I'M A Villains In My Second Life

I'M A Villains In My Second Life
Chapter 150



“Keluar sekarang Aelfar dan kembali lanjutkan tugas mu untuk menjaga barrier hutan agar tidak ada penyusup yang masuk ke dalam.” Ucap Delfa dengan menaikkan intonasi suaranya dan penuh penekanan hingga membuat Aelfar tidak lagi bisa membantah serta langsung keluar meninggalkan mereka.


Aelfar, mendengus kesal. Sebelum keluar ia melihat ke arah Aelfric dengan tatapan tidak suka “Dasar, pembawa masalah,” gumam Aelfar pelan saat berjalan melewati Aelfric karena akan meninggalkan ruangan.


Aelfric yang mendengar ucapan Aelfar memilih untuk diam, tidak ingin menanggapi ucapan Aelfar yang terdengar seperti menghinanya.


Aelfar pun segera keluar dengan menahan emosinya dan segera pergi meninggalkan mereka karena diperintah oleh Delfa. Kemudian suasana yang ada di dalam ruangan tersebut kembali tenang setelah Aelfar pergi.


Duke Leonard lama terdiam dan terbesit di fikirannya untuk membawa paksa Delfa jika ia benar-benar tidak ingin membantunya tidak ia pikirkan lagi hubungan antar kerajaan yang akan pecah karena tindakannya itu atau hal semacamnya, karena jika tidak ia lakukan maka putrinya akan berada dalam bahaya.


“Kita bawa saja dia secara paksa,” Bisik Edward pada Duke Leonard seakan mengetahui apa yang sedang dipikirkan oleh Duke Leonard sekarang.


Duke hanya terdiam kemudian terlihat berfikir sebentar untuk mempertimbangkan keputusan yang akan dia ambil setelah mendengar bisikan Edward barusan.


“Apa kau benar-benar tidak bisa membantu ku kali ini Delfa? Aku bahkan telah jauh-jauh datang ke sini hanya untuk meminta bantuan mu.” tanya Duke Leonard pada Delfa yang kini hanya terdiam di tempat duduknya duke Leonard bertanya sekaligus untuk memastikan keputusan mana yang harus ia ambil.


“Aku sudah memikirkan ini Duke Leonard, seharusnya ini tidak boleh diketahui orang luar tapi karena ini mendesak jadi apa boleh buat, Aelfric kemari lah.” Ucap Delfa setelah lama terdiam dan memanggil Aelfric.


“Iya paman?” tanya Aelfric sembari berjalan ke arah Delfa.


“Duke Leonard aku akan mengirimkan Aelfric untuk membantu putrimu.” Delfa akhirnya memutuskan untuk mengirimkan Aelfric kembali ke kerajaan dan ikut bersama Duke Leonard untuk membantunya menyelesaikan masalah yang menimpa putrinya.


“Tapi paman ...” Bantah Aelfric yang tidak begitu yakin dengan keputusan pamannya.


“Tidak apa-apa, kemari lah sebentar.” Ucapnya kemudian merapal kan sebuah mantra kemudian membuat tubuh Aelfric sedikit bercahaya dan setelah seluruh cahaya menyelimuti tubuhnya warna rambut dan mata Aelfric berubah menjadi kuning keemasan.


“Dia ...” Ucapan Duke Leonard terputus setelah melihat perubahan wujud Aelfric kemudian segera melihat ke arah Delfa.


“Iya, dia elf pengendali elemen cahaya.” Delfa seakan tahu apa yang dipikirkan Duke Leonard dan langsung menjawabnya.


“Kenapa identitasnya harus disembunyikan?” tanya Zeyden yang kemudian berjalan ke arah Aelfric untuk mengamatinya dari jarak dekat. “Aku baru kali ini melihat hal selangka ini, bukankah ras elf pengendali cahaya telah lama menghilang.” Gumam Zeyden pelan dan masih mengamati Aelfric sampai Aelfric merasa risih dibuatnya.


