
Lenganku terluka, aku merasakan nyeri yang menjalar dari lenganku ke seluruh tangan bagian kananku. Aku harus menghentikan pendarahannya terlebih dahulu sebelum aku mati yang kedua kalinya karena kehabisan darah.
“Srekk”
Uh Nicholas merobek bajunya hanya untuk menghentikan pendarahanku, padahal barusan dia membentakku dan mengatakan bahwa aku bodoh, tapi terimakasih untuk itu karena pendarahan di lenganku sudah sedikit berkurang.
“MINGGIR.”
Woah, siapa pria tampan ini, eh kenapa dia mengangkat ku? Mungkin pria ini akan menggendongku ke ruangan berobat yang sering digunakan untuk mengobati para prajurit yang terluka ketika sedang latihan. Padahal aku masih bisa berjalan sendiri ke ruangan berobat, menggendongku seperti ini mungkin agak berlebihan, lihatlah semua mata tertuju padaku aku jadi agak risih.
Nicholas kelihatannya sangat syok dia bahkan belum meninggalkan tempatnya, lihatlah wajahnya itu dia terlihat sangat takut tapi tenang saja Nicholas aku tidak akan mati setelah terkena pedangmu. Mungkin aku hanya akan sedikit kekurangan darah, aku kehilangan banyak darah, darahku bahkan mengotori arena semoga saja nanti ada seseorang menyiramnya dengan air agar darahku tidak mengering di sana aku jadi agak sedikit trauma melihat darah. Oh Duke Leonard, Nora dan juga Anne juga sedang mengikuti pria yang sedang menggendongku ini. mungkin mereka sedang mengkhawatirkanku
Pria yang membawa Leathina dalam gendongannya segera masuk ke dalam ruang berobat, mendudukkan tubuh Leathina ke atas kursi dan menyandarkan tubuh Leathina dengan hati-hati ke belakang. Dia kemudian segera mengambil alat untuk membersihkan dan membalut luka meletakkannya di samping leathina agar mudah dia jangkau.
“Maafkan aku Nona Leathina, aku harus melakukan ini.”
“Srekk.”
Setelah meminta izin pada Leathina dan tanpa menunggu izin dari Leathina pria tersebut kemudian merobek pakaian Leathina yang menempel di bagian lengan kanannya hingga terlihat bahu putih Leathina yang kini telah berubah warna menjadi warna merah, pria tersebut dengan cekatan dan hati-hati membersihkan luka yang ada di lengan Leathina baru kemudian membersihkan seluruh lengan Leathina yang ternodai oleh darah. Setelah itu membubuhkan obat yang berfungsi untuk menghentikan pendarahan setelah darah berhenti mengalir keluar barulah pria tersebut mengambil perban untuk membalut luka di lengan Leathina.
“Lukamu tidak akan menimbulkan masalah dan bisa segera sembuh, hanya saja luka ini mungkin akan meninggalkan bekas luka yang cukup besar.” Pria tersebut menjelaskan pada Leathina sambil membereskan barang-barang yang tadi digunakan untuk mengobati luka Leathina.
“Terimakasih Tuan .....? “
Leathina menghentikan ucapannya karena tidak tahu harus memanggil pria yang telah menolongnya itu dengan sebutan apa, karena ini pertama kalinya Leathina bertemu dengannya.
“Winter, aku Winter la Pedro ini kedua kalinya kita bertemu nona Lea.”
“Tuan Pedro?”
Leathina terkejut mengetahui bahwa yang tadi menggendongnya ternyata adalah Winter la Pedro, pria yang terlah ditemuinya beberapa hari yang lalu.
Wah aku tidak menyangkan pria di balik pakaian zirah kemarin setampan ini, uh.. sadar Lea! Kamu tidak boleh terpikat dengannya. Dia laki-laki milik Yasmine, tapi hari ini dewa keberuntungan mungkin sedang dipihakku jarang-jarangkan aku di gendong oleh pria tampan bahkan di kehidupan sebelumnya aku tidak pernah bersentuhan dengan laki-laki.Tapi sebaiknya aku tidak boleh jatuh cinta padanya mungkin aku akan membuatnya sebagai salah satu obat penyegar mataku saja.
“Winter, panggil aku winter, nona Lea.”
“Tapi kita tidak akrab Tuan Pedro.”
