I'M A Villains In My Second Life

I'M A Villains In My Second Life
Chapter 235



Tak!


sebuah cahaya terang tiba-tiba memenuhi ruangan dan beberapa saat kemudian muncul Zeyden dengan senyuman nya menyapa putra mahkota yang baru saja sampai di ruangannya setelah pertemuan tadi.


“Ah! Zeyden, kau harus membuat janji dulu saat ingin menemui ku aku ini bukan orang sembarang yang bisa kau kunjungi sesuka hati mu, kau tahu!”


Putra mahkota pangeran Yardley sedikit terkejut saat Zeyden tiba-tiba muncul dengan sihir teleportasinya di ruangannya.


Zeyden muncul dengan cahaya terang yang menyilaukan matanya, membuatnya sulit untuk melihat dengan baik.


“Jika para penjaga tahu, kau bisa dalam masalah.” Pangeran Yardley kembali memberi peringatan namun nampaknya Zeyden tidak terlalu peduli.


Zeyden tahun bahwa ancaman Pangeran Yardley hanya sebatas ancaman saja tanpa benar-benar ia laksanakan, temannya itu tidak setegas ayahnya dalam mengambil keputusan.


“Iya aku tahu, makanya kau jangan rebut.”


Zeyden dengan santai berjalan kemudian duduk dengan nyaman di kursi milik Pangeran Yardley sementara pangeran Yardley tengah berdiri di depan jendela ruangannya dengan memegang segelas wine ditangannya.


“Apa ada yang menganggu mu, kawan?” Tanya Zeyden.


Pangeran Yardley tampak sedang kebingungan dan bimbingan setelah pertemuan tadi.


“Hah! Kau ini benar-benar tidak bisa diatur, apa yang membawamu keruangan ku?” Pangeran Yardley meninggalkan tepatnya dan berjalan menuju kursi tamu yang ada di tengah ruangan duduk kemudian meletakkan gelasnya yang sudah kosong di meja dan bersandar.


“Tidak ada kawan, aku hanya merindukanmu saja setelah lama tidak melihatmu.”


“Apa maksudmu, kau baru saja melihatku di ruang pertemuan tadi.”


“Benarkah? Aku pasti tidak memperhatikanmu karena terlalu sibuk melaporkan masalah pada ayahmu.”


“Kau ini jangan mengada-ada, kenapa kau begini sih!” Pangeran Yardley mulai merasa kesal dengan omongan Zeyden yang terus berbelit-belit dari tadi.


“Aku kan sudah bilang aku hanya ingin berkunjung, bagaimana keadaanmu?” Tanya Zeyden.


“Aku baik-baik saja, terimakasih sudah menghawatirkan aku, jika tidak ada yang ingin kau sampaikan pulanglah ke menara sihir.”


“Kenapa kau jadi emosi? Apa pembahasan terakhir di pertemuan tadi sangat menganggu mu?”


“Tidak, hanya saja apa menurutmu Leathina masih hidup setelah dibawa oleh monster gila itu?”


“Wah! Apa ini, kau mengkhawatirkan mantan tunanganmu itu? Ini pertama kalinya kau menanyakannya dengan wajah seperti itu.” Zeyden menilik wajah Pangeran Yardley.


“Diam! Aku hanya merasa bersalah dan khawatir karena malam itu dia sampai mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan orang-orang, maksudku siapa yang menyangka gadis yang dipenuhi akal bulus itu bisa mengambil tindakan yang berisiko seperti itu.”


Pangeran Yardley kembali mengingat malam mengerikan itu, dia dengan jelas melihat Leathina menolong semua orang tanpa pilih-pilih apa lagi sampai mengorbankan dirinya sendiri.


'Tidak mungkin, apa dia baik-baik saja di luar sana.' Ia bergumam tanpa sadar.


Nasib kerajaan pasti akan lebih hancur jika Leathina tidak hadir di perjamuan saat itu. Untuk sekarang kerajaan aman-aman saja, tidak ada lagi monster yang muncul. tapi sayangnya Leathina hilang bersama dengan monster mengerikan itu.


“Umm.” Zeyden kali ini tidak berkomentar ia hanya diam dan lama menatap pangeran Yardley tapi kemudian kembali tersenyum seperti biasanya.


“Benar, aku harap gadis itu baik-baik saja. Padahal terakhir kali saat kami bertemu kami sudah cukup akrab, sayang sekali.”


“Apa maksudmu, bukannya kau orang yang paling tidak menyukainya?”