“Elf dengan kemampuan pengendali cahaya telah menjadi hal yang langka bagi kami, hanya tinggal beberapa elf saja yang menjadi pegendalinya sekarang tapi beda cerita dengan Aelfric ia murni dapat mengendalikan cahaya bahkan seluruh elemen lainnya jika orang-orang mengetahuinya maka dia akan menjadi sasaran pembunuhan karena berpotensi menjadi penerusku selanjutnya atau ditangkap untuk kepentingan pribadi orang-orang ynag serakah.” Delfa menjelaskan pada yang lainnya mengapa ia menyembunyikan identitas Aelfric selama ini.


“Apa kau yakin melepas sihir kunci yang kau berikan padaku paman?” tanya Aelfric memastikan kembali.


Delfa yang merupakan paman Aelfric sengaja memberikan Aelfric mantra pengunci sihir pada tubuhnya karena jika Aelfric kehilangan kendalinya maka ia bisa kembali ke wujud awalnya dan untuk mencegah itu terjadi Delfa harus menguncinya agar jika Aelfric kehilangan kendali identitasnya tetap tidak bisa terungkap karena melihat warna rambut dan matanya, tapi efek dari penguncian sihir dapat membuat sihir Aelfric tertahan dan tidak bisa digunakan dengan leluasa.


“Tidak apa-apa Aelfric, tapi sebaiknya kau harus tetap menyembunyikan identitasmu pada yang lainnya dan jangan membuat masalah lagi Aelfric aku membuka kunci sihirmu karena terdesak.” Delfa memperingati Aelfric agar selalu berhati-hati.


“Baiklah paman, akan aku ingat.”


“Duke Leonard, biarkan Aelfric yang menggantikan aku untuk menolongmu. Sebenarnya sihir pengelihatannya lebih baik dariku tapi dia terlalu ceroboh untuk bisa melihat jiwa yang benar. Dan kau Aelfric jangan terlalu dalam masuk untuk melihat jiwa seseorang sebab jika itu kau lakukan maka bisa jadi kau sendiri yang akan tersesat dan kehilangan jiwamu.”


“Baik paman.” Aelfric mengangguk paham setelah mendengar nasehat dari pamannya Delfa.


“Baiklah, jika itu yang kau katakan maka aku pun tidak akan bisa memaksa mu untuk ikut dengan ku, Delfa. Kalau begitu maka kami akan segera kembali ke kerajaan.” Duke Leonard akhirnya merasa sedikit lega karena tidak pulang dengan tangan kosong, ia pikir bahwa ia akan benar-benar pulang tanpa membawa apa-apa dan perjalanan panjangnya menjadi sia-sia tapi setelah ia mendengar penjelasan dari Delfa ia jadi memiliki sedikit berharap akan kesembuhan putrinya.


“Zeyden antar kami kembali ke kerajaan,” Ucap Duke Leonard memberitahu Zeyden.


“Baiklah Duke Leonard, silahkan berdiri pada jarak terdekat denganku agar kalian semua bisa terjangkau oleh sihirku.” Zeyden segera bersiam setelah semua orang kini berkumpul di sat titik.


Mereka semua pun segera berkumpul di sekitar Zeyden tapi saat zeyden baru akan menggunakan sihir teleportasinya matanya tiba-tiba tertuju pada Farkas dan kembali mengingat bahwa ternyata ada ras lain yang akan mereka bawa kembali ke kerajaan dan hal itu mungkin akan menggemparkan karena ia ras yang hidup di hutan hitam, hutan yang ditakuti oleh banyak orang karena dipeuhi oleh monster dan hewan berbahaya.


