangat hati-hati sampai di kamarnya.


“Nona tidak harus berterimakasih padaku karena itu sudah menjadi tugasku, tapi nona.. “


Anne menghentikan perkataanya ragu-ragu untuk melanjutkan apa yang ingin dia ucapkan karena takut jika membuat Leathina marah terhadapnya.


“Iya ada apa Anne, katakan!” Melihat Anne tidak melanjutkan ucapannya Leathina malah menjadi penasaran ingin mengetahui apa yang akan Anne katakan selanjutnya.


“Maafkan aku Nona, tapi apa benar Nona Leathina telah membatalkan pertunangan nona dengan pangeran Yardly?”


“Iya benar, pertunanganku dengan pangeran Yardly sudah aku batalkan.”


“Tapi kenapa?”


“Kamu sudah dengar sendirikan apa yang aku katakan pada Nora, adakalanya kamu harus menyerah di waktu yang tepat sebelum terlambat dan menyesalinya.”


“Tapi nona telah memperjuangkan semuanya hanya untuk pangeran Yardly.”


“Aku yang batal bertunangan kok malah kamu yang kecewa Anne.” Leathina membalas Anne dengan nada bercanda agar suasannya tidak terlalu menyedihkan ditambh lagi sekarang Leathina sedang terluka.


“Itu karena aku tahu sekeras apa nona telah berusaha hanya untuk pangeran Yardly.”


“Umm, Anne? Kenapa kamu malah emosi, sudah tidak apa-apa karena sekarang aku malah baik-baik saja. Tapi kenapa kamu bisa tahu aku telah berusaha keras hanya untuk mendapatka hati pengeran Yardly?”


“Itu.. itu.. itu karena selama ini aku telah mengawasi nona.”


“Apa? Kenapa? Untuk apa kamu mengawasiku?” Leathina sangat terkejut mendengar pernyataan Anne yang ternyata selalu mengawasi Leathina.


“Itu karena aku berhutang budi pada ibu nona Leathina.”


“Hutang budi? Ibuku?” Leathina malah semakin bingung mendengar penjelasan Anne yang tidak dapat ia pahami dari tadi.


“Iya dulu aku adalah seorang budak yang dijual di pasar gelap, kemudian aku tidak sengaja bertemu dengan ibu nona Leathina, dia merasa kasihan saat melihatku dan membeliku dari majikanku yang lama. karena dia merasah kasihan melihat keadaanku yang sekarat karena pada saat itu di sana kami para budak tidak diperlakukan secara manusiawi kami dipaksa untuk bekerja dan hanya diberi makan sehari sekali kami juga dipukuli jika melakukan kesalahan. Hidupku berubah setelah dibawa oleh ibu nona Leathina, karena ibu nona Leathina telah meninggal maka aku berjanji pada diriku sendiri akan mengabdikan diri pada nona Leathina anak dari orang yang telah menyelamatkanku.”


“Jadi seperti itu kejadiannya makanya kamu ingin menjadi pelayan pribadiku Anne?”


“Iya nona, tapi tidak hanya itu aku juga menyukai nona makanya aku hanya ingin mengabdikan hidupku pada nona.”


“Kau akan mengabdikan dirimu pada majikan yang jahat dan tidak berperasaan sepertiku? Itu tidak perlu Anne layani saja aku dengan baik jika saatnya tiba aku akan memerdekakanmu dan membebaskanmu jadi kamu bisa hidup bebas sesuai keinginanmu.”


“Tidak, tidak itu tidak perlu Nona Leathina.”


“Tapi Anne, hidupmu akan menjadi sia-sia jika kau abdikan hanya untuk wanita sepertiku Anne, kau juga bahkan akan ikut dibenci oleh orang-orang hanya karena melayaniku, kau bahkan bisa saja terbunuh.”


“Tidak apa-apa nona, itu tidak masalah bagiku. Aku sudah merasa sangat senang jika berada di sisi nona Leathina.”


“Terserah kamu saja Anne, yang jelas aku telah memperingatkanmu.”


“Iya nona.” Anne mengangguk cepat mengiyakan perkataan Leathina tanda bahwa ia sudah siap sepenuhnya dengan apa yang akan terjadi dengannya di masa depan nanti.


...