“Aku telah menolongmu dan bahkan telah melihat bagian lenganmu tanpa ditutupi kain, itu menandakan bahwa kita sudah cukup akrab bukan.”
“Kurang ajar kau Winter.”
Setelah mendengar perkataan dari Winter emosi Duke Leonard malah memanas, ia segera mengambil kain dan menyelimuti tubuh Leathina dengan kain yang di ambilnya, Duke Leonard bahkan menjauhkan Leathina dari Winter.
“Tetap saja dia seorang perempuan dan kamu seorang Pria, bercandaanmu berlebihan Winter.”
“Ah maafkan aku Paman Leonard, tidak akan aku ulangi lagi.”
“Kalau begitu sekali lagi aku ucapkan terimakasih Tuan Winter.”
“Sama-sama nona Leathina aku dengan senang hati akan selalu menolongmu.” Senyum Winter mengembang di bibirnya saat Leathina memanggil namanya dengan Winter, yang berarti leathina telah menerimanya sebagai teman.
“Kamu tidak perlu merasa berhutang budi pada anak ini Leathina, tapi apa kamu baik-baik saja Leathina bagaimana dengan bahumu?” Ayah Leathina segera memotong pembicaraan keduanya karena merasa tidak suka Leathina akrab dengan laki-laki lain.
“Iya kak Lea, apa kakak baik-baik saja, kakak Lea kehilangan banyak darah tadi?” Nora juga ikut bertanya pada Leathina karena mengkhawatirkan keadaan Leathina, sementara Anne hanya berdiri di belakang dan berdiam diri takut jika menganggu Duke Leonard, tapi wajahnya tetap saja menunjukkan kekhawatiran yang sama dengan Duke dan Nora.
“Iya aku baik-baik saja, aku hanya kehilangan banyak darah saja.”
Iya aku sekarang merasa sdikit pusing mungkin karena kehilangan banyak darah tadi, lihatlah mereka semua, mereka ternyata juga sangat menghkawatirkan keadaan Leathina. Leathina apa kamu melihat keluargamu dari atas sana, mereka tidak benar-benar membencimu, mungkin kalian kurang membuka diri satu sama lain.
“syukurlah kalau kamu baik-baik saja Leathina sini coba aku lihat apakah masih ada luka di tempat lain.” Duke Leonard yang masih merasa cemas kemudian ingin memeriksa Leathina lebih seksama.
“Apa aku harus memanggilkan dokter kerajaan?”
“Tidak usah ayah, seperti kata Tuan Winter aku baik-baik saja.”
“Tapi lukamu akan meninggalkan bekas luka, itu tidak akan terlihat baik saat kamu mengenakan guan di pesta nantinya.”
“Tidak apa-apa, itu tidak masalah bagiku. Lagipula aku juga sudah membatalkan pertunanganku dengan pangeran jadi aku tidak harus jadi sempurna lagi.”
“Benarkah! Kamu membatalkan pertunaganmu?” Winter terlihat sangat terkejut saat mengetahui bahwa Leathina sudah tidak memiliki hubungan dengan pangeran.
“Tapi kenapa kak bukannya kakak sangat menyukainya?” Nora yang juga terkejut mendengar pernyataan dari Leathina juga ikut bertanya karena penasaran.
“Jika kamu sangat menyukai sesuatu dan tidak bisa mendapatkannya, terkadang kamu harus tahu kapan waktunya untuk menyerah Nora.” Leathina menatap wajah lucu Nora yang terlihat sangat penasaran dengan lembut kemudian memberikan senyuman agar Nora tidak merasah khawatir.
“Baiklah kalau begitu aku akan kembali ke ruanganku, terimakasih telah mengkhawatiranku ayah.”
“Oh biarkan aku mengantarmu nona Lea.” Winter yang mendengar Leathina ingin kembali ke ruangannya menawarkan diri untuk mengantar Leathina ke ruangannya.
“Tidak perlu Tuan Winter, biar Anne saja yang mengantarku.”
Setelah tawarannya ditolak oleh Leathina Winter hanya menuruti kata Leathina yang tidak ingin di antarkan olehnya, sementara Anne yang mendengar namanya disebutkan oleh Leathina segera berjalan mendekati Leathina dan dengan hati-hati membantunya berjalan menuju ruangannya.
...***...