“Farkas perjalanan kami telah selesai dan akan kembali ke kerajaan, kau pun kembali lah ke hutan dan temukan kawananmu karena mungkin kau tidak akan merasa nyaman jika berada di dunia manusia.” Zeyden yang takut kejadian saat Farkas pertama kali  masuk ke dunia elf terjadi lagi saat Farkas masuk ke dunia manusia dan melukai perasaannya, terlebih lagi para manusia sangat sensitif denagan hal-hal yang langka seperti farkas dan akan berfikir bahwa ia adalah makhul berbahaya yang seharusnya diburu atau dibunuh.


Farkas yang mendengar ucapan Zeyden kemudian mundur beberapa langkah karena merasa sedih dan kecewa karena tidak di ajak ikut kembali bersama mereka dan malah memintanya kembali ke hutan untuk mencari kawanannya yang telah meninggalkannya. Farkas yang masih berada dalam wujud serigala kemudian meringkuk di lantai menyembunyikan wajahnya tidak ingin orang-orang melihat wajah sedih yang terpasang di wajahnya sekarang.


“Farkas kau tidak ingin kembali bersama teman-teman mu? Tanya Damian yang kini berjalan ke arah Farkas kemudian berjongkok tepat di depan Farksa.


Farkas mengankat wajahnya kemudian melihat Damian dan segera mengangguk menjawab pertanyaan Damian dengan cepat.


“Kau ingin ikut dengan kami kembali ke keajaan?” tanya Damian lagi pada Farkas dan Farkas pun kembali mengangguk menjawab pertanyaan Damian.


“Aku tidak tahu dimana kawananku sekarang berada, dan jika aku kembali ke hutan maka aku akan sendiri dan tidak punya tujuan, jadi biarkan aku ikut dengan kalian.” Farkas meminta untuk diperbolehkan ikut bersma mereka kembali ke kerajaan.


“Tapi kau mungkin akan tersiksa jika ikut dengan kami, kehidupan para manusia sedikit sulit untuk dipahami. Terlebih lagi kau yang berasal dari hutan hitam orang-orang mungkin akan membencimu atau takut dengan mu Farkas, apa kau tidak apa-apa dengan hal semaca itu?” tanya Zeyden pada Farkas yang memberitahu konsekuensi yang akan a dapat jika dia ingin tetap ikut bersama mereka kembali ke kerajaan.


Farkas mengangguk, tanda bahwa ia siap menerima segala konsekuensi yang akan ia dapat jika ikut berjama mereka kembali ke kerajaan.


“Duke apa dia boleh ikut?” tanya zeyed dan menantikan keputusan Duke Leonard.


“Jika kau ikut dengan kami kembali ke kerajaan maka harus ada orang  yang mejamin mu dan orang itu pastilah aku. Selaku orang yang bertanggung jawab membawa ras berbahaya sepertimu kembali ke kerajaan maka pasti aku akan mendapat beberapa kecaman dari kerajaan.Tapi jika kau ingin tetap ikut denganku maka kau harus memenuhi beberapa syarat untuk ikut denganku apa kau mau menerimanya Farkas?” tanya Duke Leonard dan memberikan beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh Farkas jika masih ingin ikut dengan mereka kembali ke kerajaan.


“Aku akan menerima semua syaratnya dan menjadikanmu pemilik atas diriku tuan,” ucap Farkas tanpa ragu-ragu.


“Baiklah jika itu keinginnmu, maka dengarkan baik-baik. Syarat pertama kau harus menuruti seluruh ucapanku, kedua kau tidak boleh hilang kendali dan menyerang manusia secara sembarang, dan syarat ke tiga akan aku beritahukan setelah kita sampai di kerajaan, Jika kau menyetujui syarat yang aku berikan maka kau tidak akan memiliki kebebasan lagi seperti sebelumnya.  bagaimana apa kau setuju Farkas? Tentu saja seperti katau tadi Jika kau menyetujuinnya maka kau tidak akan memiliki kebebasan lagi jadi pikirkan baik-baik.


Duke Leonard dengan tegas memberitahu syarat dan konsekuensi yang akan diterima oleh Farkas jika masih tetap bersikeras ingin mengikuti mereka kembali ke kerajaan.