Namaku Anne, dulu sebelum datang ke mansion ini aku tidak mempunyai nama karena aku hanyalah seorang budak yang nyawanya tidak lebih berharga dari hewan pekerja jadi aku hanya dipanggil dengan angka saja. Nama Anne diberikan oleh ibu Nona Leathina saat membeliku dari mantan majikanku yang dulu. Aku tidak sengaja bertemu dengannya di sebuah gang karena mencoba untuk melarikan diri dari majikanku yang kejam.


“Hey tertangkap kamu budak sialan!”


“Maafkan aku tuan.. tolong.”


“Plak.” Seorang laki-laki tanpa pikir panjang menampar wajah seorang anak dengan sangat keras.


“Plak.”


Tamparan pertama berhasil membuat anak kecil itu terpental karena tubuhnya yang kecil dan tidak dapat menahan tamparan tersebut, tamparan kedua telah membuat hidung dan bibir anak tersebut mengeluarkan darah.


“Tuan.. tuan aku moho...”


“Plak.”


“Bajingan sepertimu perlu diberi pelajaran terlebih dahulu agar kapok.”


“Tuan aku moho..” Belum sempat anak kecil itu menyelesaikan ucapannya pria yang telah menamparnya kembali menampar wajahnya.


“Plak”


“Kamu pikir aku membelimu dengan daun!”


“Plak.”


“Hey! Apa yang kamu lakukan.”


Saat akan melayangkan tamparannya lagi tiba-tiba seorang wanita meneriakinya dan mencoba menghentikan laki – laki tersebut untuk menampar anak kecil itu.


“Jangan mencoba ikut campur nona, ini bukan urusanmu dan tenang saja dia hanya seorang budak saja yang mencoba kabur dari majikannya.”


“Tetap saja apa yang kamu lakukan pada anak kecil seperti itu, apa kamu itu iblis!”


“Nona jangan salah paham, dia hanya seorang budak.”


“Aku akan mengambilnya.”


“Tapi dia milik saya nona, aku yang telah membelinya.” Pria tersebut gelagapan menghadapi perempuan yang menegurnya itu.


“Kalau begitu jual dia padaku.”


“Tapi aku membelinya seharga 10 gold, nona. Harganya tidak murah.”


“Aku akan membelinya dua kali lipat.”


“Benarkah? Kalau begitu apa kamu juga akan membelinya jika aku menjualnya seharga 30 gold.”


“Iya akan aku beli.”


“Benarkah? Kalau begitu ambil saja nona, lagipula anak kurang ajar ini tidak berguna sama sekali.”


Wanita tadi segera memberikan kantung uang yang berisi sebanyak 30 gold pada pria tersebut, kemudian wanita tadi segera menghampiri anak kecil yang telah tergeletak tidak berdaya di tanah dan menidurkan anak itu di atas pangkuannya.


“Apa kamu baik-baik saja Nak?”


“A.. aku.. aku.. “


“Tidak usah menjawabku, tenang saja aku akan membawamu pulang bersamaku.”


Dalam dunia ini budak berarti kamu tidak memiliki hak apapun bahkan hak atas dirimu sendiri, kamu bebas diperlakukan dan disiksa oleh pemilikmu atau oang yang telah membelimu. Mungkin hari itu tuhan benar-benar mengasihaniku sehingga mempertemukanku dengan seorang wanita yang akan mengubah hidupku menjadi lebih baik.


Ibu nona Leathina membawaku ke kediaman Yarnell saat aku berumur lima tahun dan dia tengah mengandung bayinya, nona Leathina. Sayangnya wanita baik tersebut meninggal saat melahirkan nona Leathina.


Saat nona Leathina dilahirkan aku mengira dia akan dibesarkan dengan penuh cinta dan kasih sayang karena Duke Leonard sangat mencintai istrinya waktu itu tapi kenyataan berbanding terbalik Duke Leonard malah membenci anak perempuannya itu serta mengabaikannya, dia malah menikah lagi untuk mencari penerus anak laki-laki hanya karena dia tidak mengakui anak perempunya sebagai anaknya.


Melihat nona Leathina tumbuh tanpa cinta dan kasih sayang membuatku yang hanya seorang pelayan merasa kasihan, bahkan aku sempat  berpikir hidupku masih lebih baik darinya karena aku masih bisa dengan bebas mengekspresikan perasaanku sementara Nona Leathina terpaksa mengunci perasaanya sendiri tidak tertawa, marah bahkan tidak pernah menangis. Karena itu aku ingin berada di sisinya untuk terus membantunya.


......***......