Pangeran Yardley merasa baru kemarin Zeyden mati-matian menghindari Leathina, dia bahkan terang-terangan menunjukkan rasa tidak sukanya tapi sekarang dia malah bersikap sebaliknya ia sepertinya kini menaruh perhatian khusus untuk gadis itu.


“Siapa yang tau, jika sekarang aku menyukainya.” Jawab Zeyden dengan senyuman khasnya.


“Dasar penyihir gila, apa tidak ada kabar tentangnya dari keluarga Yarnell? Kau lihat tadi, ayahku sangat menyukai perempuan itu dari dulu sampai mengorbankan ku saat dia meminta di pasangkan denganku.”


“Benar ayahmu sangat menyukainya, aku juga menyukainya sekarang.” Zeyden tersenyum setelah membalas Yardley.


“Kenapa dari tadi kau berbelit-belit! Apa tidak ada kabar sama sekali?”


“Aku juga berharap mendapatkan kabar tentangnya, tapi Winter si laki-laki dingin itu sama sekali tidak mau memberitahukan ku. Bagaimana ini? sepertinya aku sedikit merindukannya.”


Zeyden menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi dan bermain-main dengan sihir miliknya, ia lalu mengangkat tangannya kemudian muncul cahaya samar berwarna biru yang perlahan-lahan mengambang dengan sendirinya dan keluar dari jendela.


Cahaya itu kemudian menyebar ke udara dan menghilang begitu saja.


Zeyden menyebarkan mananya berharap menemukan sesuatu.


“Hei! Zeyden, walaupun kita akrab kau tidak boleh duduk seenaknya di kursiku seperti itu, pindah sekarang!”


"Aku merasakannya!!!" Teriak Zeyden.


“A-apa? apa yang terjadi? Jagan tiba-tiba berteriak seperti itu!”


“Aku merasakannya! Ini mirip punya dia.” Ucap Zeyden sekali lagi tidak memperdulikan Pangeran Yardley.


“Apa? Bicara yang jelas!” Pangeran Yardley tidak paham kenapa Zeyden tiba-tiba menjadi aneh.


“Baiklah kalau begitu aku pamit kawan!” Zeyden masih tidak menjawab dengan senyum mengambang di pipinya ia membungkuk sopan pada pangeran Yardley kemudian menjentikkan jarinya dan tubuhnya kembali di selimuti cahaya kemudian menghilang bersamaan dengan cahaya itu.


“Ugh! Si bodoh itu, jangan tiba-tiba menggunakan sihir teleportasi di depan orang, kau bisa merusak mataku!” Umpat pangeran Yardley setelah Zeyden menghilang dari ruangannya.


“Kenapa tiba-tiba keberadaanya hilang.” Zeyden berhenti mencari dan berakhir di dekat pusat kota.


“Aku yakin, walaupun hanya sebentar aku merasakan aura sihir milik Leathina. Tapi kenapa tiba-tiba menghilang?”


Zeyden kembali mencari tapi kali ini ia tidak menemukan apa-apa bahkan sama sekali tidak merasakan energi sihir milik Leathina.


“Apa aku salah karena terlalu menginginkannya?” Gumamnya kemudian kemudian kembali berusaha mencari berharap mendapatkan hasil sesuai harapannya.



“Ada apa Aelfric?” Tanya seseorang ketika tiba-tiba Aelfric berlari keluar, tidak ia pedulikan orang-orang yang kini mengejarnya karena panik.


“Ada apa?” Tanya mereka sekali lagi saat akhirnya Aelfric terkejar dan berhenti di perbatasan hutan tempatnya tinggal.


Aelfric tidak menjawab, hatinya berdegup kencang dan berkali-kali mengeluarkan sihirnya.


“Aku merasakannya sekilas, energy sihir yang akrab.” Gumamnya pelan.


“Ada apa?” Tanya yang lainnya lagi.


“Aku merasakannya dari angin, itu pasti benar dia.”


Walaupun berkali-kali mencari dengan sihirnya Aelfric tetap tidak merasakan apa-apa lagi kemudian menyerah dan berjalan kembali, orang-orang yang mengikutinya tadi kebingungan dan tidak lagi bertanya mereka juga kembali mengikuti Aelfric.


“Ini aneh, apa aku salah?”


...***...


Maaf Author baru muncul 🙇🙇🙇


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Selamat Tahun Baru!!!


🥳


Dan selamat membaca hehehe.


Banyak typo nya tapi.


Love you All


💙💙💙