“Farkas mengangguk menyetujui seluruh syarat yang diberikan Duke Leonard padanya, “Aku tetap memilih untuk menyetujui semua sayarat yang anda berikan Tuan,” ucapnya pelan kemudian kembali ke wujud manusianya.


Farkas mengangguk paham kemudian segera berjalan kembali mendekati meraka agar dapat masuk ke dalam jangkauan zihir teleportasi milik Zeyden untuk ikut kembali ke kerajaan bersama yang lainnya.


“Kalau begitu sekarang kami akan benar-benar pergi, bersiaplah karena mungkin akan membuat kalian merasa pusing sebentar” Zeyden memberitahu agar yang lainnya mempersiapkan dirinya.


“Teimakasih Delfa, kami akan segera kembali ke kerajaan jaga dirimu baik-baik.” Duke pun Leonard berpamitan dengan temannya Delfa sebelum ia kembali.


“Maafkan aku karena tidak bisa datang secara langsung untuk membantu putrimu Leonard, dan hati-hati dalam perjalananmu.” Ucap Delfa melepas kepergian Duke Leonard dan yang lainnya.


Kemudian aura sihir milik Zeyden pelan-pelan  menyelimuti mereka semua, dan dalam sekejap mata mereka kini telah berpindah tempat dan telah sampai ke kerajaan.


“Wah, aku juga di bawa kesini?” tanya Damian tidak percaya saat aura sihir milik Zeyden yang tadi menyelimuti mereka perlahan-lahan menghilang dan melihat sebuah mansion besar di depannya.


“Wah, akhirnya kita sampai.” Ucap Zeyden yang merasa legah telah kembali ke kerajaan setelah lama melakukan perjalanan.


Mereka semua akhirnya telah kembali ke kerajaan dan telah berhasil sampai dengan selamat di kediaman Duke Loenard. Para penjaga yang melihat kedatangan mereka dengan terges-gesa segera mengabarkan kembalinya mereka pada yang lainnya dan beberapa penjaga yang lain segera menyambut kedatangan mereka.


“Selamat datang kembali tuan,” ucap para penjaga hampir bersamaan untuk menyambut kedatangan Duke Leonard.


Duke Leonard mengangguk pelan menerima sambutan yang diberikan padanya, “Mereka berdua ikut denganku, perlakukan mereka dengan baik,” Ucap Duke Leonard kemudian saat menyadari bahwa beberapa penjaga sedang melirik ke arah Farkas dan Damian ynag baru pertama kali mereka lihat.


Para penjaga kebingungan karena melihat dua orang baru yang di bawa oleh Tuan Duke Leonard datang bersamanya, Duke bahkan meminta secara khusus pada mereka untuk memperlakukan mereka berdua dengan baik.


Mereka mengamati keduanya dan melihat Damian dan Farkas  tidak seperti orang-orang dari kalangan bangsawan pada umumnya dan hanya terlihat seperi orang biasa tanpa status tinggi, mereka pun tidak terlihat seperti prajurit atau semacamnya.


Para penjaga lama terdiam sambil terus memperhatikan Farkas dan Damian dan belum menjawab perkataan Duke Leonard, duke Leonard yang menyadari hal itu segera menatap para penjaga dan mereka pun segera menunduk kembali.


“Jika kalian tidak ingin melakukan apa yang aku katakan maka silahkan keluar dari sini, aku tentu akan senang mempersilahkan orang-orang tidak bergun keluar dari kediaman Yarnell. Pilihan tergantung pada kalian, silahkan datang ke kepala pelayan dan minta gaji terakhir kalian.” ucap Duke Leonard memberitahu para penjaga.


“Ma-maafkan kami tuan, akan kami lakukan pekerjaan kami dengan baik.” jawab mereka secara bersamaan karena takut dengan duke Leonard.


Bagi sebagian orang biasa yang berhasil bekerja di kediaman Yarnell menganggap nya sebagai kesempatan bagus, karena bekerja di kediaman Duke Leonard adalah sebuah kehormatan karena tidak mudah bagi mereka untuk bisa bekerja di kediaman Duke Leonard karena seleksinya yang ketat, terlebih Duke Leonard adalah salah satu bangsawan yang memiliki kekuasaan yag lebih tinggi dari keluarga bangsawan lainnya jadi mau tidak mau ia harus tetap mengikuti seluruh perintah Duke Leonard yang di perintahkan pada mereka.


...


“Bagaimana keamanan kerajaan sekarang?” tanya Nicholas pada Winter yang sibuk meilah-milah dokumen penting.


“Untuk sekarang belum ada monster atau hewan buas yang melewati perbatasan dan masuk ke kerajaaan, tapi kita harus tetap waspada.”jawab Winter dan masih sibuk dekan tumpukan dokumen.


“Syukurlah, belum ada yang berhasil masuk ke kerajaan dan membahayakan orang-orang.”


“Bagaiaman dengan respon kerajaan terhadap surat pemberitahuan yang kau kirimkan, Nicholas?”


“Surat pemberitahuan yang telah aku kirimkan telha di terima oleh raja dan langsung megadakan rapat darurat untuk mendiskusikan hal ini dengan para kepala bangsawan lainnya.”


“Jadi keputusan akhirnya?” tanya Winter lagi.


“Pihak kerajaan elah memberitahuakan seluruh penduduk kerajaan secara resmi dan lua agar berhati-hati, tapi ada kabar buruk.”


“Apa yang terjadi?”


“Orang-orang kita melaporkan bahwa beberapa kepla bangsawan yang sedari dulu ingin menjatuhkan kedudukan ayahku bererak secara diam-diam.”


“Kenapa tiba-tiba sekali setelah sekian lama tidak melakukan pergerakan?”


“Mereka menprovokasi raja dan memberitahu raja bahwa kitalah yang sebenarnya mengacaukan hutan hitam untuk menyerang kerajaan bahkan memberikan tuduhan pemberontakan.” Uap Nicholas dengan serius memberutahukan Winter.


“Ini buruk,” gumam Winter seteah mendengar penjelasan Nicholas.


“Raja tentu saja tidak dqpat mengabaikan tuduhan terang-terangan seperti itu, maka dari itu Raja Daylend memberikan kesempatan pada mereka untuk membuktikan pemberontakan yang ayah lakukan pada kerajaan.”


“Jika ke adaannya seperti itu maka kita juga har ....”


“Brak”


Tiba-ttiba pintu ruangan kerja Duke Leonard dibuka secara paksa dan membuat Nicholas dan Winter terlonjak kaget karena seseorang tiba-tiba saja membuka pintu tanpa mengetuk nya terlebih dahulu.


“Apa-apaan itu?!” Tanya Niccholas emosi saat ternyata seorang penjaga lah yang membuka pintu seperti itu.


“Maafkan sata Tuan Nicholas dan Tuan Winter,” ucap si penjaga kemudian mebungkuk memberi hormat pada keduanya.


“Ada apa?” tanya Winter setelah melihat penjaga itu masuk dengan sangat terburu-buru.


“Duke Leonard telah kembali,” Penjaga tersebut pun segera  memberitahukan pada Nicholas dan Winter di ruangannya dengan tergesa-gesa.


“Mereka sudah kembali!” Ucap Nicholas dan segera beranjak dari tempat duduknya dan meletakkan dokumen yang tadi sedang ia baca kemudian dengan terburu-buru berjalan keluar untuk menyambut kedatangan Duke Loenard dan yang lainnya yang kini telah kembali.


Winter pun melakukan hal yang sama ia segera berjalan keluar dari ruangan kerja milik Duke Leonard kemudian berjalan beriringan dengan Nicholas dan dengan tergesa-gesa segera pergi untuk menyambut kedatangan Duke Leonard dan yang lainnya.


...***...